Tentang Polip dan Susah Bernafas

Tentang Polip dan Susah Bernafas

Sakit Polip dan Susah Bernafas

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Saya mau bertanya. Usia saya sekarang sudah 36 tahun, saya menderita polip yang sudah sangat mengganggu. Polip ini sudah saya derita sejak kira-kira usia 14 tahun dan saya sudah 2 kali operasi; pertama usia 15 tahun, kedua usia 18 tahun, tapi polipnya tidak sembuh bahkan sekarang sudah parah dan sangat mengganggu.

Efeknya sekarang pernafasan saya terganggu. Kalau dulu saya kuat mendaki gunung, sekarang mendaki gedung satu lantai saja nafas ga kuat. Kalau lagi kambuh, jalan 20 meter saja ngos-ngossan. Terutama pagi hari sampai jam 12 siang nafas saya susah sekali.

Apakah ini efek dari saya suka bernafas dengan mulut?

Terima kasih dokter

Dari: Firdaus

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas kepercayaan Saudara untuk berkonsultasi dengan tim kami.

Keluhan polip pada hidung memang termasuk keluhan yang dapat kambuh kembali meskipun setelah operasi, sehingga bagi mereka yang keluhannya sering kambuh dianjurkan menggunakan obat-obatan topikal dalam jangka waktu cukup lama. Keluhan ini banyak dihubungkan dengan gejala alergi, seperti peradangan berulang pada hidung, dan infeksi pada bagian dalam hidung, meski sebagian kasus juga belum diketahui pasti penyebabnya. Efek samping polip yang sudah besar dan menghambat rongga hidung diantaranya adalah:

– Kesulitan bernafas

– Nyeri kepala tumpul dan nyeri pada wajah

– Sinusitis kronis

– Hidung tersumbat yang tidak membaik dengan decongestan

– Post nasal drip

– Penurunan atau kehilangan kemampuan mencium bau (anosmia).

– Pernafasan melalui mulut dan perubahan suara akibat hidung tersumbat

– Apnea saat tidur (henti nafas saat tidur)

Pilihan terapinya dari segi kedokteran konvensional menggunakan obat-obatan topikal, seperti kortikosteroid dalam bentuk nasal spray, kemudian jika keluhan masih menetap, dengan pembedahan, dan penggunaan obat topikal kembali setelah pembedahan untuk mencegah kekambuhan. Kontrol terhadap gejala asma dan zat-zat yang memicu alergi, menggunakan pelembab udara, dan pembilas hidung dengan air garam juga disarankan untuk mencegah kekambuhan.

Mengenai efek pada pernafasan yang Saudara keluhkan, disamping polip, perlu dipikirkan pencetus lain meski polip sudah lama diderita dan selama ini pernafasan banyak menggunakan mulut. Sebab kadar oksigen yang diperoleh melalui pernafasan hidung dan mulut sepengetahuan kami tidak begitu banyak bedanya, meskipun pernafasan lewat hidung lebih nyaman. Kami sarankan Saudara untuk memeriksakan kembali kepada ahli kesehatan mengenai keluhan Saudara tersebut, semisal pada ahli penyakit dalam, untuk mengecek kondisi sistem pernafasan dan jantung Saudara, apakah ada kemungkinan penyebab lain sesaknya nafas selain polip.

Semoga Allaah Ta’ala mengangkat penyakit tersebut dari Saudara dan mengaruniakan kesembuhan tanpa bekas penyakit.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply