tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "surga"

surga

Pertanyaan:

Sebagian ulama kaum muslimin mencela orang yang berpuasa tapi tidak shalat, karena shalat itu tidak termasuk puasa. Saya ingin berpuasa agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga melalui pintu ar-Rayyan. Dan sebagaimana diketahui, bahwa antara Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya. Saya mohon penjelasannya. Semoga Allah menunjuki Anda.

Pertanyaan:

Mohon jelaskan maksud hadits berikut ini:

أُمَّتِيْ أُمَّةٌ مَرْحُوْمَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِي اْلآخِرَةِ عَذَابُهَا فِي الدُّنْيَا : اَلْفِتَنُ وَ الزَّلاَزِلُ وَ الْقَتْلُ

“Umatku ini adalah umat yang dirahmati. Tidak ada azab bagi mereka di akhirat. Azabnya adalah di dunia, berupa fitnah-fitnah, musibah-musibah, dan pembunuhan.” (Dari Kitab al-Jami’ ash-Shaghir: I/65)

Pertanyaan:

Saya seorang lelaki berumur 24 tahun, ingin berbagi masalah. Kira-kira 10 tahun yang lalu saya menikahi seorang gadis idaman, kembang di desa saya. Memasuki tahun kelima pernikahan, gaya hidup saya berubah. Saya mulai mengenal ajaran agama dan giat mempelajarinya. Semenjak itu, saya pun mulai berupaya memperbaiki keluarga. Saya ajak istri untuk mengaji, ternyata ia menolak. Awalnya, saya memahami karena sejak awal berumah tangga, kami memang tidak mengenal agama, meski kami lahir sebagai muslim dan muslimah.

Semakin banyak hukum yang saya ketahui, atau mulai saya sadari konsekuensinya, semakin banyak pula persoalan dalam rumah tangga. Untuk mendidik anak saja, saya kesulitan, karena sering bertengkar dengan istri. Pucaknya, istri selalu menghalangi saya mengaji, dan menuduh saya sudah tidak lagi menyayanginya. Istri menolak mentah-mentah ketika saya memerintahkannya untuk mengenakan jilbab, bahkan melecehkannya. Akhirnya, rumah tangga kami ambruk. Kami resmi bercerai. Dua anak kami ikut bersama istri saya. Saya pun mulai merantau.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Saya seorang wanita umur 25 tahun. Saya merasa depresi dan merasa aneh pada diri saya. Mungkin karena saya mempunyai kepercayaan terhadap sesuatu yang saya sendiri tahu bahwa itu tidak baik. Hal itu berlangsung dari sebelum ngaji. Semua itu terkait kebiasaan saya percaya pada ramalan, baik tentang kesehatan atau hari baik dll. Saya percaya bahwa zodiak A rocok dengan pasangan rodiak B atau C (misalnya), dan entah kenapa hal ini semakin lama semakin terbukti kebenarannya. sehingga akhirnya saya tersugesti. tiap pilih teman atau pasangan/jodoh saya terfokus pada zodiaknya (jika tidak cocok zodiaknya maka akan ada perasaan enggan & tidak bersemangat dengannya). kepercayaan semacam ini sangat menyiksa saya, terutama saat pemilihan jodoh. Setelah saya ngaji saya sadar bahwa itu tidak baik, apalagi setelah baca buku Tauhid yang melarang percaya pada peramal.

Yang ingin saya tanyakan,

  1. Apakah sugesti/kasus tersebut termasuk syirik? Apakah bisa dikatakan bergantung pada sesuatu selain Allah?
  2. Jika dalam hati dan perkataan saya sudah menyadari dan menolak hal itu, namun dalam mengamalkannya masih terasa sulit (karena saya masih mengingatnya dan sepertinya keyakinan itu sudah mengakar/melekat erat pada pikiran). Bagaimana terapi mengatasi/menghilangkan sugesti tersebut pada jiwa ini?
  3. Adakah upaya syar’i, seperti doa/lainnya pada kasus ini?
  4. Apa yang harus saya lakukan ketika pemilihan jodoh (agar saya tidak menyisipkan sugesti tersebut)? Apakah saya tidak boleh mengetahui tanggal lahirnya atau bagaimana?
  5. Jika saya menikah dengan orang yang tidak cocok secara zodiak itu, upaya apa untuk menenteramkan hati & upaya apa untuk mencintainya?

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Ana

Surabaya

Pertanyaan:

Bagaimana kedudukan jin terhadap manusia di dunia? Apakah mereka lebih mulia dari manusia? Bukankah Allah menciptakan surga sebelum neraka, menciptakan rahmat-Nya sebelum murka-Nya, menciptakan malaikat sebelum jin, menciptakan jin sebelum manusia, dan menciptakan laki-laki sebelum wanita, berdasarkan dalil Qs. al-Hijr: 26–27?

SOCIAL

9,076FansLike
4,525FollowersFollow
31,400FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN