tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "maaf"

maaf

taat suami

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang istri jika dia ditinggal mati oleh suaminya dalam keadaan suaminya tidak ridha kepada istrinya? Si suami meninggal dalam keadaan kecewa terhadap perilaku istri terhadap suami. Si suami mengeluhkan hal tersebut ke anaknya. Si istri (ibu si anak) tersebut hanya bilang, “Tolong mintakan maafku pada ayahmu (suaminya),” sambil menangis dan menyesal dikarenakan si ayah tersebut sakit kemudian dengan sangat cepat meninggal dan si istri belum sempat minta maaf kepadanya. Apa yang harus dilakukan istri dan anaknya tersebut? Jika si anak memberitahu kepada ibunya, dikhawatirkan jiwa si ibu akan terpukul. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Hermawan Fajar Nugraha (HNugr**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Hendaknya istri banyak-banyak istigfar, mendoakan suami, dan bersedekah dengan meniatkan pahalanya untuk suami.

Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, M.A. (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, maaf saya mohon penjelasannya mengenai apakah shalat tarawih dengan shalat tahajud itu sama? Dalam arti, kalau sudah shalat tarawih tidak perlu melakukan shalat tahajud? Terima kasih, Ustadz.

Kakha Aku (kakha**@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Ustadz, saya pernah melakukan dosa di Bulan Ramahan, yaitu bersetubuh dengan istri di siang hari bulan Ramadan. Saya dan istri saya menyesal dan ingin bertobat. Sebentar lagi bulan Ramadan tiba, tapi saya belum membayar kafarat 60 hari puasa berturut-turut. Apakah boleh saya bayar kafarat puasa tersebut sekarang juga, tetapi itu akan terpotong puasa Ramadan, dan apakah boleh dilanjutkan setelah bulan Ramadan sisa kafaratnya berturut-turut hingga 60 hari?

Kemudian saya ingin bertanya, ketika istri saya ingin membayar kafarat puasa lalu haid, bolehkah dilanjutkan puasa kafaratnya setelah suci, tanpa harus mengulangi hitungan puasa dari awal?

Terima kasih atas jawaban dan perhatiannya. Semoga Allah mengampuni dosaku dan istriku. Jazakallahu khairan, Ustadz.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Hamba Abdillah (hamba**@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Benarkah isi sms maaf-maafan yang marak tersebar akhir-akhir ini? Isinya:

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril adalah: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Abu yahya (tegal**@***.com)

Terkait dengan jawaban masalah “Menyentuh Alat Vital Lelaki Nonmahram untuk Praktik Medis“, kami dengan ini menyatakan permohonan maaf atas kesalahan kami dalam memahami keterangan penanya. Karena tidak ada satupun diantara tim kami yang memahami perbedaan antara tanda-tanda vital (vital signs) dengan alat vital. Sementara penanya tidak menjelaskan lebih rinci tentang istilah yang dimaksudkan.

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Begini … saya ‘kan sekolah pada bidang kesehatan. Saat praktik mengharuskan mahasiswanya melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, baik pada pasien lelaki maupun wanita. Pertanyaan saya, berdosakah saya saat melakukan pemeriksaan tersebut, yang tentunya akan memegang lelaki nonmahram yang jadi pasien saya?

Safiyya (hzashy_**@***.com)

Pertanyaan:

Assalammu ‘alaikum.

Ustadz, maaf menganggu. Saya ada satu soalan. Boleh tak Ustadz terangkan, jika tidak keberatan, tentang kemushkilan saya ini.

Apakah makanan yang sudah terkena (tersentuh) atau dimakan cicak masih boleh dimakan? Bagaimana pula dengan lipas?

Saya dahului dengan terima kasih serta semoga Allah membalas jasa baik Ustadz.

Zul (zulworxz**@***.com)

Bismillah, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Para pembaca yang di rahmati Allah Ta’ala, beberapa hari  yang lalu tanggal 3 Juni 2011 kami telah membahas tentang “Perbedaan Air Mani, Madzi dan Wadi“. Terkait kesalahan dalam pembahasan “Perbedaan Air Mani, Madzi dan Wadi“ yang diposting tgl 3 Juni 2011, kami mohon maaf. Artikel tersebut telah kami perbaiki sebagai berikut:

SOCIAL

7,669FansLike
3,320FollowersFollow
28,774FollowersFollow
57,906SubscribersSubscribe

RAMADHAN