tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "haid"

haid

haid lebih dari dua kali

Assalamualaikum
dok saya berjenis kelamin perempuan,usia saya 20,tahun saya mempunyai keluhan beberapa akhir ini vagina saya mengeluarkan keputihan yang berwarna kecoklatan,akan tetapi bukan setelah haid seperti biasanya dan saya juga merasakan minggu sebelumnya banyak sekali keputihan, dan serig kali merasakan gatal di daerah vagina, itu kira-kira kenapa yah dok, dan pengobatan apa yang harus saya lakukan dok?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudari penanya yang kami hormati,

“Keputihan” yang sifatnya normal bagi wanita, alias disebabkan oleh pengaruh hormonalnya adalah jika lendir yang keluar berwarna bening hingga sedikit keruh atau kekuningan, tidak berbau, tidak gatal, maupun nyeri; selain daripada itu, kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi atau sebab tak normal lain. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain adalah:

– Infeksi jamur
– Infeksi organisme lain seperti chlamydia, trikomonas,
– Vaginitis atropik
– Keluarnya jaringan endometrium yang belum luruh saat haid

Untuk pengobatan yang sesuai, kami sarankan Saudari berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter, karena masih luasnya kemungkinan penyebab keputihan yang Saudari alami. Jika penyebabnya adalah infeksi, maka dokter akan memberikan agen anti infeksi yang sesuai sehingga pengobatan lebih tepat guna. Disamping itu, Saudari juga bisa melakukan tindakan untuk mengurangi keluhan, seperti mengganti pakaian dalam lebih sering, setiap 4 jam sekali khususnya jika keputihan yang keluar sangat banyak, konsumsi air putih minimal 2 L per hari, dan menghindari pemakaian produk pembersih kewanitaan sampai keputihan benar-benar berhenti.

Semoga bermanfaat.

Sangat Sakit ketika Datang Bulan

Pertanyaan:

Assalaamu’alaykum warohmatullahi wa barokatuh
Usia saya 27 tahun, sudah 4 bulan ini kalau datang bulan sangat sakit diperut bagian bawah. Pas hari pertama mengalami panas dingin, diare, mual perut sebelah kanan seperti ditusuk-tusuk. Saya sudah konsultasi kedokter tapi hanya dianjurkan minum obat tapi tidak ada hasilnya juga. Dan apakah boleh disaat datang bulan minum obat-obatan? Lalu solusi yang tepat harus bagimana dan minum obat apa, apakah ini termasuk penyakit?
Jazaakumullahu khayran

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Jika sudah 4 bulan anda selalu merasakan nyeri, bisa jadi itu adalah nyeri haid yang parah atau disebut dismenore yaitu nyeri, tidak nyaman atau kram pada rahim (daerah perut bawah) selama menstruasi.
Akan tetapi anda juga perlu memperhatikan sakit diare, karena nyeri juga bisa disebabkan diare.
Dismenore ada dua macam:

  1. Dismenore primer, tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya (lebih sering)
  2. Dismenore sekunder, jika ada penyakit yang mendasari, misalnya endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD.

Memang ada beberapa wanita (sangat) yang ketika mengalami dismenore sangat parah, sangat nyeri dan perasaan tidak enak. Hal ini diperngaruhi oleh banyak faktor:

  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Sensitivitas safar pada daerah rahim.
  • Pola hidup, olahraga dan stres.
  • Posisi rahim yang mengadap ke belakang(retroversi)

Jadi hal yang Anda rasakan masih bisa dikatakan normal kecuali jika anda mengalami dismenore sekunder karena ada penyakit yang mendasari. Maka penyakit tersebut harus diobati terlebih dahulu.

Untuk terapi hal ini, bisa diperhatikan beberapa hal berikut:

  • Secara umum dengan betambahnya usia umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.
  • Menggunakan obat-obatan antinyeri misalnya, ibuprofen, Na-diclofecac dan asam mefenamat. Dengan panduan dari dokter.
  • Mengatur pola hidup seperti olahraga, istirahat yang cukup, relaksasi dan pemijatan.
  • Berusaha orgasme pada aktivitas seksual.
  • Melakukan kompres hangat di pada perut.
  • Obat anti mual bisa dikonsumsi jika mual dan muntah sangat hebat.
  • Jika perlu, maka diberikan terapi hormon yaitu pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron untuk mencegah pelepasan sel telur.
  • Beberapa posisi diberitakan bisa mengurangi nyeri misalnya posisi peregangan kucing, yang meliputi berada pada posisi merangkak kemudian secara perlahan menaikkan punggung Anda ke atas setinggi-tingginya. Yang lain adalah mengangkat panggul, Anda berbaring dengan lutut tertekuk dan kemudian mengangkat panggul dan bokong anda.

Untuk lebih lanjut sebaiknya anda periksa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

thawaf

Haid Sebelum Thawaf Ifadhah

Apa yang harus dilakukan, ketika seorang wanita mengalami haid, sementara dia belum thawaf ifadah?.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan bahwa ketika haji, A’isyah mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuinya ketika A’isyah sedang menangis,

”Kamu kenapa, apa kamu haid?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

”Ya.” jawab A’isyah

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ ذَلِكِ شَيْءٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَافْعَلِي مَا يَفْعَلُ الحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

Sesungguhnya haid adalah perkara yang telah Allah tetapkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja kamu tidak boleh thawaf di Ka’bah sampai kamu suci. (HR. Bukhari 294 dan Muslim 1211)

Dalam hadis yang lain juga dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat laporan, bahwa Shafiyah radhiyallahu ‘anha mengalami haid. Kemudian beliau bersabda,

عَقْرَى أَوْ حَلْقَى، إِنَّكِ لَحَابِسَتُنَا، أَكُنْتِ أَفَضْتِ يَوْمَ النَّحْرِ؟

”Waduh! Kamu bakal jadi sebab kami menunnggu. Apakah kamu sudah thawaf ifadah di hari raya (10 Dzulhijjah)?

”Sudah.” jawab Shafiyah.

”Silahkan pulang.” (HR. Bukhari 5329 & Muslim 1211).

Hadis ini menunjukkan bahwa andai Shafiyah belum melakukan thawaf ifadhah sebelum mengalami haid, tentu ini menjadi sebab beliau tertahan untuk tinggal di Mekah hingga suci. Sehingga hadis ini menjadi dalil mayoritas ulama, diantaranya Imam Malik, Imam as-Syafii, dan Ahmad dalam salah satu riwayat, bahwa suci dari hadats termasuk syarat sah thawaf. Karena itu, bagi wanita yang mengalami haid, dan memungkinkan baginya untuk menunggu hingga suci, misalnya karena haidnya sebentar atau dia tinggal di sekitar Mekah, atau kepulangan dia masih lama, maka dia harus menunnggu suci untuk melakukan thawaf ifadhah.

Bolehkah Thawaf dalam Kondisi Haid karena Terpaksa

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana jika tidak memungkinkan baginya untuk menunggu? Bolehkah dia thawaf dalam keadaan haid?

Sebelumnya, di samping pendapat mayoritas ulama, di sana ada ulama yang berpendapat bahwa suci dari hadats, bukan syarat sah thawaf. Diantara yang menguatkan pendapat ini adalah Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayat.

Syaikhul Islam pernah ditanya tentang wanita yang mengalami haid sebelum thawaf ifadhah. Kemudian beliau menyebutkan perbedaan pendapat di atas, selanjutnya beliau mengatakan,

فعند هؤلاء لو طاف جنبا أو محدثا أو حاملا للنجاسة أجزأه الطواف وعليه دم؛ لكن اختلف أصحاب أحمد: هل هذا مطلق في حق المعذور الذي نسي الجنابة؟ وأبو حنيفة يجعل الدم بدنة إذا كانت حائضا أو جنبا: فهذه التي لم يمكنها أن تطوف إلا حائضا أولى بالعذر.

Menurut mereka – yang memilih pendapat kedua – mengatakan bahwa jika ada orang yang thawaf dalam keadaan junub, berhadats, atau membawa najis, maka thawafnya sah, namun dia wajib membayar dam (menyembelih). Hanya saja, para ulama madzhab hambali berbeda pendapat, apakah ini berlaku umum untuk semua orang yang memiliki udzur karena lupa sedang junub? Sementara itu, Abu Hanifah mewajibkan adanya dam berupa sapi, apabila thawaf dalam kondisi haid atau junub. Oleh karena itu, wanita yang tidak mungkin melakukan thawaf kecuali dalam keadaan haid, lebih layak untuk mendapatkan udzur (thawaf dengan haid). (Majmu’ Fatawa, 26/242)

Kemudian beliau menyebutkan beberapa alasan, mengapa wanita boleh thawaf dalam keadaan haid karena terpaksa.

  1. Haji termasuk amal wajib, dan tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa wanita haid tidak wajib haji. Dan bagian dari prinsip syariah, kewajiban tidak menjadi gugur disebabkan karena tidak mampu memenuhi salah satu syaratnya. Sebagaimana orang yang tidak mampu bersuci ketika hendak shalat, dia tetap wajib shalat meskipun dengan tayamum atau bahkan tanpa wudhu dan tayamum, seperti orang yang lumpuh dan tidak ada yang membantunya.
  2. Haid yang dialami para wanita, sama sekali bukan kesalahannya. Murni ketetapan dari Allah. Karena itu, pendapat yang mengatakan bahwa dia harus kembali ke rumahnya dan melakukan qadha haji di tahun berikutnya adalah pendapat yang tidak benar. Karena berarti mewajibkan wanita ini dua kali safar haji disebabkan sesuatu yang itu bukan berasal dari kesalahannya. Dan ini tidak sejalan dengan prinsip syariah
  3. Wanita tidak mungkin berangkat haji kecuali bersama rombongan. Sementara rutinitas haid datang pada waktu yang dia terkadang tidak tahu. Sehingga bisa jadi, ketika dia berangkat di tahun berikutnya, dia juga mengalami haid. Sehingga sangat sulit baginya untuk bisa thawaf dalam kondisi suci.
  4. Bagian dari prinsip syariat bahwa orang yang tidak mampu memenuhi semua syarat ibadah, maka syarat itu menjadi gugur baginya. Sebagaimana ketika seseorang tidak bisa berjalan atau naik kendaraan, dia boleh ditandu untuk thawaf. Karena Allah berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

”Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. at-Thaghabun: 16)

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Apabila aku perintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian. (HR. Bukhari 7288).

(Majmu’ Fatawa, 26/242)

Keterangan Imam Ibnu Utsaimin

Imam Ibnu Utsaimin menjadikan keterangan Syaikhul Islam di atas sebagai landasan fatwa beliau, bahwa diperbolehkan seorang wanita melakukan thawaf ifadhah dalam kondisi haid karena terpaksa. Hanya saja, beliau memberikan solusi sebelumnya, dengan menggunakan obat pencegah haid. Jika darah tetap keluar, dia bisa thawaf dalam keadaaan haid. Beliau mengatakan,

امرأة لم تطف طواف الإفاضة وحاضت ويتعذر أن تبقى في مكة أو أن ترجع إليها لو سافرت قبل أن تطوف، ففي هذه الحالة يجوز لها أن تستعمل واحداً من أمرين فإما أن تستعمل إبراً توقف هذا الدم وتطوف وإما أن تتلجم بلجام يمنع من سيلان الدم إلى المسجد وتطوف للضرورة وهذا القول الذي ذكرناه هو القول الراجح والذي اختاره شيخ الإسلام ابن تيمية

Seorang wanita belum thawaf ifadhah dan dia mengalami haid, sementara dia tidak mungkin menetap di Mekah atau tidak mungkin kembali ke Mekah jika dia pulang sebelum thawaf, maka dalam kondisi ini, dia boleh menggunakan solusi salah satu dari dua pilihan:

(1)   Dia menggunakan suntik untuk menghentikan haid, sehingga dia bisa thawaf

(2)   Dia menggunakan pembalut penyumbat untuk menghalangi tetesan darah menempel di masjid, dan dia boleh thawaf karena terpaksa

Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat dan yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (Fatawa Islamiyah, 2/517)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

gambar wanita berjilbab

Tidak Bisa Shalat Istikharah Karena Haid

Assalamulaikum ustadz, saya sedang dihadapkan dengan pengambilan keputusan, namun saya sekarng dalam kondisi halangan sehingga tidak bisa sholat istikhoroh. apa yang sebaiknya saya lakukan agar mendapat petunjuk atas perihal yang akan saya putuskan dalam beberapa hari ini?
Terima kasih, assalamualaikum.

Dari Tiara

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bingung menentukan pilihan merupakan bagian dari tabiat manusia yang terbatas ilmu dan pengetahuannya. Karena setiap manusia tidak pernah tahu, apa yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya. Di saat itulah, manusia menggunakan beraneka ragam cara untuk menentukan pilihannya. Ada yang datang ke dukun, ada yang menggunakan undian, ada yang menggunakan sistem lempar, dan cara lainnya.

Dulu di masa jahiliyah, ada dua cara yang banyak digunakan orang untuk istikharah,

  1. Dengan menggunakan azlam, semacam anak panah kecil yang berjumlah 3. Yang pertama bertuliskan Allah ridha. Kedua bertuliskan: Allah tidak ridha, dan ketiga kosong. Jika mereka punya suatu rencana, mereka masukkan 3 biji anak panah ini ke dalam wadah, lalu dibawa thawaf di ka’bah, kemudian dikocok. Jika yang keluar Allah ridha, mereka akan melanjutkan rencananya. Sebaliknya, jika yang keluar, Allah tidak ridha, mereka akan urungkan rencananya. Dan jika yang keluar kosong, mereka ulangi lagi seperti cara pertama.
  2. Menggertak burung. Ketika mereka hendak melakukan perjalanan, mereka menggertak buruk. Jika burung ini terbang ke kanan, mereka optimis diberkahi. Jika terbang ke kiri, mereka pesimis untuk melanjutkan perjalanannya.

Ketika Islam datang, cara bodoh semacam ini dihilangkan. Anda bisa bayangkan, cara jahiliyah semacam ini, telah memposisikan manusia lebih bodoh dari pada binatang.

Islam mengajarkan cara istikharah, yang menggambarkan ketergantungan makhluk kepada Penciptanya. Karena Dialah satu-satunya Yang Maha Mengetahui segalanya, yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Islam mengajarkan proses pemilihan itu dengan cara shalat istikharah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Mengenai tata caranya, telah kami jelaskan di artikel: Tata Cara Shalat Istikharah

Bagaimana Jika Sedang Behalangan?

Apakah doa istikharah di atas harus didahului dengan shalat? Bagaimana jika ada seorang wanita yang butuh istikharah sementara dia sedang haid?

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

فمن تعذرت عليه الاستخارة بالصلاة والدعاء معاً – كالمرأة الحائض أو النفساء – أجزأته الاستخارة بالدعاء فقط، وهذا مذهب الحنفية والمالكية والشافعية

Orang yang tidak bisa melakukan istikharah dengan shalat dan doa sekaligus, seperti wanita haid atau nifas, maka dia boleh melakukan istikharah dengan doa saja. Ini merupakan pendapat madzhab Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafiiyah.

(Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 16125)

Mengapa Boleh tanpa Shalat?

Sejatinnya, inti istikharah adalah doa. Permohonan kepada Allah, agar Dia memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Dan doa bisa dipanjatkan, meskipun tanpa didahului dengan shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar istikharah dilakukan setelah shalat dua rakaat, karena doa yang didahului dengan shalat adalah doa yang mustajab. Sehingga bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk shalat, mereka bisa melakukan istikharah hanya dengan berdoa.

Imam Ibnu Baz. Beliau pernah ditanya, bolehkah melakukan istikharah tanpa shalat? Bolehkah wanita haid dan nifas melakukan istikharah?

Jawab beliau,

نعم تستحب الاستخارة ولو بدون صلاة، كونه يسأل ربه ويستخير ربه سواء كانت امرأة أو رجل سواء كانت حائض أو ما هي حائض كل ذلك لا بأس، لكن إذا كان بعد الصلاة يكون أفضل، تكون الاستخارة بصلاة عملاً بالسنة، فيصلي ركعتين، ثم يسأل ربه ويستخير ربه سواء رجل أو امرأة, لكن إذا كانت حائضاً أو كان الأمر مستعجلاً واستخار بدون صلاة فلا بأس، يسأل ربه والحمد لله الله يقول: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: من الآية60)، والاستخارة دعاء، توجه إلى الله

Benar, dianjurkan istikharah, meskipun tanpa shalat. Dia bisa memohon kepada Allah, meminta pilihan kepada-Nya, baik lelaki maupun wanita, baik sedang haid maupun tidak sedang haid, semua itu tidak masalah. Hanya saja, jika doa istikharah ini dibaca setelah shalat, maka ini yang afdhal. Membaca doa istikharah ketika shalat, ini mengamalkan sunah. Dia bisa shalat dua rakaat, kemudian meminta kepada Tuhannya, memohon pilihan dari-Nya, baik lelaki maupun perempuan.

Hanya saja, jika dia sedang haid atau ada orang yang buru-buru untuk menentukan pilihan, lalu dia berdoa memohon pilihan kepada Allah tanpa didahului shalat, hukumnya boleh. Dia bisa meminta kepada Tuhannya. Karena Allah telah menjanjikan dalam firman-Nya, (yang artinya), ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya kukabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60). Sementara istikharah adalah doa, yang dihaturkan kepada Allah.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/20949

Demikian,

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

kenapa haid lama

Haid Terlalu Lama (15-22 hari sebulan)

Pertanyaan:

Assalamualaikum, saya Elis usia saya 19 tahun. saya mau tanya, kenapa ya saya mengalami menstruasi lebih dari 15 hari. bulan sebelumnnya menstruasi saya lancar. Apakah ada ganggung dengan siklus menstruasi atau ada gangguan yang lain?
Terimakasih. Wassalamualaikum

Pertanyaan Serupa:

sya cwe,umur sya 19thn, sya mau nanya,dari pertama haid umur sya 15thn nympe skarang umur sya
19thn saya masih mngalami haid lama lebih dari 15 hari,dan masa tenggang ke haid lagi nya cuma 2 mnggu,tp tdk ada keluhan yang dirasa,udh bbrpa x sya konsultasikn ke bidan katanya wajar,tp blm prnah klw d periksa lbh lanjut.. skarang” ini haid saya msih gtu lebih dr 15 hari,kmrin ajh sya haid 22hari,masa suci 10hari terus haid lagi,dan skrang2 kondisi badan sya dikit” sakit,poko’y banyak yg dirasa,, sya bingung,apa ada kelainan atw gimana?sya blm sempet periksa krna sya takut divonis suatu penyakit.. minta sarannya donk sya hrus gimana? makasih sblumnya..

Jawaban:

Masa haid yang terlalu lama disebut dengan Metrorrhagia. Jika jumlah darah yang teralu banyak ketika haid disebut Menorrhagi. Jika telalu lama dan darahnya terlalu banyak disebut Menometrorrhagia.

Yang anda alami adalah metrorrhagia di masa masa haid terlalu lama melebihi normal di mana normalnya 5-7 hari (maksimal 10 hari).

Awalnya memang tidak ada gejala bererti, akan tetapi jika terus menerus maka anda akan mengalami kekurangan darah karena perdarahan lewat menstruasi yang terlalu lama. Amak gejala-gejala kurang darah akan muncul/

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, akan tetapi berikut ini diduga penyebabnya, misalnya:

  • Stressor atau terlalu capek
  • Kegemukan (obesitas)
  • Ketidakseimbangan hormaon
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Beberapa penyakit yang mendasari  misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan darah), Kencing Manis dan lain-lain
  • Tumor organ reproduksi, kista ovarium infeksi vagina

Saran kami anda segera periksa ke dokter, karena lebih baik cepat mengetahui jenis penyakit gar bisa diobati. Daripada dibiarkan hanya karena khawatir ada penyakit.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

haid sebulan 2 kali

Haid Sebulan 2 Kali

Ass, Dok saya mau tanya,saya dapet haid tanggal 7 cama 2 hari,tp itu blm waktunya saya haid,seharus nya saya haid tanggal 11. Terus tanggal 26 dapet lagi, saya jdi bingung karna bru kali ni saya mengalami nya, saya tkut gk bsa hamil, karana saya pernah keguguran di kuret, sekarang saya lgi nungguin dateng nya malaikat kecil lagi.
Trmaksah seblm nya,mohon jawaban nya.

Dari Ibu Ella Damayanti

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Ibu yang kami hormati, terima kasih atas pertanyaan yang Ibu sampaikan kepada kami.

Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur sekali sebulan, jika terjadi perubahan siklus menjadi 2 kali, maka perlu ditunggu. Jika perubahan tersebut hanya terjadi sekali atau dua kali, kemudian selanjutnya siklus kembali seperti biasa, maka menurut kami, hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Karena siklus haid pada wanita adalah proses fisiologis yang sangat dipengaruhi oleh kadar hormon dalam tubuh. Jika pada suatu waktu hormon tersebut mengalami ketidakstabilan, misalnya saat stres, atau kelelahan, maka kebiasaan menstruasi pun dapat berubah. Namun perubahan tersebut biasanya bersifat sementara, dan seiring dengan membaiknya kestabilan hormon kembali seperti semula. Dan kondisi ini pun tidak berpengaruh pada kesuburan jangka panjangnya. Tingkat kesuburan kemungkinan besar sama seperti sebelum terjadi perubahan siklus.

Namun jika perubahan tersebut menetap, yakni datangnya haid menjadi teratur 2 kali dalam sebulan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut penyebab perubahan tersebut dan apakah haid yang berlangsung disertai adanya ovulasi ataukah tidak. Jika ovulasi masih ada, maka tingkat kesuburan juga masih dapat diharapkan, yang perlu diperhatikan untuk pembuahan adalah memperkirakan dengan tepat, kapan waktu ovulasi tersebut berlangsung, karena ovulasi biasanya tidak terjadi tepat seperti pada siklus tiap bulannya. Caranya adalah dengan metode-metode untuk mengetahui ovulasi, seperti deteksi hormon LH (alat deteksi hormon ini sekarang banyak dijual di pasaran) yang merupakan salah satu petanda audah dekatnya ovulasi, atau mengukur peningkatan suhu basal tubuh, atau dengan mengecek kekentalan lendir rahim, dsb. Jika ovulasi tidak terjadi, misalnya akibat gangguan produksi hormon di otak, atau sindrom ovarium polikistik, dsb, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh mengenai sebab-sebab tidak terjadinya ovulasi, dan jika diperlukan, dilakukan terapi dan induksi ovulasi untuk memfasilitasi pembuahan. Pemeriksaan dan terapi tersebut dapat dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dengan demikian, meski peluang pembuahan menurun, namun Ibu tetap berkesempatan memiliki keturunan.

Sedikit masukan dari kami, untuk penamaan bayi dengan “malaikat kecil”, mungkin perlu kita tinjau kembali. Karena sepengetahuan kami, malaikat adalah nama untuk mahluk Allah dengan sifat dan ciri tertentu yang telah diberitakan dalam Al Qur’an, dan kami -dengan ilmu yang sangat terbatas ini- belum mengetahui adanya penyifatan anak kecil dengan nama malaikat dalam syari’at. Yang kami ketahui banyak menyifatkan anak-anak kecil mereka dengan “little angel” atau “malaikat kecil” adalah dari kebiasaan orang-orang selain Islam, seperti orang nasrani di Barat. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, maka hendaknya kita mencukupkan diri dengan sebutan-sebutan yang lazim digunakan dalam Islam untuk anak-anak. Wallahu a’lam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan petunjuk bagi kami, Ibu dan keluarga, dan segenap kaum muslimin.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

darah haid dan istihadhah wanita

Merencanakan Anak Kedua

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…

Saya ibu menyusui (ASIekslusif) dari seorang anak laki2 umur 1tahun,umur saya 27 tahun. Begini, sejak melahirkan (setelah nifas
tepatnya) sampai sekarang saya belum dapat menstruasi. Memang dari literatur2 yang saya baca ada yang menyebutkan bahwa ibu menyusui itu tidak haidh karena pengaruh hormon prolaktin yang menghambat kerja hormon estrogen. Benarkah demikian? Jika memang benar bagaimana menentukan tanggal subur, karena kami mengharapkan kehadiran anak kedua. Bagaimana merencanakannya.

Kemudian,terkait dengan perhiasan yang digunakan. Beberapa waktu lalu ada artikel tersebar mengenai perhiasan emas yang digunakan oleh pria dapat menyebabkan penyakit alzheimer. Namun untuk wanita dapat terhindar dikarenakan zat2 yang terkandung dalam emas yang masuk ke dalam darah akan dikeluarkan bersamaan darah haidh. Lalu, bagaimana dengan saya yang sudah lama sekali tidak haidh. Apakah dapat berpotensi penyakit alzheimer tsb? Apakah saya harus melepas perhiasan saya? Mohon penjelasannya. Syukron..

Dari: Ummu S.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokaatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.

Menyusui memang merupakan salah satu proses alami yang menghambat kembalinya siklus menstruasi normal, dan konsekuensinya, menunda atau menurunkan peluang terjadinya pembuahan selanjutnya. Diantara hikmahnya adalah memberi jarak secara alami antar kehamilan, sehingga ibu dan bayi dapat memperoleh manfaat maksimal dari proses menyusui dan lebih siap untuk kehamilan selanjutnya. Ketiadaan haid akibat proses menyusui disebut juga lactational amenorrhea (amenorrhea akibat laktasi). Kondisi ini bervariasi antar wanita. Sebagian wanita ada yang mengalaminya hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hingga 2 tahun proses menyusui, dan baru mengalami menstruasi setelah anak disapih. Namun sebagian wanita lainnya bisa saja mendapatkan siklus menstruasinya lebih cepat dari itu. Umumnya, ibu yang menyusui eksklusif, kemudian melanjutkan menyusui dengan frekuensi cukup sering di pagi dan malam hari, siklus menstruasinya akan lebih lama tertunda dibanding yang tidak melakukannya.

Lalu bagaimana menentukan tanda suburnya? Sepengetahuan kami, selama menstruasi Ibu belum kembali seperti sebelum haid (sama sekali belum haid), hal ini menandakan tidak terjadi proses ovulasi sehingga ibu tidak memiliki masa subur, sampai siklus tersebut kembali. Memang ada sebagian kecil Ibu yang belum haid, namun bisa hamil lagi, namun jumlahnya sangat jarang dan bisa jadi terkait dengan abnormalitas struktur rahim. Masa subur baru bisa diidentifikasi dengan baik ketika siklus menstruasi sudah mulai kembali. Salah satu cara mengetahui hari-hari apa saja masa subur tersebut, selain dengan sistem kalender seperti biasanya, atau sistem suhu basal tubuh, juga dengan mengukur kadar hormon LH yang meningkat cepat menjelang ovulasi.

Adapun terkait pertanyaan Ibu mengenai emas dapat menyebabkan penyakit Alzheimer, kami belum mendapatkan keterangan yang ilmiah mengenai kaitan antara emas dan penyakit Alzheimer baik pada pria maupun wanita. Beberapa faktor risiko yang dihubungkan dengan kejadian penyakit Alzheimer antara lain:

  • Usia tua
  • Ras kaukasia
  • Jenis kelamin wanita (penyakit ini lebih sering ditemukan pada wanita)
  • Adanya varian apolipoprotein E4 (dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer yang tampak pada usia lebih muda).
  • Cedera kepala
  • Faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit vaskuler, seperti hiperkolesterolemia, hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, merokok, obesitas, dan diabetes.

Karena itu, kami pribadi berpendapat jika Ibu memang memerlukannya, tidak perlu melepas perhiasan emas yang Ibu kenakan, kecuali setelah adanya bukti ilmiah yang valid mengenai partikel emas dapat menyebabkan penyakit Alzheimer tersebut.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

 

haid lebih dari dua kali

Haid 2 Kali dalam Sebulan

Pertanyaan:

Assalamualaikum wrwb
Maaf saya mau tanya apakah normal pada haid yang dialami istri saya, di mulai tanggal 5 dan berakhir tanggal 12 tapi pada tanggal 19 juga bulan yang sama dia haid lagi. Apakah itu normal?
Terimakasih

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Pertama-tama istri anda perlu memastikan apakah benar darah yang keluar lagi yaitu pada tanggal 19 adalah benar darah haid. Karena bisa jadi itu adalah bukan darah haid melainkan darah karena penyakit, atau dalam islam disebut darah istihadhah.

Jika memang itu adalah darah haid dan ciri-cirinya sebagaimana darah haid. Maka ini disebut dalam istilah kedokteran dengan polimenorea yaitu kelainan siklus menstruasi yang menyebabkan wanita berkali-kali satu bulan.

Penyebab polimenorea disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Dan ketidakseimbangan hormon disebabkan, misalnya:

  • Stressor atau terlalu capek
  • Kegemukan (obesitas)
  • Ketidakseimbangan hormaon
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Beberapa penyakit yang mendasari misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan darah), Kencing Manis dan lain-lain
  • Tumor organ reproduksi, kista ovarium infeksi vagina

Tidak perlu terlalu khhawatir karena polimenorea biasanya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi jika terus-menerus sebaiknya periksakan diri ke dokter, agar bisa mengetahui jenis penyakit agar bisa diobati sesuai penyebabnya.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasisyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

gambar selaput dara

Keluar Darah Beku, Merusak Selaput Dara?

Aslmualaikum Dok… sy mw tanya nih…

Seorng wanita mengalami gangguan saat dia haid.keluar darah beku sperti anggur dan sgat menyakitkan.apakah hal tersebut bisa merusak
selaput dara?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Keluarnya darah haid tidak menyebabkan rusaknya selaput dara (hymen), meskipun deras atau dalam bentuk gumpalan. Celah yang normal ada pada hymen bukan diakibatkan oleh haid, malah sangat diperlukan agar haid dapat mengalir normal dan tidak tertampung dalam vagina, sebagaimana pada kasus hymen imperforata (hymen berbentuk selaput utuh).

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

obat pencegah haid untuk puasa

Haid Berhenti Setelah Melahirkan

Pertanyaan:

Assalamua’laikum Dokter.

Istri saya usianya 27 tahun. Dari semenjak melahirkan pada tanggal 24 Januari 2013 sampai sekarang tanggal 7 April 2013 belum mengalami haid, padahal tidak menggunakan/mengonsumsi alat/pil KB. Memang sampai saat ini belum konsul ke dokter/ke bidan. Yang jadi pertanyaan, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Satu lagi Dok, apa nama obat pencair dahak untuk bayi usia 3 bulan? Jazakallah khoir.

Dari: Abahna Firsya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Bapak berikan kepada kami.

Jika yang dimaksudkan belum lagi mendapat haid setelah nifas, dan Ibu menyusui bayinya, khususnya dengan pemberian ASI secara eksklusif, maka hal ini masih wajar saja karena proses menyusui menghambat proses menstruasi normal. Hal ini secara tidak langsung menjadi semacam kontrasepsi alami sehingga terdapat jarak antara kehamilan satu dengan kehamilan selanjutnya. Sebagian wanita ada yang tidak haid sama sekali, namun ada juga yang haid namun tidak lancar. Seiring dengan kembalinya fungsi tubuh ibu seperti sebelum hamil dan berkurangnya frekuensi menyusui, haid Ibu umumnya akan kembali normal.

Diantara obat pengencer dahak pada anak dan bayi adalah obat berbahan aktif karbosistein. Namun untuk bayi dibawah 6 bulan, sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter yang biasa menangani bayi tersebut untuk mengetahui dosis yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

SOCIAL

9,552FansLike
4,525FollowersFollow
32,476FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN