tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "guru"

guru

nishab zakat emas

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Saya mau bertanya masalah zakat emas. Saya mempunyai emas perhiasan, kurang-lebih 500 gram, kira-kira sudah 7 tahun. Selama ini, saya hanya menzakatkan sekali saja, karena waktu itu saya pernah tanya lewat ibu saya dan Ibu bertanya pada guru “ngaji” Ibu. Beliau berkata, emas perhiasan cukup sekali saja zakatnya, kecuali saya membeli lagi (bila melebihi 85 gram). Tapi, setelah saya sering membaca dan membuka-buka internet, ternyata zakat emas harus setiap tahun …. Bagaimana pendapat Ustadz? Saya sangat mengharapkan penjelasan secepatnya dari Ustadz karena sebentar lagi sudah mau bulan Ramadhan lagi, sehingga kalau memang perlu dizakati tahun ini saya bisa mengeluarkan zakatnya. Mohon penjelasannya, Ustadz.

Riny Andriani (riny**@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Ustadz, bagaimana pandangan hukum Islam apabila harta warisan–sebelum dibagi ke ahli waris–disisakan dahulu untuk:
1. upah haji badal orang tua yang sudah meninggal;
2. komisi penjual tanah warisan 2,5% dari 800 juta;
3. santunan anak yatim;
4. infak/wakaf ke masjid;
5. pengurusan surat ahli waris ke kelurahan?

Demikianlah pertanyaan saya. Semoga Ustadz dapat secepatnya menjawabnya. Jazakumullah khairan katsiran.

Akbar (shobri**@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya menikah–kurang-lebih–satu tahun yang lalu. Sudah enam bulan ini, kami pisah, tidak ada komunikasi lagi, karena istri saya dibawa oleh orang tuanya pindah ke kota lain.

Sejak awal pernikahan kami, acap kali terjadi pertengkaran di antara kami, disebabkan karena kami bekerja beda kota. Istri saya, waktu itu, tinggal dengan orang tuanya. Awalnya, istri saya mau ikut saya jika di kota tempat saya mencari nafkah (dia bisa, red.) dapat pekerjaan, tetapi (ketika, red.) pekerjaan tersebut didapat (oleh, red.) istri saya, (dia, red.) tidak mau pindah ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan, dan orang tua istri saya selalu menahan istri saya untuk tidak boleh saya bawa ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan.

Pada suatu saat, terjadi pertengkaran hebat antara kami, dan istri saya meminta cerai kepada saya tetapi saya tidak kabulkan. Dan saya tidak habis pikir; ibu mertua saya menyarankan di antara kami berpisah saja.

Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apa yang harus saya lakukan? Di satu sisi, saya ingin mempertahankan keluarga saya. Di sisi lain, saya kecewa dengan istri saya.
2. Apakah saat ini sudah jatuh talak saya kepada istri saya, sedangkan istri pergi meninggalkan saya?
3. Termasuk istri yang durhakakah istri saya ini; dia lebih memilih ikut orang tuanya dibanding suaminya?
4. Berdosakah mertua saya ini yang memisahkan saya dan istri saya dan membawa pergi istri saya?
5. Langkah terbaik apakah yang harus saya lakukan ?

Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya.

NN (**@***.com)

From: luvsun Sun Tiara <susanXXX@gmail.com>

Pertanyaan:

apakah arti mimpi kita dalam keadaan solat n mengenakan mukena berwarna putih? cronologisnya adalah: saya ingin membeli kalung , terus saya memilih, kemudian saya bingung maka saya memutuskan tuk solat. ternyata ketika solat guru saya masuk kekelas tuk mengejar. guru itu adalah seorang laki2 yg dalam mimpi saya dia cukup ganteng n berwajah berseri. saya tidak memperdulikan gurut tersebut datang sehingga saya memutuskan melanjutkan solat saya. apakah arti mimpi tersebut? kondisi sebenarnya bahwa saya bukanlah seorang siswa sekolah lagi namun saya seorang guru dan juga mahasiswa yg lagi mengurus skripsi.tlg di jelaskan!

suami-terkena-guna-guna-wanita-lain

Pertanyaan:

Ustaz, saya punya masalah yang sangat berat sekali. Singkat cerita, saya sudah pisah ranjang selama enam bulan. Saat ini, suami saya sudah menggugat cerai dan itu sudah berjalan tiga kali. Awalnya, sebelum bulan puasa, suami saya menunjukkan tingkah yang aneh: sering memasang password di handphone-nya padahal biasanya tidak pernah, sering meminjam handphone pada teman wanitanya. Kalau saya tanya, “Kenapa kok pinjam?” Katanya, baterai handphone-nya mudah habis. Pernah, ada foto wanita itu. Lalu, saya beri tahu ke suami saya untuk berhati-hati.

Suami saya jadi sering pulang malam-malam. Pas malam itu, saya tanyai dia dan tiba-tiba dia bilang bahwa dia sudah tidak cinta lagi, tidak sayang lagi, pokoknya dia benci. Katanya, hatinya tertutup untuk saya, yang ada cuma anaknya. Dia juga tidak bisa melihat keindahan saya lagi, yang ada hanya wanita itu.

Dia selalu–dan selalu–menyalahkan saya; tidak ada kebaikan dari saya lagi. Suami saya mengungkit-ungkit masa lalu. Padahal, kalau saya tanya hanya dengan masalah kecil, suami saya malah pergi (minggat) dari rumah saya ke rumah mertua. Waktu itu sekitar minggu kedua bulan puasa.

Pada bulan Desember, dia disuruh pergi dari rumah mertua karena dia sudah susah untuk mendengar nasihat dari orang tua. Dia pun mengurus perceraian diam-diam, tanpa memberitahu saya dan keluarganya. Padahal, waktu itu anaknya sedang diopname. Dia lebih memilih membayar pengacara, Ustaz.

Saya datang ke kiai. Katanya, suami saya kena guna-guna satu keluarga. Wanita itu memberi (sesuatu) ke suami saya supaya suami saya melupakan istri, anak, dan keluarganya.

Saya selalu shalat tahajud supaya diberikan petunjuk oleh Allah. Tapi, saat ini hati saya masih berat untuk mengambil keputusan, Ustaz. Saya belum genap setahun ini memakai jilbab. Saya ingin ada di jalan Allah. Saya ingin suami saya kembali ke keluarganya.

Kesalahan saya sangat kecil sekali, dan kesalahan seperti itu bisa dilakukan siapa saja. Saya berusaha meminta maaf ke suami saya tapi suami saya tidak mau memaafkan. Dia sangat egois; tidak bisa kembali (pada kami). Dia selalu membela wanita itu. Sungguh, saya sangat sakit hati, Ustaz.

Yang saya tanyakan:
1. Apakah suami saya kena guna-guna?
2. Apakah suami saya, ke depan nantinya, baik untuk saya dan anak saya?
3. Apakah suami saya masih mencintai saya lagi?

Tolong berikan saran dan solusi, Ustaz.

Pertanyaan:

Untuk memberikan sugesti menghapal pada murid-murid, sebagian guru ada yang menempelkan stiker gambar bintang segilima, terkadang sebanyak dua atau tiga bintang, atau stiker bertuliskan “mumtaz” atau “barakallahu fik” (semoga Allah memberkahimu), pada mushaf sebagai tanda prestasi murid atau tanda bagusnya hapalan murid yang bersangkutan. Apakah ini dibolehkan?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Ustadz saya TU di sekolah swasta, dalam aturan pengajuan insentif GTT banyak guru yang tidak masuk kualifikasi. Kemudian kepala sekolah memerintahkan untuk buat SK “aspal” (palsu) agar guru-guru tersebut dapat insentif dengan pertimbangan rasa kasihan dan itu uang negara/uang rakyat. Gimana seharusnya saya? Wassalamu’alaikum.

SOCIAL

8,198FansLike
3,863FollowersFollow
29,926FollowersFollow
61,107SubscribersSubscribe

RAMADHAN