tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "budak"

budak

menceraikan istri

Telaah Hadis: Menceraikan Istri Jahat

Seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya istriku…,” lalu ia menyebutkan kejahatan-kejahatan istrinya.

فَقَالَ: طَلِّقْهَا

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ceraikanlah dia!”

Lalu, dia berkata, “Sesungguhnya, dia mempunyai teman dan anak.”

قَالَ:مُرْهَا وَقُلْ لَهَا، فَإِنْ يَكُنْ فِيْهَا خَيْرٌ فَسْتَفْعَلْ، وَلاَ تَضْرِبْ ظَعِيْنَتَكَ ضَرْبَكَ أَمَتَكَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Panggillah dia dan bicaralah dengannya. Jika kebaikan padanya, maka tentu dia akan lakukan. Dan jangan memukul istrimu seperti memukul budakmu.” (HR. Ahmad).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah ditanya, “Sesungguhnya, istriku tidak menolak tangan penyentuh.”

قَالَ: غَيِّرْهَا إِنْ شِئْتَ، وَفِيْ لَفْظٍ: طَلِّقْهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pilihlah dia jika kamu mau (antara menceraikan atau tidak).” Dalam lafal riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ceraikan dia.”

Lalu, ia berkata, “Saya takut, nafsu menginginkannya.”

قَالَ: فَاسْتَمْتِعْ بِهَا

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu, bersenang-senanglah dengannya.”

Para ulama berbeda pendapat dalam memadukan antara nash-nash yang membolehkan dan hadits-hadits yang melarang menikahi perempuan pelacur. Sebagian kelompok mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “al-lamis” (penyentuh) adalah “pemberi sedekah” bukan untuk berbuat dosa.

Sebagian lain berkata, “Ini untuk kelangsungan rumah tangga yang tidak harmonis. Adapun larangan tersebut berlaku untuk akad atas perempuan pelacur, dan ini yang diharamkan.”

Kelompok lain berpendapat, “Ini merupakan keharusan untuk memilih di antara dua hal negatif untuk menghilangkan yang paling jelek, karena ketika seorang suami diperintahkan untuk menceraikan, dikhawatirkan dia tidak bisa bersikap sabar, lalu berbuat sesuatu yang dilarang. Oleh karena itu, manakala dia diperintahkan untuk menahannya, hal tersebut adalah agar risiko berbuat keburukannya bisa lebih kecil.”

Kelompok lain justru berpendapat bahwa hadits di atas mengandung kelemahan, yang berarti kandungan haditsnya tidak bisa dipakai.

Ada juga yang berpendapat bahwa hadits di atas tidak jelas menunjukkan bahwa wanita yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah seorang pelacur, karena dia hanya tidak menolak bersentuhan biasa dengan orang lain, seperti bersalaman atau yang semisalnya. Ini berarti kemaksiatan kecil, bukan dosa besar. Akan tetapi, tidak berarti dia membolehkannya berbuat dosa. Oleh karena itu, sang lelaki diperintahkan untuk menceraikannya supaya yakin dan meninggalkan keraguan terhadap istrinya. Ketika dia menyatakan bahwa dirinya masih menginginkannya, dan dia tidak sabar terhadapnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat bahwa menahannya (tidak menceraikan sang istri, ed) akan lebih baik daripada menceraikannya. Oleh karena itu, beliau memerintahkan sang lelaki untuk menahan istrinya.

Inilah barangkali jalan keluar yang paling tepat dalam memahami nash-nash di atas. Wallahu a’lam.

Sumber: Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab, Tahqiq dan Ta’liq oleh Syaikh Qasim ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008

wdfkkdg

nazar dalam islam

Pertanyaan:

Mohon penjelasannya untuk masalah nazar yang sudah diucapkan tapi, setelah terkabul, (orang yang bernazar, red.) lupa apa yang telah dinazarkan.
1. Saya pernah bernazar, tapi saya lupa. Yang jelas, intinya, jika diterima kerja maka 10% dari penghasilan akan saya sedekahkan. Nah, sedekahkan untuk apa atau ke siapa, saya lupa. Jadi, selama ini hanya sedekah kasih ke orang lain yang membutuhkan, ke masjid, atau ke lembaga sosial. Apakah ini menyimpang dari nazar yang saya ucapkan karena tidak tahu pasti sedekahnya untuk apa dan siapa?
2. Nah, sekarang, penghasilan saya secara matematika tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga. Apakah boleh (nazar tersebut, red.) dibatalkan sampai penghasilan saya cukup, karena sekarang pengeluaran sudah ditambah lagi dengan cicilan rumah/tempat tinggal?
3. Apakah nazar itu boleh diundur waktunya atau tidak, karena biasanya setiap setelah mendapatkan gaji, saya sisihkan langsung 10%-nya? Tapi untuk bulan ini, banyak yang harus ditutupi sehingga tidaklah cukup.
4. Jika 10%-nya itu saya sisihkan dengan cara meminjam uang pada orang lain, apakah itu boleh?

Mohon penjelasannya. Terima kasih.

NN (**@gmail.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya mau bertanya tentang kasih sayang. Saya seorang cowok muslim yang mencintai seorang cewek nasrani. Mencintai berarti memberi; apakah hal ini (yaitu tindakan saya memberi padanya, ed.) akan (menyebabkan saya) berdosa kepada Allah subhanahu wa ta’ala?

Makruz Sahlan (makruze.***@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Pak Ustadz,

  1. Apa hukuman bagi pelaku pemerkosaan dan pelaku aborsi, menurut hukum Islam?
  2. Jika tidak ditemukan empat orang saksi dalam kasus pemerkosaan tersebut, apakah ada cara lain untuk menjerat pelaku?

Jazakumullahu khairan katsira (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan yang banyak).

SOCIAL

8,146FansLike
3,804FollowersFollow
29,779FollowersFollow
60,730SubscribersSubscribe

RAMADHAN