tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "bekerja"

bekerja

Hukum Membajak Program Komputer

Penulis : FATWA LAJNAH DA’IMAH

Pertanyaan:

Saya bekerja pada bagian komputer, semenjak saya memulai pekerjaan di bagian ini, saya bertugas untuk mengcopy berbagai program untuk memudahkan pekerjaan dengannya. Dan hal itu dapat dilakukan tanpa saya membeli dari kepingan asli program ini, dan perlu diketahui bahwa pada berbagai program tersebut terdapat ungkapan peringatan (larangan) mengcopy, yang maksudnya bahwa hak penyalinan terpelihara, serupa dengan ungkapan “hak percetakan terpelihara” yang terdapat pada sebagian kitab. Dan pemilik program tersebut boleh jadi seorang muslim atau kafir.

Pertanyaan saya: apakah boleh menyalin (mengcopy) dengan cara ini?

Jawaban:

Tidak diperbolehkan menyalin berbagai program yang pemiliknya melarang untuk menyalinnya kecuali dengan izin mereka, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Kaum muslimin berpegang diatas syarat-syarat mereka”, dan sabdanya shallallahu alaihi wasallam: “Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya”, dan sabdanya shallallahu alaihi wasallam :”Barangsiapa yang lebih dahulu dalam perkara mubah, maka dia lebih berhak dengannya”. Sama saja apakah pemilik berbagai program tersebut muslim atau pun kafir yang bukan harbi (yang boleh diperangi), sebab hak orang kafir yang bukan harbi terpelihara seperti hak seorang muslim.

Hanya kepada Allah kita memohon taufiq,shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad,pengikutnya,dan para shahabatnya.

Lajnah da’imah lil buhuts al-ilmiyyah wal ifta’

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz

Wakil ketua: Abdul Aziz Alus syekh

Anggota: -Shaleh Al-Fauzan

– Bakr Abu Zaid

Pertanyaan nomor dua dari fatwa nomor: 19622.

Diterjemahkan oleh : Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi.

س: أعمل في مجال الحاسب الآلي، ومنذ أن بدأت العمل في هذا المجال أقوم بنسخ البرامج للعمل عليها، ويتم ذلك دون أن أشتري النسخ الأصلية لهذه البرامج، علمًا بأنه توجد على هذه البرامج عبارات تحذيرية من النسخ، مؤداها: أن حقوق النسخ محفوظة، تشبه عبارة (حقوق الطبع محفوظة) الموجودة على بعض الكتب، وقد يكون صاحب البرنامج مسلمًا أو كافرًا. وسؤالي هو: هل يجوز النسخ بهذه الطريقة أم لا؟

ج: لا يجوز نسخ البرامج التي يمنع أصحابها نسخها إلا بإذنهم؛ لقوله صلى الله عليه وسلم: « المسلمون على شروطهم » ، ولقوله صلى الله عليه وسلم: « لا يحل مال امرئ مسلم إلا بطيبة من نفسه » ، وقوله صلى الله عليه وسلم: « من سبق إلى مباح فهو أحق به » سواء كان صاحب هذه البرامج مسلمًا أو كافرًا غير حربي؛ لأن حق الكافر غير الحربي محترم كحق المسلم.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // عضو // نائب الرئيس // الرئيس //

بكر أبو زيد // صالح الفوزان // عبد العزيز آل الشيخ // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //

السؤال الثاني من الفتوى رقم (19622

FATWA IBNU UTSAIMIN RAHIMAHULLAH

Soal:

Apa hukum mengcopy program-program computer yang bermanfaat dari cd-nya yang asli, yang diterbitkan oleh salah satu perusahaan, untuk dimanfaatkan secara pribadi, atau membagikannya kepada teman-teman, atau untuk dijual. Apakah sama hukumnya jika perusahaan ini dimiliki orang-orang kafir atau muslimin, ataukah tidak (sama hukumnya)?

Jawaban:

Pertama: kita bertanya, apakah perusahaan tersebut yang menerbitkan berbagai program ini, apakah secara jujur dia yang menjaga haknya atau tidak? Jika tidak benar bahwa dia yang membuatnya sendiri dan memeliharanya, maka boleh bagi setiap orang menyalin darinya, sama saja apakah untuk dirinya, atau untuk dibagikan kepada teman-temannya, atau dia jual. Sebab tidak terjaga (haknya). Adapun jika ia mengatakan: hak penyalinan terpelihara, maka disini wajib bagi kita sekalian kaum muslimin , atau diseluruh dunia untuk menegakkan apa yang wajib. Dan merupakan hal yang telah diketahui bahwa peraturan telah menetapkan bahwa jika dia sendiri yang membuat pemeliharaannya, maka tidak seorang pun diperbolehkan untuk melanggarnya. Sebab jika dibuka pintu ini, maka akan rugilah perusahaan yang menerbitkannya tersebut, dengan kerugian yang besar, boleh jadi computer ini tidak dihasilkan oleh perusahaan tersebut kecuali dengan biaya yang sangat besar. maka jika disalin lalu disebarkan, maka jadilah yang dijual seharga lima ratus (riyal) menjadi berapa? Lima (riyal), dan ini kemudharatan, sedangkan Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “tidak ada kemudharatan yang tanpa disengaja maupun yang disengaja”. Dan hadits ini umum.

Oleh karena itu,saya berharap agar kaum muslimin faham bahwa manusia yang paling menyempurnakan janji dan tanggung jawab adalah kaum muslimin,Sampai rasul alaihis shalatu wassalaam memberi peringatan dari mengingkari janji,dan mengabarkan bahwa itu termasuk dari sifat siapa? Kaum munafiqin. Allah Ta’ala juga berfirman:

“dan janganlah engkau membatalkan perjanjian setelah engkau menetapkannya”.

Tidak semua orang kafir hartanya dihalalkan atau darahnya dihalalkan, orang kafir yang harbi (diperangi) seperti yahudi misalnya, ini kafir harbi. Namun apabila ada perjanjian antara kita dan dia,walaupun perjanjian yang bersifat umum, maka dia mejadi kafir mu’ahad. Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad, maka dia tidak mencium bau syurga”.

Oleh karena itu kami mengatakan: berbagai produk tersebut, jika perusahaan tersebut tidak membuat pemeliharaan terhadapnya sedikitpun maka , maka apa perkaranya? Diperluas atau dipersempit? Diperluas, silahkan anda menyalin darinya, baik untuk dirimu, atau untuk temanmu, atau engkau bagikan.adapun jika telah terpelihara,maka tidak boleh.

Tinggal yang menjadi masalah bagiku,apabila seseorang hendak menyalinnya untuk dirinya sendiri saja, tanpa mendatangkan kemudharatan terhadap perusahaan tersebut, apakah boleh atau tidak boleh? Yang Nampak bahwa hal ini tidak mengapa, selama engkau tidak menginginkan darinya keuntungan, namun engkau sendiri saja yang mengambil manfaat , maka saya berharap hal ini tidak mengapa, walaupun menurut saya bahwa ini berat bagiku, namun saya berharap tidak mengapa. insya Allah.

Diterjemahkan oleh: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

السؤال/

ما حكم نسخ برامج كمبيوتر نافعة من شرائط أصلية أصدرتها إحدى الشركات وذلك إما للاستفادة الشخصية أو للتوزيع منها على الزملاء أو للبيع و هل يستوي في ذلك أن تكون هذه الشركات تخص كفاراً أو مسلمين أم لا ؟

الإجابة/

أولاً نسأل هل هذه الشركات التي أحضرت هذه الأشياء هل احتفظت لنفسها بحق أو لا ؟ إن لم تحتفظ لنفسها بحق ، فلكل إنسان أن ينسخ منها سواءً لنفسه أو وزع على أصحابه أو يبيع . لأنها لم تُحمَ ، و أما إذا قال حقوق النسخ محفوظة ، فهنا يجب أن نكون نحن المسلمين أوفى العالم بما يجب ، و المعروف أن النظام إذا احتفظ لحقه فإنه لا أحد يعتدي عليه

لأنه لو فُتح هذا الباب لخسرت الشركة المنتجة إيش ؟ خسارة بليغة ؛ قد يكون هذا الكمبيوتر لم تحصل عليه الشركة إلا بأموال كثيرة باهظة ، فإذا نُسخ و وُزع صار الذي يباع بخمسمائة يباع كم ؟ خمسة ، و هذا ضرر ، و النبي صلى الله عليه و سلم قال : (( لا ضرر و لا ضرار )) وهذا عام.

ولهذا أرجو أن يفهم المسلمون أن أوفى الناس بالذمة و العهد هم المسلمون ، حتى إن الرسول عليه الصلاة و السلام حذر من الغدر وأخبر أنه من صفات من ؟ المنافقين .

وقال الله تعالى : (( ولا تنقضوا الأيمان بعد توكيدها )) و ليس كل كافر يكون ماله حلالاً أو دمه حلالاً ، الكافر الحربي كاليهود مثلاً هذا حربي ، و أما من بيننا وبينه عهد ولو بالعهد العام فهو معاهد ، و قد قال النبي صلى الله عليه و سلم : (( من قتل مُعاهداً لم يَرَحْ رائحة الجنة )) و المسلمين أوفى الناس بالعهد .

فلذلك نقول : هذه المنتجات إذا كانت الشركات لم تحتفظ لنفسها بشيء فالأمر فيها إيش ؟ واسع و إلا ضيق ؟ واسع ، انسخ منها لنفسك أو لأصحابك أو وزع . إذا كانت قد احتفظت فلا .

يبقى عندي إشكال فيما إذا أراد الإنسان أن ينسخ لنفسه فقط دون أن يصيب هذه الشركة بأذى ، فهل يجوز أو لا يجوز ؟ الظاهر لي إن شاء الله أن هذا لا بأس به ما دُمت لا تريد بذلك الريع و إنما تريد أن تنتفع أنت وحدك فقط فأرجو أن لا يكون في هذا بأس على أن هذا ثقيلة علي ، لكن أرجو أن لا يكون فيها بأس إن شاء الله

Diambil dari Darussalaf.Org

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Apa hukum puasa saat Ramadan bila seorang laki-laki tidak dapat puasa karena memiliki pekerjaan yang berat (bekerja sebagai pedagang di pasar, sehingga mengangkat barang-barang berat)? Dan cara menggantinya dengan mengqadha atau membayar fidyah? Terima kasih.

Firdia (**irdi@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya menikah–kurang-lebih–satu tahun yang lalu. Sudah enam bulan ini, kami pisah, tidak ada komunikasi lagi, karena istri saya dibawa oleh orang tuanya pindah ke kota lain.

Sejak awal pernikahan kami, acap kali terjadi pertengkaran di antara kami, disebabkan karena kami bekerja beda kota. Istri saya, waktu itu, tinggal dengan orang tuanya. Awalnya, istri saya mau ikut saya jika di kota tempat saya mencari nafkah (dia bisa, red.) dapat pekerjaan, tetapi (ketika, red.) pekerjaan tersebut didapat (oleh, red.) istri saya, (dia, red.) tidak mau pindah ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan, dan orang tua istri saya selalu menahan istri saya untuk tidak boleh saya bawa ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan.

Pada suatu saat, terjadi pertengkaran hebat antara kami, dan istri saya meminta cerai kepada saya tetapi saya tidak kabulkan. Dan saya tidak habis pikir; ibu mertua saya menyarankan di antara kami berpisah saja.

Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apa yang harus saya lakukan? Di satu sisi, saya ingin mempertahankan keluarga saya. Di sisi lain, saya kecewa dengan istri saya.
2. Apakah saat ini sudah jatuh talak saya kepada istri saya, sedangkan istri pergi meninggalkan saya?
3. Termasuk istri yang durhakakah istri saya ini; dia lebih memilih ikut orang tuanya dibanding suaminya?
4. Berdosakah mertua saya ini yang memisahkan saya dan istri saya dan membawa pergi istri saya?
5. Langkah terbaik apakah yang harus saya lakukan ?

Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya.

NN (**@***.com)

women-career

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum.

Ustadz, saya ingin bertanya; lebih utama istri yang bekerja di rumah (IRT) atau istri yang bekerja?

Saya sudah bekerja sebagai PNS golongan 2C. Saya ingin cepat menikah, daripada tidak kuat menahan nafsu. Tapi, pacar saya ternyata juga keterima PNS sebagai perawat (yang kerjanya [dengan sistem, red.] shift). Kalau saya menikah dengan dia, saya khawatir kami jarang bertemu. Saya juga tidak suka istri saya (nantinya, red.) harus dinas malam. Kalau saya memutusnya, saya tidak tahu apa yang terjdi dengan dia. Bagaimana pendapat dan solusinya, Ustadz?

Wassalamu ‘alaikum.

NN (**@***.co.id)

kawan non muslim

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya seorang muslimah yang bekerja di biro pariwisata yang owner-nya adalah orang Hindu. Padahal, saya berjilbab. Yang saya tanyakan: bagaimana pandangan Islam mengenai bekerja di perusahaan yang owner-nya nonmuslim, dan bagaimana solusi bagai pencari kerja untuk memilih pekerjaaan yang baik menurut pandangan Islam? Wassalamu ‘alaikum.

Lia (naftalia**@***.co.id)

From: Tirza <ucHie.yocXXX@ymail.com>

Pertanyaan:

Ustadz yang saya hormati, saya adalah anak pertama dari ketiga bersaudara. saya menjalin hubungan dengan seorang pria selama 5 tahun . Tetapi restu dari orang tua saya tidak kunjung saya dapatkan, alasannya karena masih ada hubungan saudara . Tetapi saya menengok di Hukum islam tentang mahrom itu tidak bermasalah .

Silsilahnya sebagai berikut Ustadz :
* Kakak [ Laki-Laki ] dari ibu saya menikah dengan Adik [ Perempuan ] dari ibu pria pilihan saya .

* Adik [ Laki-Laki ] dari ibu saya menikah dengan adik [ perempuan ] dari  ayah pria pilihan saya

Ibu saya meyakini jika saya meneruskan hubungan dengan pria pilihan saya, maka salah satu dari orang tua kami [ saya dan pria pilihan saya ] akan meninggal, alasan itu tidak bisa saya terima karena saya yakin jodoh, rejeki dan maut itu ALLAH yang menentukan . Saya dan pria pilihan saya sudah cocok Ustadz, kita selalu bekerja sama dalam memecahkan masalah  apapun sewaktu berhubungan . Saya melakukan sholat istikharah, memohon petunjuk sama ALLAH dan yang datang di mimpi saya adalah pria tersebut . Saya sangat yakin Ustadz dengan pilihan saya, namun kada ada perasaan takut . Karena ibu saya pernah berucap kalau saya meneruskan hubungan dengan pria tersebut apalagi sampai menikah, itu sama saja saya membunuh orang tua saya :( . Saya sangat sedih mendengar ibu saya berkata demikian. Selain ibu saya, kakak dari ibu saya juga menentang sekali hubungan saya dengan pria pilihan saya . Sekarang saya hanya bisa bersabar, berusaha dan terus memohon pertolongan kepada ALLAH . mohon bimbingannya Ustadz, terimakasih .

SOCIAL

8,267FansLike
3,936FollowersFollow
30,082FollowersFollow
61,529SubscribersSubscribe

RAMADHAN