tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Tags Posts tagged with "bagaimana"

bagaimana

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Pertanyaan dari sahabat saya (seorang akhwat):
Dulu dia pernah khilaf/berpacaran, namun sekarang sudah tidak lagi karna memang tidak ada kecocokan, walaupun pihak lelaki masih menyimpan perasaan.
Beberapa bulan selanjutnya, sahabat karibnya (melalui perantara) datang dan ingin melamar dia melalui jalan ta’aruf lebih dulu.

Pertanyaan dia, “Bagaimana pandangan islam tentang hal sosial yang akan menyakitkan hati temannya (mantan dia dulu) jika dia menerima ta’aruf sahabat karib mantannya itu, sementara setelah istikharah dia mendapatkan keyakinan dengan orang itu?”

Dia bingung, walaupun seandainya sang mantan datang dalam bentuk ta’aruf kembali, dia sudah tidak bisa menerima lagi (karna tidak punya keyakinan), sedangkan ketika dia yakin dengan seseorang (setelah banyak yang mengirim biodata namun terpaksa dia tolak karna faktor keyakinan) untuk menerima ta’aruf, dia harus memikirkan hati mantan dia dan kawan-kawan lain yang mengetahui mereka pernah punya hubungan khusus, dia akan sangat merasa bersalah pada dirinya dan juga yang ingin melamar dia jika alasannya menolak adalah karena beliau “seorang sahabat dari mantan dia”, sedangkan dia punya keyakinan.

Mohon pencerahan dari ustaz-ustaz konsultasisyariah.com
Wassalamujalaikum wr. wb.

Aisyah < contactsmilingXXXXX@XXXXX.com >

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum tim redaksi. Apakah  benar media koran  dan website Republika milik kaum Syiah? bagaimana hukumnya bila membeli, membaca media tersebut. Jika benar milik kaum Syiah? berdosakah? jika hanya ambil yang positif saja yang sesuai ahlus sunnah bagaimana? syukron atas jawabannya. Mohon dibalas dikirim ke e-mail ana.
jazakalloh khoir.

MuhaXXXXXXX <nirwanaXXXXX@XXXXX.com>

Pertanyaan:

Assalammu ‘alaikum.

Ustadz, maaf menganggu. Saya ada satu soalan. Boleh tak Ustadz terangkan, jika tidak keberatan, tentang kemushkilan saya ini.

Apakah makanan yang sudah terkena (tersentuh) atau dimakan cicak masih boleh dimakan? Bagaimana pula dengan lipas?

Saya dahului dengan terima kasih serta semoga Allah membalas jasa baik Ustadz.

Zul (zulworxz**@***.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Bagaimana pada saat saya shalat, saya merasakan ragu: kentut atau tidak. Namun, saya tidak hiraukan perasaan itu hingga saya selesai shalat. Pada saat saya selesai shalat, saya berusaha mengingat rasa yang saya rasakan pada saat saya shalat tadi, untuk membuat saya yakin, namun saya sudah lupa/tidak ingat secara pasti yang saya rasakan tadi. Apakah yang saya harus lakukan, Ustadz?

Ilham (ilhamz**@yahoo.***)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin menyebutkan, ada tiga jenis keraguan yang tidak perlu dihiraukan:

1. Sebatas was-was yang tidak ada hakikatnya, misalnya: kekhawatiran, perasaan “jangan-jangan …,” atau semacamnya.
2. Ragu yang terlalu sering muncul, di setiap melakukan ibadah pasti diiringi keraguan, baik terkait dengan gerakan, bacaan, atau dalam melakukan pembatal ibadah. Keraguan semacam ini adalah penyakit dan bagian dari was-was setan agar seseorang merasa berat dalam beribadah. Contoh keraguan semacam ini adalah keraguan seseorang dalam melakukan takbiratul ihram. Biasanya, orang tersebut melakukan takbir berkali-kali.
3. Keraguan setelah selesai melakukan ibadah. Keraguan ini tidak perlu diperhatikan, selama kurang meyakinkan. Akan tetapi, jika meyakinkan, semacam adanya indikator tertentu, maka kita ambil kemungkinan yang lebih meyakinkan. (Lihat Risalah fi Sujud Sahwi, hlm. 4)

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum.

Kepada Bapak Ustadz Yth.

Saya seorang yang terjerumus dalam dosa. Banyak hal-hal yang saya lakukan, yang menyimpang dari ajaran agama, seperti: “main perempuan”, miras, dan narkoba. Terkadang, saya menyesali semua itu, namun sulit bagi saya ‘tuk benar-benar menjauh dan menghilang dari kebiasaan buruk saya. Ada saja godaan di waktu saya ingin meninggalkannya. Yang menjadi pertanyaan saya, apa cara atau tindakan yang harus saya lakukan agar terhindar dari semua itu, dan menjadi orang yang benar-benar bertobat di jalan Allah dan mempunyai niat yang tak tergoyahkan?

Atas jawabannya, terima kasih banyak.

NN (**@ymail.com)

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Ustadz, masih hangat kabar tentang berbagai aksi teror bom di negeri kita. Mohon penjelasannya:
1. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai hal tersebut?
2. Apakah pelaku bom bunuh diri bisa dikatakan mati syahid atau malah bunuh diri?
3. Kebanyakan pelaku teror berpenampilan sunnah, lantas apa hukumnya seorang muslim memanggil saudaranya yang menegakkan sunnah dengan sebutan “teroris”?

Mohon penjelasannya. Barakallahu fik.

Rohis SMAN 9 Bandar Lampung (**setya04@***.co.id)

Pertanyaan:

Saya mempunyai masalah keluarga yang agak berat. Rumah tangga orang tua saya, khususnya kedua orang tua saya, sering kali cekcok. Padahal, usianya sudah sangat uzur (keduanya berusia di atas 60 tahun). Ayah saya mudah sekali marah. Sekecil apa pun penyebabnya bisa menyebabkan dia marah. Parahnya, kalau dia sudah marah, dia sering sekali bertindak kasar kepada ibu saya.

Bapak saya sekarang ini sudah agak pikun. Menurut cerita, dulu, bapak saya pernah mempelajari ilmu yang bertentangan dengan agama. Saya kurang tahu ilmu apa yang dipelajari oleh bapak saya dulu. Sekarang, dia tidak bisa melepaskan diri dari ilmu itu. Entah benar atau tidak, saya sendiri tidak paham. Kata ibu saya, pengaruh ilmu itulah yang membuat bapak saya gampang sekali marah dan suka bertindak kasar.

Ibu saya sudah shalat dan puasa, walaupun buta huruf. Tetapi bapak saya tidak shalat dan puasa karena kondisinya sakit-sakitan. Bapak saya juga buta huruf.

Redaksi yang terhormat, tolonglah saya. Bagaimana menyelesaikan masalah ini.

SOCIAL

9,986FansLike
4,525FollowersFollow
33,467FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN

Dukung KonsultasiSyariah.com
dengan Donasi!

BNI SYARIAH
0381346658
a.n. Yufid Network Yayasan
***
BANK SYARIAH MANDIRI
7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network
***
PAYPAL
finance@yufid.org
Konfirmasi via email: finance@yufid.org

Powered by WordPress Popup