Satu Bulan Dua Kali Haid

Satu Bulan Dua Kali Haid

kesehatan wanita

Satu Bulan Haid Dua Kali

Pertanyaan:

Saya Meilina, umur 23 tahun. Dok, kenapa setiap bulan, haid saya datang 2 kali. Misalnya tanggal 1 haid dan berhenti tanggal 15, kemudian tidak ada 15 hari berhenti sudah haid lagi. Pada masa haid saya, 8 hari pertama darah keluar banyak kemudian keluar keputihan, 7 hari kemudian, keluar darah cuma sedikit seperti bercak kecoklatan. Kejadian ini saya alami sudah sekitar 7 bulan yang lalu. Apakah ini wajar Dok?

Mohon bantuanya, terima kasih.

Dari: Meilina

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami.

Dari penjelasan yang kami terima, kami menyimpulkan 2 hal:

– Kemungkinan pertama: Haid 8 hari pertama yang keluar adalah darah, kemudian dari hari ke 8-15 (rentang waktu 7 hari) yang ada adalah keputihan, tanpa darah. Kemudian hari ke 15 keluar darah lagi, mungkin sekitar 1 hari.

Jika ini adalah kondisi yang Saudari alami, kemungkinan haid Saudari yang sebenarnya adalah 8 hari pertama. 7 hari setelahnya adalah periode suci dari haid, dan spotting/bercak coklat di hari ke 15 adalah bercak yang terjadi akibat ovulasi, dan bukan luruhnya dinding rahim sebagaimana haid. Maka jika setelah hari ke 15, terdapat periode bersih dari haid namun tidak mencapai 15 hari, mungkin 12-14 hari, kemudian setelahnya haid, dapat dikatakan siklus haid Saudari adalah siklus yang normal (> 21 hari dan < 35 hari).

– Kemungkinan kedua: Haid 8 hari pertama keluar darah, dari hari 8-15 (7 hari) keputihan bercampur darah yang jelas darahnya (ciri darah tidak banyak berubah dibandingkan hari pertama haid), kemudian hari 15 yang tersisa adalah bercak coklat kemudian haid berhenti. Selang < 15 hari kemudian, haid lagi.

Jika kondisi ini yang terjadi, maka siklus Saudari < 21 hari, dan siklus demikian dikategorikan polymenorrhea, termasuk kondisi menstruasi yang tidak normal. Polymenorrhea dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah fase luteal yang pendek, dan pendarahan rahim disfungsional, baik yang disertai ovulasi maupun tidak. Untuk mengetahui penyebabnya secara lebih jelas, kami sarankan Saudari untuk memeriksakan diri pada dokter spesialis kandungan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply