Sakit Perut yang Perih

Sakit Perut yang Perih

kesehatan perut dan pencernaan

Sakit Perut yang Perih

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Ini lo Dok, aku tu sering sakit perut, melilit, pedih, kadang sampe nyeri, makan apa aja rasa mual, muntah, macam perut tidak mau terima. Sudah periksa ke beberapa dokter, hasil penyakitnya lain, diblang tipes. Ke dokter lain dibilang gejala liver. Ke dokter lain lagi, dibliang infeksi usus. Itu yang bikin aku bingung mana yang bener, terpikir sampai stres karena penyakit yang kurang jelas. Gimana Dok cara mnanggulanginya?

Dari: Dewi

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih kami haturkan atas pertanyaan yang diajukan.

Nyeri pada perut disertai keluhan mual dan muntah, secara umum memang mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pencernaan, terutama di bagian lambung, kemudian usus halus bagian atas. Karena bagian ini adalah yang paling mudah mengalami stimulasi oleh berbagai zat,  dan memunculkan gejala seperti di atas.

Pada kondisi yang Saudari derita perlu diketahui lebih lanjut, antara lain: Seberapa sering gejala tersebut muncul, kemudian seberapa berat gejalanya, sudah berapa lama diderita, apakah ada faktor pemicunya atau timbul begitu saja,  bagaimana kebiasaan makan dan gaya hidup Saudari sehari-harinya; terkait gejala lain, apakah pernah terbangun malam karena merasa nyeri di perut, apakah pernah mengeluarkan darah pada tinja; kemudian terkait pengobatan, sudah menggunakan obat apa saja, bagaimana reaksinya, apakah ada intoleransi terhadap obat atau makanan tertentu, apakah sebelumnya Saudari pernah mengonsumsi jamu-jamuan atau rutin minum obat antinyeri?

Pertanyaan tersebut penting untuk merumuskan diagnosis yang tepat. Begitu juga pemeriksaan selanjutnya. Karena minimnya data tersebut, kami mohon maaf tidak bisa menentukan diagnosis mana yang paling tepat untuk keluhan Saudari.

Pengobatan Sakit Perut yang Perih

Namun demikian, terkait pengobatannya terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallahu dalam kitab shahih keduanya, dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiallaahu ‘anhu, tentang seorang lelaki yang mengadukan perihal sakit perut melilit yang diderita saudaranya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian memerintahkan untuk mengobati penyakit itu dengan meminum madu hingga berkali-kali dan dengan izin Allah Ar Rahman, sembuhlah penyakit tersebut. Berdasarkan hadis ini, kami sarankan untuk menggunakan madu sebagai terapi keluhan Saudari. Untuk dosis tepatnya, hendaknya dikonsumsi hingga rasa nyeri mereda.

Berdasarkan penelitian, madu memiliki efek antimikroba yang kuat, serta berfungsi melapisi lambung sehingga mengurangi efek buruk asam lambung berlebih. Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab radang lambung yang berat dan berulang adalah sejenis bakteri yang dinamakan Helicobacter Pylori, yang menyerang lambung. Efek antimikroba madu berfungsi menghambat dan mematikan bakteri ini. Hendaknya dipilih madu asli, dan dapat dikonsumsi dalam bentuk pekat maupun diencerkan dengan sedikit air.

Dapat pula Saudari padukan dengan obat-obatan penghambat produksi asam lambung, seperti omeprazole tablet 20 mg, 2 kali per hari (per 12 jam), dan menghindari goreng-gorengan serta makanan yang terlalu asam atau kecut.

Disamping itu, kami nasihatkan, bagi diri kami pribadi dan Saudari, untuk memperbanyak taubat, mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dengan berbagai ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, terutama menjauhi pelalaian kewajiban dan kezhaliman atas orang lain, karena hal-hal tersebut juga merupakan sumber ditimpakannya musibah, salah satunya sakit, kepada seseorang.
Allahu Ta’ala a’lam, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply