Pandangan Islam Tentang Terorisme yang Dipopulerkan Amerika

Pandangan Islam Tentang Terorisme yang Dipopulerkan Amerika

Pertanyaan:

Bagaimana pendapat Syekh tentang istilah “irhab” (terorisme) yang dipopulerkan Amerika?

Jawaban:

“Mengenai ‘irhab‘, beberapa hari yang lalu (Ahad, 5 Desember 2004), kami telah menyampaikan Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta. Semuanya berbicara seputar irhab.

Irhab adalah istilah Islam. Akan tetapi, (telah) digunakan oleh Amerika dengan makna yang berbeda, yaitu merusak. Sebuah makna yang tidak dikehendaki oleh Islam. Allah berfirman,

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah–untuk menghadapi mereka–kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).’ (QS. Al-Anfal: 60)

Sekarang, ‘irhab‘ dimaknai dengan ‘merusak, ekstrim, dan radikal’. Memang, perbuatan seperti ini ada di kalangan kaum muslimin (sebagaimana juga terdapat pada umat agama lain). Akan tetapi, cara mengatasinya lewat politik dan militer (atau teror yang lebih besar dan lebih keji), bukan secara ilmiah dan syar’i. (Hal demikian) ini adalah bentuk kekeliruan, tidak menyelesaikan masalah, (tetapi) justru menambah rumit masalah, yaitu dengan menekan dan menindas kaum muslimin baik dalam tataran individu, organisasi dan negara.

Berbagai macam pertemuan, konferensi, dan muktamar telah diadakan. Hasilnya, para ahli menetapkan bahwa harus dibedakan antara irhab (dalam arti ‘terorisme’) dengan membela diri dan membela negeri yang dijajah. Akan tetapi, untuk melakukan perlawanan ini diperlukan adanya kemampuan dan kesiapan, baik iman, agama, militer, dan sebagainya; bukan sakedar emosi dan semangat. Jika tidak, maka hal ini semakin menambah menyimpangnya umat Islam, dan semakin menambah beratnya cengkeraman orang kafir terhadap Islam.” (Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi)

Sumber: Majalah As-Sunnah Ed 11 Tahun VIII 1425 H/2004M
Artikel www.KonsultasiSyariah.com dengan penataan bahasa oleh tim redaksi.