Menyesal Karena Ikut KB

Menyesal Karena Ikut KB

Pertanyaan:

Kami ada masalah. Kami belum mengetahui hukum KB, tetapi kami sudah terlanjur memakai KB mantap vasektomi. Sekarang kami sudah mengetahui bahwa hal itu hukumnya haram sehingga kami merasa berdosa. Kami ingin bertobat dari perbuatan tersebut, tetapi bagaimana caranya, Ustadz? Kami tidak mampu kalau harus melakukan operasi karena biayanya mahal, sedangkan kami dari keluarga pas-pasan. Apa yang harus kami lakukan?

Jawaban:

Kami ikut berbahagia karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi pemahaman kepada Saudari tentang dinul Islam. Apabila keadaan Saudari memang demikian maka tobatnya cukup istighfar kepada Allah, menyesali perbuatan yang telah lalu, kemudian disusul dengan amalan-amalan yang baik, yang wajib maupun yang sunnah.

Adapun tidak mampu melakukan operasi karena rezeki hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, maka tidak mengapa tidak menjalani operasi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….” (QS. Al-Baqarah: 286)

Dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَ إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ


“Dan apabila aku memerintahkan kepadamu dengan suatu perkara maka kerjakan menurut kemampuanmu.”
(HR. Bukhari: 6744)

Akan tetapi, apabila pada suatu saat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rezeki yang cukup dan usia Saudari masih muda, serta jika dioperasi masih memungkinkan punya keturunan, maka sebaiknya dioperasi, tentunya bila hal ini tidak membawa madharat di kemudian hari. Sebelum melakukannya, sebaiknya Saudari berkonsultasi dahulu dengan para ahli dari kalangan dokter spesialis. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Mawaddah, Edisi 12, Tahun 1, Jumadil Tsaniyah-Rajab 1429 H (Juli 2008).
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)

KonsultasiSyariah.com adalah situs rujukan untuk Fatwa dan Tanya Jawab seputar Pendidikan Islam dan Keluarga berbahasa Indonesia. KonsultasiSyariah.com diasuh oleh tim ahli syariah. Silakan lihat halaman "Tentang Kami" untuk info selengkapnya.

SIMILAR ARTICLES

hukum makan tulang