Mengidentifikasi Penyebab Feses Keras Pada Bayi

Mengidentifikasi Penyebab Feses Keras Pada Bayi

kesehatan bayi dan anak

Feses Keras Pada Bayi

Pertanyaan:

Saya mau tanya, anak saya sekarang umur 1 bulan. Sudah 3 minggu ini anakku sering “ngeden” kalau mau BAB. Kalau sudah “ngeden” suka nangis karena nahan sakit. Bayiku juga sering muntah, tapi gak panas badannya.

Saya sangat khawatir sekali. Kami sudah bawa ke dokter, tapi kata dokter tidak apa-apa. Tapi tetap saja saya khawatir, karena setiap hari kayak begini. Mohon penjelasannya atas apa yang terjdi pada bayi saya. Makasih

Dari: Latifah

Jawaban:

Ibu yang dirahmati Allah,

Keluhan pada bayi Ibu seperti mengedan dan menangis saat buang air besar, perlu dicek kembali, kondisi saat keluhan mulai timbul (ada kejadian spesifik apa, seperti perubahan diet pada Ibu), ada tidaknya pemberian susu formula pada bayi (susu formula dapat menyebabkan tinja bayi menjadi keras); bentuk, warna, dan konsistensi feses bayi, apakah ada perubahan sebelum dan setelah keluhan; begitu pula ada tidaknya darah dan lendir pada feses bayi. Perunutan riwayat seputar kondisi bayi setelah lahir beserta pemeriksaannya juga perlu dilakukan, karena usia bayi yang masih sangat muda sehingga memerlukan perhatian khusus.

Begitu pula keluhan muntahnya, perlu Ibu perhatikan kembali apakah muntahnya bersifat menyembur atau tidak (muntah menyembur atau proyektil, segera setelah makan, menunjukkan kemungkinan adanya sumbatan akibat penyempitan pintu masuk lambung-usus), berapa jumlah muntahannya, bayi disendawakan terlebih dahulu setelah makan atau tidak (jika tidak disendawakan mungkin bayi mengalami gumoh), bayi menjadi rewel atau tidak setelah makan (kemungkinan penyakit refluks makanan dari lambung), dan ada tidaknya warna hijau pada muntah bayi atau tidak (yakni empedu pada muntahan, mengindikasikan adanya sumbatan pada saluran cerna). Informasi diatas penting untuk menilai normal tidaknya proses muntah pada bayi.

Adanya jenis makanan baru yang dikonsumsi Ibu, mungkin juga memicu intoleransi makanan pada bayi yang mendapatkan ASI, sehingga makanan dan minuman Ibu juga harus diperhatikan.

Saran kami, ada baiknya Ibu melakukan pemeriksaan ulang ke dokter spesialis anak yang berbeda, untuk mendapatkan second opinion, jangan lupa sampaikan informasi diatas secara sukarela jika dokter belum menanyakannya. Senantiasa kami anjurkan agar Ibu, begitu juga orangtua lainnya yang memiliki bayi dan anak untuk aktif bertanya pada dokter dan jangan ragu untuk meminta keterangan tambahan mengenai kondisi anak, penyebab, bahaya atau tidaknya, apa yang bisa dilakukan di rumah, dan kapan harus diperiksakan kembali, sehingga orangtua menjadi terampil dalam menjaga buah hatinya di rumah dan bisa memilih mana kondisi yang masih bisa ditangani di rumah dan mana yang harus segera diperiksakan ke dokter.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kesembuhan bagi buah hati Ibu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply