Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Bagaimana pada saat saya shalat, saya merasakan ragu: kentut atau tidak. Namun, saya tidak hiraukan perasaan itu hingga saya selesai shalat. Pada saat saya selesai shalat, saya berusaha mengingat rasa yang saya rasakan pada saat saya shalat tadi, untuk membuat saya yakin, namun saya sudah lupa/tidak ingat secara pasti yang saya rasakan tadi. Apakah yang saya harus lakukan, Ustadz?
Ilham (ilhamz**@yahoo.***)
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin menyebutkan, ada tiga jenis keraguan yang tidak perlu dihiraukan:
1. Sebatas was-was yang tidak ada hakikatnya, misalnya: kekhawatiran, perasaan “jangan-jangan …,” atau semacamnya.
2. Ragu yang terlalu sering muncul, di setiap melakukan ibadah pasti diiringi keraguan, baik terkait dengan gerakan, bacaan, atau dalam melakukan pembatal ibadah. Keraguan semacam ini adalah penyakit dan bagian dari was-was setan agar seseorang merasa berat dalam beribadah. Contoh keraguan semacam ini adalah keraguan seseorang dalam melakukan takbiratul ihram. Biasanya, orang tersebut melakukan takbir berkali-kali.
3. Keraguan setelah selesai melakukan ibadah. Keraguan ini tidak perlu diperhatikan, selama kurang meyakinkan. Akan tetapi, jika meyakinkan, semacam adanya indikator tertentu, maka kita ambil kemungkinan yang lebih meyakinkan. (Lihat Risalah fi Sujud Sahwi, hlm. 4)
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
































Administrator 2: Alhamdulillah ada untuk ukuran XXL...
Abdurrohman: Apakah tersedia untuk ukuran jumbo mas? misal xxl ato L3...
Administrator 2: Sukron, kami sudah menerima email antum...
Administrator 2: Sementara polos, sebagaimana contoh... Untuk tulisan belakang insya Al...
abu hanif: yg belakang kaos itu polos atau ada tulisannya lagi?? kalo bisa di be...