Mengapa Anak Nakal?

Mengapa Anak Nakal?

rubrik konsultasi anak

Anak Nakal

Pertanyaan:

Saya seorang ibu berumur 33 tahun. Alhamdulillah saya dikaruniai 6 anak. Apa penyebab kenakalan anak? Apa karena minimnya ilmu agama pada mereka atau murni karena takdir? Kami sering merasa malu karena kenakalan mereka. Doa dan usaha selalu kami lakukan. Dalam kondisi ini, apa kami mendapat uzur untuk membatasi kelahiran?

Jawaban:

Saudari hendakah bersyukur kepada Allah karena baru berumur 33 tahun sudah mempunyai 6 anak. Jangan putus asa mendidik anak, karena pahalanya besar sekali, apalagi kalau nanti mereka menjadi anak yang shalih. Berusahalah semaksimal mungkin untuk mendidik anak. Boleh jadi sekarang mereka nakal, tetapi besok menjadi baik. Allah yang membolak-balikan hati manusia maka mohonlah kepada Allah agar anak-anak Saudari menjadi anak-anak yang shalih.

Adapun anak nakal, perlu dicari sebabnya, tidak boleh hanya bersandar kepada takdir. Bila kita dibolehkan bersandar kepada takdir, tentu sia-isalah Allah memerintah kita agar mendidik anak seperti yang dijelaskan di dalam surat Asy-Syu’ara: 214.

Penyebab anak nakal boleh jadi karena pengaruh tontonan di rumah, seperti TV, video, dan lainnya, atau karena pengaruh lingkungan dan kawan yang berakhlak tercela. Oleh karena itu, perlu dicari sebabnya lalu jalan keluarnya. Didiklah mereka dengan akidah yang baik, latihlah mereka untuk mengerjakan shalat, membaca Al-Quran, berakhlaq yang baik, dan setiap harinya selalu diawasi di rumah atau di tempat lain. Jika ada perilaku mereka yang tidak benar, maka sepatutnya diluruskan.

Saudari, jika Allah mencintai seorang muslim maka Allah akan menambah cobaan baginya. Kadang kala kita berpikir, “Mengapa anak tetangga itu baik, padahal dia bersekolah di sekolah umum dan orang tuanya awam, sedangkan kita sudah mulai berilmu dan beramal sholih serta anak sudah dididik tetapi anak masih nakal?” Ini adalah ujian yang harus diterima untuk memperbanyak pahala. Kita hanya diperintah atau berusaha, Allah-lah yang memberi petunjuk.

وَمَا عَلَيْنَا إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.” (QS. Yasin: 17)

Allah tidak membebani kita melainkan menurut kemampuan kita masing-masing seperti yang dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah: 286.

Saudari tidak perlu membatasi keturunan karena merasa anak Saudari nakal karena boleh jadi anak yang lain akan menjadi anak yang shalih. Tetaplah berdoa kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak dengan baik. Semoga Allah mengaruniai anak yang shalih dan shalihah bagi Saudari.

Sumber: Majalah Mawaddah, Edisi 11, Tahun 1, Jumadil Ula–Jumadil Tsaniyah 1429 H (Juni 2008).
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)