Media Pembela Syiah Indonesia

Media Pembela Syiah Indonesia

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum tim redaksi. Apakah  benar media koran  dan website Republika milik kaum Syiah? bagaimana hukumnya bila membeli, membaca media tersebut. Jika benar milik kaum Syiah? berdosakah? jika hanya ambil yang positif saja yang sesuai ahlus sunnah bagaimana? syukron atas jawabannya. Mohon dibalas dikirim ke e-mail ana.
jazakalloh khoir.

MuhaXXXXXXX <nirwanaXXXXX@XXXXX.com>

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah.

Kami kurang memahami tentang hal itu. Namun, secara umum, peta masyarakat terkait perseteruan antara Ahlussunnah dengan Syiah dapat kita kelompokkan menjadi 3:

  1. Pro Ahlussunnah, merekalah ahlul hak.
  2. Pro Syi’ah, mereka merupakan hasil didikan Iran.
  3. Penggagas rekonsiliasi, yang berusaha menengahi ketegangan antara Ahlussunnah dengan Syiah. Umumnya, media massa yang berlabel islam di tempat kita, berada di posisi ketiga.

Upaya rekonsiliasi ini dipelopori langsung oleh tokoh Syiah indonesia Jalaluddin rahmat (kang Jalal). Dia mendeklarasikan Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN), yang hakikatnya merupakan upaya taqiyyah (menutupi jati diri) oleh pemerhati Syiah di negara kita.

Taqiyyah menjadi ajaran penting dalam agama Syi’ah. Taqiyyah adalah upaya berbohong dalam rangka menyembunyikan jati diri ketika dalam kondisi Syiah minoritas. Taqiyah dilakukan dengan cara menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Karena itu, taqiyyah hakikatnya adalah berdusta. Sekali lagi, ini menjadi ajaran penting dalam agama Syiah.

Dus, hasilnya tidak ada keseimbangan antar kedua belah pihak. Di negeri tempat bernaungnya agama Syiah (Iran), Ahlussunnah begitu tertindas, tidak ada satupun organisasi dan pesantren Ahlussunnah yg diizinkan untuk berdiri. Namun, di daerah, organisasi dan pesantren Syiah begitu tumbuh subur dan terlindungi. Tak terkecuali negara kita.

Realita kita, mengingatkan tentang kasus Islam – Yahudi. Dalam kondisi minoritas, kaum Yahudi mengutus tangan kanan mereka (baca: Jaringan Islam Liberal) untuk menyebarkan isu pluralisme dan rekonsiliasi Muslim-Yahudi. Tujuannya, meredam kemarahan kaum Muslimin terhadap kaum Yahudi. Sementara itu, kaum Muslimin dengan di negeri mayoritas Yahudi, dalam kondisi tertindas dan terjajah…adakah keseimbangan dalam hal ini???

Wahai kaum muslimin, kita punya PR besar untukk menyadarkan masyarakat terkait masalah ini. Jangan kita biarkan kaum muslimin menjadi korban berikutnya bagi orang Syiah. Tumbuhkan rasa permusuhan masyarakat terhadap Syiah. Tampakkan semua kesesatan mereka dan tunjukkan semua bentuk penipuan mereka. Sebagai acuan untuk mengenal lebih detail tentang Syiah, kami persilahkan kepada anda untuk membaca artikel-artikel di situs:
http://www.gensyiah.com/ dan   http://hakekat.com/ atau http://www.syiahindonesia.com/

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

SIMILAR ARTICLES

hukum makan tulang

NO COMMENTS

Leave a Reply