Kesehatan: Agar Cepat Hamil Setelah Operasi Kista

Kesehatan: Agar Cepat Hamil Setelah Operasi Kista

kista wanita

Agar Cepat Hamil Setelah Operasi Kista

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya wanita umur 27 tahun sudah menikah selama 2 tahun, sempat hamil 2 minggu setelah 3 bulan menikah. Tapi setelah check up, menurut dokter saya hamil di luar kandungan dan setelah dicek lebih jauh, dokter ambil tindakan untuk segera operasi caesar karena ada cairan yang berbahaya dalam tubuh saya. Saat operasi, baru terlihat ternyata itu adalah kista yang sudah pecah yang ada di indung telur. Jadi sekarang saya hanya punya satu indung telur dan janin saya masih selamat.

Tapi setelah beberapa hari operasi saya keguguran dan sekarang sudah 18 bulan lewat masa operasi, tapi saya belum hamil lagi.

Saya sudah check up dan menurut dokter setelah di-USG semua baik, tapi ada satu dokter yang menyuruh saya untuk HSG tapi belum saya lakukan.

Apakah saya harus melakukan HSG itu? Atau ada obat herbalnya? Apakah ada pengaruh setelah operasi itu? Dan hanya dengan satu indung telur, apakah memang agak sulit untuk bisa cepat hamil?

Jazakallahu khairan

Dari: Anna

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.

Adanya kista pada indung telur pada saat hamil memang meningkatkan risiko terjadinya keguguran, begitu pula dengan proses operasi. Namun secara umum, meski dengan satu indung telur saja, wanita tetap dapat hamil dengan kekerapan cukup sering.

Pada wanita dengan indung telur lengkap, setiap indung telur pada setiap bulannya bergantian mengeluarkan 1 sel telur matang. Sedangkan pada indung telur tunggal, jika tidak ada hambatan pada proses ini, dan diketahui siklus menstruasi masih berjalan seperti biasa, insya Allah tidak ada masalah pelepasan ovum.

Salah satu penyebab tersering infertilitas pada pasangan memang adalah gangguan patensi tuba, dimana saluran tuba yang dilewati ovum mengalami kelainan struktur sehingga sulit dilewati dan memperkecil peluang pembuahan (sekitar 30%).

Kondisi ini dapat dideteksi menggunakan histerosalfingografi (HSG sebagaimana yang disarankan dokter Ibu). Penyebab lainnya adalah abnormalitas sperma (sekitar 35%), gangguan fungsi indung telur, biasanya ditandai oleh perubahan siklus haid (sekitar 20%), lendir leher rahim yang tidak normal sehingga tidak dapat ditembus sperma (sekitar 5%), dan penyebab lainnya yang belum diketahui (sekitar 10%).

Untuk langkah selanjutnya, jika memang siklus menstruasi Ibu normal seperti sebelum mengandung, kami anjurkan Ibu untuk melakukan HSG tersebut sebelum menggunakan herbal atau terapi lainnya, agar pengobatan kelak lebih terarah. Jika perlu, suami Ibu juga dapat memeriksakan diri terkait kondisi kesehatan reproduksi beliau.

Semoga ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kehatan KonsultasiSyariah.com)

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply