Kedudukan Hadis “Agama Adalah Akal”

Kedudukan Hadis “Agama Adalah Akal”

Pertanyaan:

Bagaimana kedudukan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Agama adalah akal. Tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.”?

Jawaban:

“Hadis tadi tidak ada asalnya, merupakan dusta atas nama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda (dalam hadis mutawatir), ‘Barang siapa yang sengaja berdusta atasku maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya dari neraka.’ Dalam hadis lain, ‘Barang siapa menceritakan hadis dariku, yang diduga ia adalah dusta, maka ia termasuk dari dua pendusta.’

Meskipun demikian, bukan berarti kita menyia-nyiakan akal dan merendahkannya sebab, di dalam Alquran, banyak sekali pujian yang diberikan kepada orang-orang yang memanfaatkan nikmat akalnya dan memerintahkan untuk memberdayakan akalnya.

Namun, tugas akal–kaitannya dengan Alquran dan as-sunnah, ialah untuk memahaminya, bukan untuk menolak dan membantahnya. Jadi, kalau ada pertentangan maka yang disalahkan adalah akal, bukan nash.” (Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi)

Sumber: Majalah As-Sunnah, Edisi 11, Tahun VIII, 1425 H/2004 M.
Dengan pengeditan dari redaksi www.KonsultasiSyariah.com