Kaitan Nyeri Pinggang dengan Ginjal

Kaitan Nyeri Pinggang dengan Ginjal

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Usia saya 26 tahun, saya bekerja 8 jam dalam ruangan AC, duduk dan menghadap monitor, pulang pergi ke kantor naik motor sejauh kurang lebih 40 km, intinya saya lebih sering posisi duduk dan jarang gerak. Beberapa bulan terakhir pinggang bawah (belakang pusar) agak ke bawah sedikit, terasa nyeri apalagi dalam posisi membungkuk (saat wudu/ruku’). Apakah yg terjadi pada saya Dok? Apakah ada gejala penyakit ginjal? Adakah tips/terapi/senam yang bisa saya lakukan? Adakah ramuan alami yang dapat saya konsumsi untuk nyeri pinggang tersebut?
Terima kasih atas jawabanya.

Dari: Sandi

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Saudaraku yang semoga senantiasa dalam limpahan rahmat dan taufik Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara ajukan. Semoga sedikit informasi berikut dapat membantu.

Hubungan Antara Banyak Minum dan Gerak dengan Kerja Ginjal

Saudara, sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami ingin sedikit mengupas lebih dalam judul di atas, agar di kemudian hari kebiasaan banyak minum dan bergerak dapat diterapkan.

Ginjal merupakan salah satu organ dengan fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia. Ginjal sendiri merupakan organ berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan, dan terletak di kedua sisi tulang belakang, setinggi tulang rusuk yang paling bawah. Ginjal terdiri dari unit-unit penyaring mini yang disebut nefron, yang merupakan unit fungsionalnya. Beberapa fungsi ginjal bagi tubuh manusia antara lain:

– Membuang bahan tak terpakai sisa metabolisme tubuh.
– Membuang sisa obat-obatan dalam tubuh.
– Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
– Memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah.
– Memproduksi bentuk aktif vitamin D yang membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
– Mengontrol produksi sel darah merah.

Fungsi terpenting ginjal adalah menyaring zat buangan dan racun dari tubuh, dengan jumlah total penyaringan sekitar 190 l dalam 24 jam. Sebagian besarnya diserap kembali oleh tubuh, dan sekitar 1-2 l dikeluarkan dalam bentuk urin.

Fungsi dan kesehatan ginjal terkait erat satu sama lainnya. Jumlah cairan tubuh yang memadai akan membantu ginjal berfungsi dengan baik, sekaligus menjaga kesehatannya. Jumlah cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi per hari minimal adalah 2 l air (air putih). Konsumsi ini hendaknya ditingkatkan pada kondisi banyak berkeringat dan beraktivitas untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Jika tubuh kekurangan cairan –terhadap ginjal khususnya-, maka akan timbul risiko penyakit, seperti batu ginjal. Batu ginjal muncul akibat terkonsentrasinya zat-zat tertentu dalam urin, karena urin yang pekat. Pada urin yang encer, zat tersebut sulit untuk terkumpul. Urin yang pekat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan dalam tubuh. Selain itu, pembuangan toksin dan zat sisa lainnya tidak dapat berlangsung lancar, begitu pula aliran darah untuk memberi nutrisi pada ginjal, padahal beberapa zat toksin serta bahan obat dapat merusak ginjal secara langsung. Sehingga risiko terjadinya kerusakan pada ginjal semakin besar, yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal.

Gerak yang aktif, tentunya yang lebih bermakna adalah olahraga yang sesuai dan teratur, mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, termasuk ginjal. Olahraga yang teratur membantu melancarkan sirkulasi darah dari dan ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal, membantu mengefektifkan pengeluaran toksin dari tubuh, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan efektifitas kerja berbagai hormone, misalnya insulin -peranannya sangat penting dalam penyakit Diabetes-, dan mengurangi risiko penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Padahal diketahui bahwa penyakit-penyakit tersebut memiliki kaitan erat dengan kerusakan ginjal. Oleh karena itu, olahraga dan gerak tubuh yang cukup membantu menjaga kesehatan ginjal; baik secara langsung dengan membantu melancarkan aliran darah dan membuang racun dan tidak langsung melalui pencegahan terhadap penyakit berat lainnya yang dapat merusak ginjal.

Apakah Nyeri Pinggang Gejala Sakit Ginjal?

Nyeri pinggang semata dapat dikatakan keluhan yang tidak spesifik untuk sakit ginjal. Namun pada beberapa keadaan, penyakit ginjal memang disertai oleh sakit ginjal. Beberapa kondisi tersebut diantaranya:

  • Batu saluran kemih. Batu pada saluran kemih seperti diuraikan di atas, terbentuk dari konsentrat zat-zat tertentu yang mengkristal dalam urin dan dapat berada di mana saja di sepanjang saluran kemih. Contoh batu antara lain batu yang terbentuk dari zat kalsium dan oksalat. Gejalanya antara lain: nyeri yang berat pada salah satu atau bahkan kedua sisi punggung bagian bawah; nyeri bagian bawah punggung yang lebih ringan namun terasa tumpul, atau sakit perut yang tak kunjung sembuh, mual atau muntah, demam dan menggigil, urin yang berbau tidak sedap atau berwarna keruh.
  • Infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih utamanya disebabkan virus, dapat terjadi organ perkemihan yang mana saja. Namun yang paling sering menimbulkan nyeri di daerah pinggang adalah infeksi pada ginjal dan ureter; saluran penghubung ginjal dan kandung kemih. Gejalanya adalah demam, menggigil, nyeri pinggang, nyeri ketok daerah punggung bawah, mual, muntah, lemas, dan bisa disertai urin yang keruh.
  • Penyakit lain yang bisa saja menimbulkan rasa nyeri di pinggang, atau perut bagian bawah, bisa saja berasal dari otot yang keseleo di daerah tersebut, atau penyakit usus seperti usus buntu. Kami sarankan bagi Saudara, selain meneliti gejala di atas. untuk mengetahui lebih lanjut apakah gejala yang Saudara derita berhubungan dengan penyakit saluran kemih, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan urin untuk memeriksa kandungan urin dan fungsi ginjal Saudara.

Tips dan Bahan Alami Untuk Mengatasi Nyeri pinggang

Beberapa tips yang kami anjurkan bagi Saudara, terutama merujuk pada gaya hidup yang Saudara jalani sekarang antara lain:

– Minumlah air putih minimal 2 l per hari. Jika aktivitas Saudara berlebih, minumlah lebih banyak. Untuk memudahkan mengingat saat kerja, selalu sediakan sebotol besar air di atas meja kerja sehingga mudah dilihat dan diraih kapan saja. Jangan tunggu sampai haus, karena ketika tubuh haus, berarti kekurangan cairan sudah terjadi.

– Usahakan untuk bergerak di saat kerja. Biasakanlah untuk bangkit dan berjalan setiap sekitar 30 menit, untuk meregangkan tubuh atau melakukan gerakan senam singkat selama 5 menit.

– Usahakan untuk meluangkan waktu untuk berolahraga rutin, minimal 30 menit setiap harinya, 5-6 kali dalam seminggu, misalnya dengan lari, jogging, skipping, atau olahraga aerobik. Teori memang lebih mudah daripada praktiknya, namun jangan pernah berhenti untuk berusaha.

– Mengurangi makanan atau minuman dengan kandungan garam berlebih.

– Memperbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.

– Adapun terapi dengan ramuan alami bagi keluhan Saudara, berdasarkan bukti empiris yang ada pada kami, antara lain ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung. Saudara bisa memilih mengonsumsi dalam bentuk rebusan daun segar atau ekstrak praktis yang kini tersedia di pasaran, Alhamdulillah.
Allahu Ta’ala a’lam, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply