Haruskah Mengucapkan Niat Puasa Ramadan?

Haruskah Mengucapkan Niat Puasa Ramadan?

cara niat puasa qadha

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Dear Konsultasi Syariah, saya punya 2 pertanyaan tentang niat saum ramadan. Tolong dijawab per nomor, ya!
1. Ketika malam hari, saya dalam pikiran/terpikirkan bahwa besok saum ramadan. Apakah begitu sudah niat? Tidak bergerunyam di hati, “Niat saya saum ramadan besok karena Allah ta’ala.” Tapi, terpikirkan atau ingat saja bahwa besok saum ramadan. Apakah begitu sudah niat?
2. Ketika puasa sunnah, saya tidak bergerunyam di hati, “Niat saya saum sunnah hari Kamis karena Allah ta’ala.” Tapi, saya saum saja, tidak makan dan tidak minum. Apakah begitu sudah niat? Syukran (terima kasih, red.).

Ridho Amrullah (firewall.**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

1. Inti niat adalah keinginan. Selama seseorang sudah memiliki keingingan yang pasti untuk melakukan satu amal tertentu maka dia sudah berniat. Tidak ada redaksi niat yang khusus, seperti yang Anda sebutkan, “Saya berniat puasa besok karena Allah.” Redaksi semacam ini tidak ada dalilnya. Karena itu, melafalkan niat semacam itu tidak perlu dilaksanakan.

2. Jika sebelumnya Anda sudah berkeinginan untuk berpuasa maka Anda sudah dianggap berniat. Akan tetapi, jika Anda tidak punya keinginan untuk berpuasa, kemudian di pagi hari, Anda tidak makan dan tidak minum bukan karena puasa, maka itu belum dinilai sebagai puasa karena Anda belum berniat.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

NO COMMENTS

Leave a Reply