Haid Telat Tapi Belum Hamil

Haid Telat Tapi Belum Hamil

Ibu hamil

Haid Telat Tapi Belum Hamil

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maaf saya ingin brtanya :

Saya Memiliki teman brusia 23 tahun, seorang wanita dan baru 6 bulan lamanya menikah.

Kasusnya seperti ini:

Teman saya ini telah menikah selama 6 bulan. Sebelum menikah dia masih lancar-lancar saja datang bulan, tetapi setelah menikah, kontan tidak pernah lagi datang bulan. Jadi sudah 6 bulan lamanya tidak haid. Dan dia juga tidak hamil. Dia juga sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan katanya hanya kecapeaan saja. Tapi apa mungkin selama 6 bulan tidak datang bulan masih termasuk keadaan normal pada wanita, padahal tidak hamil.

Bagaimana dengan kasus ini? Apakah ada penyakit yang mungkin terjadi? Jika iya, kira-kira penyakit apa? Mohon pencerahannya.

Terima kasih.

Dari: Linda

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami.

Kondisi yang dialami oleh teman Saudari, yakni tidak mengalami haidh selama sekitar 6 bulan, padahal sebelumnya normal, diistilahkan dengan amenorrhea sekunder. Perubahan pola menstruasi yang mendadak memang memerlukan pemeriksaan yang seksama dan menyeluruh. Kami mohon maaf tidak dapat memberikan jawaban yang spesifik, karena keterbatasan data yang ada. Yang dapat kami beritahukan adalah beberapa kemungkinan penyebab amenorrhea sekunder, yakni:

– Hipotiroid atau hipertiroid

– Virilisme dewasa (biasanya ditandai dengan meningkatnya ciri maskulinisasi, seperti rambut pada wajah dan tubuh), misalnya akibat sindroma ovarian polikistik (PCOS).

– Kelainan pada kelenjar hipofisis (yang bertugas merangsang produksi hormon-hormon reproduksi), semisal tumor atau kerusakan kelenjar. Beberapa tandanya antara lain galaktorrhea (sekresi kelenjar payudara tanpa kehamilan), nyeri kepala, dan defek lapang pandang.

– Disfungsi hipotalamus, khususnya disfungsi hipotalamus fungsional, disebabkan oleh stress, olahraga berat, berat badan yang jauh dibawah normal, misalnya pada bulimia atau anoreksia).

– Kegagalan ovarium prematur

– defisiensi hormon estrogen, ditandai dengan libido yang menurun, hot flushes, gangguan tidur, organ kelamin yang kering.

Kami sarankan agar teman Saudari tersebut kembali memeriksakan diri kepada dokter kandungan tersebut, atau mencari second opinion, disertai dengan mengungkapkan riwayat keluhan secara lengkap agar komunikasi dapat terjalin lebih baik. Jangan ragu bertanya pada dokter secara lebih aktif untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Semoga ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

NO COMMENTS

Leave a Reply