Hadiah dari Uang Riba

Hadiah dari Uang Riba

hasil-riba-halalkah

Pertanyaan:

Bolehkah mengambil hadiah dari orang yang penghasilannya uang riba?
Jawaban:

Sesungguhnya orang-orang Yahudi suka makan riba. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,

“Disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan … (*) dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An Nisa': 161).

Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dari mereka. Beliau menerima hadiah dari seorang wanita Yahudi berupa hidangan kambing di daerah Khaibar. Beliau juga ber-muamalah dengan mereka. Bahkan beliau meninggal dunia, sementara baju beliau masih digadaikan kepada orang Yahudi.

Karena itu, kita memiliki satu kaidah: Benda yang haram karena cara mendapatkannya maka status haramnya hanya untuk pelakunya saja, dan bukan untuk orang lain yang mendapatkan benda tersebut dari pelakunya dengan cara yang mubah. Berdasarkan hal ini, boleh menerima hadiah dari orang yang bekerja di tempat riba. Demikian pula, boleh melakukan jual beli dengan orang ini. Kecuali jika orang ini sedang dikucilkan, dan ada pengaruh positif katika mengucilkan orang tersebut.

Sumber: Liqa’at Bab Al Maftuh, volume: 2, no. 59
Artikel www.konsultasisyariah.com