Gigi Kuning

Gigi Kuning

gigi kuning

Penyebab Gigi Kuning

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya mau tanya, saya selalu rajn gosok gigi dengan rutin dan dengan cara yang dianjurkan oleh dokter. Namun alhasil, gigi saya tetap tidak bisa putih. Apakah email gigi saya sudah rusak? Dan bagaimana cara memperbaiki kerusakan email gigi Dok?

Terima kasih.

Wasalammu’alaikum.

Dari: Tazkiya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Warna putih pada gigi sebenarnya sangat dipengaruhi oleh bagian dalam gigi yang disebut dengan dentin. Email atau enamel gigi yang tampak dari luar, pada dasarnya juga memiliki warna yang bervariasi, mulai dari putih kekuningan hingga putih sedikit kebiruan. Namun sifat enamel sendiri adalah semitransparan, sehingga warna dentin yang berada di lapisan bawahnya lah yang lebih tampak.

Menggosok gigi tidaklah berhubungan langsung dengan warna gigi, namun dengan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Jadi meskipun penggosokan maupun penggunaan dental floss sudah dilakukan dengan benar, bisa saja gigi tetap berwarna kekuningan. Disamping itu, konsumsi kopi, teh, coklat, dapat meninggalkan noda pada enamel gigi sehingga warna gigi menjadi semakin gelap.

Gigi yang sehat adalah gigi yang berwarna putih kekuningan dan yang tidak memiliki perbedaan yang mencolok antara gigi. Gigi yang sehat biasanya tanpa keluhan, meskipun warnanya tampak ‘kurang menarik’. Adapun gigi yang enamelnya bermasalah memiliki ciri sebagai berikut:

  • Keluhan gigi sensitif. Rasa ngilu dapat dipicu oleh konsumsi beberapa jenis makanan manis tertentu, atau suhu makanan (panas atau dingin). Rasa ngilu ini terjadi di tahap awal erosi enamel.
  • Perubahan warna. Seiring dengan semakin menipisnya enamel dan semakin banyak dentin yang terekspos, maka gigi tampak kuning.
  • Retakan dan cuil. Sisi-sisi gigi menjadi lebih kasar, tidak teratur, dan bergerigi seiring dengan semakin beratnya erosi enamel.
  • Keluhan gigi sensitif yang berat dan nyeri. Pada tahap erosi yang telah lanjut, gigi menjadi sangat sensitif terhadap suhu dan rasa manis. Rasa nyerinya bahkan dapat membuat orang yang merasakannya berhenti bernafas sejenak.
  • Tampak indentasi/lekukan pada permukaan gigi.

Cara memperbaiki kerusakan tersebut tergantung dari seberapa berat kerusakan enamel yang telah terjadi. Pada tahap awal, maka mungkin belum diperlukan tindakan yang invasif, namun kerusakan lebih lanjut dicegah dengan perawatan gigi yang benar (gosok gigi, flossing, dan penggunaan mouthwash secara teratur), menghindari makanan yang terlalu asam dan terlalu manis, berkumur dengan air bersih dan membersihkan gigi segera setelah mengkonsumsi makanan yang manis / banyak mengandung tepung, dan menggunakan pasta gigi dengan fluoride. Namun jika kerusakan telah berat, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter gigi mengenai cara penanganannya yang paling baik.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply