Dinding Rahim Tipis

Dinding Rahim Tipis

dinding rahim ibu hamil

Rahim Tipis

Pertanyaan:

Dok, pada tahun 2012 istri saya saat itu berumur 24 tahun, melahirkan melalui operasi caessar setelah melewati proses pembukaan sempurna (10) namun tetap tidak bisa melahirkan normal. Setelah melahirkan (bayi laki-laki), dokter mengatakan kalau rahim istri saya sudah tipis karena terlalu banyak mengejan saat proses melahirkan.

Pertanyaan saya, apakah rahim yang tipis tersebut bisa kembali normal dan bagaimana tipsnya? Jikalau tidak, hal apa yang harus diperhatikan saat akan menghadapi kehamilan ke-2?

Terima Kasih

Dari: Didi

Jawaban:

Yang dimaksud dengan dinding rahim oleh dokter adalah lapisan endometrium pada rahim. Lapisan endometrium erat kaitannya dengan produksi hormon yaitu hormon progesteron.  Dan tebal-tipisnya dinding rahim bisa diketahui dengan pemeriksaan USG.

Penyebab tipisnya rahim:

  • Kekurangan hormon yang menjaga ketebalan rahim
  • Peregangan rahim ketika usia janin semakin besar.
  • Adanya tekanan yang membuat rahim tipis

Terlalu banyak mengejan bisa membuat rahim tipis terutama di bagian bawah rahim (jalan keluar). Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa persepsi tipisnya rahim bisa berbeda-beda antara dokter walaupun kecil kemungkinannya. Sehingga disarankan agar kita melakukan second opinion (meminta pendapat dokter yang lain). Jika memang benar dinding rahim tipis, maka dianjurkan melakukan operasi caesar, karena persalinan normal beresiko.

Rahim yang sudah tipis bisa kembali normal dengan berjalannya waktu karena tubuh bisa mengkompensasi. Dengan pola hidup sehat dan menjaga berat badan yang seimbang serta berolahraga rutin insya Allah ketebalan rahim akan kembali. Jika perlu dokter akan meresepkan obat berisi hormon agar ketebalan rahim kembali normal. Waktu kembalinya ketebalan rahim tergantung faktor-faktor tersebut.

Jika ingin hamil kembali, maka dinding rahim sebaiknya telah mencapai ketebalan yang normal. Karena dinding rahim yang tipis menyebabkan hasil konsepsi (benih) tidak bisa menempel pada dinding rahim, jika menempel maka ada kemungkinan dinding rahim tidak kuat menopang benih tersebut sehingga ada kemungkinan terjadi keguguran. Apabila kehamilan terjadi dengan ketebalan yang cukup, maka kehamilan bisa berjalan sebagaimana biasanya serta menjalani kehamilan sebagaimana orang normal.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply