Tinjauan Medis: Darah Haid Merah Muda

Tinjauan Medis: Darah Haid Merah Muda

haid dan qadha sholat

Darah Haid Berwarna Merah Muda

Pertanyaan:
Assalamu’alakum

Maaf saya punya permasalahan, istri saya dalam keadaan haid dan darah yang dikeluarkan adalah darah berwarna merah muda. Gejala apakah itu? Juga sering mengalami pusing dengan gejala mata dan dahi sekitar hidung cenat-cenut. Tolong solusinya.

Dari: Abu Luqman

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih kami haturkan atas pertanyaan yang Saudara Abu Luqman ajukan.

1. Warna darah haid merah muda. Perlu diketahui bersama, bahwa darah haid memilki spektrum warna yang bervariasi; dari hitam kemerahan, hitam kecoklatan, merah kehitaman, merah kecoklatan, kecoklatan sampai merah muda. Pada beberapa wanita ada yang mengalami warna darah seperti ini dalam siklus haidnya, dan jika hanya terjadi sesekali -sebelumnya ada warna yang sudah dikenali- serta tidak diiringi gejala lain seperti nyeri panggul, nyeri setelah berhubungan (di saat suci), bau yang tidak wajar, sepengetahuan kami, hal ini masih normal. Perubahan usia, dan kondisi hormonal juga turut mempengaruhi timbulnya hal ini.

Pada beberapa wanita ada yang mengalaminya sejak awal siklus, warnanya sangat muda menjurus bening, dan dalam waktu singkat, ternyata setelah diperiksakan positif tengah mengandung.

2. Pusing dengan rasa cenut-cenut di sekitar mata dan hidung
Sebaiknya dibedakan lagi apakah yang dirasakan pusing atau nyeri. Terkadang agak sulit membedakannya karena nyeri kepala bisa menyebabkan rasa berat pada kepala dan pening yang dipersepsikan dengan pusing. Dari penyebabnya, pusing umumnya berhubungan dengan gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, sedangkan nyeri pada kepala penyebabnya lebih bervariasi. Jika gangguan dirasakan di daerah sekitar mata dan hidung beberapa kemungkinannya antara lain sinusitis, perubahan ketajaman penglihatan-misalnya minus atau plus mata-bertambah, nyeri kepala tipe klaster, atau migren tanpa aura. Berikut sedikit ciri pembeda yang menyertai:

– Sinusitis: Nyeri terasa tajam atau kadang tumpul/tidak jelas lokasinya, terus-menerus, dirasakan di sekitar hidung, dahi bagian tengah, umumnya disertai keluarnya cairan dari hidung, yang kadang berbau.

– Perubahan ketajaman penglihatan: Pening, rasa tidak nyaman di belakang bola mata, dan dapat menimbulkan nyeri kepala tegang.

– Klaster: Nyeri tajam, dirasakan di salah satu bagian kepala atau di sekitar mata, disertai keluarnya air mata, dan wajah merah.

– Migren umum: Nyeri berdenyut, dapat dirasakan di sebagian atau seluruh kepala, bisa dialami beberapa kali dalam sebulan, disertai mual, muntah, lemas, dan sensitif terhadap cahaya terang.

Saran kami cobalah diperhatikan lagi berapa usia istri Saudara, kapan saja gejala tersebut muncul, apa faktor-faktor yang sekiranya memicu timbulnya (misalnya konsumsi MSG, atau keadaan emosional atau kelelahan), faktor apa yang meredakannya, dan gejala apa yang menyertainya.

Terapi pada keluhan ini perlu disesuaikan dengan gejala dan diagnosis terkuat. Secara umum keluhan timbul dapat diberikan antinyeri golongan asetaminofen, seperti Parasetamol, 500-650 mg, tiap 6 jam, setelah makan. Jika keluhan sangat sering timbul, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf dan dapat disertai konsumsi serbuk habbatussauda’ (dalam bentuk kapsul) dengan dosis total 80-100 mg/kg Berat Badan, kemudian jumlah tersebut dibagi ke dalam tiga kali pemberian sehabis makan (misalnya dosis total 4800 mg, maka jika dibagi 3 setiap kali habis makan, dikonsumsi sebanyak 1600 mg setara 2 kapsul berisi 800 mg).
Allahu Ta’ala a’lam, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr.Hafid N. (Pengasuh Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artkel www.KonsultasiSyariah.com

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply