tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
WANITA

air ketuban wanita najis

Apakah Air Ketuban Najis?

Pertanyaan:

Mau tanya ustdz, cairan ketuban, itu najis atau tidak ya ustad?

Dari: Nugraha, FK UGM

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Dr. Abdul Hay Yusuf, Prof. bidang Tsaqafah Islamiyah di Universitas Al-Khorthom, Sudan.

Apakah air yang keluar keluar dari wanita ketika melahirkan itu najis?

Jawab beliau,

فماء الهادي عده أهل العلم من النجاسات التي يجب التطهر منها متى ما أصابت البدن أو الثياب؛ لأنه ودم النفاس سواء من حيث اتحاد السبب والمخرج، والله تعالى أعلم

Air ketuban digolongkan oleh para ulama termasuk najis, yang wajib dibersihkan apabila mengenai badan atau pakaian. Karena air ini sama dengan darah nifas. Sama dari sisi sebab dan tempat keluarnya.

Allahu a’lam

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25707

Di kesempatan yang lain, beliau juga ditanya tantang air ketuban yang ada di sekitar janin. Apakah statusnya najis?

Jawab beliau,

فالذي عليه مذهب المالكية رحمهم الله أن الماء الذي حول الجنين والذي يسمونه (الهادي) إنما هو نجس يجب تطهيره، سواء كان مصحوباً بدم أم لا

“Yang dipegangi dalam madzhab Malikiyah, bahwa air di sekitar janin, yang mereka sebut dengan Al-Hadi, statusnya najis, dan wajib dibersihkan. Baik keluar bersamaan dengan darah maupun tidak.

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25986

Keterangan ulama Malikiyah yang dimaksud di atas, disebutkan dalam Mukhtashar Khalil – salah satu kitab referensi madzhab Malikiyah.

Penulis Mukhtashar Khalil menyebutkan,

ووجب وضوء بهاد

“Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban (hadi).”

Kemudian dalam As-Syarh Al-Kabir, Ad-Dirdir menjelaskan,

(ووجب وضوء بهاد) وهو دم أبيض يخرج قرب الولادة لأنه بمنزلة البول

“(Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban), yaitu cairan bening yang keluar mendekati kelahiran. Karena cairan ini kedudukannya sebagaimana kencing.” (As-Syarh Al-Kabir, 1/175).

Hanya saja, sebagian Malikiyah menilai bahwa cairan ini tidak najis. Ini adalah pendapat Ibnu Rusyd – penulis Bidayatul Mujtahid –. Namun yang kuat dan yang dipegangi dalam madzhab Maliki, cairan ini najis sebagaimana kencing. (As-Syarh Al-Kabir, 1/175)

Konsekuensi dari hukum ini:

  1. Keluarnya ketuban, tidak menghalangi untuk shalat atau puasa, karena tidak termasuk nifas
  2. Ketuban hukumnya najis, sehingga wajib dicuci jika hendak shalat.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

obat pencegah haid untuk puasa

Haid Berhenti Setelah Melahirkan

Pertanyaan:

Assalamua’laikum Dokter.

Istri saya usianya 27 tahun. Dari semenjak melahirkan pada tanggal 24 Januari 2013 sampai sekarang tanggal 7 April 2013 belum mengalami haid, padahal tidak menggunakan/mengonsumsi alat/pil KB. Memang sampai saat ini belum konsul ke dokter/ke bidan. Yang jadi pertanyaan, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Satu lagi Dok, apa nama obat pencair dahak untuk bayi usia 3 bulan? Jazakallah khoir.

Dari: Abahna Firsya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Bapak berikan kepada kami.

Jika yang dimaksudkan belum lagi mendapat haid setelah nifas, dan Ibu menyusui bayinya, khususnya dengan pemberian ASI secara eksklusif, maka hal ini masih wajar saja karena proses menyusui menghambat proses menstruasi normal. Hal ini secara tidak langsung menjadi semacam kontrasepsi alami sehingga terdapat jarak antara kehamilan satu dengan kehamilan selanjutnya. Sebagian wanita ada yang tidak haid sama sekali, namun ada juga yang haid namun tidak lancar. Seiring dengan kembalinya fungsi tubuh ibu seperti sebelum hamil dan berkurangnya frekuensi menyusui, haid Ibu umumnya akan kembali normal.

Diantara obat pengencer dahak pada anak dan bayi adalah obat berbahan aktif karbosistein. Namun untuk bayi dibawah 6 bulan, sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter yang biasa menangani bayi tersebut untuk mengetahui dosis yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

hukum merapikan alis wanita

Merapikan Alis

Pertanyaan:

Assallamualaikum Ustadz.

Saya mau bertanya mengenai hukum merapikan alis (dicukur sebagian sedikit saja) karena alis saya terlalu banyak bagaimana hukumnya? Syukron.

Dari: Asih

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ketika diusir oleh Allah, Iblis bersumpah di hadapan Rab semesta alam untuk menyesatkan seluruh hamba-Nya.

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ( ) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Iblis berkata: Aku bersumpah dengan Keagungan-Mu ya Allah, sungguh akan aku sesatkan mereka semua, kecuali para hamba-Mu diantara mereka yang baik imannya.” (QS. Shad: 82 – 83).

Salah satu diantara misi besar iblis untuk menyesatkan manusia adalah memerintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

“Sungguh aku akan perintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah.” (QS. An-Nisa: 119)

Namun sebagian besar yang terjebak dalam larangan ini adalah para wanita. Allah jadikan, bagian dari keindahan wanita,  tidak ada bulu di wajah selain alis dan bulu mata. Untuk menjaga dari ulah mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang mencukur bulu alisnya.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).

Makna Al-Mutanamishah

Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya. Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106).

An-Nawawi juga menegaskan, bahwa larangan dalam hadis ini tertuju untuk bulu alis,

وأن النهي إنما هو في الحواجب وما في أطراف الوجه

“Larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung-ujung wajah..” (Sharh Shahih Muslim, 14/106).

Ibnul Atsir mengatakan,

النمص: ترقيق الحواجب وتدقيقها طلبا لتحسينها

“An-Namsh adalah menipiskan bulu alis untuk tujuan kecantikan…”

Ibnul Allan mengatakan dalam Syarh Riyadhus Shalihin,

وَالنَّامِصَةُ”: الَّتي تَأخُذُ مِنْ شَعْرِ حَاجِبِ غَيْرِهَا، وتُرَقِّقُهُ لِيَصِيرَ حَسَناً. “وَالمُتَنَمِّصَةُ”: الَّتي تَأمُرُ مَنْ يَفْعَلُ بِهَا ذَلِكَ

“An-Namishah adalah wanita yang mencukur bulu alis wanita lain atau menipiskannya agar kelihatan lebih cantik. Sedangkan Al-Mutanamishah adalah wanita yang menyuruh orang lain untuk mencukur bulu alisnya.” (Dalil al-Falihin, 8:482).

Beberapa ulama yang mengarang kitab kumpulan dosa-dosa besar, seperti Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair, demikian pula Al-Haitami dalam kitabnya Az-Zawajir ‘an Irtikab Al-Kabair menyebutkan bahwa salah satu diantara dosa yang masuk daftar dosa besar adalah mencukur atau menipiskan bulu alis. Karena terdapat hadis yang menyebutkan bahwa Allah melaknat para wanita yang mencukur bulu asli di wajahnya, seperti bulu alis, meskipun itu untuk tujuan kecantikan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

Chemical Peeling Saat Haid

Chemical Peeling Saat Haid

Pertanyaan:

Dok, mau tanya bolehkah melakukan chemical peeling pada saat sedang haid?

Dari: Unni

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Sepengetahuan kami, tidak ada kontraindikasi untuk melakukan chemical peeling/pengelupasan kulit menggunakan bahan kimia saat haid jika memang ada kebutuhan yang mengharuskan demikian. Adapun beberapa kondisi dimana chemical peeling (kecuali mungkin jenis peeling superfisial) tidak dapat dilakukan adalah:

  • Penggunaan isotretinon, sejenis obat untuk mengatasi jerawat, yang baru saja dilakukan
  • Baru saja menjalani operasi atau terapi radiasi di daerah wajah. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kembali kulit menjadi lebih sulit.
  • Infeksi herpes aktif pada daerah yang akan diterapi.
  • Sistem imun tubuh yang terganggu. Hal ini dapat menyebabkan menunda penyembuhan kulit dan meningkatkan risiko infeksi dan perubahan warna kulit setelah peeling.
  • Riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu

Meski demikian, jika kulit Saudari cenderung bermasalah saat haid, misalnya berjerawat banyak, sebaiknya berkonsultasilah lebih dahulu dengan dokter spesialis kulit yang menangani proses peeling tersebut.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

kesehatan bayi dan ibu hamil

Haruskah Caesar lagi Pada Kehamilah Kedua?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dok, saya Rina Susanti. Saya mau tanya Dok, apa benar kalau kelahiran anak pertama sesar, kelahiran anak yang berikutnya kemungkinan besar juga akan sesar meskipun jaraknya sudah 3 tahun?

Apa kecil harapan saya untuk melahirkan normal atau perlu jarak lebih lama dari anak yang pertama?

Dari: Rina

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.obat kuat hajar jahanam

Jika Ibu melahirkan anak pertama dengan operasi caesar, maka untuk mengetahui apakah bayi selanjutnya harus dilahirkan melalui operasi caesar juga, perlu untuk melihat sebab operasi yang pertama. Jika sebabnya adalah sebab yang tidak memungkinkan kelahiran normal, misalnya panggul Ibu sangat kecil, maka kemungkinan besar kelahiran berikutnya tetap memerlukan operasi caesar. Namun jika indikasi operasinya relatif, misalnya ketuban pecah dini tanpa disertai kemajuan persalinan, atau adanya preeklampsia berat, maka kemungkinan besar persalinan normal masih dapat dilakukan.

Mengenai masalah jaraknya, terdapat banyak pendapat, ada yang menyarankan 18-24 bulan setelah operasi pertama, namun ada pula yang tidak menyarankan demikian. Kami sendiri berpendapat, jika Ibu memang menginginkan persalinan normal, tidak mengapa menunggu 18-24 bulan sambil menyapih anak pertama dan mengoptimalkan persiapan kehamilan anak selanjutnya. Yang terpenting adalah Ibu tetap banyak berdo’a kepada Allah Ta’ala, kemudian Rutin memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan sepanjang kehamilan berikutnya. Jangan lupa beritahukan sedari awal niat Ibu untuk melahirkan normal kepada dokter, sehingga dokter pun dapat membantu persiapan menjelang persalinan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (engasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid wanita dan rambut rontok

Rambut Rontok Ketika Haid

Assalamu’alaikum, numpang tanya, dalam keadaan sedang junub dan haid apakah seseorang wajib mengumpulkan rambut yang rontok kemudian mencucinya sebelum mandi besar? dan bagaimanakah hukumnya seseorang yang dalam keadaan haid dan junub, apakah dia harus mandi dua kali atau hanya cukup mandi satu kali saja saat suci dengan niat mandi suci karena haid sekaligus mandi janabah karena junub? sekian pertanyaannya, terima kasih

Dari: Rina nadlir

Jawaban:

Wa alaikumus salam, Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan pengalaman hajinya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, Aisyah melaksanakan haji Tamattu’, dan beliau datang ke Mekah untuk umrah. Di tengah menjalankan manasiknya, beliau mengalami haid.

فَقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ، وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ، وَلاَ بَيْنَ الصَّفَا وَالمَرْوَةِ، فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالحَجِّ، وَدَعِي العُمْرَةَ»

“Ketika sampai Mekah, aku mengalami haid. Sementara aku belum tawaf di ka’bah dan belum sai antara shafa dan marwah. Akupun mengadukan keadaanku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau menyarankan, ‘Lepas gelungan rambutmu, bersisirlah, ikrarkan haji dan tinggalkan umrah.” (HR. Bukhari 4395 dan Muslim 1211).

Dalam Fatwa Islam (no. 101285) dinyatakan,

فالامتشاط غالبا ما يصاحبه تساقط بعض الشعر ، ومع ذلك أذن به النبي صلى الله عليه وسلم للمحرم والحائض

Menyisir rambut, umumnya disertai kerontokan sebagian rambut. Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan orang yang sedang ihram atau sedang haid untuk melakukannya.

Syikhul Islam pernah ditanya, apakah kuku atau rambut yang dipotong pada saat junub, akan dimintai pertanggung jawaban ketika hari kiamat?

Jawaban beliau,

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما أنه لما ذكر له الجنب قال ( إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ ) وفي صحيح الحاكم ( حَيًّا وَلَا مَيتًا )

Terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Hudzifah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika beliau menyebut masalah junub, beliau mengatakan,

إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ

“Sesungguhnya mukmin tidak najis.”

Kemudian dalam Mustadrak Al-Hakim ada tambahan,

حَيًّا وَلَا مَيتًا

“Mukmin tidak najis, baik masih hidup maupun sudah meninggal.”

Setelah menyebutkan dalil di atas, Syaikhul Islam melanjutkan,

وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا ، بل قد قال النبي صلى الله عليه وسلم للذي أسلم : أَلْقِ عَنكَ شَعرَ الكُفرِ وَاختَتِن ) رواه أبو داود) فأمر الذي أسلم أن يغتسل ، ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال ، فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين ، وكذلك تؤمر الحائض بالامتشاط في غسلها ، مع أن الامتشاط يذهب ببعض الشعر

Saya tidak mengetahui adanya dalil syar’i yang menyatakan makruh untuk memotong rambut atau kuku bagi orang junub. Bahkan sebaliknya terdapat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada orang yang hendak masuk islam,

‘Buang rambut kekufuranmu (rambut ketika belum masuk islam) dan lakukanlah khitan.’ (HR. Abu Daud). Beliau memerintahkan orang yang hendak masuk islam untuk mandi, namun beliau tidak menyuruhnya untuk khitan dan mencukur rambut setelah mandi. Sabda beliau yang bersifat umum ini menunjukkan bahwa keduanya boleh (mandi dulu atau khitan dulu). Demikian pula, wanita haid diperintahkan untuk menyisir rambut ketika mandi, padahal menyisir rambut menyebabkan sebagian rontok. (Majmu’ Fatawa, 21/121).

Berdasarkan beberapa dalil dan keterangan di atas, tidak ada kewajiban bagi wanita haid atau orang junub untuk mengumpulkan rambutnya yang rontok. Demikian pula mereka dibolehkan untuk memotong kuku ketika haid atau junub, dan tidak harus ikut dimandikan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Telat Haid

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya Adin umur saya baru memasuki 15 tahun. Saya ingin bertanya, bulan ini saya terlambat haid 2 hari apa ini tanda kehamilan atau faktor apa?

Padahal saya tidak pernah melakukan hubungan sex dengan pacar saya. Sekian pertanyaan saya, saya ucapkan terima kasih.

Dari: Adin

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Saudari Adin yang dirahmati Allah.

Maju atau mundurnya haid cukup sering terjadi pada wanita, khususnya di tahun-tahun awal haid dan ketika ada faktor penyebab seperti kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau stress emosional, lemak tubuh kurang, masalah hormonal, dan sebagainya. Maju mundurnya haid bisa mencapai beberapa hari, tergantung faktor penyebabnya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

Apakah Kucing Mempengaruhi Perasaan dan Kondisi Biologis Wanita?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Saya mau Tanya. Sudah dua kali setiap kali saya mengelus kucing, kenapa cairan vagina saya keluar. Padahal saya mengelus kucing hanya karena saya suka dan sayang sama binatang tersebut. Apakah saya normal Dok? Apakah statusnya saya berhadas besar atau tidak? Saya sangat mengharapkan jawaban dari Dokter.

Terima kasih, wassalam

Jawaban:

Anda baru 2x saja keluar cairan dari vagina ketika mengelus kucing. Mungkin bisa jadi ini hanya kebetulan saja. Dan juga sebaiknya cairan tersebut diperjelas. Karena cairan yang keluar dari vagina banyak jenisnya, ada yang normal dan ada yang tidak normal.

Yang kami tangkap maksud dari pertanyaan Anda, Anda kahwatir jika Anda ternyata terangsang dengan kucing. Hanya mengelus saja bisa keluar cairan dari vagina. Atau Anda khawatir terkana penyimpangan seksual yaitu suka dengan binatang tertentu.

Dalam ilmu kedokteran dan psikologi ada istilah “bestiality” yaitu orang yang hobi berhubungan seks dengan binatang atau penyakit penyimpangan seksual suka intim dengan binatang tertentu. Konon katanya, penyakit ini sudah ada sejak jaman Romawi kuno, yang beritanya populasi manusia ketika itu masih sedikit.

Megenai apakah Anda berhadas atau tidak maka tergantung jenis cairan yang keluar. Sehingga Anda perlu menidentifikasi cairan yang keluar tersebut.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

mimpi basah keluar mani

Mimpi Basah Tanpa Keluar Mani

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya ini sering was-was, dan saya ingin bertanya. Saya sekilas bermimpi tentang dua orang yang sedang bercumbu, tapi hanya sekilas saja. Dan ketika bangun saya mendapati pantyliner (karena saya menggunakan pantyliner) saya tidak ada bekas cairan apapun dan masih putih bersih, hanya terasa sedikit lembab.

Kemudian saya menyentuh kemaluan saya dan mendapatinya lembab, akan tetapi lembab yang normal (dan setahu saya di bawah sana memang keadaannya lembab) dan saya tidak mendapati adanya cairan seperti yang disdeskripsikan sebagai mani, yakni tebal, saya juga tidak menemukan bekas cairan apapun. dan setelah bangun tidur pun saya tidak merasa lemas atau apapun. Apakah saya wajib mandi besar?

Dari: Fulanahobat kuat hajar jahanam

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Para ulama fikih ketika menyebutkan beberapa hal yang mengharuskan seseorang untuk mandi, salah satu sebabnya adalah keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidur. Artinya, yang menjadi acuan adalah ada tidaknya mani dan bukan mimpinya.

Banyak orang yang merasa bermimpi terjadi hubungan, namun tidak keluar mani, sebaliknya, ada orang yang tidak merasa bermimpi, namun keluar mani.

Oleh karena itu, orang yang mengalami mimpi basah, namun dia tidak menjumpai mani, maka tidak wajib mandi.

Diantara dalil yang menunjukkan kesimpulan ini adalah hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

جاءت أمّ سُليم امرأة أبي طلحة إِلى رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فقالت: يا رسول الله! إِنَّ الله لا يستحيي من الحقِّ؛ هل على المرأة من غُسل إِذا هي احتلمتْ؟ فقال رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: “نعم؛ إِذا رأت الماء”

Suatu ketika datang Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhuma menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu sedikitpun dalam menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi basah?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari 282, Muslim 313, dan yang lainnya)

Ibnul Mundzir mengatakan,

وأجمعوا على أن الرجل إذا رأى في منامه أنه احتلم، أو جامع ولم يجد بللًا: أن لا غسل عليه

“Para ulama sepakat bahwa orang yang bermimpi ketika tidur, mimpi basah atau melakukan hubungan badan, namun dia tidak mendapatkan sesuatu yang basah, maka dia tidak wajib mandi.” (Al-Ijma’, hlm. 36).

Ciri Mani Wanita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan ciri mani lelaki dan wanita,

إِنَّ ماء الرجل غليظ أبيض، وماء المرأة رقيق أصفر

“Sesungguhnya mani lelaki agak kental berwarna putih. Sementara mani perempuan, encer berwarna kuning…” (HR. Muslim 312).

Keterangan lebih lengkap, bisa anda pelajari di: Air Mani Wanita

Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Haid Yang Aneh

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Maaf saya mau bertanya lagi.

1. Saya sedang haid dan beberapa bulan terakhir ini (sekitar 3 atau 4 bulan terakhir) haidh saya agak aneh. Tidak banjir seperti biasa. Saat hari keempat malah sudah tidak terlihat di pembalut, tapi kalau dicolek masih ada darah. Apa ini normal, Dok?

2. Haidh yang kali ini lebih aneh lagi. Hari pertama biasa saja, tapi saat malam harinya langsung deras seperti biasa. Hari keduanya juga deras. Hari ketiga sedang-sedang saja. Sekarang hari kempat, agak aneh. Tadi pagi tidak terlihat lagi di pembalut, tapi ketika saya colek langsung ada. Saat tidur siang tadi, saya tidur dengan posisi kemaluan dihimpit dua kaki. Saya pernah beberapa kali tidur dalam posisi seperti ini. Dua kali saya tidur dalam posisi speetri ini haidh bulan kemarin.

Dari: Nabilah

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami. Aliran darah haidh pada wanita terkadang memang bisa mengalami perubahan dari banyak menjadi sedikit, dan sebaliknya. Hal ini erat kaitannya dengan seberapa tebal pembentukan dinding rahim sebelum meluruh dan kekuatan otot rahim dalam menghentikan keluarnya darah dari pembuluh darah di dinding rahim tersebut ketika terjadi peluruhan atau haid. Jika jumlah darah yang mengalir keluar sangat sedikit, maka bisa saja darah tidak tampak di pembalut atau pakaian, namun ketika diperiksa ternyata masih ada yang keluar di sekitar organ genital, dan hal ini cukup banyak dan wajar dialami wanita khususnya menjelang akhir hari-hari haidnya.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

SOCIAL

9,937FansLike
4,525FollowersFollow
33,391FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN