tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
WANITA

haid wanita dan rambut rontok

Rambut Rontok Ketika Haid

Assalamu’alaikum, numpang tanya, dalam keadaan sedang junub dan haid apakah seseorang wajib mengumpulkan rambut yang rontok kemudian mencucinya sebelum mandi besar? dan bagaimanakah hukumnya seseorang yang dalam keadaan haid dan junub, apakah dia harus mandi dua kali atau hanya cukup mandi satu kali saja saat suci dengan niat mandi suci karena haid sekaligus mandi janabah karena junub? sekian pertanyaannya, terima kasih

Dari: Rina nadlir

Jawaban:

Wa alaikumus salam, Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan pengalaman hajinya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, Aisyah melaksanakan haji Tamattu’, dan beliau datang ke Mekah untuk umrah. Di tengah menjalankan manasiknya, beliau mengalami haid.

فَقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ، وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ، وَلاَ بَيْنَ الصَّفَا وَالمَرْوَةِ، فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالحَجِّ، وَدَعِي العُمْرَةَ»

“Ketika sampai Mekah, aku mengalami haid. Sementara aku belum tawaf di ka’bah dan belum sai antara shafa dan marwah. Akupun mengadukan keadaanku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau menyarankan, ‘Lepas gelungan rambutmu, bersisirlah, ikrarkan haji dan tinggalkan umrah.” (HR. Bukhari 4395 dan Muslim 1211).

Dalam Fatwa Islam (no. 101285) dinyatakan,

فالامتشاط غالبا ما يصاحبه تساقط بعض الشعر ، ومع ذلك أذن به النبي صلى الله عليه وسلم للمحرم والحائض

Menyisir rambut, umumnya disertai kerontokan sebagian rambut. Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan orang yang sedang ihram atau sedang haid untuk melakukannya.

Syikhul Islam pernah ditanya, apakah kuku atau rambut yang dipotong pada saat junub, akan dimintai pertanggung jawaban ketika hari kiamat?

Jawaban beliau,

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما أنه لما ذكر له الجنب قال ( إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ ) وفي صحيح الحاكم ( حَيًّا وَلَا مَيتًا )

Terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Hudzifah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika beliau menyebut masalah junub, beliau mengatakan,

إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ

“Sesungguhnya mukmin tidak najis.”

Kemudian dalam Mustadrak Al-Hakim ada tambahan,

حَيًّا وَلَا مَيتًا

“Mukmin tidak najis, baik masih hidup maupun sudah meninggal.”

Setelah menyebutkan dalil di atas, Syaikhul Islam melanjutkan,

وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا ، بل قد قال النبي صلى الله عليه وسلم للذي أسلم : أَلْقِ عَنكَ شَعرَ الكُفرِ وَاختَتِن ) رواه أبو داود) فأمر الذي أسلم أن يغتسل ، ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال ، فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين ، وكذلك تؤمر الحائض بالامتشاط في غسلها ، مع أن الامتشاط يذهب ببعض الشعر

Saya tidak mengetahui adanya dalil syar’i yang menyatakan makruh untuk memotong rambut atau kuku bagi orang junub. Bahkan sebaliknya terdapat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada orang yang hendak masuk islam,

‘Buang rambut kekufuranmu (rambut ketika belum masuk islam) dan lakukanlah khitan.’ (HR. Abu Daud). Beliau memerintahkan orang yang hendak masuk islam untuk mandi, namun beliau tidak menyuruhnya untuk khitan dan mencukur rambut setelah mandi. Sabda beliau yang bersifat umum ini menunjukkan bahwa keduanya boleh (mandi dulu atau khitan dulu). Demikian pula, wanita haid diperintahkan untuk menyisir rambut ketika mandi, padahal menyisir rambut menyebabkan sebagian rontok. (Majmu’ Fatawa, 21/121).

Berdasarkan beberapa dalil dan keterangan di atas, tidak ada kewajiban bagi wanita haid atau orang junub untuk mengumpulkan rambutnya yang rontok. Demikian pula mereka dibolehkan untuk memotong kuku ketika haid atau junub, dan tidak harus ikut dimandikan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Telat Haid

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya Adin umur saya baru memasuki 15 tahun. Saya ingin bertanya, bulan ini saya terlambat haid 2 hari apa ini tanda kehamilan atau faktor apa?

Padahal saya tidak pernah melakukan hubungan sex dengan pacar saya. Sekian pertanyaan saya, saya ucapkan terima kasih.

Dari: Adin

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Saudari Adin yang dirahmati Allah.

Maju atau mundurnya haid cukup sering terjadi pada wanita, khususnya di tahun-tahun awal haid dan ketika ada faktor penyebab seperti kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau stress emosional, lemak tubuh kurang, masalah hormonal, dan sebagainya. Maju mundurnya haid bisa mencapai beberapa hari, tergantung faktor penyebabnya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

Apakah Kucing Mempengaruhi Perasaan dan Kondisi Biologis Wanita?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Saya mau Tanya. Sudah dua kali setiap kali saya mengelus kucing, kenapa cairan vagina saya keluar. Padahal saya mengelus kucing hanya karena saya suka dan sayang sama binatang tersebut. Apakah saya normal Dok? Apakah statusnya saya berhadas besar atau tidak? Saya sangat mengharapkan jawaban dari Dokter.

Terima kasih, wassalam

Jawaban:

Anda baru 2x saja keluar cairan dari vagina ketika mengelus kucing. Mungkin bisa jadi ini hanya kebetulan saja. Dan juga sebaiknya cairan tersebut diperjelas. Karena cairan yang keluar dari vagina banyak jenisnya, ada yang normal dan ada yang tidak normal.

Yang kami tangkap maksud dari pertanyaan Anda, Anda kahwatir jika Anda ternyata terangsang dengan kucing. Hanya mengelus saja bisa keluar cairan dari vagina. Atau Anda khawatir terkana penyimpangan seksual yaitu suka dengan binatang tertentu.

Dalam ilmu kedokteran dan psikologi ada istilah “bestiality” yaitu orang yang hobi berhubungan seks dengan binatang atau penyakit penyimpangan seksual suka intim dengan binatang tertentu. Konon katanya, penyakit ini sudah ada sejak jaman Romawi kuno, yang beritanya populasi manusia ketika itu masih sedikit.

Megenai apakah Anda berhadas atau tidak maka tergantung jenis cairan yang keluar. Sehingga Anda perlu menidentifikasi cairan yang keluar tersebut.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

mimpi basah keluar mani

Mimpi Basah Tanpa Keluar Mani

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya ini sering was-was, dan saya ingin bertanya. Saya sekilas bermimpi tentang dua orang yang sedang bercumbu, tapi hanya sekilas saja. Dan ketika bangun saya mendapati pantyliner (karena saya menggunakan pantyliner) saya tidak ada bekas cairan apapun dan masih putih bersih, hanya terasa sedikit lembab.

Kemudian saya menyentuh kemaluan saya dan mendapatinya lembab, akan tetapi lembab yang normal (dan setahu saya di bawah sana memang keadaannya lembab) dan saya tidak mendapati adanya cairan seperti yang disdeskripsikan sebagai mani, yakni tebal, saya juga tidak menemukan bekas cairan apapun. dan setelah bangun tidur pun saya tidak merasa lemas atau apapun. Apakah saya wajib mandi besar?

Dari: Fulanahobat kuat hajar jahanam

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Para ulama fikih ketika menyebutkan beberapa hal yang mengharuskan seseorang untuk mandi, salah satu sebabnya adalah keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidur. Artinya, yang menjadi acuan adalah ada tidaknya mani dan bukan mimpinya.

Banyak orang yang merasa bermimpi terjadi hubungan, namun tidak keluar mani, sebaliknya, ada orang yang tidak merasa bermimpi, namun keluar mani.

Oleh karena itu, orang yang mengalami mimpi basah, namun dia tidak menjumpai mani, maka tidak wajib mandi.

Diantara dalil yang menunjukkan kesimpulan ini adalah hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

جاءت أمّ سُليم امرأة أبي طلحة إِلى رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فقالت: يا رسول الله! إِنَّ الله لا يستحيي من الحقِّ؛ هل على المرأة من غُسل إِذا هي احتلمتْ؟ فقال رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: “نعم؛ إِذا رأت الماء”

Suatu ketika datang Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhuma menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu sedikitpun dalam menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi basah?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari 282, Muslim 313, dan yang lainnya)

Ibnul Mundzir mengatakan,

وأجمعوا على أن الرجل إذا رأى في منامه أنه احتلم، أو جامع ولم يجد بللًا: أن لا غسل عليه

“Para ulama sepakat bahwa orang yang bermimpi ketika tidur, mimpi basah atau melakukan hubungan badan, namun dia tidak mendapatkan sesuatu yang basah, maka dia tidak wajib mandi.” (Al-Ijma’, hlm. 36).

Ciri Mani Wanita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan ciri mani lelaki dan wanita,

إِنَّ ماء الرجل غليظ أبيض، وماء المرأة رقيق أصفر

“Sesungguhnya mani lelaki agak kental berwarna putih. Sementara mani perempuan, encer berwarna kuning…” (HR. Muslim 312).

Keterangan lebih lengkap, bisa anda pelajari di: Air Mani Wanita

Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Haid Yang Aneh

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Maaf saya mau bertanya lagi.

1. Saya sedang haid dan beberapa bulan terakhir ini (sekitar 3 atau 4 bulan terakhir) haidh saya agak aneh. Tidak banjir seperti biasa. Saat hari keempat malah sudah tidak terlihat di pembalut, tapi kalau dicolek masih ada darah. Apa ini normal, Dok?

2. Haidh yang kali ini lebih aneh lagi. Hari pertama biasa saja, tapi saat malam harinya langsung deras seperti biasa. Hari keduanya juga deras. Hari ketiga sedang-sedang saja. Sekarang hari kempat, agak aneh. Tadi pagi tidak terlihat lagi di pembalut, tapi ketika saya colek langsung ada. Saat tidur siang tadi, saya tidur dengan posisi kemaluan dihimpit dua kaki. Saya pernah beberapa kali tidur dalam posisi seperti ini. Dua kali saya tidur dalam posisi speetri ini haidh bulan kemarin.

Dari: Nabilah

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami. Aliran darah haidh pada wanita terkadang memang bisa mengalami perubahan dari banyak menjadi sedikit, dan sebaliknya. Hal ini erat kaitannya dengan seberapa tebal pembentukan dinding rahim sebelum meluruh dan kekuatan otot rahim dalam menghentikan keluarnya darah dari pembuluh darah di dinding rahim tersebut ketika terjadi peluruhan atau haid. Jika jumlah darah yang mengalir keluar sangat sedikit, maka bisa saja darah tidak tampak di pembalut atau pakaian, namun ketika diperiksa ternyata masih ada yang keluar di sekitar organ genital, dan hal ini cukup banyak dan wajar dialami wanita khususnya menjelang akhir hari-hari haidnya.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

darah haid dan istihadhah wanita

Perbedaan Haid dengan Istihadhah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Dokter, saya mau bertanya lagi tentang kesehatan. Saya sebentar lagi 15 tahun dan mengalami masalah pada haid beberapa bulan terakhir ni. Kira-kira tiga atau empat bulan terakhir. Haid saya yang deras suka tiba-tiba jadi sedikit di hari keempat dan tinggal bercak-bercak hingga hari ketujuh atau delapan. Tapi yang bulan ini lebih aneh lagi. Haid saya berhenti di hari ketiga dan hari kempat tinggal bercak-bercak sedikit.

Yang menjadi pertanyaan adalah, saya beberapa kali tidur dengan posisi kedua kaki menghimpit kemaluan, saya pernah tidur dalam posisi ini saat haid tapi baru dua kali merasa sakit karena tidur seperti itu, itu juga saat haid sedang deras derasnya dan saya pikir itu bukan masalah. Tapi yang membuat saya bingung, sekarang ini saat haid sudah tinhgal bercak kecil, saya tidur seperti ini dan merasa sakit seperti sakit haid biasa lalu darah keluar lagi walau tidak terlalu banyak, sekitar lima atau 10 ml lah. Darahnya warnanya cerah tapi kalau didiamkan memang seperti dara haid biasa, menjadi coklat. Rasa sakit itu datang bukan sejwnak setelah tidur dalam posisi salah itu Ustad, tapi beberapa saat setelahnya. Apa in istihadhah karena saya dengar istihadhah adalah darah yang keluar dari urat adzl? Saya 160 cm dengan berat 68

Yang kedua, saya tau wajah itu batasnya sampai tulang dagu. Tapi untuk orang gemuk, tulang dagu bisa berpindah pindah tempat ke bagian kulit yang lain ketika menunduk, menoleh ataupun lainnya. Sedangkan orang yang punya tubuh kurus, karena tak ada lemak, maka tulang dagu tetap pada tempatnya dan tidak mengenai kulit yang lain ketika bergerak. Lalu, bagian mana saja yang harus dibasuh orang gendut ketika berwudhu?

Dan, di kepala kita ada batas sekitar 1 cm berpatasan antara rambut dan telinga yang tidak ditumbuh rambut. Apa itu termasuk kepala? Apa saja batas kepala ketika berwudhu?

Setiap sarung mukena sifatnya sama: kain yang tidak bisa diam di lantai dan terkadang melambai lambai dan membuat kaki wanita trlihat. Tapi kita tidak bisa melihatnya kecualu dengan mendudukkan kepala hingga tengkurap karena celahnya biasanya kecil sekali. Kain mukena seperti berombak dan tak bisa dihindari. Apa itu termasuk aurat, Dokter?

Terimakasih sebelumnya.

Dari: Nabilah

Jawaban:

1. Dari cerita Anda maka sulit diketahui apakah itu darah haid atau istihadhah kecuali dengan melihat dan membedakan ciri darah istihadah dengan ciri-ciri darah haid. Karena haid juga bisa panjang (lama keluar darahnya) bisa juga dalam satu bulan bisa beberapa kal haid dan haid bisa juga tiba-tiba banyak dan bisa tiba-tiba sedikit. Hal ini akibat ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh stess, pola makan atau pola hidup yang salah.

Cara membedakannya: kita perlu tahu pada prinsipnya darah istihadah adalah darah penyakit dan hampir mirip dengan darah yang keluar ketika terkadi luka, sedangkan darah haid sudah dikenali oleh wanita.

Ciri-ciri darah istihadhah adalah: Warnanya merah, tipis, baunya seperti darah biasa, berasal dari urat yang pecah/putus dan ketika keluar langsung mengental.

2. Wajah adalah apa yang di ketika menhadap (berhadap-hadapan) terlihat oleh yang meilhat, itulah definisi wajah. Sehingga jika Anda ragu-ragu maka Anda bisa melebihkan sedikit dari apa yang Anda basuh. Dan bisa jadi ini adalah was-was dari setan untuk membuat Anda ragu-ragu dan menganggu shalat Anda.

3. Dalam fiqh wudhu , yang dimaksud kepala dalam ayat wudhu adalah meliputi telinga dan tengkuk, jadi membasuh kepala, telinga dan tengkuk sudah “satu paket” disebut kepala. Jadi jarak antara telinga dan kepala itu termasuk kepala dalam fiqh wudhu.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

keluar flek saat puasa

Flek Ketika Puasa

Pertanyaan:

Pada saat kita sedang menjalankan puasa, tanpa kita sadari kita mengeluarkan flek (bercak kecoklatan), padahal belum masuk periode menstruasi. Kita baru menyadari adanya flek ini setelah berbuka puasa. Pertanyaannya, apakah puasa yang kita lakukan sah?

Dari: Ayu

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu masalah yang banyak membingungkan para putri adam, keluarnya flek ketika puasa. Apakah terhitung haid, sehingga puasanya batal, ataukah bukan haid sehingga tetap wajib melanjutkan puasanya.

Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan ini adalah batas waktu minimal darah yang keluar bisa disebut haid. Ada 3 pendapat ulama dalam hal ini,

1. Hanafiyah berpendapat, batas minimal bisa disebut haid adalah 3 hari. Ketika darah itu keluar kurang dari 3 kali 24 jam, menurut hanafiyah, bukan darah haid. Sehingga tetap wajib menjalankan aktivitas sebagaimana layaknya sedang suci.

2. Malikiyah sebaliknya, tidak ada batas waktu minimal untuk keluarnya darah haid. Wanita bisa mengalami haid, meskipun darah yang keluar hanya sekali. Sehingga flek, menurut Malikiyah, terhitung sebagai haid.

3. Sementara mayoritas ulama – syafiiyah dan hambali – menegaskan bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Jika darah yang keluar kurang dari 24 jam, tidak terhitung haid. Sehingga flek sekali – dua kali, tidak terhitung sebagai haid.

Tarjih:

Pendapat yang lebih mendekati adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Diantara alasan yang mendukung pendapat ini adalah:

Pertama, satu istilah yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah, dipahami dengan tiga pendekatan: makna syariat, makna ‘urf (anggapan yang berlaku di masyarakat), dan makna bahasa arab

Kaidah yang dijelaskan para ulama ushul, ketika ada satu istilah dalam Al-Quran dan sunah, penedekatan pertama adalah makna syariat, jika syariat tidak menjelaskan, berpindah pada makna ‘urf, pemahaman yang berlaku di masyarakat ketika itu, kemudian makna bahasa arab. (Taisir Ilmi Ushul Fiqh, Dr. Abdullah Yusuf Al-Judai’, hlm. 260 – 262)

Istilah ‘haid’ terdapat dalam Al-Quran dan Sunah. Hanya saja, dalil tentang haid dalam Al-Quran dan sunah hanya menjelaskan hukum-hukum yang berlaku ketika seorang wanita mengalami haid. Namun tidak dijelaskan tentang definisi dan batasan haid. Sehingga pendekatan dengan makna syariat, tidak memungkinkan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32684)

Karena itu, mayoritas ulama mengembalikan batasan haid kepada makna ‘urf atau bahasa arab.

Secara bahasa, haid berasal dari kata hadha [arab: حاض] yang artinya mengalir. Orang arab mengatakan, [حاضت الشجرة] “pohon itu mengalami haid”, maksud mereka adalah pohon itu mengalirkan getahnya.

Sementara yang namanya mengalir, secara bahasa, tidak teranggap hanya dalam bentuk spots, flek, atau tetes. Semacam ini secara bahasa tidak disebut haid.

Kedua, terdapat riwayat yang disebutkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

إِذَا رَأَتِ الْمَرْأَةُ بَعْدَ مَا تَطْهُرُ مِنَ الْحَيْضِ مِثْلَ غُسَالَةِ اللَّحْمِ، أَوْ قَطْرَةِ الرُّعَافِ، أَوْ فَوْقَ ذَلِكَ أَوْ دُونَ ذَلِكَ، فَلْتَنْضَحْ بِالْمَاءِ، ثُمَّ لِتَتَوَضَّأْ وَلْتُصَلِّ وَلَا تَغْتَسِلْ، إِلَّا أَنْ تَرَى دَمًا غَلِيظًا

“Apabila seorang wanita setelah suci dari haid, dia melihat seperti air cucian daging, atau flek, atau lebih kuran seperti itu, hendaknya dia cuci dengan air, kemudian wudhu dan boleh shalat tanpa harus mandi. Kecuali jika dia melihat darah kental.” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 994)

Keterangan:

1. Makna ‘air cucian daging’ (Ghusalah Lahm) adalah warna darah merah pucat, layaknya air yang digunakan untuk mencuci daging.

2. Flek atau darah yang keluar statusnya najis, dan membatalkan wudhu. Karena itu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memerintahkan agar dicuci dan berwudhu jika hendak shalat.

Berdasarkan keterangan di atas, flek atau darah yang keluar hanya beberapa saat, kurang dari sehari, tidak terhitung haid. Puasa sah dan boleh melakukan aktivitas apapun.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

kesehatan rahim wanita

Tambah Gemuk Setelah Operasi Kista

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Dok, mohon penjelasannya? 1 tahun kemaren, ibu saya baru menjalani pengangkatan kista ovarium, nah sekarang alhamdulillah sudah mulai membaik. Tapi Dok, hati saya mulai resah karena meskipun ibu saya sudah membaik tapi dilihat dari fisik kok perut ibu saya agak besar Dok?

Ya memang kalau dilihat sekilas seperti wajar saja, karena sekarang ini ibu saya juga mulai tambah gemuk, saya khawatir Dok. Apakah penyakit kista itu bisa tumbuh kembali ya Dok? Tapi selama ini ibu saya tidak pernah mengeluh apa.

Mohon penjelasanya Dok. Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Untuk perut yang bertambah besar setelah operasi, memang efek samping dari operasi adalah terjadi pembesaran di perut, tetapi ini jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh terjadinya peradangan, penumpukan cairan dan nanah sebagai proses penyembuhan. Akan tetapi dengan bantuan obat dan terapi, maka akan hilang serta ukuran perut akan normal kembali dalam hitungan minggu. Adapun menjadi gemuk setelah operasi, maka gemuk itu banyak faktornya, operasi kista bukan penyebabnya secara pasti.

Kista adalah suatu kantong berisi cairan yang membran dan akarnya berbeda di sekitar jaringan. Ketika terbentuk, kista akan tinggal di dalam jaringan secara permanen. Sehingga untuk menghilangkannya maka harus dioperasi dan diangkat sampai akar-akarnya. Apabila ada akar yang tertinggal maka kista bisa tumbuh lagi. Oleh karena itu operasi dilakukan dengan mengorbankan sebagian jaringan dengan mengangkatnya.

Ibu Anda bisa melakukan pemeriksaan kembali karena jika ternyata masih tumbuh, bisa dilakukan operasi ulang sebelum kista membesar, akarnya ikut membesar sehingga akan menjalar ke jaringan lebih luas.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

obat pencegah haid untuk puasa

Hukum Minum Obat Pencegah Haid Selama Ramadhan

Assalammualaikum wr.wb

Bolehkah minum obat penahan haid saat bulan puasa,agar puasa kita dapat sebulan penuh?
Seperti yg dilakukan wanita2 yg menjalankan ibadah haji.

Dari: Sdri. Andhina

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, beberapa ulama menegaskan bolehnya mengkonsumsi obat pencegah haid, selama tidak membahayakan pengguna. Baik resiko yang bersifat sementara maupun permanen. Imam Ibnu Baz pernah ditanya tentang hukum wanita yang menggunakan obat pencegah haid agar bisa puasa ramadhan,

لا حرج أن تأخذ المرأة حبوب منع الحيض تمنع الدورة الشهرية أيام رمضان حتى تصوم مع الناس….. وإن وجد غير الحبوب شئ يمنع الدورة فلا بأس إذا لم يكن فيه محذور شرعاً ومضرة.

“Tidak masalah bagi wanita untuk menggunakan obat pencegah haid, menghalangi datang bulan selama bulan ramadhan, sehingga dia bisa berpuasa bersama kaum muslimin lainnya… dan jika ada cara lain selain konsumsi obat untuk menghalangi terjadinya haid, hukumnya boleh, selama tidak ada hal yang dilarang syariat dan tidak berbahaya.”

Kedua, bagi wanita yang mengkonsumsi obat anti haid, dia dihukumi suci jika benar-benar kering tidak ada darah yang keluar. Akan tetapi jika dia setelah menggunakan obat pencegah haid masih keluar darah, maka dia dihukumi haid, meskipun darah yan keluar sangat sedikit.

Syaikh Musthofa Al-Adawi menjelaskan wanita yang mengkonsumsi obat pencegah haid, bagaimana statusnya,

حكمه اذا قطع الدم تماما أن الصوم معه جائز ولا إعادة، أما إذا شك في انقطاع الدم من وجوده فحينئذ حكمها حكم الحائض وعليها أن تفطر أيام حيضها وتعيد صوم تلك الأيام بعد، والله أعلم

“Hukumnya, apabila darah telah putus sempurna maka dia boleh puasa dan tidak perlu mengulangi. Adapun jika dia masih ragu darah terputus sempurna, karena masih ada darah yang keluar, maka hukumnya seperti wanita haid dan dia tidak boleh puasa pada hari haidnya dan mengqadha puasa pada hari itu setelah ramadhan. Allahu a’lam.” (Jami’ Ahkam An-Nisa: 5/223)

Ketiga, tidak dianjurkan bagi para wanita untuk menggunakan obat pencegah haid. Sekalipun untuk tujuan agar bisa beribadah bersama masyarakat. Karena sikap semacam ini kurang menunjukkan kepasrahan terhadap kodrat yang Allah tetapkan untuk para putri Adam.

Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang hukum menggunakan obat pencegah haid agar bisa melakukan ibadah bersama kaum muslimin lainnya. Jawaban beliau,

لا نرى أنها تستعمل هذه الحبوب لتعينها على طاعة الله ؛ لأن الحيض الذي يخرج شيءٌ كتبه الله على بنات آدم

“Saya tidak menyarankan para wanita menggunakan obat semacam ini, untuk membantunya melakukan ketaatan kepada Allah. Karena darah haid yang keluar, merupakan sesuatu yang Allah tetapkan untuk para putri Adam.”

Kemudian beliau menyebutkan dalilnya,

وقد دخل النبي صلى الله عليه وسلم على عائشة وهي معه في حجة الوداع وقد أحرمت بالعمرة فأتاها الحيض قبل أن تصل إلى مكة فدخل عليها وهي تبكي ، فقال ما يبكيك فأخبرته أنها حاضت فقال لها إن هذا شيءٌ قد كتبه الله على بنات آدم ، …

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui A’isyah di kemahnya ketika haji wada’. Ketika itu, A’isyah telah melakukan ihram untuk umrah, namun tiba-tiba datang haid sebelum sampai ke Mekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui A’isyah, sementara dia sedang menangis. Sang suami yang baik bertanya, “Apa yang menyebabkan kamu menangis?” A’isyah menjawab bahwa dia sedang sakit. Nabi menasehatkan, “Ini adalah keadaan yang telah Allah tetapkan untuk para putri Adam”

Selanjutnya Syaikh menasehatkan para wanita yang ingin beribadah, namun terhalang haid,

فإذا جاءها في العشر الأواخر فلتقنع بما قدر الله لها ولا تستعمل هذه الحبوب وقد بلغني ممن أثق به من الأطباء أن هذه الحبوب ضارة في الرحم وفي الدم وربما تكون سبباً لتشويه الجنين إذا حصل لها جنين فلذاك نرى تجنبها . وإذا حصل لها الحيض وتركت الصلاة والصيام فهذا ليس بيدها بل بقدر الله .

Karena itu, ketika masuk sepuluh terakhir blan ramadhan, hendaknya dia menerima kodrat yang Allah tetapkan untuknya, dan tidak mengkonsumsi obat pencegah haid. Ada informasi terpercaya dari dokter, bahwa obat semacam ini berbahaya bagi rahim dan peredaran darah. Bahkan bisa menjadi sebab, janin cacat, ketika di rahim ada janin. Karena itu, kami menyarankan agar ditinggalkan. Ketika terjadi haid, dia tinggalkan shalat dan puasa, keadaan semacam ini bukan karena kehendaknya, tapi karena taqdir Allah.

(Fatwa islam, no. 13738)

Keempat, sejatinya wanita haid masih bisa mendulang sejuta pahala selama ramadhan, sekalipun dia tidak puasa dan tidak shalat. Karena tidak semua ibadah dilarang untuk dilakukan ketika haid. Selengkapnya bisa anda pelajari di: Amalan Wanita Haid

Allahu a’lam

Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

Flek Saat Hamil

Pertanyaan:

Flek Saat Hamil

Assallamu’alaikum.

Pak Dokter, saya mau tanya kenapa kehamilan istri saya yang baru 7minggu selalu keluar flek darah coklat sehari bisa 3 atau 4 kali keluarnya. Apakah itu berpengaruh terhadap janinnya? Apakah bisa mengakibatkan kelahiran premature?

Apa saja makanan yang baik buat ibu hamil? Apa saja yang boleh ataupun yang tidak boleh dilakukan ibu hamil menurut tuntunan dari Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa saja sunah dan doanya?

Terima kasih, wassallammua’laikum

Dari: Leo Fly

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Bapak yang dirahmati Allah.

Keluarnya flek (spotting, cirinya adalah darah hanya berupa tetesan, bahkan tidak memenuhi panty liner) pada trimester pertama kehamilan cukup banyak dialami oleh wanita, dan sekitar 50 % diantaranya tidak menunjukkan adanya masalah yang berarti pada kehamilan. Beberapa penyebab yang ringan adalah spotting paska hubungan suami istri, infeksi di sekitar organ kewanitaan, atau masalah lain yang tidak membahayakan janin.

Meski demikian, masalah lain yang lebih serius adalah abortus iminens (proses aborsi alami tengah terjadi), kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim, misalnya di tuba fallopii), dan kehamilan mola/”hamil anggur”. Tandanya adalah pendarahan (darah yang keluar lebih banyak dari spotting), nyeri kram di perut bagian bawah, dan pada abortus bisa saja disertai keluarnya jaringan kehamilan. Pada usia kehamilan 0-20 minggu, pendarahan berpeluang menyebabkan keguguran dan bukan kelahiran prematur (karena pada usia tersebut dipastikan janin belum bisa bertahan hidup diluar rahim ibunya).

Makanan yang baik untuk ibu hamil sangat banyak, dan yang dianjurkan lebih dikonsumsi adalah sayuran dengan berbagai jenisnya, buah-buahan, protein jenis baik dari ikan, telur, maupun daging (produk hewani semuanya harus dimasak sampai matang dan sayur serta buah harus dicuci bersih dulu sebelum dikonsumsi), begitu juga lemak sehat dari minyak zaitun maupun daging yang dimasak dengan baik. Sebaiknya makanan ibu bervariasi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro untuk ibu dan janin. Jika hal tersebut sulit untuk dilakukan, maka sebaiknya ibu diberi suplemen, utamanya suplemen zat besi, asam folat, dan kalsium, sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

SOCIAL

7,634FansLike
3,286FollowersFollow
28,714FollowersFollow
57,726SubscribersSubscribe