tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
WANITA

Chemical Peeling Saat Haid

Chemical Peeling Saat Haid

Pertanyaan:

Dok, mau tanya bolehkah melakukan chemical peeling pada saat sedang haid?

Dari: Unni

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Sepengetahuan kami, tidak ada kontraindikasi untuk melakukan chemical peeling/pengelupasan kulit menggunakan bahan kimia saat haid jika memang ada kebutuhan yang mengharuskan demikian. Adapun beberapa kondisi dimana chemical peeling (kecuali mungkin jenis peeling superfisial) tidak dapat dilakukan adalah:

  • Penggunaan isotretinon, sejenis obat untuk mengatasi jerawat, yang baru saja dilakukan
  • Baru saja menjalani operasi atau terapi radiasi di daerah wajah. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kembali kulit menjadi lebih sulit.
  • Infeksi herpes aktif pada daerah yang akan diterapi.
  • Sistem imun tubuh yang terganggu. Hal ini dapat menyebabkan menunda penyembuhan kulit dan meningkatkan risiko infeksi dan perubahan warna kulit setelah peeling.
  • Riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu

Meski demikian, jika kulit Saudari cenderung bermasalah saat haid, misalnya berjerawat banyak, sebaiknya berkonsultasilah lebih dahulu dengan dokter spesialis kulit yang menangani proses peeling tersebut.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

kesehatan bayi dan ibu hamil

Haruskah Caesar lagi Pada Kehamilah Kedua?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dok, saya Rina Susanti. Saya mau tanya Dok, apa benar kalau kelahiran anak pertama sesar, kelahiran anak yang berikutnya kemungkinan besar juga akan sesar meskipun jaraknya sudah 3 tahun?

Apa kecil harapan saya untuk melahirkan normal atau perlu jarak lebih lama dari anak yang pertama?

Dari: Rina

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.obat kuat hajar jahanam

Jika Ibu melahirkan anak pertama dengan operasi caesar, maka untuk mengetahui apakah bayi selanjutnya harus dilahirkan melalui operasi caesar juga, perlu untuk melihat sebab operasi yang pertama. Jika sebabnya adalah sebab yang tidak memungkinkan kelahiran normal, misalnya panggul Ibu sangat kecil, maka kemungkinan besar kelahiran berikutnya tetap memerlukan operasi caesar. Namun jika indikasi operasinya relatif, misalnya ketuban pecah dini tanpa disertai kemajuan persalinan, atau adanya preeklampsia berat, maka kemungkinan besar persalinan normal masih dapat dilakukan.

Mengenai masalah jaraknya, terdapat banyak pendapat, ada yang menyarankan 18-24 bulan setelah operasi pertama, namun ada pula yang tidak menyarankan demikian. Kami sendiri berpendapat, jika Ibu memang menginginkan persalinan normal, tidak mengapa menunggu 18-24 bulan sambil menyapih anak pertama dan mengoptimalkan persiapan kehamilan anak selanjutnya. Yang terpenting adalah Ibu tetap banyak berdo’a kepada Allah Ta’ala, kemudian Rutin memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan sepanjang kehamilan berikutnya. Jangan lupa beritahukan sedari awal niat Ibu untuk melahirkan normal kepada dokter, sehingga dokter pun dapat membantu persiapan menjelang persalinan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (engasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid wanita dan rambut rontok

Rambut Rontok Ketika Haid

Assalamu’alaikum, numpang tanya, dalam keadaan sedang junub dan haid apakah seseorang wajib mengumpulkan rambut yang rontok kemudian mencucinya sebelum mandi besar? dan bagaimanakah hukumnya seseorang yang dalam keadaan haid dan junub, apakah dia harus mandi dua kali atau hanya cukup mandi satu kali saja saat suci dengan niat mandi suci karena haid sekaligus mandi janabah karena junub? sekian pertanyaannya, terima kasih

Dari: Rina nadlir

Jawaban:

Wa alaikumus salam, Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan pengalaman hajinya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, Aisyah melaksanakan haji Tamattu’, dan beliau datang ke Mekah untuk umrah. Di tengah menjalankan manasiknya, beliau mengalami haid.

فَقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ، وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ، وَلاَ بَيْنَ الصَّفَا وَالمَرْوَةِ، فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالحَجِّ، وَدَعِي العُمْرَةَ»

“Ketika sampai Mekah, aku mengalami haid. Sementara aku belum tawaf di ka’bah dan belum sai antara shafa dan marwah. Akupun mengadukan keadaanku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau menyarankan, ‘Lepas gelungan rambutmu, bersisirlah, ikrarkan haji dan tinggalkan umrah.” (HR. Bukhari 4395 dan Muslim 1211).

Dalam Fatwa Islam (no. 101285) dinyatakan,

فالامتشاط غالبا ما يصاحبه تساقط بعض الشعر ، ومع ذلك أذن به النبي صلى الله عليه وسلم للمحرم والحائض

Menyisir rambut, umumnya disertai kerontokan sebagian rambut. Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan orang yang sedang ihram atau sedang haid untuk melakukannya.

Syikhul Islam pernah ditanya, apakah kuku atau rambut yang dipotong pada saat junub, akan dimintai pertanggung jawaban ketika hari kiamat?

Jawaban beliau,

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما أنه لما ذكر له الجنب قال ( إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ ) وفي صحيح الحاكم ( حَيًّا وَلَا مَيتًا )

Terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Hudzifah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika beliau menyebut masalah junub, beliau mengatakan,

إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ

“Sesungguhnya mukmin tidak najis.”

Kemudian dalam Mustadrak Al-Hakim ada tambahan,

حَيًّا وَلَا مَيتًا

“Mukmin tidak najis, baik masih hidup maupun sudah meninggal.”

Setelah menyebutkan dalil di atas, Syaikhul Islam melanjutkan,

وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا ، بل قد قال النبي صلى الله عليه وسلم للذي أسلم : أَلْقِ عَنكَ شَعرَ الكُفرِ وَاختَتِن ) رواه أبو داود) فأمر الذي أسلم أن يغتسل ، ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال ، فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين ، وكذلك تؤمر الحائض بالامتشاط في غسلها ، مع أن الامتشاط يذهب ببعض الشعر

Saya tidak mengetahui adanya dalil syar’i yang menyatakan makruh untuk memotong rambut atau kuku bagi orang junub. Bahkan sebaliknya terdapat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada orang yang hendak masuk islam,

‘Buang rambut kekufuranmu (rambut ketika belum masuk islam) dan lakukanlah khitan.’ (HR. Abu Daud). Beliau memerintahkan orang yang hendak masuk islam untuk mandi, namun beliau tidak menyuruhnya untuk khitan dan mencukur rambut setelah mandi. Sabda beliau yang bersifat umum ini menunjukkan bahwa keduanya boleh (mandi dulu atau khitan dulu). Demikian pula, wanita haid diperintahkan untuk menyisir rambut ketika mandi, padahal menyisir rambut menyebabkan sebagian rontok. (Majmu’ Fatawa, 21/121).

Berdasarkan beberapa dalil dan keterangan di atas, tidak ada kewajiban bagi wanita haid atau orang junub untuk mengumpulkan rambutnya yang rontok. Demikian pula mereka dibolehkan untuk memotong kuku ketika haid atau junub, dan tidak harus ikut dimandikan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Telat Haid

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya Adin umur saya baru memasuki 15 tahun. Saya ingin bertanya, bulan ini saya terlambat haid 2 hari apa ini tanda kehamilan atau faktor apa?

Padahal saya tidak pernah melakukan hubungan sex dengan pacar saya. Sekian pertanyaan saya, saya ucapkan terima kasih.

Dari: Adin

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Saudari Adin yang dirahmati Allah.

Maju atau mundurnya haid cukup sering terjadi pada wanita, khususnya di tahun-tahun awal haid dan ketika ada faktor penyebab seperti kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau stress emosional, lemak tubuh kurang, masalah hormonal, dan sebagainya. Maju mundurnya haid bisa mencapai beberapa hari, tergantung faktor penyebabnya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

Apakah Kucing Mempengaruhi Perasaan dan Kondisi Biologis Wanita?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Saya mau Tanya. Sudah dua kali setiap kali saya mengelus kucing, kenapa cairan vagina saya keluar. Padahal saya mengelus kucing hanya karena saya suka dan sayang sama binatang tersebut. Apakah saya normal Dok? Apakah statusnya saya berhadas besar atau tidak? Saya sangat mengharapkan jawaban dari Dokter.

Terima kasih, wassalam

Jawaban:

Anda baru 2x saja keluar cairan dari vagina ketika mengelus kucing. Mungkin bisa jadi ini hanya kebetulan saja. Dan juga sebaiknya cairan tersebut diperjelas. Karena cairan yang keluar dari vagina banyak jenisnya, ada yang normal dan ada yang tidak normal.

Yang kami tangkap maksud dari pertanyaan Anda, Anda kahwatir jika Anda ternyata terangsang dengan kucing. Hanya mengelus saja bisa keluar cairan dari vagina. Atau Anda khawatir terkana penyimpangan seksual yaitu suka dengan binatang tertentu.

Dalam ilmu kedokteran dan psikologi ada istilah “bestiality” yaitu orang yang hobi berhubungan seks dengan binatang atau penyakit penyimpangan seksual suka intim dengan binatang tertentu. Konon katanya, penyakit ini sudah ada sejak jaman Romawi kuno, yang beritanya populasi manusia ketika itu masih sedikit.

Megenai apakah Anda berhadas atau tidak maka tergantung jenis cairan yang keluar. Sehingga Anda perlu menidentifikasi cairan yang keluar tersebut.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

mimpi basah keluar mani

Mimpi Basah Tanpa Keluar Mani

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya ini sering was-was, dan saya ingin bertanya. Saya sekilas bermimpi tentang dua orang yang sedang bercumbu, tapi hanya sekilas saja. Dan ketika bangun saya mendapati pantyliner (karena saya menggunakan pantyliner) saya tidak ada bekas cairan apapun dan masih putih bersih, hanya terasa sedikit lembab.

Kemudian saya menyentuh kemaluan saya dan mendapatinya lembab, akan tetapi lembab yang normal (dan setahu saya di bawah sana memang keadaannya lembab) dan saya tidak mendapati adanya cairan seperti yang disdeskripsikan sebagai mani, yakni tebal, saya juga tidak menemukan bekas cairan apapun. dan setelah bangun tidur pun saya tidak merasa lemas atau apapun. Apakah saya wajib mandi besar?

Dari: Fulanahobat kuat hajar jahanam

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Para ulama fikih ketika menyebutkan beberapa hal yang mengharuskan seseorang untuk mandi, salah satu sebabnya adalah keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidur. Artinya, yang menjadi acuan adalah ada tidaknya mani dan bukan mimpinya.

Banyak orang yang merasa bermimpi terjadi hubungan, namun tidak keluar mani, sebaliknya, ada orang yang tidak merasa bermimpi, namun keluar mani.

Oleh karena itu, orang yang mengalami mimpi basah, namun dia tidak menjumpai mani, maka tidak wajib mandi.

Diantara dalil yang menunjukkan kesimpulan ini adalah hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

جاءت أمّ سُليم امرأة أبي طلحة إِلى رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فقالت: يا رسول الله! إِنَّ الله لا يستحيي من الحقِّ؛ هل على المرأة من غُسل إِذا هي احتلمتْ؟ فقال رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: “نعم؛ إِذا رأت الماء”

Suatu ketika datang Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhuma menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu sedikitpun dalam menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi basah?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari 282, Muslim 313, dan yang lainnya)

Ibnul Mundzir mengatakan,

وأجمعوا على أن الرجل إذا رأى في منامه أنه احتلم، أو جامع ولم يجد بللًا: أن لا غسل عليه

“Para ulama sepakat bahwa orang yang bermimpi ketika tidur, mimpi basah atau melakukan hubungan badan, namun dia tidak mendapatkan sesuatu yang basah, maka dia tidak wajib mandi.” (Al-Ijma’, hlm. 36).

Ciri Mani Wanita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan ciri mani lelaki dan wanita,

إِنَّ ماء الرجل غليظ أبيض، وماء المرأة رقيق أصفر

“Sesungguhnya mani lelaki agak kental berwarna putih. Sementara mani perempuan, encer berwarna kuning…” (HR. Muslim 312).

Keterangan lebih lengkap, bisa anda pelajari di: Air Mani Wanita

Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

haid yang aneh

Haid Yang Aneh

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dokter.

Maaf saya mau bertanya lagi.

1. Saya sedang haid dan beberapa bulan terakhir ini (sekitar 3 atau 4 bulan terakhir) haidh saya agak aneh. Tidak banjir seperti biasa. Saat hari keempat malah sudah tidak terlihat di pembalut, tapi kalau dicolek masih ada darah. Apa ini normal, Dok?

2. Haidh yang kali ini lebih aneh lagi. Hari pertama biasa saja, tapi saat malam harinya langsung deras seperti biasa. Hari keduanya juga deras. Hari ketiga sedang-sedang saja. Sekarang hari kempat, agak aneh. Tadi pagi tidak terlihat lagi di pembalut, tapi ketika saya colek langsung ada. Saat tidur siang tadi, saya tidur dengan posisi kemaluan dihimpit dua kaki. Saya pernah beberapa kali tidur dalam posisi seperti ini. Dua kali saya tidur dalam posisi speetri ini haidh bulan kemarin.

Dari: Nabilah

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami. Aliran darah haidh pada wanita terkadang memang bisa mengalami perubahan dari banyak menjadi sedikit, dan sebaliknya. Hal ini erat kaitannya dengan seberapa tebal pembentukan dinding rahim sebelum meluruh dan kekuatan otot rahim dalam menghentikan keluarnya darah dari pembuluh darah di dinding rahim tersebut ketika terjadi peluruhan atau haid. Jika jumlah darah yang mengalir keluar sangat sedikit, maka bisa saja darah tidak tampak di pembalut atau pakaian, namun ketika diperiksa ternyata masih ada yang keluar di sekitar organ genital, dan hal ini cukup banyak dan wajar dialami wanita khususnya menjelang akhir hari-hari haidnya.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

darah haid dan istihadhah wanita

Perbedaan Haid dengan Istihadhah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Dokter, saya mau bertanya lagi tentang kesehatan. Saya sebentar lagi 15 tahun dan mengalami masalah pada haid beberapa bulan terakhir ni. Kira-kira tiga atau empat bulan terakhir. Haid saya yang deras suka tiba-tiba jadi sedikit di hari keempat dan tinggal bercak-bercak hingga hari ketujuh atau delapan. Tapi yang bulan ini lebih aneh lagi. Haid saya berhenti di hari ketiga dan hari kempat tinggal bercak-bercak sedikit.

Yang menjadi pertanyaan adalah, saya beberapa kali tidur dengan posisi kedua kaki menghimpit kemaluan, saya pernah tidur dalam posisi ini saat haid tapi baru dua kali merasa sakit karena tidur seperti itu, itu juga saat haid sedang deras derasnya dan saya pikir itu bukan masalah. Tapi yang membuat saya bingung, sekarang ini saat haid sudah tinhgal bercak kecil, saya tidur seperti ini dan merasa sakit seperti sakit haid biasa lalu darah keluar lagi walau tidak terlalu banyak, sekitar lima atau 10 ml lah. Darahnya warnanya cerah tapi kalau didiamkan memang seperti dara haid biasa, menjadi coklat. Rasa sakit itu datang bukan sejwnak setelah tidur dalam posisi salah itu Ustad, tapi beberapa saat setelahnya. Apa in istihadhah karena saya dengar istihadhah adalah darah yang keluar dari urat adzl? Saya 160 cm dengan berat 68

Yang kedua, saya tau wajah itu batasnya sampai tulang dagu. Tapi untuk orang gemuk, tulang dagu bisa berpindah pindah tempat ke bagian kulit yang lain ketika menunduk, menoleh ataupun lainnya. Sedangkan orang yang punya tubuh kurus, karena tak ada lemak, maka tulang dagu tetap pada tempatnya dan tidak mengenai kulit yang lain ketika bergerak. Lalu, bagian mana saja yang harus dibasuh orang gendut ketika berwudhu?

Dan, di kepala kita ada batas sekitar 1 cm berpatasan antara rambut dan telinga yang tidak ditumbuh rambut. Apa itu termasuk kepala? Apa saja batas kepala ketika berwudhu?

Setiap sarung mukena sifatnya sama: kain yang tidak bisa diam di lantai dan terkadang melambai lambai dan membuat kaki wanita trlihat. Tapi kita tidak bisa melihatnya kecualu dengan mendudukkan kepala hingga tengkurap karena celahnya biasanya kecil sekali. Kain mukena seperti berombak dan tak bisa dihindari. Apa itu termasuk aurat, Dokter?

Terimakasih sebelumnya.

Dari: Nabilah

Jawaban:

1. Dari cerita Anda maka sulit diketahui apakah itu darah haid atau istihadhah kecuali dengan melihat dan membedakan ciri darah istihadah dengan ciri-ciri darah haid. Karena haid juga bisa panjang (lama keluar darahnya) bisa juga dalam satu bulan bisa beberapa kal haid dan haid bisa juga tiba-tiba banyak dan bisa tiba-tiba sedikit. Hal ini akibat ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh stess, pola makan atau pola hidup yang salah.

Cara membedakannya: kita perlu tahu pada prinsipnya darah istihadah adalah darah penyakit dan hampir mirip dengan darah yang keluar ketika terkadi luka, sedangkan darah haid sudah dikenali oleh wanita.

Ciri-ciri darah istihadhah adalah: Warnanya merah, tipis, baunya seperti darah biasa, berasal dari urat yang pecah/putus dan ketika keluar langsung mengental.

2. Wajah adalah apa yang di ketika menhadap (berhadap-hadapan) terlihat oleh yang meilhat, itulah definisi wajah. Sehingga jika Anda ragu-ragu maka Anda bisa melebihkan sedikit dari apa yang Anda basuh. Dan bisa jadi ini adalah was-was dari setan untuk membuat Anda ragu-ragu dan menganggu shalat Anda.

3. Dalam fiqh wudhu , yang dimaksud kepala dalam ayat wudhu adalah meliputi telinga dan tengkuk, jadi membasuh kepala, telinga dan tengkuk sudah “satu paket” disebut kepala. Jadi jarak antara telinga dan kepala itu termasuk kepala dalam fiqh wudhu.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

keluar flek saat puasa

Flek Ketika Puasa

Pertanyaan:

Pada saat kita sedang menjalankan puasa, tanpa kita sadari kita mengeluarkan flek (bercak kecoklatan), padahal belum masuk periode menstruasi. Kita baru menyadari adanya flek ini setelah berbuka puasa. Pertanyaannya, apakah puasa yang kita lakukan sah?

Dari: Ayu

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu masalah yang banyak membingungkan para putri adam, keluarnya flek ketika puasa. Apakah terhitung haid, sehingga puasanya batal, ataukah bukan haid sehingga tetap wajib melanjutkan puasanya.

Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan ini adalah batas waktu minimal darah yang keluar bisa disebut haid. Ada 3 pendapat ulama dalam hal ini,

1. Hanafiyah berpendapat, batas minimal bisa disebut haid adalah 3 hari. Ketika darah itu keluar kurang dari 3 kali 24 jam, menurut hanafiyah, bukan darah haid. Sehingga tetap wajib menjalankan aktivitas sebagaimana layaknya sedang suci.

2. Malikiyah sebaliknya, tidak ada batas waktu minimal untuk keluarnya darah haid. Wanita bisa mengalami haid, meskipun darah yang keluar hanya sekali. Sehingga flek, menurut Malikiyah, terhitung sebagai haid.

3. Sementara mayoritas ulama – syafiiyah dan hambali – menegaskan bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Jika darah yang keluar kurang dari 24 jam, tidak terhitung haid. Sehingga flek sekali – dua kali, tidak terhitung sebagai haid.

Tarjih:

Pendapat yang lebih mendekati adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa batas minimal haid adalah sehari semalam. Diantara alasan yang mendukung pendapat ini adalah:

Pertama, satu istilah yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah, dipahami dengan tiga pendekatan: makna syariat, makna ‘urf (anggapan yang berlaku di masyarakat), dan makna bahasa arab

Kaidah yang dijelaskan para ulama ushul, ketika ada satu istilah dalam Al-Quran dan sunah, penedekatan pertama adalah makna syariat, jika syariat tidak menjelaskan, berpindah pada makna ‘urf, pemahaman yang berlaku di masyarakat ketika itu, kemudian makna bahasa arab. (Taisir Ilmi Ushul Fiqh, Dr. Abdullah Yusuf Al-Judai’, hlm. 260 – 262)

Istilah ‘haid’ terdapat dalam Al-Quran dan Sunah. Hanya saja, dalil tentang haid dalam Al-Quran dan sunah hanya menjelaskan hukum-hukum yang berlaku ketika seorang wanita mengalami haid. Namun tidak dijelaskan tentang definisi dan batasan haid. Sehingga pendekatan dengan makna syariat, tidak memungkinkan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32684)

Karena itu, mayoritas ulama mengembalikan batasan haid kepada makna ‘urf atau bahasa arab.

Secara bahasa, haid berasal dari kata hadha [arab: حاض] yang artinya mengalir. Orang arab mengatakan, [حاضت الشجرة] “pohon itu mengalami haid”, maksud mereka adalah pohon itu mengalirkan getahnya.

Sementara yang namanya mengalir, secara bahasa, tidak teranggap hanya dalam bentuk spots, flek, atau tetes. Semacam ini secara bahasa tidak disebut haid.

Kedua, terdapat riwayat yang disebutkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

إِذَا رَأَتِ الْمَرْأَةُ بَعْدَ مَا تَطْهُرُ مِنَ الْحَيْضِ مِثْلَ غُسَالَةِ اللَّحْمِ، أَوْ قَطْرَةِ الرُّعَافِ، أَوْ فَوْقَ ذَلِكَ أَوْ دُونَ ذَلِكَ، فَلْتَنْضَحْ بِالْمَاءِ، ثُمَّ لِتَتَوَضَّأْ وَلْتُصَلِّ وَلَا تَغْتَسِلْ، إِلَّا أَنْ تَرَى دَمًا غَلِيظًا

“Apabila seorang wanita setelah suci dari haid, dia melihat seperti air cucian daging, atau flek, atau lebih kuran seperti itu, hendaknya dia cuci dengan air, kemudian wudhu dan boleh shalat tanpa harus mandi. Kecuali jika dia melihat darah kental.” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 994)

Keterangan:

1. Makna ‘air cucian daging’ (Ghusalah Lahm) adalah warna darah merah pucat, layaknya air yang digunakan untuk mencuci daging.

2. Flek atau darah yang keluar statusnya najis, dan membatalkan wudhu. Karena itu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memerintahkan agar dicuci dan berwudhu jika hendak shalat.

Berdasarkan keterangan di atas, flek atau darah yang keluar hanya beberapa saat, kurang dari sehari, tidak terhitung haid. Puasa sah dan boleh melakukan aktivitas apapun.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

kesehatan rahim wanita

Tambah Gemuk Setelah Operasi Kista

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Dok, mohon penjelasannya? 1 tahun kemaren, ibu saya baru menjalani pengangkatan kista ovarium, nah sekarang alhamdulillah sudah mulai membaik. Tapi Dok, hati saya mulai resah karena meskipun ibu saya sudah membaik tapi dilihat dari fisik kok perut ibu saya agak besar Dok?

Ya memang kalau dilihat sekilas seperti wajar saja, karena sekarang ini ibu saya juga mulai tambah gemuk, saya khawatir Dok. Apakah penyakit kista itu bisa tumbuh kembali ya Dok? Tapi selama ini ibu saya tidak pernah mengeluh apa.

Mohon penjelasanya Dok. Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Untuk perut yang bertambah besar setelah operasi, memang efek samping dari operasi adalah terjadi pembesaran di perut, tetapi ini jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh terjadinya peradangan, penumpukan cairan dan nanah sebagai proses penyembuhan. Akan tetapi dengan bantuan obat dan terapi, maka akan hilang serta ukuran perut akan normal kembali dalam hitungan minggu. Adapun menjadi gemuk setelah operasi, maka gemuk itu banyak faktornya, operasi kista bukan penyebabnya secara pasti.

Kista adalah suatu kantong berisi cairan yang membran dan akarnya berbeda di sekitar jaringan. Ketika terbentuk, kista akan tinggal di dalam jaringan secara permanen. Sehingga untuk menghilangkannya maka harus dioperasi dan diangkat sampai akar-akarnya. Apabila ada akar yang tertinggal maka kista bisa tumbuh lagi. Oleh karena itu operasi dilakukan dengan mengorbankan sebagian jaringan dengan mengangkatnya.

Ibu Anda bisa melakukan pemeriksaan kembali karena jika ternyata masih tumbuh, bisa dilakukan operasi ulang sebelum kista membesar, akarnya ikut membesar sehingga akan menjalar ke jaringan lebih luas.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

SOCIAL

8,207FansLike
3,872FollowersFollow
29,950FollowersFollow
61,151SubscribersSubscribe

RAMADHAN