tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
WANITA

Sunnah Rosulullah Bagi Wanita

Assalamualaikum,

Saya mau tanya tentang sunnah rosulluah bagi kaum wanita sedangkan Nabi Muhammad adalah laki-laki. Demikian dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum, wr, wbr.

Dari: Abdul Mahmud

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dalam hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

”Sesungguhnya wanita adalah bagian dari laki-laki.” (HR. Ahmad 26195, Abu Daud 236, Turmudzi 113, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth. Syaikh al-Albani juga menilai hadis ini sebagai hadis shahih).

Ibnul Atsir (w. 606 H) menjelaskan tentang hadis ini,

أي نظائرهم وأمثالهم كأنهن شققن منهم ولأن حواء خلقت من آدم عليه الصلاة والسلام

“Maknanya wanita seperti lelaki, seolah para wanita saudara bagi lelaki. Karena Hawa diciptakan dari Adam ’alaihis shalatu was salam.” (Tuhfah al-Ahwadzi, 1/312).

Hadis ini menjadi kaidah baku bagi para ulama bahwa semua ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlaku bagi lelaki dan wanita. Sunah yang beliau contohkan, juga berlaku bagi wanita, sekalipun beda jenis kelamin. Karena semua yang berlaku bagi lelaki, juga berlaku bagi wanita, kecuali jika ada dalil yang menjelaskan bahwa itu khusus bagi lelaki atau khusus bagi wanita.

Imam Al-Khithabi (w. 388 H) menjelaskan,

وفيه من الفقه إثبات القياس وإلحاق حكم النظير بالنظير فإن الخطاب إذا ورد بلفظ المذكر كان خطابا للنساء إلا مواضع الخصوص التي قامت أدلة التخصيص فيها

Dalam hadis ini terdapat kesimpulan fikih, tentang keberadaan qiyas dan menyamakan hukum suatu kasus dengan kasus yang semisal. Karena semua aturan syariah yang ditujukan bagi lelaki, juga berlaku bagi wanita. Kecuali untuk aturan khusus yang dijelaskan berdasarkan dalil yang mengkhususkan hal itu. (Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud, 1/275).

Demikian pula yang ditegaskan Imam Ibnu Baz, tentang makna hadis ini,

والمعنى والله أعلم أنهن مثيلات الرجال إلا ما استثناه الشارع؛ كالإرث والشهادة وغيرهما مما جاءت به الأدلة

“Makna hadis, bahwa para wanita itu seperti lelaki, kecuali untuk aturan yang dikhususkan syariat, seperti masalah warisan, persaksian, atau aturan lainnya yang dijelaskan oleh beberapa dalil. Allahu a’lam”

Sumber: www.binbaz.org.sa/mat/3427

Sebagai tambahan referensi, anda bisa pelajari:

Cara Sujud Wanita dalam Shalat

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)
Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

ingin hidup melajang

Memilih Hidup Melajang

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb,

mohon penjelasannya bagaimana jika seorang perempuan yang sudah berusia matang lebih memilih untuk hidup melajang, dengan alasan belum merasa siap menikah dan khawatir berlebihan tidak mampu menjadi pasangan yang baik dan mampu bersikap ikhlas bagi pasangannya kelak, apakah hukumnya secara syariat Islam jika seorang muslimah bersikap demikian, saya mohon penjelasannya, jazakallah khairanvideo kajian wanita muslimah

wassalamu’alaikum wr wb

Dari: Akhwat berinisial E.

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman,

وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ

Dan para wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah, tidaklah berdosa menanggalkan pakaian luar mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan aurat, dan menjaga kehormatan adalah lebih baik bagi mereka (QS. An-Nur: 60)

Kemudian, dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang mati syahid, di luar medan jihad. Diantaranya,

وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهَادَةٌ

”Wanita yang mati dalam keadaan jum’in, termasuk mati syahid.” (HR. Ibnu Majah 2803, dan dishahihkan al-Albani).

Diantara makna ’mati dalam keadaan jum’in’ mati dalam keadaan masih gadis. Sebagaimana keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar (w. 852 H) dalam Fathul Bari (6/43).

Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya al-Muhalla menegaskan bahwa menikah hukumnya wajib bagi para pemuda. Akan tetapi beliau mengecualikan kewajiban itu bagi wanita. beliau menegaskan bahwa wanita tidak wajib menikah. Dua dalil di atas, menjadi alasan beliau untuk mendukung pendapatnya. Setelah membahas hukum nikah bagi pemuda, Beliau menegaskan,

وليس ذلك فرضا على النساء، لقول الله تعالى عز وجل: {والقواعد من النساء اللاتي لا يرجون نكاحا}، وللخبر الثابت عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم… فيها: والمرأة تموت بجمع شهيدة» . قال أبو محمد: وهي التي تموت في نفاسها، والتي تموت بكرا لم تطمث.

“Menikah tidak wajib bagi wanita. berdasarkan firman Allah ta’ala, ‘Dan para wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah’ dan berdasarkan hadis shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan, ‘Wanita yang mati dalam keadaan jum’in, dia mati syahid’. Abu Muhammad (Ibnu Hazm) mengatakan, Yaitu wanita yang mati ketika nifas atau yang mati ketika masih gadis, yang belum digauli.” (al-Muhalla, 9/5).

Pendapat Ibnu Hazm ini dikuatkan oleh Syaikh Mustofa al-Adawi – seorang ulama ahli hadis d Mesir –. Dalam buku beliau, Jami’ Ahkam an-Nisa (kumpulan hukum tentang wanita), beliau menegaskan,

لا يجب على النساء أن يتزوجن، وذلك لأنني لا أعلم دليلا صريحا يوجب عليها ذلك

“Tidak wajib bagi wanita untuk menikah, karena saya tidak menjumpai adanya dalil tegas yang menunjukkan kesimpulan wajibnya menikah bagi mereka.” (Jami’ Ahkam an-Nisa, 5/287).

Kemudian Syaikh Musthofa menyebutkan dalil yang menguatkan pendapat beliau, sebuah hadis dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنَةٍ لَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ ابْنَتِي قَدْ أَبَتْ أَنْ تَتَزَوَّجَ، فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَطِيعِي أَبَاكِ” فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا أَتَزَوَّجُ حَتَّى تُخْبِرَنِي مَا حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ أَنْ لَوْ كَانَتْ قَرْحَةٌ فَلَحَسَتْهَا مَا أَدَّتْ حَقَّهُ”. قَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا تَنْكِحُوهُنَّ إِلَّا بإذنهن”

Ada seorang sahabat yang datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama putrinya. ‘Putriku ini menolak untuk menikah.’ Kata orang itu.

Nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Taati bapakmu.’

”Demi Dzat yang mengutus anda dengan membawa kebenaran, saya tidak akan menikah sampai anda sampaikan kepadaku, apa hak suami yang menjadi kewajiban istrinya?” tanya si wanita.

Si wanita itupun mengulang-ulang pertanyaannya.

Sabda beliau, ”Hak suami yang menjadi kewajiban istrinya, bahwa andaikan ada luka di badan suami, kemudian dia jilati luka itu, dia belum memenuhi seluruh haknya.”

” Demi Dzat yang mengutus anda dengan membawa kebenaran, saya tidak akan menikah selamanya.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Janganlah kalian menikahkan putri kalian, kecuali dengan izin mereka.” (HR. Ibnu Hibban 4164, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf 17122, al-Hakim dalam Mustadrak 2767, ad-Darimi dalam Sunannya 3571. Hadis ini dinilai hasan Syuaib al-Arnauth)

Anda bisa perhatikan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyalahkan perkataan wanita tersebut, yang bersumpah tidak akan menikah selamanya. Menunjukkan bahwa prinsip itu tidaklah bertentangan dengan syariat.

Boleh bukan Berarti Dianjurkan

Boleh bukan berarti dianjurkan. Karena secara umum, bagi seluruh kaum muslimin, menikah jauh lebih baik dari pada melajang. Ada sejuta manfaat dan kebaikan yang didapatkan seseorang melalui jalan menikah. Manfaat dunia dan akhirat. Dalam al-Quran menceritakan tentan para rasul-Nya, bahwa diantara ciri mereka adalah memiliki istri dan keluarga,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

Sungguh Aku telah mengutus banyak rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka, istri dan keluarga…(QS. Ar-Ra’du: 38).

Kita memahami, sifat terpuji yang dimiliki para rasul sangat banyak. Karena mereka adalah manusia pilihan yang Allah tunjuk sebagai utusannya. Segala kelebihan dzahir dan batin ada pada mereka. Baik yang diceritakan dalam al-Quran maupun yang tidak diceritakan. Terlebih ciri dan sifat yang diceritakan yang disebutkan dalam al-Quran, umumnya memiliki nilai yang lebih istimewa, atau setidaknya bisa dijadikan panutan bagi manusia lainnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, bahwa Sa’d bin Hisyam pernah menemui Aisyah radhiyallahu ‘anha dan berkata, “Saya ingin melajang sampai mati.” Seketika itu, Aisyah langsung menyanggah,

لَا تَفْعَلْ، أَمَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ: وَلَقَدْ أَرْسَلْنا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنا لَهُمْ أَزْواجاً وَذُرِّيَّةً

“Jangan kau lakukan. Tidakkah kau mendengar firman Allah (yang artinya), ‘Sungguh Aku telah mengutus banyak rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka, istri dan keluarga…’.” (Fathul Qadir, 3/106).

Meskipun semuanya akan memberikan konsekuensi, yang manis maupun pahit. Karena semua pilihan dalam hidup pasti mengandung manfaat sekaligus resiko. Namun bagi muslim yang sabar, segala bentuk resiko itu, justru akan menjadi sumber pahala baginya.

  • Repotnya istri melayani suami, menjadi sumber pahala baginya.
  • Muncul konflik keluarga, bisa menjadi penghapus dosa jika disikapi dengan benar.
  • Repotnya sang ibu ketika hamil dan melahirkan, menjadi sumber pahala baginya.
  • Repotnya sang ibu mengurus anak, menjadi sumber pahala baginya.
  • Karena semua kesedihan yang dialami muslim, tidak akan disia-siakan oleh Allah,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

Hak Istri Terhadap Suaminya yang Telah Mati

Apakah Istri Punya Hak terhadap Suami Setelah Suaminya Meninggal?

Assalamu’alaikum….
ustadz apakah istri tidak memiliki hak lg terhadap suaminya yg telah meninggal?

Dari: Nuke Hardiyati

Jawaban:

Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Menjadi janda merupakan pilihan yang sangat berat bagi kebanyakan wanita. Tidak hanya beban berat bagi dirinya, termasuk bagi keluarganya. Masa-masa indah bersama suami yang telah meninggal dunia, kini tinggal kenangan yang tak mungkin lagi berulang. Terlebih ketika tidak ada lagi harapan untuk membangun keluarga baru dengan suami yang baru.shirt polo muslim

Di sebagian suku india, beberapa wanita membakar diri bersama mayat suaminya. Bahkan ini menjadi doktrin agama Brahma yang mereka anut. Tradisi ini juga terjadi di suku Inka di Peru, kepulauan Fiji, dan beberapa suku di Cina.

Islam tidak mewajibkan apapun kepada wanita yang ditinggal mati suami, selain ihdad (menjalani masa berkabung). Dimana sang istri tidak diperkenankan untuk berdandan dan menerima lamaran nikah selama masa iddah. Batas masa iddah untuk wanita yang tidak sedang hamil adalah 4 bulan 10 hari, sementara untuk wanita hamil, batasnya sampai dia melahirkan. Setelah masa ini, sang janda boleh berdandan selama tidak keluar batas syariah, dan boleh menikah lagi.

Istri Dunia, Istri Akhirat

Adanya ikatan iman pada pasangan suami istri di dunia, akan Allah abadikan sampai kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah pertemukan mereka kembali, dan Allah jadikan mereka sebagai suami istri di surga. Dan setiap wanita, akan dikumpulkan bersama suaminya yang terakhir. Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها

“Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (HR. Thabrani dalam al-Ausath 3248 dan dinilai sahih oleh al-Albani).

Karena itulah, para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diperbolehkan untuk dinikahi oleh lelaki yang lain, sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman,

وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا

Kalian tidak boleh menyakiti hati Rasulullah dan tidak pula menikahi istri-istrinya selama-lamanya sesudah dia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS. Al-Ahzab: 53)

Diantara hikahnya, mereka akan menjadi istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kelak di surga. Dan tidak ada manusia yang surganya lebih mulia dibanding beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nailah bintu al-Farafishah adalah istri Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau menjadi saksi sejarah pembunuhan Utsman yang dilakukan oleh para pemberontak. Seusai masa iddah, beliau dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma.

Namun Nailah menolaknya. Nailah pernah mengatakan,

إنى رأيت الحب يبلى كما يبلى الثوب ، وقد خشيت أن يبلى حزن عثمان من قلبى، والله لا قعد أحد منى مقعد عثمان أبدا

”Aku merasa rasa cintaku bisa luntur sebagaimana baju yang luntur. Namun aku khawatir, kesedihanku terhadap Utsman akan luntur dari hatiku. Demi Allah, tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Utsman untuk diriku selamanya.” (al-Aqdu al-Farid, 3/199).

Hujaimah bintu Hay, Ummu Darda as-Sughra pernah dilamar oleh seseorang sepeninggal Abu Darda radhiyallahu ‘anhu. Namun beliau menolak dan mengatakan,

سمعت أبا الدرداء يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” المرأة لآخر أزواجها” ولست أريد بأبى الدرداء بديلا

”Saya mendengar Abu Darda meriwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Wanita akan dikumpulkan bersama suami yang terakhir.’ Dan saya tidak ingin ada yang menggantikan posisi Abu Darda.” (al-Mathalib al-Aliyah, Ibn Hajar, 5/274).

Keterangan di atas menunjukkan bahwa sang istri yang ditinggal mati suami, masih memiliki hak terhadap suaminya. Hak mereka tidak menjadi putus sama sekali, setelah berakhirnya masa iddah. Selama mereka tidak menikah dengan lelaki yang lain. Karena itu, Allah abadikan ikatan pernikahan mereka sampai di akhirat. Allah pertemukan mereka dan menjadi suami istri di surga.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

hukum memakai celana panjang bagi wanita

Memakai Celana Panjang Bagi Wanita

Pertanyaan:

Apakah hukumnya memakai celana panjang yang banyak dipakai wanita di zaman sekarang?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah Subhanahuwata’alla Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta yang mengikuti mereka hingga hari pembalasan.aplikasi konsultasi syariah

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya memberi nasehat kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, seperti anak laki-laki dan wanita, istri, saudari dan selain mereka. Hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’alla dalam kepemimpinan ini. Hendaklah mereka tidak melepaskan tali ikatan kepada wanita, yang Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam bersabda pada diri mereka:

قال رسول الله : (ماَ رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ )

Rasulullah salallahu’alihi wassalam bersabda: “Aku tidak melihat dari wanita-wanita yang kurang akal dan agama yang lebih mempengaruhi bagi hati laki-laki yang bijaksana selain dari salah seorang dari kalian.” [HR. Al-Bukhari 304, 1462 dan Muslim 79]

Dan saya berpendapat agar kaum muslimin jangan berjalan mengikuti mode ini, berupa berbagai jenis pakaian yang muncul dan banyak dijumpai yang diadaptasi dari trend mode budaya barat, dan kebanyakan darinya tidak sesuai dengan pakaian islami yang harus menutup semua tubuh wanita, seperti pakaian-pakaian pendek, ketat atau tipis. Termasuk di antaranya adalah celana panjang, sesungguhnya ia menggambarkan bentuk kaki wanita, demikian pula perut, pinggang, kedua payudaranya dan bentuk dari anggota tubuh lainnya. Maka memakainya termasuk dalam hadits Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam:

قال رسول الله : (صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ, وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ, مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ, رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ, لاَيَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَيَجِدْنَ رِيْحَهَا, وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا)

Rasulullah bersabda: ‘Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat: Orang-orang yang memiliki cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian seperti telanjang, berlenggang-lenggok dan menggoyang-goyangkan pundaknya, kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium aromanya, dan sesungguhnya aromanya bisa tercium dari jarak seperti ini dan seperti ini.” [HR. Muslim 2128.]

Nasehat saya bagi laki-laki dan wanita yang beriman: hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’alla, bersungguh-sungguh memakai pakaian islami yang menutup tubuh dan janganlah mereka menyia-nyiakan harta mereka untuk mengoleksi seperti pakaian ini. Wallahul muwaffiq.

Pertanyaan 2:

Syaikh, alasan mereka bahwa celana panjang ini lebar dan luas, di mana sudah menutup (semua tubuh)?

Jawaban 2:

Sekalipun luas dan lebar karena membedakan engkau dari laki-laki yang cenderung tidak menutup rapat. Kemudian, dikhawatirkan juga termasuk wanita yang menyerupai laki-laki karena celana panjang termasuk pakaian laki-laki.

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Dakwah, edisi 1/1476 – 18-8-1415 H.

Sumber: Islamhouse.com (publish ulang www.KonsultasiSyariah.com)

apa hamil anggur

Hamil Anggur

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Aku mau tanya Dok. Apa itu hamil anggur? Bagaimana bisa terjadi? Dan bagaimana cara menanggulanginya?

Trim’s

Dari: Ana

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Hamil anggur, atau istilah medisnya mola hydatidiformis, adalah pertumbuhan jaringan hasil pembuahan tak normal di dalam rahim tanpa disertai adanya janin. Kondisi ini merupakan jenis jinak dari penyakit trofoblastik gestasional.

Hamil anggur atau disebut juga kehamilan molar terjadi ketika:

– 1 sel sperma membuahi sel ovum yang tidak memiliki materi genetik (kromosom). Pada sebagian besar kasus, tidak akan terbentuk embrio dan hasil pembuahan akan luruh keluar (keguguran spontan). Namun pada sebagian wanita, hasil pembuahan akan terus bertahan dan menempel di dinding rahim, tanpa embrio, namun hanya berisi sel-sel trofoblas. Sel-sel ini berkembang pesat, disertai dengan terbentuknya plasenta dan produksi hormon hCG yang berlebih, sehingga ibu mengira masih hamil. Hasil pembuahan sperma dan ovum kosong adalah mola hidatidiformis komplit.

– 2 sperma membuahi 1 sel telur normal, sehingga terjadi penumpukan terlalu banyak materi genetik. Embrio berkembang beberapa waktu, namun akan tertekan dan mati akibat perkembangan sel trofoblas yang lebih pesat. Tanda-tandanya juga menyerupai kehamilan normal di awalnya, sebab produksi hormon hCG terus berlangsung. Jenis pembuahan ini menghasilkan mola hidatidiformis parsial. Jumlah hormon hCG pada kehamilan molar sangat tinggi jika dibandingkan kehamilan biasa, dan merupakan indikator pertama adanya kehamilan molar sebelum USG dan pemeriksaan jaringan dilakukan.

Beberapa tanda kehamilan molar antara lain adalah:

  • Gejala kehamilan seperti mual dan muntah, rasa nyeri pada payudara, terhentinya menstruasi, dan pembesaran rahim. Namun pada kehamilan molar, pembesaran rahim lebih besar dibandingkan besar seharusnya untuk usia kehamilan, karena pertumbuhan jaringan molar yang lebih pesat dibanding janin biasa.
  • Pendarahan pada awal kehamilan, yang sering dikelirukan dengan keguguran.
  • Pada kasus yang jarang, kehamilan molar dapat menyebabkan mual dan muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum).

Terkadang kehamilan molar juga tidak menimbulkan gejala, dan diketahui melalui USG rutin pada pemeriksaan antenatal.

Wanita yang mengalami kehamilan molar harus menjalani prosedur pengeluaran produk kehamilan, baik dengan kuret, suction, maupun operasi jika diperlukan. Setelah itu, karena sebagian kecil mola hidatidiformis dapat berkembang menjadi keganasan trofoblastik (kanker yang timbul dari jaringan sel trofoblas), maka dokter akan meminta Ibu untuk kontrol rutin selama beberapa waktu, dengan tujuan memastikan jaringan molar tidak berubah menjadi ganas.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

belum hamil

Hamil Keluar Banyak Darah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya Tia, perempuan usia 17 tahun. Saya punya masalah tntang mens saya, terakhir saya mens Februari tanggal 12. Pada bulan Maret saya tidak mens, saya coba tes kehamilan ternyata positif. Sebelumnya saya konsumsi obat pelancar haid, 1 minggu telat baru saya tes.

Nah tanggal 26 April saya mens tapi hari pertama dan kedua darah keluar sedikit-sedikit terpaksa saya menggunakan pantyliner. Pada hari ketiga sore, perut saya mulai seperti kram dan mngeluarkan darah sangat deras, malahan kadang deras seperti pipis, kepala juga pusing brkunang-kunang saat perut kram. Malam itu sudah ganti pembalut hingga 4x, terdapat gumpalan darah yang terus keluar. Saya coba ke WC terdapat gumpalan yang cukup besar sedkit keras dan banyak. Alhamdulillah, setelah itu perut tidak begitu sakit lagi dan sedikit bisa tidur nyenyak. Setelah itu gumpalan juga tidak keluar banyak.

Pertanyaan saya, kenapa bisa terjadi hal demikian?

Terima kasih

Dari: Tia

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Dari riwayat yang Saudari sebutkan, yakni adanya riwayat terlambatnya menstruasi disertai tes kehamilan yang positif, kemungkinan besar pada saat pemeriksaan tersebut memang benar bahwa Saudari sedang mengandung, kecuali jika sebelumnya Saudari belum pernah melakukan hubungan suami istri; karena pada tes kehamilan jarang dijumpai hasil positif palsu, yang biasanya terjadi akibat adanya hormon lain dalam urin yang menyerupai hormon beta-hCG pada kehamilan.

Akan tetapi, jika melihat dari riwayat keluarnya darah dan gumpalan setelahnya, diiringi rasa nyeri dan kram yang berkurang setelah gumpalan keluar, kemungkinan besar telah terjadi abortus / keguguran spontan, dan produk kehamilan telah dikeluarkan oleh rahim, karena rahim telah berhenti berkontraksi (yang dirasakan pemilik rahim sebagai rasa kram). Namun demikian, untuk memastikan rahim sudah benar-benar bersih, kami sarankan Saudari beserta suami untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan, sehingga jika ada sisa jaringan produk kehamilan yang masih menetap di dalam rahim dapat dibersihkan misalnya melalui proses kuret, dan rahim dapat pulih dengan lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

beda mani dan keputihan wanita

Beda Mani dan Keputihan bagi Wanita

Apa bedanya mani perempuan dan keputihan?

Dari: Dewi

(Dikirim melalui Aplikasi Tanya Ustadz untuk Windows Phone)

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du

Ada beberapa cairan yang keluar dari wanita, selain darah, diantaranya: mani, madzi, dan keputihan.

Berikut ciri khas masing-masing dan perbedaannya,

Pertama, mani

Diantara ciri mani wanita,

1. Encer kekuningan

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن ماء الرجل غليظ أبيض ، وماء المرأة رقيق أصفر

“Mani laki-laki itu kental putih, sedangkan mani wanita agak encer berwarna kuning.” (HR. Muslim, no.311)

Meskipun terkadang ada wanita yang air maninya berwarna putih.

2. Memiliki bau khas seperti bau mayangnya kurma, yang jika kena air seperti bau putih telur.

3. Disertai orgasme dan terkadang rasa lemas setelah mani keluar.

Ketiga hal ini tidak disyaratkan harus ada secara bersamaan. Sehingga, meskipun yang muncul hanya salah satu ciri, sudah cukup untuk menetapkan bahwa cairan itu statusnya mani. Demikian keterangan An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (2/141).

Satu lagi, termasuk ciri mani,

4. Keluar dengan cara memancar, bukan merembes. Allah berfirman tentang penciptaan manusia,

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ ( ) خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ

Hendaknya manusia memperhatikan, dari mana dia diciptakan ( ) dia diciptakan dari air mani yang memancar. (QS. At-Thariq: 5 – 6)

Karakter ‘memancar’ pada mani ini mencakup mani lelaki maupun mani wanita. (Tafsir Al-Qurthubi, jilid 20, hlm. 4)

Kedua, madzi

Cairan bening agak kental yang keluar ketika syahwat naik, namun tidak sampai orgasme. Baik karena membayangkan sesuatu atau ketika bercumbu. Ketika cairan ini keluar, tidak sampai disertai lemas.

Ketiga, keputihan

Cairan bening yang keluar dari rahim, tanpa ada mukadimah syahwat sedikitpun, bahkan terkadang si wanita tidak merasakan keluarnya cairan tersebut.

Mengenai perbedaan hukum antara mani dan madzi, bisa anda pelajari di Perbedaan Air Mani Madzi dan Wadi

Sementara perbedaan antara mani dan keputihan,

Secara hukum, mani statusnya tidak najis, hanya saja jika keluar, wajib mandi. Sementara keputihan, pendapat yang kuat tidak najid, namun membatalkan wudhu.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

air ketuban wanita najis

Apakah Air Ketuban Najis?

Pertanyaan:

Mau tanya ustdz, cairan ketuban, itu najis atau tidak ya ustad?

Dari: Nugraha, FK UGM

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Dr. Abdul Hay Yusuf, Prof. bidang Tsaqafah Islamiyah di Universitas Al-Khorthom, Sudan.

Apakah air yang keluar keluar dari wanita ketika melahirkan itu najis?

Jawab beliau,

فماء الهادي عده أهل العلم من النجاسات التي يجب التطهر منها متى ما أصابت البدن أو الثياب؛ لأنه ودم النفاس سواء من حيث اتحاد السبب والمخرج، والله تعالى أعلم

Air ketuban digolongkan oleh para ulama termasuk najis, yang wajib dibersihkan apabila mengenai badan atau pakaian. Karena air ini sama dengan darah nifas. Sama dari sisi sebab dan tempat keluarnya.

Allahu a’lam

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25707

Di kesempatan yang lain, beliau juga ditanya tantang air ketuban yang ada di sekitar janin. Apakah statusnya najis?

Jawab beliau,

فالذي عليه مذهب المالكية رحمهم الله أن الماء الذي حول الجنين والذي يسمونه (الهادي) إنما هو نجس يجب تطهيره، سواء كان مصحوباً بدم أم لا

“Yang dipegangi dalam madzhab Malikiyah, bahwa air di sekitar janin, yang mereka sebut dengan Al-Hadi, statusnya najis, dan wajib dibersihkan. Baik keluar bersamaan dengan darah maupun tidak.

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25986

Keterangan ulama Malikiyah yang dimaksud di atas, disebutkan dalam Mukhtashar Khalil – salah satu kitab referensi madzhab Malikiyah.

Penulis Mukhtashar Khalil menyebutkan,

ووجب وضوء بهاد

“Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban (hadi).”

Kemudian dalam As-Syarh Al-Kabir, Ad-Dirdir menjelaskan,

(ووجب وضوء بهاد) وهو دم أبيض يخرج قرب الولادة لأنه بمنزلة البول

“(Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban), yaitu cairan bening yang keluar mendekati kelahiran. Karena cairan ini kedudukannya sebagaimana kencing.” (As-Syarh Al-Kabir, 1/175).

Hanya saja, sebagian Malikiyah menilai bahwa cairan ini tidak najis. Ini adalah pendapat Ibnu Rusyd – penulis Bidayatul Mujtahid –. Namun yang kuat dan yang dipegangi dalam madzhab Maliki, cairan ini najis sebagaimana kencing. (As-Syarh Al-Kabir, 1/175)

Konsekuensi dari hukum ini:

  1. Keluarnya ketuban, tidak menghalangi untuk shalat atau puasa, karena tidak termasuk nifas
  2. Ketuban hukumnya najis, sehingga wajib dicuci jika hendak shalat.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

obat pencegah haid untuk puasa

Haid Berhenti Setelah Melahirkan

Pertanyaan:

Assalamua’laikum Dokter.

Istri saya usianya 27 tahun. Dari semenjak melahirkan pada tanggal 24 Januari 2013 sampai sekarang tanggal 7 April 2013 belum mengalami haid, padahal tidak menggunakan/mengonsumsi alat/pil KB. Memang sampai saat ini belum konsul ke dokter/ke bidan. Yang jadi pertanyaan, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Satu lagi Dok, apa nama obat pencair dahak untuk bayi usia 3 bulan? Jazakallah khoir.

Dari: Abahna Firsya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Bapak berikan kepada kami.

Jika yang dimaksudkan belum lagi mendapat haid setelah nifas, dan Ibu menyusui bayinya, khususnya dengan pemberian ASI secara eksklusif, maka hal ini masih wajar saja karena proses menyusui menghambat proses menstruasi normal. Hal ini secara tidak langsung menjadi semacam kontrasepsi alami sehingga terdapat jarak antara kehamilan satu dengan kehamilan selanjutnya. Sebagian wanita ada yang tidak haid sama sekali, namun ada juga yang haid namun tidak lancar. Seiring dengan kembalinya fungsi tubuh ibu seperti sebelum hamil dan berkurangnya frekuensi menyusui, haid Ibu umumnya akan kembali normal.

Diantara obat pengencer dahak pada anak dan bayi adalah obat berbahan aktif karbosistein. Namun untuk bayi dibawah 6 bulan, sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter yang biasa menangani bayi tersebut untuk mengetahui dosis yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

hukum merapikan alis wanita

Merapikan Alis

Pertanyaan:

Assallamualaikum Ustadz.

Saya mau bertanya mengenai hukum merapikan alis (dicukur sebagian sedikit saja) karena alis saya terlalu banyak bagaimana hukumnya? Syukron.

Dari: Asih

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ketika diusir oleh Allah, Iblis bersumpah di hadapan Rab semesta alam untuk menyesatkan seluruh hamba-Nya.

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ( ) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Iblis berkata: Aku bersumpah dengan Keagungan-Mu ya Allah, sungguh akan aku sesatkan mereka semua, kecuali para hamba-Mu diantara mereka yang baik imannya.” (QS. Shad: 82 – 83).

Salah satu diantara misi besar iblis untuk menyesatkan manusia adalah memerintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

“Sungguh aku akan perintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah.” (QS. An-Nisa: 119)

Namun sebagian besar yang terjebak dalam larangan ini adalah para wanita. Allah jadikan, bagian dari keindahan wanita,  tidak ada bulu di wajah selain alis dan bulu mata. Untuk menjaga dari ulah mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang mencukur bulu alisnya.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).

Makna Al-Mutanamishah

Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya. Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106).

An-Nawawi juga menegaskan, bahwa larangan dalam hadis ini tertuju untuk bulu alis,

وأن النهي إنما هو في الحواجب وما في أطراف الوجه

“Larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung-ujung wajah..” (Sharh Shahih Muslim, 14/106).

Ibnul Atsir mengatakan,

النمص: ترقيق الحواجب وتدقيقها طلبا لتحسينها

“An-Namsh adalah menipiskan bulu alis untuk tujuan kecantikan…”

Ibnul Allan mengatakan dalam Syarh Riyadhus Shalihin,

وَالنَّامِصَةُ”: الَّتي تَأخُذُ مِنْ شَعْرِ حَاجِبِ غَيْرِهَا، وتُرَقِّقُهُ لِيَصِيرَ حَسَناً. “وَالمُتَنَمِّصَةُ”: الَّتي تَأمُرُ مَنْ يَفْعَلُ بِهَا ذَلِكَ

“An-Namishah adalah wanita yang mencukur bulu alis wanita lain atau menipiskannya agar kelihatan lebih cantik. Sedangkan Al-Mutanamishah adalah wanita yang menyuruh orang lain untuk mencukur bulu alisnya.” (Dalil al-Falihin, 8:482).

Beberapa ulama yang mengarang kitab kumpulan dosa-dosa besar, seperti Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair, demikian pula Al-Haitami dalam kitabnya Az-Zawajir ‘an Irtikab Al-Kabair menyebutkan bahwa salah satu diantara dosa yang masuk daftar dosa besar adalah mencukur atau menipiskan bulu alis. Karena terdapat hadis yang menyebutkan bahwa Allah melaknat para wanita yang mencukur bulu asli di wajahnya, seperti bulu alis, meskipun itu untuk tujuan kecantikan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

SOCIAL

8,138FansLike
3,790FollowersFollow
29,755FollowersFollow
60,669SubscribersSubscribe

RAMADHAN