tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
WANITA

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Ustadz, beberapa waktu yang lalu saya mengalami keguguran di usia janin 5 minggu. Pada waktu darah pertama kali keluar, saya masih melaksanakan shalat. Setelah dipastikan bahwa darah yang keluar adalah gugurnya janin, saya tidak shalat. Ketika mendapati darah berhenti, saya bersuci dan shalat. Ternyata, belakangan saya membaca fatwa Syaikh Utsaimin bahwa untuk kondisi seperti saya di atas, maka hukum darah yang keluar adalah darah istihadhah, dimana tetap diwajibkan atas saya shalat, dan lain-lain. Mengingat bahwa saya telah meninggalkan shalat selama keluarnya darah, apa yang harus saya lakukan, ustadz? Masalah ini sungguh merisaukan saya. Mohon penjelasannya. Jazakallahu khairan.

Wassalamu’alaikum.

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh. Izin bertanya. Bagaimana hukumnya jika seseorang wanita memiliki kebiasaan bersiul? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum  warahmatullah wabarakatuh.

Pertanyaan:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mempunyai tiga anak perempuan kemudian ia sabar atasnya, memberikan makanan dan pakaian maka mereka menjadi hijab (penghalang) dari neraka.” Apakah penghalang dari neraka ini untuk kedua orang tuanya saja ataukah termasuk di dalamnya pula ibu asuhnya (selain ibu kandung)?

Pertanyaan:

Kami menikah sudah hampir 5 tahun dan sudah dikaruniai 2 anak, usia 4 dan 3 tahun, tetapi istri saya tetap belum mau shalat dan belum berjilbab sesuai tuntunan syariat. Kalau disuruh dia justru melontarkan ucapan yang kurang enak didengar. Bahkan sering kalau dinasihati, dia malah bilang, “Kawin lagi aja sama perempuan yang berjilbab dan yang shalatnya baik.” Saya tidak tahu, dia itu serius atau main-main. Saya sudah langganan majalah dan sering saya suruh baca, bahkan majalah itu saya taruh saja biar dia bisa membacanya, tetapi jawabannya, “Dari sekolah dulu sudah dapat semua itu.” Mohon petunjuk dan pencerahan dari Ustadz dan saya harus bagaimana?

Pertanyaan:

Abang saya memakaikan putrinya jilbab lebar, sementara putrinya masih berumur empat tahun. Abang saya berkata, “Barangsiapa yang tumbuh di atas sesuatu, maka ia akan terbiasa dengannya (seperti yang dikatakan orang: bisa karena terbiasa).” Ia juga berusaha melakukan hal itu kepada anak-anak saya. Saya tidak sependapat dengan prinsipnya tersebut. Saya katakan, “Nanti saja setelah baligh.” Bagaimana komentar Anda tetang sikap keras seperti ini yang diterapkan anak-anak kecil yang masih berusia empat tahun?”

Pertanyaan:

Apa pendapat Anda mengenai seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita, dan sesudah tiga bulan dia bergaul dengan istrinya tersebut. (Kemudian) ayah si istri mengambilnya, dengan alasan untuk mengunjungi ibunya. Lalu, si ayah menghalangi anak perempuannya itu, sambil meminta dan memaksa si suami untuk tinggal bersamanya, dengan meninggalkan ibunya yang sudah janda lagi tua renta, tanpa izin. Ditahannya istrinya itu di tempat ayahnya, dan hal itu telah berlangsung selama delapan belas bulan.

Si suami telah meminta banyak orang muslim untuk menjadi mediator, guna meyakinkan ayahnya akan kekeliruan perilakunya, terlebih lagi si istri juga tidak mendapat mudharat di tempat suaminya. Akan tetapi, si ayah terus bersikeras dan bertekad agar dia (si wanita) tinggal bersama keluarga besarnya. Apakah syariat membolehkan perbuatan itu? Apakah suami dipaksa dalam hal ini? Mohon berikanlah fatwa. Semoga Anda mendapat pahala.

SOCIAL

8,186FansLike
3,849FollowersFollow
29,897FollowersFollow
61,020SubscribersSubscribe

RAMADHAN