<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam &#187; WANITA</title>
	<atom:link href="http://www.konsultasisyariah.com/category/wanita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 May 2013 22:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Hukum Bekas Darah Haid yang Menempel di Celana</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-bekas-darah-haid-yang-menempel-di-celana/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-bekas-darah-haid-yang-menempel-di-celana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 01:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[bekas hais]]></category>
		<category><![CDATA[darah di celana]]></category>
		<category><![CDATA[darah haid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17797</guid>
		<description><![CDATA[Bekas Darah haid yang Menempel di Celana Pertanyaan: Ada seorang wanita, dia sudah membersihkan bekas haid yang ada di celananya, tapi gak bersih2. masih ada aja bekas darahnya, bahkan sampai kering. Nah.. bolehkh celana ini dipake ibadah? Apakah bekas darah ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Bekas Darah haid yang Menempel di Celana</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Ada seorang wanita, dia sudah membersihkan bekas haid yang ada di celananya, tapi gak bersih2. masih ada aja bekas darahnya, bahkan sampai kering. Nah.. bolehkh celana ini dipake ibadah? Apakah bekas darah itu najis?</em><br />
<span id="more-17797"></span><br />
Dari: Ana – Jateng</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p><a title="darah haid" href="http://konsultasisyariah.com/hukum-bekas-darah-haid-yang-menempel-di-celana" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Darah haid</strong></a> hukumnya najis, karena itu wajib dicuci.</p>
<p>Jika sudah dicuci, bahkan dikucek, namun masih ada bekasnya, tidak masalah digunakan untuk shalat atau ibadah lainnya yang mempersyaratkan harus suci dari najis.</p>
<p>Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, bahwa seorang seorang sahabat wanita yang bernama Khoulah bintu Yasar datang kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan bertanya,</p>
<p><em>“Wahai Rasulullah, saya hanya memiliki satu baju, dan ketika haid, saya mengenakan baju ini.”</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menyarankan,</p>
<p class="arab">فإذا طهرت فاغسلي موضع الدم ثم صلي فيه</p>
<p><em>“Jika kamu telah suci, cucilah bekas yang terkena darah, kemudian gunakan baju itu untuk shalat.”</em></p>
<p>Khoulah bertanya lagi: “Ya Rasulullah, bagaimana jika bekasnya tidak hilang?”</p>
<p>Jawab Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,</em></p>
<p class="arab">يكفيك الماء ولا يضرك أثره</p>
<p><em>“Cukup kamu cuci dengan air, dan tidak usah pedulikan bekasnya.”</em> (HR. Abu Daud dan Baihaqi; disahihkan Albani).</p>
<p>Hukum semacam ini sejalan dengan kaidah umum dalam fikih,</p>
<p class="arab">المشقة تجلب التيسير</p>
<p><em>“Kesulitan membawa kemudahan”</em></p>
<p>Dan ini bagian dari kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah memberikan banyak keringanan dalam kesulitan yang tidak mungkin dihindari oleh para hamba-Nya. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</p>
<p><em>Dia sama sekali tidak menjadikan adanya kesempitan untuk kamu dalam agama</em> (QS. Al-Hajj: 78)</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baitss (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan pendidikan agama islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-bekas-darah-haid-yang-menempel-di-celana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memakai Konde di Hari Kartini, Dosa Besar!!</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 10:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi wanita]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[konde]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17718</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Memakai Konde di Hari Kartini Pertanyaan: Di hari kartini banyak perempuan, dewasa maupun anak-anak yg dirias adat jawa. Mereka memakai kebaya dan konde/sanggul. Tiru-tiru gambar Kartini, mengenang jasa Kartini. Apakah sperti ini dibolehkan? Nuwun… Dari: Wong Newyorkarto Jawaban: Bismillah ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Memakai Konde di Hari Kartini</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Di hari kartini banyak perempuan, dewasa maupun anak-anak yg dirias adat jawa. Mereka memakai kebaya dan konde/sanggul. Tiru-tiru gambar <a title="kartini" href="http://konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah" target="_blank" rel="nofollow">Kartini</a>, mengenang jasa Kartini. Apakah sperti ini dibolehkan?</em></p>
<p><em>Nuwun…</em></p>
<p>Dari: Wong Newyorkarto<br />
<span id="more-17718"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Pertama, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarang keras menyambung rambut. Sekalipun itu dilakukan karena sakit atau untuk menutupi aib. Berdasarkan hadis dari Asma’ binti Abu bakr <em>radhiyallahu &#8216;anhuma</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي أَنْكَحْتُ ابْنَتِي، ثُمَّ أَصَابَهَا شَكْوَى، فَتَمَرَّقَ رَأْسُهَا، وَزَوْجُهَا يَسْتَحِثُّنِي بِهَا، أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا؟ &#8221; فَسَبَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ</p>
<p>Ada seorang wanita yang mendatangi Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan mengatakan, ‘Saya telah menikahkan putriku, kemudian dia sakit, sampai rambutnya banyak yang rontok. Sementara suaminya memintaku untuk menanganinya. Bolehkah saya sambung rambutnya?’ kemduian Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mencela keras orang yang menyambung rambut dan orang yang disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari 5935).</p>
<p>Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah r<em>adhiyallahu &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memberikan ancaman yang sangat keras untuk tindakan menyambung rambut semacam ini. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ</p>
<p><em>“Allah melaknat orang yang menyambung rambut dan orang yang disambung rambutnya…” </em>(HR. Bukhari 5933).</p>
<p>Kedua, sambungan rambut yang statusnya terlaknat adalah sambungan rambut yang bentuknya rambut, baik rambut manusia atau rambut sintetis. Karena semacam ini mengandung kesan penipuan. Namun jika sambungan rambut berupa benda selain rambut, pendapat yang lebih kuat, dibolehkan. Seperti kain, atau plastik, atau semacamnya.</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ الْمُحَرَّمَ إنَّمَا هُوَ وَصْلُ الشَّعْرِ بِالشَّعْرِ، لِمَا فِيهِ مِنْ التَّدْلِيسِ وَاسْتِعْمَالِ الشَّعْرِ الْمُخْتَلَفِ فِي نَجَاسَتِهِ، وَغَيْرُ ذَلِكَ لَا يَحْرُمُ، لِعَدَمِ هَذِهِ الْمَعَانِي فِيهَا، وَحُصُولِ الْمَصْلَحَةِ مِنْ تَحْسِينِ الْمَرْأَةِ لِزَوْجِهَا مِنْ غَيْرِ مَضَرَّةٍ</p>
<p>“Yang diharamkan ialah menyambung rambut dengan rambut, karena terdapat tadlis (penipuan) dan menggunakan sesuatu yang masih diperdebatkan kenajisannya. Adapun selain itu, maka tidak diharamkan, karena tidak mengandung makna ini (tadlis dan najis), juga adanya maslahah untuk mempercantik diri kepada suami dengan tidak mendatangkan madharat (bahaya).” (Al-Mughni, 1/70)</p>
<p>Tentu saja, konde yang dikenakan oleh beberapa wanita ketika peringatan hari kartini, pesta nikah, atau pesta adat lainnya, termasuk menyambung rambut yang terlarang. Karena bentuknya sama persis dengan rambut.</p>
<p>Ketiga, Memakai Konde dalam rangka mengagungkan tokoh</p>
<p>Wanita yang datang kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam kisah di atas, sangat membutuhkan untuk bisa menutupi aib putrinya dengan menyambung rambutnya. Terlebih dia didesak oleh suami putrinya agar segera menangani masalah fisik putrinya. Meskipun demikian, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tetap melarangnya. Ibnu Abdil Bar mengatakan,</p>
<p class="arab">فَإِذَا كَانَ هَذَا لِضَرُورَةٍ فَلَا يَحِلُّ، فَكَيْفَ بِهِ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ؟</p>
<p>Jika menyambung rambut untuk kondisi darurat hukumnya tidak halal, bagaimana lagi untuk kasus tidak darurat? (Al-Istidzkar, 8/431)</p>
<p>Untuk itu, tidak mungkin kita mengatakan, boleh pake konde pada hari kartini karena kondisi darurat.</p>
<p>Keempat, Pelanggaran Anak</p>
<p>Yang memakai konde dalam peringatan itu umumnya anak-anak. Namun bisa dipastikan, semacam ini atas prakarsa orang tua. Jika yang memakai konde belum baligh, mereka tidak menanggung dosa. Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّغِيرِ حَتَّى يَكْبُرَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ أَوْ يُفِيقَ</p>
<p>Pena catatan amal diangkat untuk 3 orang: Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai besar (baligh), dan orang gila sampai dia sadar atau berakal. (HR. nasai 3432, Abu Daud 4398, dan dishahihkan Al-Albani).</p>
<p>Tentu saja permasalah tidak berhenti sampai di sini. Karena perbuatan menyambung rambut yang dilakukan salon pada anak ini atas peran orang yang mengendalikannya. Dengan demikian, ada 2 pihak yang bertanggung jawab untuk menanggung dosa pelanggaran ini:</p>
<p>a. Salon yang memasangkan konde, dan merekalah Al-Washilah : orang yang disambung rambutnya</p>
<p>b. Orang tua atau semua pihak yang mengarahkan anak untuk memakai konde. Karena mereka memprakarsai terwujudnya kemaksiatan ini.</p>
<p>Kami hanya bisa menasehatkan agar berhati-hati dalam bersikap, terutama terkait adat yang tidak sesuai syariat. Karena bisa jadi satu pelanggaran kita anggap sebagai hal yang remeh, padahal sejatinya itu pelanggaran besar dalam aturan syariat.</p>
<p>Allah ingatkan hal ini dalam Al-Quran,</p>
<p class="arab">وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ</p>
<p><em>…kemudian nampak bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.</em> (QS. Az-Zumar: 47)</p>
<p>Bisa jadi kita menyangka itu hal biasa dan bukan dosa, ternyata hasilnya basalan yang luar biasa.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan pendidikan agama islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Daging Hewan yang Disembelih Wanita</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-daging-hewan-yang-disembelih-wanita/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-daging-hewan-yang-disembelih-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 06:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[sembelihan wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10474</guid>
		<description><![CDATA[Sembelihan Wanita Pertanyaan: Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya: Apakah boleh wanita menyembelih hewan dan apakah boleh kita memakan hasil sembelihannya? Jawaban: Dibolehkan bagi wanita menyembelih hewan sebagaimana laki-laki berdasarkan beberapa hadis shahih. Dan dibolehkan juga memakan dagingnya, dengan syarat ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Sembelihan Wanita</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya:</p>
<p><em>Apakah boleh wanita menyembelih hewan dan apakah boleh kita memakan hasil sembelihannya?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
<span id="more-10474"></span><br />
Dibolehkan bagi wanita menyembelih hewan sebagaimana laki-laki berdasarkan beberapa hadis shahih. Dan dibolehkan juga memakan dagingnya, dengan syarat wanita tersebut menyembelih dengan syar’i walaupun laki-laki yang mampu menyembelih ada, sebab tidak adanya laki-laki bukan menjadi syarat halalnya sembelihan wanita tersebut.</p>
<p>Syaikh Utsaimin berfatwa dalam hal ini sebagai berikut:</p>
<p>Dibolehkan bagi wanita menyembelih hewan kurban dan semisalnya, sebab dalam urusan ibadah wanita sama halnya dengan laki-laki, kecuali ada dalil yang membedakan antar keduanya. Hal tersebut berdasarkan kisah seorang budak wanita penggembala kambing kemudian ada serigala yang menerkam kambingnya lalu budak tersebut mengambil batu yang tajam untuk menyembelih kambing tersebut, lalu Rasulullah memerintahkan untuk memakan sembelihan tersebut.</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Tentang Wanita</em>, Jilid: 2, Darul Haq, Cetakan VI 2010</p>
<p><strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-daging-hewan-yang-disembelih-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haid Tidak Teratur</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/haid-tidak-teratur-2/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/haid-tidak-teratur-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 23:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Hafidz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[haid tidak teratur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17570</guid>
		<description><![CDATA[Haid Tidak Teratur Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Saya usia 22 tahun belum menikah, sebenarnya haid saya teratur sebulan sekali dan berkisaran ditanggal yang sama. Yang ingin saya tanyakan adalah setelah menstruasi dan sudah suci selama seminggu atau sudah sepuluh hari tapi setelah ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Haid Tidak Teratur</strong></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><em>Assalamu’alaikum.</em></p>
<p><em>Saya usia 22 tahun belum menikah, sebenarnya haid saya teratur sebulan sekali dan berkisaran ditanggal yang sama. Yang ingin saya tanyakan adalah setelah menstruasi dan sudah suci selama seminggu atau sudah sepuluh hari tapi setelah itu seperti menstruasi lagi tapi hanya sedikit keluar bercampur lender, kadang sampai 2 atau 3 hari baru bersih lagi, dan itu kira-kira sudah berlangsung 6 bulan yang lalu. Apa itu termasuk kondisi yang tidak normal / bahkan bahaya?</em><br />
<span id="more-17570"></span><br />
<em>Terima kasih Dokter atas solusinya.</em></p>
<p><em>Wassalamu’alaikum.</em></p>
<p>Dari: Rochmi</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalaam warahmatullahi wabarokatuh.</p>
<p>Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami.</p>
<p>Pada dasarnya keluarnya bercak kecoklatan atau sedikit pink sekitar seminggu setelah haid berhenti, kemungkinan besar merupakan spotting/bercak ovulasi. Sebabnya bisa jadi merupakan darah yang turut keluar saat folikel sel telur pecah, atau meningkatnya hormon estrogen saat ovulasi. Sifatnya cenderung ringan dan bercampur dengan lendir rahim. Meskipun jarang, namun hal ini sepenuhnya normal.</p>
<p>Namun jika keluarnya darah cenderung berwarna merah dan banyak, kemungkinan bukanlah disebabkan oleh ovulasi, dan kami sarankan Saudari untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarokatuh.</p>
<p><strong>Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)</strong><br />
<strong> Artikel <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/haid-tidak-teratur-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemaluan dipegang Istri sebelum Tidur, Wajibkah Mandi?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/kemaluan-dipegang-istri-sebelum-tidur-wajibkah-mandi/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/kemaluan-dipegang-istri-sebelum-tidur-wajibkah-mandi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 22:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhubungan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[kemaluan istri]]></category>
		<category><![CDATA[mandi wajib saat kemaluan disentuh jari]]></category>
		<category><![CDATA[pegang punya suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17595</guid>
		<description><![CDATA[Pegang Kemaluan Suami, Apakah Mandi Wajib atau Wudhu? Pertanyaan: Assalamu alaykum Ustadz.. mau tanya..tentang kebiasaan saya yang kalau tidur senangnya pegang(mentil) alat kelamin suami..tapi tidak menimbulkan syahwat. Bagaimanakah sholatnya? apakah harus mandi wajib atau cukup wudhu saja.. Terimakasih sebelumnya atas ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Pegang Kemaluan Suami, Apakah Mandi Wajib atau Wudhu?</strong></h2>
<p>Pertanyaan:</p>
<p><em>Assalamu alaykum Ustadz..</em><br />
<em> mau tanya..tentang kebiasaan saya yang kalau tidur senangnya pegang(mentil) alat kelamin suami..tapi tidak menimbulkan</em><br />
<em> syahwat. Bagaimanakah sholatnya? apakah harus mandi wajib atau cukup wudhu saja.. Terimakasih sebelumnya atas perhatiannya.</em><br />
<em> Wassalamualaikum..</em></p>
<p>Dari: Ibu Mila<br />
<span id="more-17595"></span><br />
Wa alaikumus salam</p>
<p>Ada dua hal yang menyebabkan seorang lelaki wajib mandi,</p>
<p><strong>Pertama,</strong> keluar mani dengan cara apapun, baik dalam kondisi sadar maupun tidur</p>
<p>Beberapa hadis yang menyebutkan hal ini,</p>
<p>1. Hadis dari Ummu Salamah <em>radhiyallahu &#8216;anha,</em> bahwa Ummu Sulaim datang menghadap Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dalam menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi indah?</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">نعم؛ إِذا رأت الماء</p>
<p>“Betul, wajib mandi, jika dia melihat mani.” (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>2. Hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memberi nasehat kepadanya,</p>
<p class="arab">إِذَا رَأَيْتَ الْمَذْيَ فَاغْسِلْ ذَكَرَكَ، وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، فَإِذَا فَضَخْتَ الْمَاءَ فَاغْتَسِلْ</p>
<p><em>“Apabila engkau melihat madzi, cucilah kemaluanmu, kemudian wudhulah sebagaiman wudhu untuk shalat (wudhu sempurna), dan jika kamu memancarkan air mani maka mandilah.”</em> (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">فخروج المنيِّ الدافق بشهوة يوجب الغسل من الرجل والمرأة في يقظة أو في نوم، وهو قول عامَّة الفقهاء، قال التِّرمذي، ولا نعلم فيه خلافاً</p>
<p>Keluarnya mani yang memancar disertai syahwat, mewajibkan mandi bagi lelaki dan wanita, baik dalam kondisi sadar maupun tidur. Ini merupakan pendapat ulama secara umum. At-Turmudzi menegaskan, ‘Saya tidak menjumpai adanya perselisihan dalam masalah ini.’ (Al-Mughni, 1/146)</p>
<p>Dari kasus yang anda sampaikan bisa disimpulkan,</p>
<p>Jika suami tidak keluar mani <a title="ketika kemaluan dipegang istri" href="http://konsultasisyariah.com/kemaluan-dipegang-istri-sebelum-tidur-wajibkah-mandi" target="_blank" rel="nofollow">ketika kemaluan dipegang istri</a> maka tidak wajib mandi, meskipun <a title="suami mengeluarkan madzi" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">suami mengeluarkan madzi</a>.<br />
Jika pada proses memegang kemaluan menyebabkan kemaluan suami mengeluarkan mani, maka dia wajib mandi.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/kemaluan-dipegang-istri-sebelum-tidur-wajibkah-mandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lama Tidak Berhubungan Intim, Perawan Kembali?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/lama-tidak-berhubungan-intim-perawan-kembali/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/lama-tidak-berhubungan-intim-perawan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 09:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Raehanul Bahraen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[lama tidak hubungan intim]]></category>
		<category><![CDATA[perawan kembali]]></category>
		<category><![CDATA[senggama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17590</guid>
		<description><![CDATA[3 Tahun tidak Pernah Berhubungan Lagi, Apakah Bisa Seperti Perawan? Pertanyaan: Assalamualaikum .. Saya mau tanya , Apakah seseorang yg tidak perawan kemudian tidak melakukan hubungan intim selama 3 th atau beberapa tahun akan keliatan perawan lagi? Krn mungkin mengalami ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>3 Tahun tidak Pernah Berhubungan Lagi, Apakah Bisa Seperti Perawan?</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamualaikum ..</em><br />
<em> Saya mau tanya , Apakah seseorang yg tidak perawan kemudian tidak melakukan hubungan intim selama 3 th atau beberapa tahun akan keliatan perawan lagi? Krn mungkin mengalami penyempitan.Terima kasih sebelumnya.</em></p>
<p><em>Wassalam mualaikum .</em></p>
<p>Dari: Ira P.<br />
<span id="more-17590"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam,</p>
<p>Jawabannya tidak bisa kembali lagi kelihatan <a title="seperti perawan" href="http://konsultasisyariah.com/lama-tidak-berhubungan-intim-perawan-kembali" target="_blank" rel="nofollow">seperti perawan</a>, karena selaput dara telah robek ketika pertama kali berhubungan. Dan tidak juga mengalami penyempitan karena karena kelamin wanita terdiri dari susunan otot-otot yang menyangga. Otot sebagaimana otot tubuh yang lain, jika telah longgar maka perlu dilatih agar kencang kembali. Jika sekedar dibiarkan maka tidak akan mengencang sendiri.</p>
<p>Untuk mengencangkannya bisa melakukan senam kegel, yaitu senam melatih otot-otot (otot pubocoksigeus) disekitar panggul dan kelamin. Cara mengetahui otot yang dimaksud yaitu ketika akan buang air kecil, tahan sejenak, maka otot yang digunakan untuk menahan itulah otot yang dimaksud. Bisa dilatih dengan hitungan, mengencangkan dengan 10 hitungan kemudan tahan 10 hitungan, atau metode lainnya.</p>
<p><strong>Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/lama-tidak-berhubungan-intim-perawan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinding Rahim Tipis</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/dinding-rahim-tipis/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/dinding-rahim-tipis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 03:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Raehanul Bahraen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[dinding rahim]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ingin hamil lagi]]></category>
		<category><![CDATA[tipis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17082</guid>
		<description><![CDATA[Rahim Tipis Pertanyaan: Dok, pada tahun 2012 istri saya saat itu berumur 24 tahun, melahirkan melalui operasi caessar setelah melewati proses pembukaan sempurna (10) namun tetap tidak bisa melahirkan normal. Setelah melahirkan (bayi laki-laki), dokter mengatakan kalau rahim istri saya ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Rahim Tipis</strong></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><em>Dok, pada tahun 2012 istri saya saat itu berumur 24 tahun, melahirkan melalui operasi caessar setelah melewati proses pembukaan sempurna (10) namun tetap tidak bisa melahirkan normal. Setelah melahirkan (bayi laki-laki), dokter mengatakan kalau rahim istri saya sudah tipis karena terlalu banyak mengejan saat proses melahirkan.</em><br />
<span id="more-17082"></span><br />
<em>Pertanyaan saya, apakah rahim yang tipis tersebut bisa kembali normal dan bagaimana tipsnya? Jikalau tidak, hal apa yang harus diperhatikan saat akan menghadapi kehamilan ke-2?</em></p>
<p><em>Terima Kasih</em></p>
<p>Dari: Didi</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Yang dimaksud dengan <a title="dinding rahim" href="http://konsultasisyariah.com/dinding-rahim-tipis" target="_blank" rel="nofollow">dinding rahim</a> oleh dokter adalah lapisan endometrium pada rahim. Lapisan endometrium erat kaitannya dengan produksi hormon yaitu hormon progesteron.  Dan tebal-tipisnya dinding rahim bisa diketahui dengan pemeriksaan USG.</p>
<p>Penyebab tipisnya rahim:</p>
<ul>
<li>Kekurangan hormon yang menjaga ketebalan rahim</li>
<li>Peregangan rahim ketika usia janin semakin besar.</li>
<li>Adanya tekanan yang membuat rahim tipis</li>
</ul>
<p>Terlalu banyak mengejan bisa membuat <a title="rahim tipis" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">rahim tipis</a> terutama di bagian bawah rahim (jalan keluar). Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa persepsi tipisnya rahim bisa berbeda-beda antara dokter walaupun kecil kemungkinannya. Sehingga disarankan agar kita melakukan <i>second opinion</i> (meminta pendapat dokter yang lain). Jika memang benar dinding rahim tipis, maka dianjurkan melakukan operasi caesar, karena persalinan normal beresiko.</p>
<p>Rahim yang sudah tipis bisa kembali normal dengan berjalannya waktu karena tubuh bisa mengkompensasi. Dengan pola hidup sehat dan menjaga berat badan yang seimbang serta berolahraga rutin insya Allah ketebalan rahim akan kembali. Jika perlu dokter akan meresepkan obat berisi hormon agar ketebalan rahim kembali normal. Waktu kembalinya ketebalan rahim tergantung faktor-faktor tersebut.</p>
<p>Jika <a title="ingin hamil kembali" href="http://konsultasisyariah.com/dinding-rahim-tipis" target="_blank" rel="nofollow">ingin hamil kembali</a>, maka dinding rahim sebaiknya telah mencapai ketebalan yang normal. Karena dinding rahim yang tipis menyebabkan hasil konsepsi (benih) tidak bisa menempel pada dinding rahim, jika menempel maka ada kemungkinan dinding rahim tidak kuat menopang benih tersebut sehingga ada kemungkinan terjadi keguguran. Apabila kehamilan terjadi dengan ketebalan yang cukup, maka kehamilan bisa berjalan sebagaimana biasanya serta menjalani kehamilan sebagaimana orang normal.</p>
<p><strong>Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/dinding-rahim-tipis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resiko Wanita Hamil Naik Pesawat</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/bahayakah-saat-hamil-naik-pesawat/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/bahayakah-saat-hamil-naik-pesawat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 07:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Hafidz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17377</guid>
		<description><![CDATA[Resiko Naik Pesawat Ketika Hamil Pertanyaan: Assalammu’alaikum. Aku ibu 31 thn, saat ini sedang hamil anak ke 3 usia kandungan 26-27 minggu. Pertanyaan saya: 1. Bolehkan ibu hamil berpergian dengan menggunakan pesawat terbang? 2. Adakah tips khusus untuk ibu hamil ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Resiko Naik Pesawat Ketika Hamil</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalammu’alaikum.</em></p>
<p><em>Aku ibu 31 thn, saat ini sedang hamil anak ke 3 usia kandungan 26-27 minggu. Pertanyaan saya:</em></p>
<p><em>1. Bolehkan ibu hamil berpergian dengan menggunakan pesawat terbang?</em></p>
<p><em>2. Adakah tips khusus untuk ibu hamil supaya tetap aman melakukan perjalanan tersebut?</em></p>
<p><em>Saya sangat menanti jawabannya. Terima kasih</em></p>
<p>Dari: Irmi<br />
<span id="more-17377"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.</p>
<p>Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.</p>
<p>Sepengetahuan kami, <a title="ibu hamil" href="http://konsultasisyariah.com/bahayakah-saat-hamil-naik-pesawat" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Ibu hamil</strong></a> tetap dapat bepergian dengan pesawat terbang jika tidak ada keluhan dan kehamilan berlangsung lancar. Waktu paling baik memang berkisar pada trimester kedua, karena kandungan sudah lebih kuat, dan risiko keguguran maupun persalinan prematur minimal; ibu tidak melakukan perjalanan udara pada usia kehamilan diatas 36 minggu, trimester pertama yang bermasalah, atau memiliki penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol, hipertensi, risiko keguguran, dsb.</p>
<p><a title="Ibu hamil" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">Ibu hamil</a> sebaiknya memeriksakan diri terlebih dulu ke dokter sebelum bepergian untuk memastikan kondisi kesehatan Ibu dan janin, dan mengecek kebijakan maskapai penerbangan yang akan digunakan mengenai ibu hamil dan usia kehamilan berapa saja yang tidak diperbolehkan untuk terbang. Sebaiknya ibu juga aktif meminta kursi pesawat yang lebih nyaman untuk ibu hamil, seperti kursi lorong di bagian tengah pesawat yang guncangannya minimal.</p>
<p>Disamping itu, ibu juga disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar sehingga memudahkan gerak dan pernafasan Ibu, konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Jika penerbangan berlangsung lama, hendaknya Ibu bangkit sebentar untuk berjalan-jalan ringan di lorong pesawat sekitar 5 menit, setiap jamnya, untuk melancarkan peredaran darah. Setiap 30 menit atau kurang dari itu, bergeraklah dengan menekuk pergelangan kaki/ kaki atau merenggangkannya, dan menggerak-gerakkan jari-jari kaki. Kenakan sabuk pengaman selama duduk sepanjang penerbangan untuk menghindari risiko benturan jika terjadi turbulensi.</p>
<p>Dan terakhir, jika Ibu merasakan kontraksi yang kuat dan tidak biasa, disertai nyeri yang konstan dan memberat selama penerbangan, jangan ragu untuk memberi tahu pramugari/petugas di pesawat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarokatuh</p>
<p><strong>Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/bahayakah-saat-hamil-naik-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Halal Memuaskan Suami Ketika Istri Haid</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 23:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Problematika Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhubungan intim saat haid]]></category>
		<category><![CDATA[burung suami]]></category>
		<category><![CDATA[memuaskan isteri]]></category>
		<category><![CDATA[onani saat istri haid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17242</guid>
		<description><![CDATA[Memuaskan Suami saat Haid Pertanyaan: Bismillah&#8230; ustadz, bagaimana cara memuaskan suami ketika istri haid? bolehkah istri (&#8216;afwan) memainkan penisnya hingga maninya keluar? Apakah ini termasuk onani atau tidak? syukron Dari: Ana Jawaban: Bismillah was shalatu was salamu &#8216;ala rasulillah, amma ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Memuaskan Suami saat Haid</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Bismillah&#8230; ustadz, bagaimana cara memuaskan suami ketika istri haid? bolehkah istri (&#8216;afwan) memainkan penisnya hingga maninya</em> <em>keluar? Apakah ini termasuk onani atau tidak?<br />
</em><em>syukron</em></p>
<p>Dari: Ana<br />
<span id="more-17242"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu &#8216;ala rasulillah, amma ba&#8217;du,</em></p>
<p>Ada seribu cara untuk <a title="memuaskan suami ketika istri sedang haid" href="http://konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid" target="_blank" rel="nofollow">memuaskan suami ketika istri sedang haid</a>. Karena islam tidak menghukumi fisik <a title="wanita haid" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">wanita haid</a> sebagai benda najis yang selayaknya dijauhi, sebagaimana praktek yang dilakukan orang yahudi. Anas bin Malik menceritakan,</p>
<p>أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. kemudian Allah menurunkan ayat, yang artinya:</p>
<p><em>&#8220;Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah bahwa haid itu kotoran, karena itu hindari wanita di bagian tempat keluarnya darah haid&#8230;&#8221;</em> (HR. Muslim 302).</p>
<p>Dengan demikian, suami masih bisa melakukan apapun ketika istri haid, selain yang Allah larang dalam Al-quran, yaitu melakukan hubungan intim.</p>
<h3><strong>3 Macam Interaksi Intim Suami dan Istri Ketika Haid</strong></h3>
<p>Ada 3 macam interaksi intim antara suami &amp; istri ketika haid:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> interaksi dalam bentuk hubungan intim ketika haid. Perbuatan ini haram dengan sepakat ulama, berdasarkan firman Allah,</p>
<p class="arab">وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ</p>
<p><em>Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: &#8220;Haid itu adalah suatu kotoran&#8221;. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.</em> (QS. Al-Baqarah: 222)</p>
<p>Orang yang melanggar larangan ini, wajib bertaubat kepada Allah, dan membayar kaffarah, berupa sedekah satu atau setengah dinar. Keterangan tentang ini bisa anda simak di: <a title="Hukum Berhubungan Badan setelah Haid Berhenti tetapi Belum Mandi Wajib" href="http://www.konsultasisyariah.com/berhubungan-badan-setelah-haid-berhenti-tetapi-belum-mandi-wajib/" target="_blank"><strong>Hukum Berhubungan Badan setelah Haid Berhenti tetapi Belum Mandi Wajib</strong></a></p>
<p><strong>Kedua,</strong> interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu selain di daerah antara pusar sampai lutut istri ketika haid. Interaksi semacam ini hukumnya halal dengan sepakat ulama. A&#8217;isyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي</p>
<p>Apabila saya haid, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa salla</em>m menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku. (HR. Ahmad 25563, Turmudzi 132 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan oleh Maimunah<em> radhiyallahu &#8216;anha</em>,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ نِسَاءَهُ فَوْقَ الْإِزَارِ وَهُنَّ حُيَّضٌ</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa salla</em>m bercumbu dengan istrinya di daerah di atas sarung, ketika mereka sedang haid. (HR. Muslim 294)</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu di semua tubuh istri selain hubungan intim dan anal seks. Interaksi semacam ini diperselisihkan ulama.</p>
<p>1. Imam Abu Hanifah, Malik, dan As-Syafii berpendapat bahwa perbuatan semacam ini hukumnya haram. Dalil mereka adalah praktek Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, sebagaimana keterangan A&#8217;isyah dan Maimunah.</p>
<p>2. Imam Ahmad, dan beberapa ulama hanafiyah, malikiyah dan syafiiyah berpendapat bahwa itu dibolehkan. Dan pendapat inilah yang dikuatkan An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/205).</p>
<p>Diantara dalil yang mendukung pendapat kedua adalah</p>
<p>a. Firman Allah</p>
<p class="arab">وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ</p>
<p><em>&#8220;Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: &#8220;Haid itu adalah suatu kotoran&#8221;. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari Al-Mahidh..&#8221;</em></p>
<p>Ibn Utsaimin mengatakan,</p>
<p>Makna Al-Mahidh mencakup masa haid atau tempat keluarnya haid. Dan tempat keluarnya haid adalah kamaluan. Selama masa haid, melakukan hubungan intim hukumnya haram. (As-Syarhul Mumthi&#8217;, 1/477)</p>
<p>Ibn Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">فتخصيصه موضع الدم بالاعتزال دليل على إباحته فيما عداه</p>
<p>Ketika Allah hanya memerintahkan untuk menjauhi tempat keluarnya darah, ini dalil bahwa selain itu, hukumnya boleh. (Al-Mughni, 1/243)</p>
<p>b. Hadis dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ketika para sahabat menanyakan tentang istri mereka pada saat haid. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ</p>
<p><em>&#8220;Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah.&#8221;</em> (HR. Muslim 302).</p>
<p>Ketika menjelaskan hadis ini, At-Thibi mengatakan,</p>
<p class="arab">إِنَّ الْمُرَادَ بِالنِّكَاحِ الْجِمَاعُ</p>
<p>&#8220;Makna kata &#8216;nikah&#8217; dalam hadis ini adalah hubungan intim.&#8221; (Aunul ma&#8217;bud, 1/302)</p>
<p>Hubungan intim disebut dengan nikah, karena nikah merupakan sebab utama dihalalkannya hunungan intim.</p>
<p>c. Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa terkadang Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> juga melakukan praktek yang berbeda seperti di atas.</p>
<p>Diriwayatkan dari Ikrimah, dari beberapa istri Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أراد من الحائض شيئا ألقى على فرجها ثوبا</p>
<p><em>&#8220;Bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang haid, beliau menyuruhnya untuk memasang pembalut ke kemaluan istrinya.&#8221;</em> (HR. Abu Daud 272 dan Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Sanadnya kuat).</p>
<h3><strong>Onani Bukan Solusi</strong></h3>
<p>Memahami hal ini, selayaknya suami tidak perlu <a title="risau ketika istrinya haid" href="http://konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid" target="_blank" rel="nofollow">risau ketika istrinya haid</a>. Dan jangan sekali-kali melakukan <a title="onani" href="http://www.konsultasisyariah.com/dampak-buruk-onani-bagi-kesehatan/" target="_blank">onani</a> tanpa bantuan tubuh istri. Mengeluarkan mani dengan selain tubuh istri adalah perbuatan yang terlarang, sebagaimana firman Allah ketika menyebutkan kriteria orang mukmin yang beruntung,</p>
<p class="arab">وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ( ) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ( ) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ</p>
<p><em>Orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.</em> (QS. Al-Mukminun: 5 – 7)</p>
<p>Diantara sifat mukminin yang beruntung adalah orang yang selalu menjaga kemaluannya dan tidak menyalurkannya, selain kepada istri dan budak wanita. Artinya, selama suami menggunakan tubuh istri untuk mencapai klimaks syahwat, maka tidak dinilai tercela. Berbeda dengan &#8220;orang yang mencari selain itu&#8221;, baik berzina dengan wanita lain, atau menggunakan bantuan selain istri untuk mencapai klimaks (baca: onani), Allah sebut perbuatan orang ini sebagai tindakan melampaui batas.</p>
<p>Allahu a&#8217;lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/cara-halal-memuaskan-suami-ketika-istri-haid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri Kista</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/ciri-kista/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/ciri-kista/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2013 04:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Hafidz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[ciri kista wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=14017</guid>
		<description><![CDATA[Ciri-ciri Kista Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh Dokter, saya mau tanya. Untuk tanda-tanda kalau perempuan mengidap kista itu apa aja ya? Soalnya, saya punya adik perempuan umurnya sekitar 22 tahun. Ada benjolan kalau diraba di antara organ intim dan kalau kecapean ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Ciri-ciri Kista</strong></h1>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Dokter, saya mau tanya. Untuk <em>tanda-tanda kalau perempuan mengidap kista</em> itu apa aja ya?</p>
<p>Soalnya, saya punya adik perempuan umurnya sekitar 22 tahun. Ada benjolan kalau diraba di antara organ intim dan kalau kecapean atau stres kadang pegal gitu, itu kenapa ya? Dan baiknya rekomendasiin periksa ke dokter apa?<br />
<span id="more-14017"></span><br />
<em>Jazakallahu khairan katsiro</em></p>
<p>Dari: Ikhsan</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada tim kami.</p>
<p>Tanda kista cukup beragam, tergantung dari lokasi timbulnya, ukuran, dan tingkat keparahannya. Pada organ bagian luar, tanda yang paling mudah diamati adalah adanya benjolan. Gejala bervariasi, mulai dari tak bergejala sama sekali, hingga terasa nyeri, bengkak, sulit berkemih jika posisi kista di dekat muara saluran kemih, rasa tidak nyaman saat berjalan, dan sebagainya.</p>
<p>Ada beberapa penyebab untuk terduga kista di daerah yang dikeluhkan, diantaranya adalah kista akibat penyumbatan kelenjar Bartholini, lokasinya dekat muara saluran reproduksi wanita, penyumbatannya menyebabkan produksi kelenjar berupa lendir (mukus) terperangkap sehingga timbul benjolan. <a title="ciri kista" href="http://konsultasisyariah.com/ciri-kista" target="_blank" rel="nofollow">Kista</a> ini tidak sering terjadi, namun jika terjadi pada wanita biasanya pada usia 20 an awal. Kista ini tidaklah berbahaya, namun jika sudah membesar dan iritasi, menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman, dapat dilakukan tindakan bedah minor di daerah tersebut. Penyebab lainnya kemungkinannya adalah kista inklusi, kista epidermal, dan endometriosis pada vulva.</p>
<p>Penderita dapat diperiksakan ke dokter ahli kebidanan dan kandungan, untuk melihat apakah benar benjolan tersebut adalah kista, atau lainnya, dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan sesuai dengan derajat gangguan yang ada.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p><strong>Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan <a title="konsultasi kesehatan dan tanya jawab pendidikan islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/ciri-kista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
