<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam &#187; Firqoh</title>
	<atom:link href="http://www.konsultasisyariah.com/category/manhaj/firqoh-manhaj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 09:00:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Berita Kerusuhan di Suriah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/berita-suriah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/berita-suriah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 02:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10777</guid>
		<description><![CDATA[Berita Suriah Pertanyaan: Assalamu’alaikum Saya beberapa kali membaca di internet tentang kerusuhan di Suriah. Apa sebenarnya yang terjadi di sana? Dari: Ray Jawaban: Wa’alaikumussalam Kejadian di Suriah Pergolakan di Suriah sudah terjadi lebih dari satu tahun, sejak 15 Maret 2011 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Berita Suriah</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu’alaikum</p>
<p>Saya beberapa kali membaca di internet tentang kerusuhan di <strong>Suriah</strong>. Apa sebenarnya yang terjadi di sana?</p>
<p>Dari: Ray<br />
<span id="more-10777"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa’alaikumussalam</p>
<h3>Kejadian di Suriah</h3>
<p>Pergolakan di Suriah sudah terjadi lebih dari satu tahun, sejak 15 Maret 2011 sampai saat ini lebih dari 11.000 orang tewas dan ribuan bangunan hancur. Peristiwa ini merupakan akumulasi dari tindakan represif pemerintah Suriah sejak dahulu.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Hafiz al Asad, -ayah dari presiden sekarang, Basyar al Asad- rakyat Suriah khususnya dari kalangan Ahlussunnah ditindas dan dibantai:</p>
<ul>
<li>12 April 1980, pemerintahan Al Asad membunuh ratusan orang di kota Hamah.</li>
<li>27 Juni 1980 sekitar 1500 orang-orang yang ditawan pemerintah terdiri dari pihak oposisi, dosen, cendekiawan, dan ulama tewas di penjara kota Tadmur.</li>
<li>11 Agustus 1980 serangan terhadap penduduk kota Halb menewaskan 100 orang.</li>
<li>Tahun 1982 tentara Suriah di bawah kendali presiden Hafidz Al Assad dan saudaranya Raf’at Al Assad kembali melakukan pembantaian terhadap Ahlussunnah di kota Hama. Dalam penyerangan selama 1 bulan mereka berhasil menguasai kota dan membantai 70.000 penduduk kota hama. Mereka menculik lebih dari 20.000 penduduk, melakukan pemerkosaan terhadap wanita, menghancurkan rumah, bangunan, masjid, gereja serta pasar. Dalam penyerangan tersebut lebih dari 10.000 penduduk terpaksa mengungsi keluar kota Hama.</li>
</ul>
<p>Terlalu panjang untuk diceritakan kebiadaban rezim Al Asad ini dan sangat sulit diterima oleh akal kekejaman yang mereka lakukan terhadap rakyatnya, namun inilah realitanya. Kita bisa saksikan video-video pembantaian seperti itu.</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/liKp7K2DhGU?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Setelah menyaksikan video di atas, tentu membuat kita bertanya-tanya, apa yang membuat prajurit-prajurit dan orang-orang yang pro pemerintahan Suriah begitu tega membantai orang-orang dengan cara yang keji demi menuruti kehendak dinasti Asad dan tetap menjaga langgenggnya kekuasaan mereka. Video berikut ini jawabannya</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/wZoEOQsxt8w?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<h3>Siapa Basyar al Asad dan Mengapa Ia Membunuh Ahlussunnah?</h3>
<p>Basyar al Asad adalah pemimpin partai Bath di Suriah yang berideologi sosialis. Namun secara pribadi ia berideologi Syiah Nushiariyah, salah satu sekte Syiah yang ekstrim. Dengan demikian tidak heran Rusia yang berpaham komunis dan Iran yang merupakan manifestasi ajaran Syiah, membantu pemerintahan Baysar al Asad memerangi umat Islam dan para oposisi, tujuannya agar Baysar al Asad tetap langgeng di tanah Arab dan cita-cita revolusi Iran untuk mensyiahkan Arab pun tercapai.</p>
<p>Apabila pembahasan ini dibicarakan dari kaca mata politik saja, tentu kita tidak akan mencapai substansi permasalahan dan pembahasan pun akan simpang siur dikarenakan ketidakpastian berita dan banyaknya kepentingan. Agar lebih menyentuh substansi permasalahan, pembahasan ini haruslah dibahas dari kaca mata ideologi, yang mana merupakan penggerak utama aktivitas seseorang atau kelompok.</p>
<p>Syiah merupakan ajaran yang sudah sangat lama ada, jauh sebelum keberadaan Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Ajaran ini dicetuskan oleh Abdullah bin Saba, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam untuk memecah belah Islam dari dalam. Keberadaan mereka di tengah kaum mulimin selalu menimbulkan kerugian dan pertumpahan darah. Bagi orang-orang yang mempelajari sejarah tentunya akan tahu apa yang menyebabkan jutaan umat Islam tewas di Baghdad oleh tentara Mongol dan mengapa pula Timur Lang membantai sekian banyak umat Islam pada masanya berkuasa. Semua itu karena pengaruh Syiah. Lalu apa ideologi Basyar al Asad dan Timur Lang yang membuat mereka yakin mengobarkan peperangan dan tega untuk membunuh melakukan pembantaian. Berikut ini kami kutipkan dari buku-buku Syiah, bagaimana mereka memandang Ahlussunnah.</p>
<p>Dari Daud bin Farqad, dia berkata, saya berkata kepada bapakku, Abdullah ‘<em>alaihissalam</em> “Apa pendapatmu tentang pembunuhan terhadap pembangkang?” Dia menjawab, “Halal darahnya, tetapi saya merasa khawatir kepadamu. Jika kamu mampu menimpakan dinding atau menenggelamkannya ke dalam air agar tak ada seorang pun yang melihatnya, maka lakukanlah.” (<em>Wasail Asy Syiah</em>, 18:436, <em>Bihar Al Anwar</em>, 27:231). Khomeini –pemimpin revolusi Iran- mengatakan, “Jika kamu mampu untuk mengambil hartanya, maka ambillah dan berikan kepada kami seperlimanya.”</p>
<p>Sayid Ni’matullah Al Jazairi berkata, “Sesungguhnya Ali bin Yaqthin, pembantu Rasyid berkumpul di dalam penjara yang dihuni oleh sekelompok pembangkang (Ahlussunnah), maka dia menyuruh budak-budaknya untuk meruntuhkan atap agar menimpa orang-orang yang ada di penjara sehingga mereka semuanya mati dan jumlah mereka adalah lima ratus orang laki-laki.” (<em>Al Anwar anNu’maniyah</em>, 3:308)</p>
<p>Ni’matullah al Jazairi mengatakan, “Mereka (Ahlussunnah) adalah orang-orang kafir yang najis berdasarkan kesepakatan ulama Syiah Imamiyah. Mereka lebih jahat daripada Yahudi dan Nashrani. Dari tanda orang yang membangkang adalah lebih mengutamakan selain Ali dalam imamah.” (<em>Al Anwar an Nu’maniyah</em>, 206-207).</p>
<p>Oleh karena itulah, Basyar dan tentaranya tega melakukan kekejaman sedemikian rupa karena ada motivasi ideologi yang menuai pahala (jihad). Demikian juga selogan pasukan Iran ketika membantu pasukan Suriah memerangi Ahlussunnah, mereka mengatakan, “<em>Uqtulul sunnah dakhola al jannah</em>.” Bunuhilah orang-orang Ahlussunnah maka akan masuk surga.  Ketika diwawancari di stasiun televisi, saat ditanya apakah ia (Basyar) merasa bersalah melakukan pembantaian tersebut, ia mengatakan “Saya telah melakukan hal yang terbaik untuk melindungi orang-orang (menurut dia), jadi mengapa harus merasa bersalah.”</p>
<p><strong>Dijawab oleh Nurfitri Hadi (Tim <a href="http://konsultasisyariah.com/berita-suriah" target="_blank" rel="nofollow">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Tags: <strong>Berita Suriah</strong>, <strong>Syiah Suriah.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/berita-suriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adzan dan Tata Cara Shalat Syiah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/adzan-dan-tata-cara-shalat-syiah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/adzan-dan-tata-cara-shalat-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 09:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10589</guid>
		<description><![CDATA[Sunni dan Syiah &#8211; Adzan dan shalat merupakan dua ibadah yang agung. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan pembeda antara keimanan dan kekafiran. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sunni dan Syiah</strong> &#8211; Adzan dan shalat merupakan dua ibadah yang agung. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan pembeda antara keimanan dan kekafiran. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir.</em>&#8220;(HR Muslim no. 978). Beliau juga menjelaskan parameter baiknya amalan seseorang itu dengan shalat,<br />
<span id="more-10589"></span><br />
<em>“Amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya dan jika buruk maka buruklah seluruh amalannya.”</em> (HR. Thabraani)</p>
<p>Oleh karena itu, menunaikan shalat secara baik dan berkualitas harus menjadi perhatian bagi kaum muslimin. Baik dan berkualitas di sini maksudnya adalah sejauh mana shalat tersebut menyontoh tata cara shalat Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>; baik kekhusyuannya, gerak-geriknya, bacaannya, waktunya, dsb.</p>
<p>“<em>Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.</em>” (HR. Al-Bukhari no.628, 7246 dan Muslim no.1533)</p>
<p>Demikian juga dengan adzan, adzan juga merupakan syiar Islam yang agung, tidak sedikit orang-orang kafir yang tertarik dan bergetar hatinya ketika mendengar seruan adzan kemudian memeluk Islam. Rangkaian kalimat adzan bukanlah sesuatu yang tidak memiliki makna, ia merupakan cerminan akidah seseorang, yang ia yakini dan pegang teguh.</p>
<p>Setelah mengetahui kedudukan adzan dan shalat dalam Islam, pada kesempatan kali ini kami akan menunjukkan tata cara shalat orang-orang <strong>Syiah</strong>. Dengan mengetahui kalimat adzan dan tata cara shalat mereka, kita akan melihat gambaran akidah mereka.</p>
<h2>Adzan Syiah</h2>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/sc-TCzZk70c?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Setelah mengucapkan <em>Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah</em>, adzan tersebut diikuti dengan <em><strong>Asyhadu anna &#8216;Aliyan Waliyullah</strong></em></p>
<p>Aku bersaksi bahwasanya Ali adalah wali Allah</p>
<p>Kemudian dilanjutkan <em><strong>Asyhadu anna Aliyan Amirol Mukminina wa Awladahu Al Ma&#8217;shumina Hujajullah</strong></em><br />
Aku bersaksi bahwa Ali pemimpin orang-orang beriman dan anak-anaknya yang makshum (para imam <em>Syiah</em> <em>pen.</em>) adalah hujah-hujah Allah.</p>
<p>Inilah gambaran tentang keyakinan <u>Syiah</u> yang sangat jauh berbeda dengan Ahlussunnah. Ahlussunnah mengagungkan Ali bin Abi Thalib, beliau memiliki banyak keutamaan yakni sebagai; sahabat nabi, ahlul baitnya, orang yang pertama-tama masuk Islam, dll. Namun Ahlussunnah tidak mengatakan beliau dan keturunannya makshum, terjaga dari kesalahan dan dosa. Orang-orang Syiah menjadikan persaksian ini sebagai <em>ushul</em> (pokok) agama.</p>
<p>Kemudian pula ada tambahan <em><strong>Hayya &#8216;ala Khoiril &#8216;amal</strong>,</em> artinya marilah berbuat sebaik-baik amal perbuatan. <em>Khoiril &#8216;amal</em> di sini bukanlah sebagai penguat untuk mengajak orang-orang shalat, di antara orang-orang Syiah menjelaskan bahwa sebaik-baik amalan adalah menaati Fathimah dan keturunannya yang suci.</p>
<h3>Tata Cara Shalat Syiah</h3>
<p>Berikut ini tata cara shalat Syiah:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/GdMewQV-If8?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Shalat berjamaah:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/Ipl8nVWJQLo?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>“<em>Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 628, 7246 dan Muslim no. 1533)</p>
<p>Nabi juga mengajarkan agar membaca Al Fatihah dalam setiap rakaat,</p>
<p class="arab">لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ</p>
<p><em>“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-fatihah.” </em>(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan menjadikan imam untuk diikuti</p>
<p class="arab">إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَلاَ تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَلَا تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ</p>
<p>“<em>Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka bila ia bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan kalian bertakbir hingga ia bertakbir. Bila ia ruku’ maka ruku’lah kalian dan jangan kalian ruku’ sampai ia ruku’ …</em>” (HR. Abu Dawud no. 603, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)</p>
<p>Mudah-mudahan pemaparan yang singkat ini dapat memberikan kita pengetahuan bahwasanya perselisihan antara Ahlussunnah dan Syiah bukanlah permasalahan <em>furu&#8217;iyah</em> atau permasalahan fiqh, akan tetapi permasalahan tersebut adalah permasalahan akidah. Kita semua menginginkan persatuan tetapi bersatu bukanlah saling menoleransi kesalahan dan kemaksiatan, bersatu itu saling menasihati dan memperbaiki dari kesalahan.</p>
<p><strong>Disusun oleh Nurfitri Hadi (Tim <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/adzan-dan-tata-cara-shalat-syiah" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait Syiah:</h3>
<p>1.<a href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" rel="nofollow" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a href="../peringatan-kematian-imam-husein" rel="nofollow" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" rel="nofollow" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a href="../nikah-mutah-dalam-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a href="../media-pembela-syiah-indonesia" rel="nofollow" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a href="../ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (1)</a>.<br />
8. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-2" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (2)</a>.<br />
9. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-3" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br />
10. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-4" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.<br />
11. <a href="../ajaran-syiah-dan-ahlul-bait" rel="nofollow" target="_blank">Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</a>.<br />
12. <a href="../ahlul-bait-menurut-ahlussunnah" rel="nofollow" target="_blank">Ahlul Bait Menurut Syiah</a>.<br />
12. <a href="http://konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah" target="_blank" rel="nofollow">Alquran Menurut Syiah</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/adzan-dan-tata-cara-shalat-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alquran Menurut Syiah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 07:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10544</guid>
		<description><![CDATA[Alquran Menurut Syiah Pertanyaan: Aku mendengar dari salah seorang tetanggaku yang merupakan seorang Syiah bahwa dia dan orang-orang Syiah mendapatkan sebuah surat yang tidak ditemukan pada Alquran kita (Ahlussnah), apakah ini benar? Surat ini dinamakan surat “Al Wilayah”. Jawaban: Sebagian ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Alquran Menurut Syiah</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Aku mendengar dari salah seorang tetanggaku yang merupakan seorang <em>Syiah</em> bahwa dia dan orang-orang <u>Syiah</u> mendapatkan sebuah surat yang tidak ditemukan pada Alquran kita (Ahlussnah), apakah ini benar? Surat ini dinamakan surat “Al Wilayah”.<br />
<span id="more-10544"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Sebagian ulama Syiah dan para imam mereka menetapkan kebenaran adanya surat Al Wilayah. Orang-orang Syiah (yang berilmu) yang mengingkari keberadaan surat tersebut, mereka melakukan <em>taqiyah</em> (kepura-puraan). Di antara yang lantang mengatakan bahwasanya surat ini benar adanya adalah Husein Muhammad Taqi An Nuri At Thabarsi (wafat 1320 H).</p>
<p>At Thabarsi menulis sebuah buku yang memaparkan bahwa Alquran telah mengalami perubahan, dan para sahabat nabi telah menyembunyikan (tidak membukukan) sebagian dari Alquran yang diturunkan (dari Allah kepada Nabi-Nya), di antaranya adalah surat Al Wialayah.</p>
<p>Orang-orang Syiah Rafidhah memuliakan At Thabarsi ini dengan memakamkannya di pemakaman Najaf dan bukunya ini dicetak di Iran pada tahun 1298 H. Mereka hendak menanamkan doktrin dan keraguan tentang keabsahan Alquran yang ada sekarang. Buku ini berjudul <em>Fashlul Khithob fi Itsbati Tahrif Kitab Rabbil Arbab</em>, di dalamnya disebutkan ayat-ayat dan surat-surat yang tidak dibukukan, dihapus, dan dikurangi oleh para sahabat nabi. Salah satu ayat yang dihapus adalah</p>
<p class="arab">يا أيها الذين آمنوا آمنوا بالنبي والولي الذين بعثناهما يهديانكم إلى الصراط المستقيم نبي وولي بعضهما من بعض وأنا العليم الخبير &#8230;</p>
<p>“<em>Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada nabi dan kepada seorang wali yang Kami telah mengutus keduanya (Nabi Muhammad dan Ali <em>pen.</em>). Keduanya akan menunjuki kalian kepada jalan yang lurus. Nabi dan wali ini, sebagian mereka adalah bagian dari yang lain, dan Aku Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal…</em>”</p>
<p>Dan surat lainnya yang menurut orang Syiah dihapus oleh para sahabat adalah surat An Nuroini</p>
<p class="arab">يأيها الذين آمَنوا آمِنوا بالنورين أنزلناهما يتلوان عليكم آياتي ويحذرانكم عذاب يوم عظيم . بعضهما من بعض وأنا السميع العليم . إن الذين يوفون بعهد الله ورسوله في آيات لهم جنات النعيم . والذين كفروا من بعد ما آمنوا بنقضهم ميثاقهم وما عاهدهم الرسول عليه يقذفون في الجحيم . ظلموا أنفسهم وعصوا وصية الرسول أولئك يسقون من حميم</p>
<p>“<em>Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada An Nuroini (dua cahaya) yang keduanya telah Kami turunkan. Keduanya membacakan kepada kalian ayat-ayat-Ku dan keduanya memperingatkan kalian dari adzab yang besar, keduanya merupakan bagian dari yang lain dan Aku Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang menunaikan perjanjian Allah dan Rasul-Nya dalam ayat bagi mereka surga yang penuh kenikmatan. Dan adapun orang-orang yang kafir setelah mereka beriman (para sahabat <em>pen.</em>), disebabkan mereka membatalkan perjanjian mereka dengan rasul, maka mereka akan dilemparkan ke Neraka Jahim. Mereka menzhalimi diri mereka dan mengingkari wasiat Rasul, mereka itulah  orang-orang yang akan diberi minum dari hamim (air yang sangat panas).</em>”</p>
<p>Menurut Syiah, kedua ayat ini menjadi dalil bahwasanya Ali bin Abi Thalib adalah khalifah setelah wafatnya nabi. Para sahabat nabi mereka anggap kafir setelah beriman, karena mengingkari ayat ini dan menyembunyikannya agar Ali tidak diangkat jadi khalifah.</p>
<p>Selengkapnya, ayat ini bisa dilihat di link berikut: <a href="http://arabic.islamicweb.com/shia/nurain.htm" rel="nofollow" target="_blank"><strong>http://arabic.islamicweb.com/shia/nurain.htm</strong></a></p>
<p>Juga termaktub dalam buku rujukan Syiah lainnya yang ditulis oleh Al Hasyimi Al Khou’i, <em>Minhajul Baro’ah fi Syarhi Nahjil Balaghah,</em> 2: 217 dan Muhammad Baqir Al Majlisi dalam karangannya <em>Tadzkiratul A’immah</em>, Hal.19-20 dengan bahasa Persia yang tersebar di Iran.</p>
<p>Keyakinan mereka ini sama saja dengan mendustakan firman Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em></p>
<p class="arab">إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.</em>” (QS. Al-Hijr: 9)</p>
<p>Oleh karena itu, kaum muslimin sepakat tentang kufurnya orang-orang yang menyangka Alquran telah berubah dan tidak otentik.</p>
<p>Ibnu Taimiyah mengatakan, “Demikianlah di antara mereka yang menyangka bahwa Alquran dikurangi dan disembunyikan sebagian ayat-ayatnya atau mereka yang menyangka adanya perubahan kata yang berdampak menghilangkan hukum syariat atau yang semisalnya. Mereka dinamakan golongan Qaramithah dan Bathiniyah (dua dari sekte Syiah) mereka ini tidak diragukan lagi kekufurannya.” (<em>Ash Shorimu Al Maslul</em>, 3: 1110-1108)</p>
<p>Ibnu Hazm mengatakan, “Pendapat yang mengatakan bahwasanya isi Alquran ada yang dirubah merupakan kekufuran yang nyata dan mendustakan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em>” (<em>Al Fishol fi Al Ahwa wal Milal wan Nihal</em>, 4: 139)</p>
<p><strong>Sumber: <a href="http://islamqa.com/ar/ref/21500/%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9" rel="nofollow" target="_blank">islamqa.com</a></strong></p>
<p><strong>Disadur oleh Nurfitri Hadi (Tim Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait Syiah:</h3>
<p>1.<a href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" rel="nofollow" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a href="../peringatan-kematian-imam-husein" rel="nofollow" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" rel="nofollow" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a href="../nikah-mutah-dalam-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a href="../media-pembela-syiah-indonesia" rel="nofollow" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a href="../ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (1)</a>.<br />
8. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-2" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (2)</a>.<br />
9. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-3" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br />
10. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-4" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.<br />
11. <a href="../ajaran-syiah-dan-ahlul-bait" rel="nofollow" target="_blank">Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</a>.<br />
12. <a href="http://konsultasisyariah.com/ahlul-bait-menurut-ahlussunnah" target="_blank" rel="nofollow">Ahlul Bait Menurut Syiah</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/kesesatan-syiah-menurut-dr-said-aqil-siroj/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/kesesatan-syiah-menurut-dr-said-aqil-siroj/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 23:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10405</guid>
		<description><![CDATA[Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj Perjalanan hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj</h2>
<p>Perjalanan hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah <em>Azza wa Jalla</em> yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya (<em>istiqamah</em>). Karena itu, dahulu Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em> senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah, <em>“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku</em> <em>di atas agama-Mu.”</em> Ini mungkin salah satu hikmah yang dapat kita petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah <em>Azza wa Jalla</em> agar senantiasa menunjuki kita jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran<br />
<span id="more-10405"></span><br />
Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) <strong>Said Aqil Siroj</strong> di berbagai media. Said <span style="text-decoration: underline;">Aqil Siroj</span> mengatakan bahwa ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni.</p>
<p>Untuk menguatkan klaimnya ini, <strong>Said Aqil</strong> merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Ummu Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya,  &#8221;Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat.&#8221;</p>
<p>Pernyataan <em>Said Aqil</em> ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Ummu Al Quro, Hal. tha’ (ط) <u>Said Aqil</u> menyatakan, “<em>Telah diketahui bersama bahwa umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial, dan ideologi menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler, </em><em>kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal Syiah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), Bahaiyah</em><em>,</em><em> dan selanjutnya Tasawuf.”</em><em></em></p>
<p>Pernyataan Said Aqil pada awal disertasi S3-nya ini cukup menggambarkan bagaimana pemahaman yang diajarkan oleh Universitas Ummu Al Qura.</p>
<p>Bukan hanya Syiah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya menyimpulkan bahwa paham tasawuf juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu pada akhir disertasinya, Said Aqil menyatakan, “<em>Sejatinya</em> ajaran <em>tasawuf dalam hal “al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang Syiah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syiah meyakini bahwa Tuhan atau bagian dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan ideologi para pengikut sekte Syiah ini berawal dari pengaruh ajaran agama Nasrani.” </em>(<em>Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy</em> oleh Said Aqil Siroj, 2:605-606)</p>
<p>Karena menyadari kesesatan  dan mengetahui  gencarnya  penyebaran Syiah di Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari paham yang sesat dan menyesatkan.</p>
<p>Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan pembela Syiah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar yang dulu ia kawatirkan mengancam umat Islam di negeri tercinta ini?</p>
<p>Oleh karena itu, Said heran dengan pernyataan Menteri Agama yang menilai Syiah adalah ajaran sesat. Dalam kurikulum <em>Al Firqoh Al Islamiyah</em> ajaran Khawarij, Jabbariyah, Muktazilah, dan Syiah masih dinilai sebagai Islam. &#8220;Ulama Sunni seperti Ibnu Khazm menilai Syiah itu Islam,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski Syiah dan Sunni (Ahlussunnah) berbeda, lanjut Said, umat Islam tidak perlu mempertajam perbedaan. &#8220;Dalam Sunni saja banyak perbedaan yang tajam, misalnya penganut Imam Syafi’i dan Hanafi, itu saja berbeda tajam, apalagi Syiah,&#8221; katanya. Fatwa NU mengenai Syiah, Said menambahkan, pernah dikeluarkan pada 2006 yang menyebutkan Syiah bukan aliran yang sesat. &#8220;NU tidak pernah keras,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menanggapi pernyataan Suryadarma yang juga kader Nahdlatul Ulama, Said menilai hal itu tidak pantas disampaikan. &#8220;Yang dikedepankan harusnya ukhuwah dan toleransi,&#8221; katanya. Said berharap Suryadarma Ali meminta maaf atas pernyataannya itu. &#8220;Saya setuju dengan permintaan maaf itu,&#8221; katanya. Said menilai permintaan maaf Suryadarma Ali bertujuan untuk menguatkan persatuan bangsa. (IRIBIndonesia/Tempo/PH)</p>
<p><a href="http://indonesian.irib.ir/hidden-2/-/asset_publisher/bHp8/content/pb-nu-syiah-tidak-sesat?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-2%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_bHp8%26p_p_lifecycle%3D" rel="nofollow" target="_blank">http://indonesian.irib.ir/hidden-2/-/asset_publisher/bHp8/content/pb-nu-Syiah-tidak-sesat?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-2%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_bHp8%26p_p_lifecycle%3D</a></p>
<h3>Berikut ini kami lampirkan disertasi Dr. Said Aqil Siroj:</h3>
<p class="arab">قال أبو محمد وما نعلم أهل قرية أشد سعيا في إفساد الاسلام وكيده من الرافضة 4/24</p>
<p class="arab">ومن المعروف أن المسلمين في إندونيسيا يواجهون مشاكل ضخمة، سياسيا واقتصاديا واجتماعيا وعقديا، وأمامهم أعداء متربصون بهم، من حركة التنصير والعلمانية والباطنية والفرق الضالة – الشيعة والقاديانية والبهائية – ثم الصوفية.<br />
صفحة ط من مقدمة رسالته الماجستير</p>
<p class="arab">وأما قولهم في دعوى الروافض تبديل القراءات فإن الروافض ليسوا من المسلمين إنما هي فرق حدث أولها بعد موت النبي صلى الله عليه و سلم بخمس وعشرين سنة وكان مبدؤها إجابة من خذله الله تعالى لدعوة من كاد الإسلام وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر وهي طوائف أشدهم غلوا يقولون بالهية علي بن أبي طالب والآلهية جماعة معه وأقلهم غلوا يقولون أن الشمس ردت على علي بن أبي طالب مرتين فقوم هذا أقل مراتبهم في الكذب أيستشنع منهم كذب يأتون به وكل من يزجره عن الكذب ديانة أو نزاهة نفس أمكنه أن يكذب ما شاء وكل دعوى بلا برهان فليس يستدل بها عاقل سواء كانت له أو عليه ونحن أن شاء الله تعالى نأتي بالبرهان الواضح الفاضح لكذب الروافض فيما افتعلوه من ذلك 2/65</p>
<p class="arab">ولا ننسى أن غلاة الشيعة كانوا يستخدمون السحر والطلمسات ويظهرون للعوام الزهد والتقشف ولبس الصوف ويدعون الكرامات. 1/47<br />
إن التصوف أمر طارئ محدث غريب دخيل على المجتمع الإسلامي، ظهر في القرن الثاني الهجري. وأول ما ظهر في مدينة الكوفة، مدينة التقت فيها الأديان الوثنية والثقافات الأجنبية، كما أنها مركز غلاة الشيعة وكانوا يتظاهرون بالتزهد والتقشف ويمارسون السحر والشعوذة والكيمياء والسيمياء والتنجيم وغيرها من العلوم المعروفة عند العجم. 2/603.</p>
<p><strong>Ditulis oleh Dr. Arifin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>About The Author:<br />
Dr. Muhammad Arifin, M.A. Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).</p>
<h3>Materi terkait kesesatan Syiah dan Mut’ah:</h3>
<p>1.<a href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" rel="nofollow" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a href="../peringatan-kematian-imam-husein" rel="nofollow" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" rel="nofollow" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a href="../nikah-mutah-dalam-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a href="../media-pembela-syiah-indonesia" rel="nofollow" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a href="../ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (1)</a>.<br />
8. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-2" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (2)</a>.<br />
9. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-3" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br />
10. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-4" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.<br />
11. <a href="http://konsultasisyariah.com/ajaran-syiah-dan-ahlul-bait" target="_blank" rel="nofollow">Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</a>.</p>
<p>Tags: syiah, ajaran syiah, kesesatan syiah, ajaran sesat syiah, tokoh syiah indonesia, syiah indonesia, syiah memang sesat, bahaya syiah, <strong>sesatnya syiah</strong>, Dr. Said Aqil Siroj, said aqil siroj.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/kesesatan-syiah-menurut-dr-said-aqil-siroj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/pengakuan-haidar-bagir-tentang-sesatnya-syiah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/pengakuan-haidar-bagir-tentang-sesatnya-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 23:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh siah indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10404</guid>
		<description><![CDATA[Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat. Bapak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: -webkit-center;">Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah</h2>
<div style="text-align: -webkit-center;">Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: <em>Syiah</em> dan Kerukunan Umat.</div>
<p>Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha menutupi beberapa ideologi <u>Syiah</u> yang menyeleweng dari kebenaran. Walau demikian, tetap saja ia tidak dapat melakukannya. Bahkan bila Anda mencermati dengan seksama, niscaya Anda dapatkan tulisannya mengandung pengakuan nyata akan kesesatan sekte Syiah Imamiyyah.<br />
<span id="more-10404"></span><br />
Berikut saya ketengahkan ke hadapan Anda tiga pengakuan terselubung bapak Haidar Bagir.</p>
<p><strong>Pengakuan Pertama: </strong><strong></strong></p>
<p>Data Syiah Imamiyah tentang ideologi adanya Alquran versi Syiah begitu melimpah dalam berbagai referensi Syiah. Wajar bila Bapak Haidar Bagir tidak menemukan cara untuk mengingkarinya. Fenomena ini mengharuskannya menempuh cara selain menutupinya. Dan ternyata Bapak Haidar Bagir lebih memilih cara mengesankan bahwa data tersebut adalah pendapat pribadi sebagian tokoh Syiah Imamiyah.</p>
<p>Karenanya, dengan jelas tulisan bapak Haidar Bagir ini mengandung pengakuan tentang kebenaran adanya Alquran versi Syiah Imamiyyah. Berdasarkan pengakuannya ini, Anda mendapat kepastian tentang adanya ideologi Alquran versi Syiah Imamiyyah.</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar bahwa ideologi ini adalah ideologi sebagian oknum Syiah, maka itu menyelisihi fakta yang ada. Sebagai salah satu buktinya, Ayatullah Khomeini, yang mereka anggap sebagai Wali Faqih, dan tokoh terkemuka Syiah Imamiyah zaman ini teryata masih mengajarkannya.</p>
<p>Dalam kitabnya <em>Kasyful Asrar</em> Hal. 149 Al Khomeini menyatakan: <em>&#8220;Telah kami buktikan pada awal pembahasan ini, bahwa Nabi <strong>menahan diri dari membicarakan masalah al imaamah (kepemimpinan) dalam Alquran</strong>. Alasannya beliau khawatir Alquran akan diselewengkan, atau timbul perselisihan yang sengit di tengah-tengah kaum muslimin, sehingga hal itu berakibat buruk bagi masa depan agama Islam.&#8221;</em></p>
<p>Adapun keberadaan Mushaf Utsmani di tengah-tengah para penganut Syiah Imamiyah, maka itu belum cukup kuat untuk mengingkari adanya mushaf Fatimah dalam ideologi Syiah. Yang demikian itu karena tokoh Syiah Imamiyah sejak dahulu mengajarkan agar para pengikut mereka untuk sementara membaca Alquran yang ada, hingga masa bangkitnya Imam ke-12 mereka. Menurut mereka, hanya Imam Mahdi merekalah yang masih menyimpan dan kelak akan mengajarkannya kembali kepada para pengikutnya.</p>
<p>Al Kulaini dalam kitanya <em>Al Kafi</em> 2:619, meriwayatkan bahwa Abu Hasan Ali bin Musa Ar Ridha, bertanya kepada Imam Syiah ke-5, yaitu Abu Ja&#8217;far Muhammad bin Ali bin Al Husain, “ Semoga aku menjadi penebusmu, kita mendengar ayat-ayat Alquran yang tidak ada pada Alquran kita ini. Kita juga tidak dapat membacanya sebagaimana yang kami dengar dari Anda, maka apakah kami berdosa?” Beliau menjawab, “Tidak, bacalah sebagaimana yang pernah kalian pelajari, karena suatu saat nanti akan datang orang yang mengajarkannya kepada kalian.&#8221;</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar tentang tokoh-tokoh Ahlusunnah yang menyatakan adanya perubahan pada Alquran, adalah klaim sepihak dan kosong dari bukti. Pernyataan sahabat Umar bin Al Khatthab juga yang lainnya tentang ayat rajam adalah penjelasan tentang adanya ayat yang dianulir secara bacaan. Walaupun secara hukum, ayat-ayat tersebut masih tetap berlaku.</p>
<p>Sebagaimana ulama-ulama Ahlusunnah juga menegaskan bahwa dalam Alquran terdapat beberapa ayat-ayat yang kandungan hukumnya telah dihapuskan walau secara bacaan masih tetap ada.  Fakta ini bukanlah hal aneh, karena telah dijelaskan pada ayat 106, surat Al Baqarah.</p>
<p>Namun tentu syariat <em>nasikh</em> (anulir) suatu ayat menurut Ahlusunnah menyelisihi ideologi perubahan Alquran dalam doktrin Syiah Imamiyah. <em>Nasikh</em> menurut Ahlusunnah hanya terjadi semasa hidup Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Adapun sepeninggal beliau maka tidak terjadi <em>nasikh. </em></p>
<p>Ditambah lagi<em> </em>menurut syariat Ahlusunnah, hingga hari kiamat<em> </em>tidak ada yang mengembalikan ayat-ayat yang semasa Nabi hidup <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <em>mansukh</em> (dianulir).</p>
<p>Sedangkan menurut sekte Syiah Imamiyyah Alquran mengalami perubahan sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em> Dan kelak ayat-ayat yang dirubah sepeninggal beliau akan dikembalikan lagi oleh imam mereka ke-12. Karena itu, sekte Syiah senantiasa menantikan kehadiran sosok tersebut, yang mereka yakini sebagai Imam Mahdi.</p>
<p><strong>Pengakuan Ke</strong><strong>dua</strong><strong> :</strong></p>
<p>Pada awal tulisan, Bapak Haidar mengklaim bahwa celaan Syiah terhadap sahabat hanyalah sebatas kecenderungan dan bukan ajaran. Menurutnya, Syiah yang mencela sahabat Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan juga sebagian istri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hanyalah minoritas.</p>
<p>Selanjutnya Bapak Haidar berusaha menguatkan klaim ini dengan menyebutkan sekte Syiah Zaidiyah. Menurutnya sekte Zaidiyah menerima kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Penuturan ini adalah bukti nyata bahwa Bapak Haidar telah memutar balikkan fakta. Sejatinya Bapak Haidar Bagir-lah yang telah menggunakan data <em>syadz</em> (ganjil) guna mendukung kesimpulanya. Karena sekte Zaidiyah adalah sekte minoritas Syiah, sedangkan meyoritas Syiah saat ini adalah para pengikut sekte Imamiyyah.</p>
<p>Terlebih lagi, adanya pengakuan terhadap kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman adalah alasan Imamiyah mengucilkan sekte Zaidiyah.</p>
<p>Adapun beberapa tokoh Syiah Imamiyyah yang disebut oleh bapak Haidar telah mengakui kekhilafahan ketiga sahabat di atas, maka saya tidak ingin banyak mempersoalkannya. Saya hanya ingin bertanya: apakah pengakuan tersebut diamini oleh tokoh Imamiyyah yang lain dan kemudian diterapkan oleh seluruh penganut Imamiyah?</p>
<p>Fakta yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa pengikut Syiah imamiyah tetap saja melaknati ketiganya dan juga lainnya. Kasus sampang dan berbagai kasus serupa di negri kita adalah salah satu buktinya. Karena itu Abu Lukluah Al Majusi aktor pembunuh Khalifah Umar bin Khatthab diagungkan oleh sekte Imamiyah sehingga mereka menjulukinya dengan <em>Baba Suja’uddin</em>. Dan sebagai apresiasi atas jasanya membunuh Amirul Mukminin Umar bin Al Khatthab, mereka membangun kuburannya dengan megah.<span style="font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><img class="alignnone" title="pembunuh umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-1-300x273.jpg" alt="kuburan abu lu'luah pembunuh umar" width="300" height="273" /><br />
</span></span></p>
<p>(Gambar: Kuburan Abu Lukluah Al Majusi)</p>
<p><img class="alignnone" title="memuja pembunih umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-4-300x256.jpg" alt="antusias memuja abu lu'luah" width="300" height="256" /></p>
<p>(Betapa antusiasnya pengikut agama Syi’ah ketika berziarah ke kuburan ini)</p>
<p><strong>Pengakuan Ketiga: </strong></p>
<p>Kebesaran jiwa ulama-ulama Ahlusunnah dan juga seluruh Ahlusunnah untuk menghentikan kemungkaran yang dilakukan oleh dinasti Abbasiyah. Sehingga mereka semua patuh dan mengapresiasi sikap Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menginstruksikan hal tersebut. Dan alhamdulillah hingga kini, hal tersebut sirna dan tidak ada yang melakukannya kembali.</p>
<p>Namun hal serupa hingga saat ini tidak kuasa dilakukan oleh para penganut ajaran Syiah Imamiyah. Sehingga walaupun para aktor sandiwara <em>taqrib</em> telah menyerukannya, namun tetap saja di lapangan para penganut Syiah terus mencaci sahabat-sahabat Nabi. Sikap Yasir Al Habib beserta para pengikutnya dan juga Syiah di Sampang adalah bukti nyata, bahwa seruan tersebut hanyalah seruan tanpa pembuktian.</p>
<p>Pengakuan bapak Haidar ini, dapat menjadi bukti nyata bahwa hanya dengan mengikuti ajaran Ahlusunnahlah kedamaian antar komponen umat Islam dapat terwujud. Adapun ajaran Syiah, terlebih Imamiyyah, hingga saat ini terus menjadi biang terjadinya permusuhan bahkan perang saudara di tengah-tengah umat Islam. Sikap pasukan Al Hutsi di Yaman yang menyerang Ahlusunnah di daerah Dammaj, dan juga pasukan Al Mahdi di Irak yang membantai Ahlusunnah adalah bukti nyata akan hal tersebut.</p>
<p><strong>Pengakuan Keempat :</strong></p>
<p>Bapak Haidar Bagir juga mengakui bahwa sekte Syiah yang selama ini menjadi biang kericuhan umat Islam adalah Syiah Imamiyah atau Itsna ’Asyariyah. Karena itu beliau merasa perlu untuk mengutarakan adanya perubahan pandangan tentang keabsahan khilafah sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Walau demikian, ada satu fakta yang mungkin kurang diwaspadai oleh bapak Haidar Bagir. Mengakui adanya perubahan ini sejatinya adalah pengakuan bahwa ideologi Imamah versi Imamiyyah adalah sesat. Andai tidak sesat, buat apa beliau perlu mengutarakan adanya ralat yang dilakukan oleh sebagian tokoh sekte Imamiyah?</p>
<p>Terlebih sejatinya ideologi bahwa imam (penguasa umat) dalam Islam hanya berjumlah 12 orang, adalah ideologi tidak nyata dan tidak masuk akal. Anda pasti telah mengetahui bahwa dari kedua belas imam Syiah yang benar-benar pernah mengenyam sebagai khalifah hanyalah sahabat Ali bin Abi Thalib dan putranya Hasan.</p>
<p>Adapun Husein beserta anak cucunya, maka hingga mereka meninggal dunia, tidak seorang pun yang sempat menjadi pemimpin. Sehingga berbagai dalil yang mereka yakini tentang keimaman mereka benar-benar menyelisihi fakta.</p>
<p>Secara <em>defacto</em> seluruh ahli sejarah sepakat bahwa Hasan bin Abi Thalib telah menyerahkan <em>khilafah</em> (kekuasaan) kepada sahabat Mu’awiyah. Dan tahun terjadinya serah terima khilafah ini akhirnya dikenal dan diabadikan oleh umat Ahlusunnah hingga akhir masa. Sehingga mereka menyebut tahun tersebut dengan sebutan <em>‘aamul jama’ah</em> (tahun persatuan).</p>
<p>Setiap Ahlusunnah bergembira dengan kejadian ini. Ahlusunnah menganggap sikap Hasan ini sebagai jasa terbesar yang beliau lakukan untuk umat Islam. Bahkan Ahlusunnah hingga saat ini meyakini bahwa sikap Hasan ini sebagai wujud nyata dari sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentangnya,</p>
<p><em>“Sejatinya putraku ini adalah seorang pemimpin, dan semoga dengannya Allah menyatukan dua kelompok besar dari umat Islam.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Namun tahukah Anda bahwa Ahlusunnah yang mengapresiasi kebesaran jiwa Hasan ini ternyata tidak diteladani oleh penganut Syiah. Beberapa referensi Syiah malah menukilkan sikap yang berlawan arah. Beberapa tokoh Syiah malah menganggap sikap Hasan ini sebagai bentuk pengkhianatan.</p>
<p>Pada suatu hari, seorang  tokoh Syiah bernama Sufyan bin Laila berkunjung ke rumah Hasan bin Ali. Didapatkan beliau sedang duduk-duduk sambil berselimut di depan rumahnya. Spontan Sufyan bin Laila mengucapkan salam kepada Hasan dengan berkata, <em>&#8220;Semoga keselamatan atasmu, <strong>wahai orang yang telah menghinakan kaum mukminin</strong>!” Karena merasa ganjil dengan ucapan selamat yang disampaikan oleh Sufyan, Hasan bertanya, “Darimana engkau mengetahui hal itu?” Ia menjawab, “Engkau telah memangku kepemimpinan, lalu engkau melepaskannya dari bahumu. Selanjutnya engkau sematkan kepemimpinan itu di bahu penjahat ini agar ia leluasa menerapkan hukum selain hukum Allah.&#8221;</em></p>
<p>Kisah ini bisa Anda temui pada beberapa refensi agama Syiah, semisal: <em>Al Ikhtishash</em> karya As Syeikh Al Mufid wafat thn: 413 H, Hal.82,  <em>Ikhtiyaar Ma&#8217;rifat Ar Rijal</em>, karya As Syeikh At Thusi wafat thn: 460, Hal. 1:327 dan <em>Biharul Anwar</em> karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H, Hal.44:24.</p>
<p>Sejak serah terima khilafah antara sahabat Hasan kepada sahabat Mu’awiyah ini, tidak seorang pun dari keturunan sahabat Ali bin Abi Thalib yang memangku jabatan khalifah. Bahkan Husein bin Abi Thalib yang hendak merebut khilafah dari Yazid bin Mu’awiyah, menemui kegagalan dan terbunuh sebelum sempat mendapatkannya. Tak ayal lagi, ia hidup tanpa <em>imamah, </em>hingga akhir hayatnya, demikian pula nasib seluruh anak cucunya. Dengan demikian kesepuluh imam Syiah Imamiyyah setelah Hasan berstatus <em>Kings Without A Kingdom.</em></p>
<p>Ini adalah bukti nyata bahwa meyakini keimamahan kesepuluh imam sekte Imamiyah adalah kekeliruan, karena menyelisihi fakta. Sehingga wajar bila seluruh Ahlusunnah dan juga setiap yang berakal sehat tanpa terkecuali umat Islam di negri kita tercinta ini menolak ideologi Syiah Imamiyyah.</p>
<p><strong>Ditulis oleh Dr. Arifin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>About The Author:<br />
Dr. Muhammad Arifin, M.A. Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).</p>
<h3>Materi terkait sesatnya Syiah dan Mut’ah:</h3>
<p>1.<a href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" rel="nofollow" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a href="../peringatan-kematian-imam-husein" rel="nofollow" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" rel="nofollow" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a href="../nikah-mutah-dalam-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a href="../media-pembela-syiah-indonesia" rel="nofollow" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a href="../ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (1)</a>.<br />
8. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-2" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (2)</a>.<br />
9. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-3" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br />
10. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-4" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.<br />
11. <a href="http://konsultasisyariah.com/ajaran-syiah-dan-ahlul-bait" target="_blank" rel="nofollow">Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</a>.</p>
<p>Tags: syiah, ajaran syiah, kesesatan syiah, ajaran sesat syiah, tokoh syiah indonesia, syiah indonesia, syiah memang sesat, bahaya syiah, <strong>sesatnya syiah</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/pengakuan-haidar-bagir-tentang-sesatnya-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah-dan-ahlul-bait/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah-dan-ahlul-bait/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 23:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10150</guid>
		<description><![CDATA[Ajaran Syiah dan Ahlul Bait Pertanyaan: Saya tertarik dengan ajaran Syiah. Saya banyak membaca buku tentang Syiah, Syiah mencintai ahlul bait, ahlul bait itu adalah keluarga rasul. Semua hadis-hadisnya berasal dari ahlul bait. Yang saya tanyakan mengapa Ahlussunah menolak semua ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Saya tertarik dengan <strong>ajaran Syiah</strong>. Saya banyak membaca buku tentang Syiah, Syiah mencintai <em>ahlul bait</em>, ahlul bait itu adalah keluarga rasul. Semua hadis-hadisnya berasal dari <em>ahlul bait</em>. Yang saya tanyakan mengapa Ahlussunah menolak semua hadis-hadis Syiah yang berasal dari keluarga rasul atau <em>ahlul bait</em> tanpa dikaji sedikit pun?</p>
<p>Dari: Thaherem<br />
<span id="more-10150"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Bismillah<br />
Alahmdulillah, shalwat dan salam semoga tercucah kepada Rasulullah, dan ahlul baitnya, serta semua orang yang mengikuti beliau.</p>
<p>Terkait masalah ini, kami perlu menegaskan bahwa tidak ada satu pun Ahlussunah, baik ulamanya maupun orang awamnya yang membenci <em>ahlul bait</em>. Bahkan mereka sangat mencintai <em>ahlul bait</em>. Justru kami meragukan klaim Syiah yang mencintai <em>ahlul bait</em>, karena beberapa hal:</p>
<p>A. <em>Ahlu bait</em> adalah <strong>semua</strong> keluarga Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Bukankah istri-istri beliau termasuk keluarga Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>? Tapi anehnya, Syiah mencela habis-habisan Aisyah dan Hafshah <em>radhiallahu&#8217;anhuma</em>. Berita tentang ini, bisa Anda saksikan di youtube dan berbagai literatur Syiah. Bahkan mereka menegaskan bahwa Aisyah kekal di neraka. Silahkan Anda lihat ceramah dari salah seorang ulama Syiah, Yasir Al-Habib</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/4Lz4TPgCVZ4?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Dalil tegas yang menunjukkan bahwa istri Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> termasuk keluarganya adalah firman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>,</p>
<p class="arab">يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا (32) وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا</p>
<p>&#8220;<em>Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu gemulai dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (nafsu) dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai <strong>ahlul bait</strong><em> dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.</em>&#8221; (QS. Al-Ahzab: 32-33)</em></p>
<p><strong>Siapakah Ahlul bait dalam ayat ini?</strong><br />
Ibnu Abbas mengatakan,</p>
<p class="arab">قوله: { إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ } قال: نزلت في نساء النبي صلى الله عليه وسلم خاصة.</p>
<p>&#8220;Firman Allah di atas turun khusus terkait para istri Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.&#8221; (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 6:410)</p>
<p>Ikrimah (salah satu Ahli tafsir murid Ibnu Abbas) mengatakan,</p>
<p class="arab">من شاء باهلته أنها نزلت في أزواج النبي صلى الله عليه وسلم</p>
<p>&#8220;Siapa yang ingin mengetahui <em>ahlul bait</em> beliau, sesungguhnya ayat ini turun tentang para istri Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.&#8221; (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 6:411)</p>
<p>B. Mereka sangat mengagungkan Abu Lukluk al-Majusi, yang mereka gelari dengan Baba Syuja&#8217;. Kuburannya dibangun megah dst.<br />
Silahkan anda lihat di:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/Y0A6vpi23Qw?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Padahal setiap muslim, baik <em>ahlul bait</em> maupun bukan, sepakat bahwa Abu Lu&#8217;lu&#8217; adalah orang kafir, termasuk Ali bin Abi Thalib <em>radhiallallahu &#8216;anhu</em> meyakini hal itu juga.</p>
<p>C. Mereka memberontak Bani Abbasiyah. Padahal Kekhallifahan Bani Abbasiyah dibangun atas prinsip mengumpulkan <em>Ahlul Bait</em>. Semua keluarga Abdul Muthalib (kakek Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>) mendapatkan angin segar dengan Kekhallifahan Bani Abbasiyah.</p>
<p>Namun ada seorang penghianat orang Syiah, Nashiruddin At-Thusi yang membuka jalan lebar bagi pasukan Tar-Tar untuk membantai kaum muslilmin di Baghdad. Bukti pengkhianatan tokoh Syiah At-Thusi bisa Anda simak di:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/TpeBBogsDKg?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Mungkin Anda balik bertanya, tidak semua keturunan Abdul Muthalib adalah <em>Ahlul Bait</em>. Yang namanya <em>ahlul bait</em> adalah keturunan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> saja?<br />
Pertanyaan ini sungguh aneh, bukankah orang Syiah memasukkan Ali bin Abi Thalib termasuk Ahlul Bait? Padahal beliau <em>radhiallallahu &#8216;anhu</em> bukan keturunan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, tapi beliau adalah anaknya Abu Thalib, paman Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>D. Mohon dibaca dengan seksama artikel di <a rel="nofollow" href="http://www.gensyiah.com/syiah-menghina-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-dan-ahlul-bait.html" target="_blank">gensyiah.com</a></p>
<p>E. <em>Ahlul bait</em> punya keutamaan, tapi apakah boleh kita kultuskan?? Ini butuh perenungan tambahan.</p>
<p>F. Ahlussunah menerima semua jalur hadis, baik dari <em>ahlul bait</em> maupun bukan <em>ahlul bait</em>. Karena syarat diterimanya berita adalah kejujuran dan kekuatan hafalan, bukan <em>ahlul bait</em>. Jika hanya hadis dari <em>ahlul bait</em> yang bisa diterima, tentu akan meninggalkan pertanyaan besar. Barapa jumlah sahabat yang menjadi <em>ahlul bait</em>? Apakah semua hadis ada pada <em>ahlul bait</em>? Tentu semua orang akan menjawab, sahabat yang lain juga memiliki banyak hadis. Karena itu, sikap yang tepat adalah menerima semua jalur periwayatan hadis, <strong>selama jalur itu bisa dipertanggung jawabkan</strong>.<br />
<em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ajaran syiah dan mut’ah:</h3>
<p>1.<a rel="nofollow" href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a rel="nofollow" href="../peringatan-kematian-imam-husein" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-dalam-syiah" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../media-pembela-syiah-indonesia" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a rel="nofollow" href="../ajaran-syiah" target="_blank">Hakikat <em>Ajaran Syiah</em> (1)</a>.<br />
8. <a rel="nofollow" href="../hakikat-ajaran-syiah-2" target="_blank">Hakikat <u>Ajaran Syiah</u> (2)</a>.<br />
9. <a href="http://konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-3" target="_blank" rel="nofollow">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br />
10. <a href="http://konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-4" target="_blank" rel="nofollow">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah-dan-ahlul-bait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Ajaran Syiah (4)</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-4/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 11:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[الشعة]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9800</guid>
		<description><![CDATA[Hakikat Ajaran Syiah (4) Perkataan ulama Islam mengenai Syiah, bagaimana pandangan mereka tentang kelompok Syiah Raafidhah. 1. ‘Alqamah bin Qais An-Nakha&#8217;i rahimahullah (Tokoh Tabi&#8217;in, w.62 H) &#8220;عَنْ عَلْقَمَةَ، قَالَ: &#8221; لَقَدْ غَلَتْ هَذِهِ الشِّيعَةُ فِي عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَمَا ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Hakikat Ajaran Syiah (4)</h2>
<p>Perkataan ulama Islam mengenai Syiah, bagaimana pandangan mereka tentang kelompok Syiah Raafidhah.</p>
<p>1.     ‘Alqamah bin Qais An-Nakha&#8217;i <em>rahimahullah</em> (Tokoh Tabi&#8217;in, w.62 H)</p>
<p class="arab">&#8220;عَنْ عَلْقَمَةَ، قَالَ: &#8221; لَقَدْ غَلَتْ هَذِهِ الشِّيعَةُ فِي عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَمَا غَلَتِ النَّصَارَى فِي عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ</p>
<p>Dari Alqamah, ia berkata, “Sungguh Syiah ini telah berlebih-lebihan terhadap Ali <em>radhiallahu ‘anhu</em> sebagaimana berlebih-lebihannya Nashara terhadap ‘Isa bin Maryam.” (Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dalam As-Sunnah no. 1115 dan Al-Harbiy dalam <em>Ghariibul-Hadiits</em>, 2:581, shahih).</p>
<p>2.     Az-Zuhriy <em>rahimahullah</em></p>
<p class="arab">عنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: &#8221; مَا رَأَيْتُ قَوْمًا أَشْبَهَ بِالنَّصَارَى مِنَ السَّبَائِيَّةِ &#8220;، قَالَ أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ: هُمُ الرَّافِضَةُ</p>
<p>Dari Az-Zuhri, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat satu kaum yang lebih menyerupai Nashara daripada kelompok Saba&#8217;iyyah.” Ahmad bin Yunus berkata, “Mereka itu adalah Rafidhah (Syiah).” (Diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam <em>Asy-Syari’ah</em>, 3:567 no.2083, shahih).</p>
<p>3.     Imam Maalik bin Anas <em>rahimahullah</em></p>
<p class="arab">أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ الْمَرُّوذِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ: عَنْ مَنْ يَشْتِمُ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعَائِشَةَ؟ قَالَ: مَا أُرَآهُ عَلَى الإِسْلامِ، قَالَ: وَسَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: قَالَ مَالِكٌ: الَّذِي يَشْتِمُ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَهُ سَهْمٌ، أَوْ قَالَ: نَصِيبٌ فِي الإِسْلامِ</p>
<p>Abu Bakr Al-Marwadzi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Aku bertanya kepada Abu ‘Abdillah tentang orang yang mencaci-maki Abu Bakar, Umar, dan Aaisyah? Maka ia menjawab, “Aku tidak berpendapat ia di atas agama Islam.” Al-Marwadzi berkata, Dan aku juga mendengar Abu Abdillah berkata, Malik (bin Anas) mengatakan, “Orang yang mencaci-maki para sahabat Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, maka ia tidak mempunyai bagian (dalam Islam).” –atau ia berkata, “Bagian dalam Islam.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam <em>As-Sunnah</em> no.783; shahih sampai Ahmad bin Hanbal).</p>
<p>4.     Imam Syaafi&#8217;i <em>rahimahullah</em></p>
<p class="arab">حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: سَمِعْتُ الشَّافِعِيَّ، يَقُولُ: لَمْ أَرَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ الأَهْوَاءِ، أَشْهَدُ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ</p>
<p>Harmalah bin Yahya mengabarkan kepadaku, ia berkata, &#8220;Aku mendengar Asy-Syaafi&#8217;i berkata, &#8216;Aku tidak pernah melihat seorang pun dari pengikut hawa nafsu yang aku saksikan kedustaannya daripada Raafidhah (Syiah)&#8217;.&#8221; (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Haatim dalam Adab Asy-Syafi’i, Hal. 144, hasan)</p>
<p class="arab">عن البويطي يقول: سألت الشافعي: أصلي خلف الرافضي ؟ قال: لا تصل خلف الرافضي، ولا القدري، ولا المرجئ&#8230;.</p>
<p>Dari Al-Buwaithiy ia berkata, “Aku bertanya kepada Asy-Syafi’iy, Apakah aku boleh shalat di belakang seorang Rafidhi (pengikut Syiah)?” Beliau menjawab, “Janganlah engkau shalat di belakang seorang Raafidhi, Qadariy, dan Murji&#8217;i.” (<em>Siyaru A’lam An-Nubala’</em>, 10:31).</p>
<p>5.     Ahmad bin Hanbal <em>rahimahullah</em></p>
<p class="arab">أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ:  مَنْ شَتَمَ أَخَافُ عَلَيْهِ الْكُفْرَ مِثْلَ الرَّوَافِضِ، ثُمَّ قَالَ: مَنْ شَتَمَ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا نَأْمَنُ أَنْ يَكُونَ قَدْ مَرَقَ عَنِ الدِّينِ</p>
<p>Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata, “Barangsiapa yang mencaci-maki (sahabat <em>pen.</em>), aku khawatir ia akan tertimpa kekafiran seperti Rafidhah”. Kemudian ia melanjutkan, “Barangsiapa yang mencaci-maki para sahabat Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, maka kami tidak percaya ia aman dari bahaya kemurtadan.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam <em>As-Sunnah</em> no.784, shahih).</p>
<p class="arab">عَبْدِ الصَّمَدِ، قَالَ: سَأَلْتُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ، عَنْ جَارٍ لَنَا رَافِضِيٍّ يُسَلِّمُ عَلَيَّ، أَرُدُّ عَلَيْهِ؟ قَالَ: لا<br />
Abdusshamad mengatakan, &#8220;Aku pernah bertanya kepada Ahmad bin Hanbal tentang tetanggaku Raafidli (seorang Syiah) yang mengucapkan salam kepadaku, apakah perlu aku jawab?” Ia menjawab: “Tidak.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam <em>As-Sunnah</em> no.787; hasan).</p>
<p>6.     Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p class="arab">مَا أُبَالِي صَلَّيْتُ خَلْفَ الْجَهْمِيِّ، وَالرَّافِضِيِّ أَمْ صَلَّيْتُ خَلْفَ الْيَهُودِ، وَالنَّصَارَى، وَلا يُسَلَّمُ عَلَيْهِمْ، وَلا يُعَادُونَ، وَلا يُنَاكَحُونَ، وَلا يَشْهَدُونَ، وَلا تُؤْكَلُ ذَبَائِحُهُمْ<br />
“Sama saja bagiku shalat di belakang Jahmiy dan Raafidhi, atau aku shalat di belakang Yahudi dan Nashrani. Jangan memberikan salam kepada mereka, jangan dijenguk (apabila mereka sakit), jangan dinikahi, jangan disaksikan (jenazah mereka), dan jangan dimakan sembelihan mereka.” (<em>Khalqu Af’alil-‘Ibad</em>, 1:39-40).</p>
<p>7.     Al-Qadhi ‘Iyadh <em>rahimahullahu</em> berkata,</p>
<p class="arab">وَكَذَلِك نقطع بتكفير غلاة الرافضة فِي قولهم إنّ الْأَئِمَّة أفضل مِن الْأَنْبِيَاء</p>
<p>“Dan begitu pula kami memastikan kafirnya ghullat Rafidhah (orang-orang Syiah yang sudah sangat fanatik dengan ajarannya <em>pen.</em>) tentang perkataan mereka bahwasannya para imam lebih utama dari para Nabi.” (<em>Asy-Syifa bi-Ahwalil-Mushthafa</em>, 2:174).</p>
<p>8.     Ibnu Hazm Al-Andalusi <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p class="arab">وأما قولهم ( يعني النصارى ) في دعوى الروافض تبديل القرآن فإن الروافض ليسوا من المسلمين ، إنما هي فرقة حدث أولها بعد موت رسول الله صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة .. وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر</p>
<p>“Adapun perkataan mereka (yaitu Nashara) atas klaim Raafidhah tentang perubahan Alquran (maka ini tidak teranggap), karena Raafidhah bukan termasuk kaum muslimin. Syiah adalah kelompok yang muncul pertama kali 25 tahun setelah wafatnya Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>&#8230;. Rafidhah adalah kelompok berjalan mengikuti jalan orang Yahudi dan Nashara dalam dusta dan kekufuran.” (<em>Al-Fishal fil-Milal wan-Nihal</em>, 2:213).</p>
<p>Syiah Rafidhah sering menggunakan dalih mencintai <em>ahlul bait</em> untuk menutupi hakikat busuk akidah mereka dan untuk menipu umat. Kecintaan mereka itu palsu. Kecintaan yang tidak diridhai oleh <em>ahlul bait</em> sendiri. <em>Ahlul bait</em> berlepas diri dari mereka, dan mereka pun berlepas diri dari <em>ahlul bait</em>.</p>
<p class="arab">عَنْ عَلِيَّ بْنَ حُسَيْنٍ، وَكَانَ أَفْضَلَ هَاشِمِيٍّ أَدْرَكْتُهُ، يَقُولُ:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَحِبُّونَا حُبَّ الإِسْلامِ، فَمَا بَرِحَ بِنَا حُبُّكُمْ حَتَّى صَارَ عَلَيْنَا عَارًا</p>
<p>Dari Ali bin Al-Husain –dan ia adalah seutama-utama keturunan Bani Hasyim yang aku (perawi) temui– berkata, “Wahai sekalian manusia (dalam riwayat lain &#8220;wahai penduduk Irak&#8221; atau &#8220;Wahai penduduk Kufah&#8221;), cintailah kami dengan kecintaan Islam. Kecintaan kalian kepada kami senantiasa ada hingga kemudian malah menjadi aib bagi kami.” (<em>Ath-Thabaqaat</em>, 5:110, shahih<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/05/islam-dan-ahlul-bait-menolak-kecintaan.html" target="_blank">[16]</a>).</p>
<p class="arab">عَنْ فُضَيْل بْنُ مَرْزُوقٍ، قَالَ: سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ الْحَسَنِ بْنِ الْحَسَنِ، أَخَا عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ يَقُولُ:  قَدْ وَاللَّهِ مَرَقَتْ عَلَيْنَا الرَّافِضَةُ كَمَا مَرَقَتِ الْحَرُورِيَّةُ عَلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ</p>
<p>Dari Fudlail bin Marzuuq, ia berkata, &#8220;Aku mendengar Ibraahiim bin Al-Hasan bin Al-Hasan, saudara ‘Abdullah bin Al-Hasan, berkata, &#8216;Sungguh, demi Allah, Raafidhah (Syiah) telah keluar (tidak taat) terhadap kami (<em>ahlul bait</em>) sebagaimana Al-Haruriyyah telah keluar (tidak taat) terhadap Ali bin Abi Thalib.” (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam <em>Fadlailush-Shahabah</em>, no.36, hasan).</p>
<p>Ibraahiim bin Al-Hasan bin Al-Hasan adalah anggota <em>ahlul bait</em> dari jalur Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>. Ibnu Hibban berkata, “Ia termasuk di antara pemimpin penduduk Madinah, dan <em>ahlul bait</em> yang mulia/agung.” (<em>Masyahir ‘Ulama Al-Amshar</em>, Hal.155 no. 995).</p>
<p>Ya, kecintaan Syiah terhadap <em>ahlul bait</em> telah menjadi aib bagi kemuliaan <em>ahlul bait</em>. Mereka telah melakukan banyak kedustaan atas nama <em>ahlul bait</em> untuk merusak akidah Islam dari dalam.<br />
<em>Wallaahul-musta’an</em>.</p>
<p>Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html" target="_blank">Ustadz Abul Jauza’</a> (Dengan perubahan bahasa oleh tim Konsultasi Syariah)</p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ajaran syiah dan mut’ah:</h3>
<p>1.<a rel="nofollow" href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a rel="nofollow" href="../peringatan-kematian-imam-husein" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-dalam-syiah" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../media-pembela-syiah-indonesia" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a rel="nofollow" href="../ajaran-syiah" target="_blank">Hakikat <em>Ajaran Syiah</em> (1)</a>.<br />
8. <a rel="nofollow" href="../hakikat-ajaran-syiah-2" target="_blank">Hakikat <u>Ajaran Syiah</u> (2)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Ajaran Syiah (3)</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-3/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 13:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9790</guid>
		<description><![CDATA[Hakikat Ajaran Syiah (3) 5. Orang Syiah –dalam hal ini diwakili oleh Khomaini– mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyembunyikan sebagian risalah dan gagal membina umat. Khomaini –semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadanya- berkata, وواضح أنَّ النبي لو ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Hakikat Ajaran Syiah (3)</h2>
<p>5.     Orang Syiah –dalam hal ini diwakili oleh Khomaini– mengatakan bahwa Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menyembunyikan sebagian risalah dan gagal membina umat.<br />
Khomaini –semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadanya- berkata,</p>
<p class="arab">وواضح أنَّ النبي لو كان بلغ بأمر الإمامة طبقاً لما أمر به الله، وبذل المساعي في هذه المجال، لما نشبت في البلدان الإسلامية كل هذه الإختلافات&#8230;.</p>
<p>“Dan telah jelas bahwasannya Nabi jika ia menyampaikan perkara imamah sebagaimana yang Allah perintahkan (padanya) dan mencurahkan segenap kemampuannya dalam permasalahan ini, niscaya perselisihan yang terjadi di berbagai negeri Islam tidak akan berkobar…..” (<em>Kasyful-Asrar</em>, Hal. 155).</p>
<p class="arab">لقد جاء الأنبياء جميعاً من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم؛ لكنَّهم لم ينجحوا حتَّى النبي محمد خاتم الأنبياء، الذي جاء لإصلاح البشرية وتنفيذ العدالة وتربية البشر، لم ينجح في ذلك&#8230;.</p>
<p>“Sungguh semua Nabi telah datang untuk menancapkan keadilan di dunia, akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan termasuk Nabi Muhammad, penutup para Nabi, dimana beliau datang untuk memperbaiki umat manusia, menginginkan keadilan, dan mendidik manusa – tidak berhasil dalam hal itu….” (Nahju Khomaini, Hal. 46). Dan yang lainnya.<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/02/hinaan-al-khomainiy-terhadap-rasulullah.html" target="_blank">[4]</a></p>
<p>Dimanakah posisi firman Allah Ta’ala yang menyatakan bahwa Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah suri tauladan yang baik,</p>
<p class="arab">لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah</em>.” (QS. Al-Ahzab: 21)?</p>
<p>6.     Orang Syiah Mengafirkan Ahlussunnah<br />
Jika mereka mengafirkan para shahabat <em>radhiallahu‘anhum</em>, maka jangan heran seandainya mereka juga mengafirkan orang-orang yang sepemahaman dengan para shahabat <em>radhiallahu ‘anhum</em>, yaitu Ahlussunnah. Berikut perkataan para ulama Syiah dalam hal ini:<br />
Al-Mufiid berkata,</p>
<p class="arab">اتّفقت الإماميّة على أنّ من أنكر إمامة أحد من الأئمّة وجحد ما أوجبه الله تعالى له من فرض الطّاعة فهو كافر ضالّ مُستحقّ للخلود في النّار</p>
<p>“Madzhab Imaamiyyah telah bersepakat bahwasannya siapa saja yang mengingkari imaamah salah seorang di antara para imam, dan mengingkari apa yang telah Allah <em>Ta’ala</em> wajibkan padanya tentang kewajiban taat, maka ia kafir lagi sesat berhak atas kekekalan di neraka.” (<em>Awailul-Maqalat</em>, Hal. 44 –sumber : http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-aqaed/avael-maqalat/a01.htm).</p>
<p>Orang yang mengingkari keimamahan versi mereka tentu saja adalah Ahlussunnah.<br />
Yuusuf Al-Bahrani berkata,</p>
<p class="arab">إن إطلاق المسلم على الناصب وأنه لا يجوز أخذ ماله من حيث الإسلام خلاف ما عليه الطائفة المحقة سلفا وخلفا من الحكم بكفر الناصب ونجاسته وجواز أخذ ماله بل قتله</p>
<p>“Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap nashib (baca: ahlussunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca: Syiah Rafidhah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentang hukum kafirnya nashib, kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya.” (<em>Al-Hadaiqun An-Nadhirah</em>, 12:323-324 –sumber: shjaffar.jeeran.com).<br />
Berikut rekaman suara Yasir Habib yang mengafirkan ahlussunnah yang ia sebut sebagai Nawashib atau golongan awam:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/oYaAhcIE62Y?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Sebagai penguat, silakan baca/lihat:</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/6mFTDp7-PDg?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>7.     Shalat Syiah Sangat Berbeda dengan Shalat Ahlussunnah<br />
Langsung saja Anda buka halaman blog berjudul : <a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/08/fiqh-syiah-5-kaifiyyah-shalat.html" target="_blank">Fiqh Syiah (5) : Kaifiyyah Shalat Syiah</a>.<br />
Adzannya pun lain, karena selain syahadatain, mereka menambahkan syahadat ketiga<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/syahadat-ketiga-salah-satu-produk.html" target="_blank">[5]</a>. Simak:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/gP2lEd7V9SI?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Masih banyak sebenarnya kesesatan Syiah selain di atas.<br />
MUI telah menetapkan kriteria sesat tidaknya satu kelompok atau pemahaman sebagai berikut:<br />
1.     Mengingkari rukun iman dan rukun Islam.<br />
2.     Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar&#8217;i (Alquran dan sunah).<br />
3.     Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.<br />
4.     Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Aquran.<br />
5.     Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.<br />
6.     Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.<br />
7.     Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.<br />
8.     Mengingkari Nabi Muhammad <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> sebagai nabi dan rasul terakhir.<br />
9.     Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.<br />
10.   Mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar&#8217;i.</p>
<p>Dari sepuluh kriteria di atas, menurut saya Syiah mempunyai delapan poin parameter aliran sesat menurut MUI.<a rel="nofollow" href="http://nahimunkar.com/5243/mui-dari-10-kriteria-sesat-7-diantaranya-dimilik-syi%E2%80%99ah/" target="_blank">[14]</a></p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ajaran syiah dan mut’ah:</h3>
<p>1.<a rel="nofollow" href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a rel="nofollow" href="../peringatan-kematian-imam-husein" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-dalam-syiah" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../media-pembela-syiah-indonesia" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a rel="nofollow" href="../ajaran-syiah" target="_blank">Hakikat <em>Ajaran Syiah</em> (1)</a>.<br />
8. <a href="http://konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-2" target="_blank" rel="nofollow">Hakikat <u>Ajaran Syiah</u> (2)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Ajaran Syiah (2)</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-2/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 06:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9783</guid>
		<description><![CDATA[Hakikat Ajaran Syiah (2) 3. Orang Syiah Rafidhah Tidak Menggunakan Riwayat Ahlussunnah Dengan kata lain, Syiah tidak menggunakan hadis-hadis Ahlussunnah –yang merupakan referensi kedua setelah Alquran– dalam membangun agama mereka. Ini merupakan konsekuensi yang timbul dari poin kedua karena mereka ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Hakikat Ajaran Syiah (2)</h2>
<p>3.     Orang Syiah Rafidhah Tidak Menggunakan Riwayat Ahlussunnah</p>
<p>Dengan kata lain, Syiah tidak menggunakan hadis-hadis Ahlussunnah –yang merupakan referensi kedua setelah Alquran– dalam membangun agama mereka. Ini merupakan konsekuensi yang timbul dari poin kedua karena mereka mengafirkan para sahabat yang menjadi periwayat as-sunnah/al-hadis. Ini adalah satu kenyataan yang tidak akan ditolak kecuali mereka yang (maaf) bodoh terhadap agama Syiah dengan kebodohan yang teramat sangat, atau mereka yang sedang menjalankan strategi taqiyyah. Mungkinkah mereka (Syiah) akan mengambil riwayat dari orang yang telah mereka katakan murtad (sahabat nabi) dari agamanya?!</p>
<p>Syiah mempunyai sumber-sumber hadis tersendiri seperti<em> Al-Kaafi</em>,<em> Man La Yahdhuruh Al-Faqih</em>, <em>Tahdzib Al-Ahkam</em>, <em>Al-Istibshar</em>, dan yang lainnya.</p>
<p>Jika mereka mengambil referensi ahlussunnah, maka itu hanyalah mereka lakukan ketika berbicara kepada Ahlussunnah, dan mereka ambil yang kira-kira dapat mendukung akidah mereka atau menghembuskan syubhat-syubhat kepada Ahlussunnah.</p>
<p>Mau dikemanakan sabda Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن عبد حبشي فإنه من يعش منكم يرى اختلافا كثيرا وإياكم ومحدثات الأمور فإنها ضلالة فمن أدرك ذلك منكم فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ</p>
<p>“<em>Aku nasihatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun (yang memerintah kalian) seorang budak Habsyi. Orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku nanti) akan menjumpai banyak perselisihan. Waspadailah hal-hal yang baru, karena semua itu adalah kesesatan. Barangsiapa yang menjumpainya, maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh kepada sunahku dan sunah <em>Al-Khulafa Ar-Rasyidin</em> yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham.</em>” (HR. Ahmad 4:126-127, Abu Dawud, no.4607, dan yang lainnya; shahih)?</p>
<p>4.     Orang Syiah telah berbuat <em>ghuluw</em> (melampaui batas) terhadap imam-imam mereka, dan bahkan sampai pada tingkat ‘menuhankan’ mereka.</p>
<p>Al-Kulaini membuat bab dalam kitab <em>Al-Kaafi</em>:</p>
<p class="arab">بَابُ أَنَّ الْأَئِمَّةَ ( عليهم السلام ) إِذَا شَاءُوا أَنْ يَعْلَمُوا عُلِّمُوا</p>
<p>“Bab: Bahwasannya para imam (<em>‘alaihissalam</em>) apabila ingin mengetahui, maka mereka akan mengetahui.”</p>
<p>Terdapat tiga hadis/riwayat. Saya sebutkan satu di antaranya:</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْإِمَامَ إِذَا شَاءَ أَنْ يَعْلَمَ أُعْلِمَ</p>
<p>Dari Abu Abdillah (<em>‘alaihissalam</em>), ia berkata, “Sesungguhnya seorang imam jika ia ingin mengetahui, maka ia akan mengetahui.” (<em>Al-Kaafi</em>, 1:258).</p>
<p>Inilah riwayat dusta yang disandarkan kepada <em>ahlul bait</em> – dan <em>ahlul bait</em> berlepas diri dari riwayat dusta tersebut.</p>
<p>Bab yang lain dalam kitab Al-Kaafi:</p>
<p class="arab">بَابُ أَنَّ الْأَئِمَّةَ ( عليهم السلام ) يَعْلَمُونَ عِلْمَ مَا كَانَ وَ مَا يَكُونُ وَ أَنَّهُ لَا يَخْفَى عَلَيْهِمُ الشَّيْ‏ءُ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ</p>
<p>“Bab: Bahwasannya para imam (<em>‘alaihissalam</em>) mengetahui ilmu yang telah terjadi maupun yang sedang terjadi. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari mereka <em>shalawatullah ‘alaihim</em>.”</p>
<p>Pada bab ini terdapat enam hadis/riwayat, yang salah satunya adalah sebagai berikut:</p>
<p class="arab">عَنْ سَيْفٍ التَّمَّارِ قَالَ كُنَّا مَعَ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام )&#8230;&#8230; فَقَالَ وَ رَبِّ الْكَعْبَةِ وَ رَبِّ الْبَنِيَّةِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَوْ كُنْتُ بَيْنَ مُوسَى وَ الْخَضِرِ لَأَخْبَرْتُهُمَا أَنِّي أَعْلَمُ مِنْهُمَا وَ لَأَنْبَأْتُهُمَا بِمَا لَيْسَ فِي أَيْدِيهِمَا لِأَنَّ مُوسَى وَ الْخَضِرَ ( عليه السلام ) أُعْطِيَا عِلْمَ مَا كَانَ وَ لَمْ يُعْطَيَا عِلْمَ مَا يَكُونُ وَ مَا هُوَ كَائِنٌ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ وَ قَدْ وَرِثْنَاهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ( صلى الله عليه وآله ) وِرَاثَةً</p>
<p>Dari Saif At-Tammar, ia berkata, &#8220;Kami pernah bersama Abu Ja’far (<em>‘alaihissalam</em>), …..kemudian ia berkata, &#8216;Demi Rab Ka’bah dan Rab Baniyyah –tiga kali-, seandainya aku berada di antara Musa dan Khidlir, akan aku kabarkan kepada mereka berdua bahwasannya aku lebih mengetahui daripada mereka berdua. Dan akan aku beritahukan kepada mereka berdua sesuatu yang tidak mereka ketahui. Karena Musa dan Khidlir (<em>‘alaihimassalam</em>) diberikan ilmu tentang apa yang telah terjadi, namun tidak diberikan ilmu mengenai yang sedang terjadi dan akan terjadi hingga hari kiamat. Dan sungguh kami telah mewarisi pengetahuan ini dari Rasulullah (<em>shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam</em>) dengan satu warisan.” (<em>Al-Kaafi</em>, 1:260-261).</p>
<p>Perhatikan penjelasan Dr. Al-Qazwini berikut:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/BxuHVIZ0rvA?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Ia (Dr. Al-Qazwiini) pada menit 0:44–0:53 mengatakan, “Allah <em>Ta’ala</em> Maha Mengetahui segala isi hati. Dan imam dalam riwayat ini juga mengetahui segala isi hati. Ilmu imam berasal dari Allah….. [selesai].</p>
<p>Dimanakah posisi firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p class="arab">قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ</p>
<p>“<em>Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.</em>&#8221; (QS. Al-An’aam: 50)?</p>
<p>Dan kalaupun Allah memberikan sebagian kabar gaib –baik yang telah lalu maupun yang kemudian– kepada para hamba-Nya dari kalangan manusia, maka itu Allah <em>Ta’ala</em> berikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya,</p>
<p class="arab">وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ</p>
<p>“<em>Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.</em>” (QS. Ali ‘Imran: 179).</p>
<p>Tidak ada dalam ayat di atas kata ‘imam’, akan tetapi menyebut kata ‘rasul’.<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/03/sekilas-tentang-pemikiran-klenik-al.html" target="_blank">[3]</a></p>
<p>Orang Syiah mengatakan bahwa imam lebih tinggi kedudukannya dari para Nabi (selain Nabi Muhammad <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>).</p>
<p>Ayatullah Al-Udhmaa Ar-Ruhani –semoga Allah mengembalikannya kepada kebenaran– pernah ditanya sebagai berikut,</p>
<p class="arab">هل تعتقدون أن علياً كرم الله وجهه أفضل من الأنبياء؟</p>
<p>“Apakah engkau meyakini bahwasannya Ali <em>karamallaahu wajhah</em> lebih utama daripada para Nabi?”</p>
<p>Ia (Ar-Ruhani) menjawab,</p>
<p class="arab">اسمه جلت اسمائه</p>
<p>هذا من الامور القطعية الواضحة</p>
<p>“Dengan menyebut nama-Nya yang Maha Agung,…. Ini termasuk perkara-perkara yang pasti lagi jelas (yaitu Ali lebih utama daripada para Nabi)” (sumber: http://www.alrad.net/hiwar/olama/rohani/r16.htm).<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/10/imam-lebih-tinggi-kedudukannya-dari.html" target="_blank">[4]</a></p>
<p>Bahkan seandainya seluruh Nabi berkumpul, niscaya mereka tidak akan mampu berkhutbah menandingi khutbah Ali <em>radhiallaahu ‘anhu</em>. Ini dikatakan oleh salah seorang ulama Syiah yang sangat tersohor Sayyid Kamal Al-Haidari:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/Rhyc343o_ZI?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Dasar riwayatnya (bahwa Ali lebih utama dibandingkan para Nabi, selain Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>) tertulis di video ini:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/062TvOdtfQI?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Bukankah ini merupakan penghinaan terhadap para Nabi dan para rasul? Apakah mereka sama sekali tidak menganggap firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p class="arab">تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ</p>
<p>“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.” (QS. Al-Baqarah: 253)?</p>
<p>Pelampauan keutamaan sebagian Rasul (termasuk Nabi) hanya dilakukan oleh sebagian (Rasul) yang lain. Allah tidak mengatakan bahwa pelampauan itu dilakukan oleh orang yang bukan Nabi atau Rasul.</p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ajaran syiah dan mut’ah:</h3>
<p>1.<a rel="nofollow" href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a rel="nofollow" href="../peringatan-kematian-imam-husein" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-dalam-syiah" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../media-pembela-syiah-indonesia" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br />
7. <a href="http://konsultasisyariah.com/ajaran-syiah" target="_blank" rel="nofollow">Hakikat <em>Ajaran Syiah</em> (1)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hakikat-ajaran-syiah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Ajaran Syiah (1)</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 02:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9781</guid>
		<description><![CDATA[Hakikat Ajaran Syiah Kasus pertikaian antara kelompok Sunni (Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah) dan Syiah di Kabupaten Sampang, Madura, menjadi topik pembicaraan hangat tingkat nasional beberapa hari ini. Para tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan kedua kelompok pun diundang ke stasiun-stasiun TV nasional sebagai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Hakikat Ajaran Syiah</h2>
<p>Kasus pertikaian antara kelompok Sunni (Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah) dan Syiah di Kabupaten Sampang, Madura, menjadi topik pembicaraan hangat tingkat nasional beberapa hari ini. Para tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan kedua kelompok pun diundang ke stasiun-stasiun TV nasional sebagai narasumber. Rakyat dari berbagai kalangan pun turut memperhatikan berita ini, sebagian mereka berselancar di dunia maya bertanya kepada &#8220;mbah google&#8221; untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan.<br />
<span id="more-9781"></span><br />
Namun bagi beberapa kalangan informasi itu masih terasa bias dan sulit ditangkap, siapa sebenarnya pihak yang salah. Apakah <strong>ajaran Syiah</strong> benar-benar menyimpang? Lalu sejauh mana penyimpangannya? Ataukah Syiah hanya sekedar sebagai mahdzab alternatif dari empat mahdzab yang terkenal di kalangan Sunni.</p>
<p>Kali ini Konsultasi Syariah sengaja mengangkat tema yang panas ini, tetapi bukan untuk disikapi dengan emosional apalagi anarkis, hal ini semata-mata agar pembaca dapat mengambil sikap dan menilai sendiri. Kami berusaha mengangkat tema ini sebagai salah satu rujukan bagi pembaca sekalian di antara simpang siurnya informasi yang beredar di media nasional tentang hakikat <em>ajaran Syiah</em>. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat adil dan menyampaikan fakta-fakta yang ada tanpa rekayasa atau sentimen sektarian. Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p><u>Ajaran Syiah</u> merupakan ajaran yang sangat tua sekali umurnya. Ajaran ini telah muncul di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Namun cukup mengherankan, data-data mengenai ajaran Syiah sangat sulit diperoleh oleh sebagian pihak karena sifatnya yang tertutup. Kita sangat jarang menemui buku-buku induk ajaran Syiah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat ditelaah oleh orang awam sekali pun. Demikian juga tokoh-tokoh Syiah di negeri ini, mereka lebih senang menyebarkan paham Syiah mereka dengan bertamengkan Ahlussunnah wal Jamaah, agar mudah diterima. Bagaimana sebenarnya akidah dari kelompok ini, sampai sebegitu tertutupnya mereka. Berikut ini akidah-akidah Syiah:</p>
<p>1.     Orang Syiah Rafidhah mengatakan Alquran yang ada di tangan kaum muslimin (baca: Ahlussunnah) berbeda dengan Alquran versi <em>ahlul bait</em>.<br />
Muhammad bin Murtadha Al-Kasyi –seseorang yang dianggap berilmu dan ahli hadis dari kalangan Syiah- mengatakan,</p>
<p class="arab">لم يبق لنا اعتماد على شيء من القران. اذ على هذا يحتمل كل اية منه أن يكون محرفاً ومغيراً ويكون على خلاف ما أنزل الله فلم يقب لنا في القران حجة أصلا فتنتفى فائدته وفائدة الأمر باتباعه والوصية بالتمسك به</p>
<p>“Tidaklah tersisa bagi kami untuk berpegang pada satu ayat pun dari Alquran. Hal ini disebabkan setiap ayat telah terjadi pengubahan sehingga berlawanan dengan yang diturunkan Allah. Dan tidaklah tersisa dari Alquran satu ayat pun sebagai argumentasi. Maka tidak ada lagi faedahnya, dan faedah untuk menyuruh dan berwasiat untuk mengikuti dan berpegang dengan Alquran ….” (<em>Tafsir Ash-Shaafi</em>, 1:33)</p>
<p>Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini –seorang yang dianggap ahli hadis dari kalangan Syiah– (w. 328/329 H) mengatakan,</p>
<p class="arab">عن أبي بصير عن أبي عبد الله عليه السلام قال : وَ إِنَّ عِنْدَنَا لَمُصْحَفَ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) وَ مَا يُدْرِيهِمْ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ قُلْتُ وَ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ مُصْحَفٌ فِيهِ مِثْلُ قُرْآنِكُمْ هَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَ اللَّهِ مَا فِيهِ مِنْ قُرْآنِكُمْ حَرْفٌ وَاحِدٌ قَالَ قُلْتُ هَذَا وَ اللَّهِ الْعِلْمُ</p>
<p>Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah <em>‘alaihissalam</em> ia berkata, “Sesungguhnya pada kami terdapat Mushhaf Fathimah <em>‘alaihassalam</em>. Dan tidaklah mereka mengetahui apa itu Mushaf Fathimah.” Aku berkata, “Apakah itu Mushhaf Fathimah?” Abu Abdillah menjawab, “Mushhaf Fathimah itu, tiga kali lebih besar daripada Alquran kalian. Demi Allah, tidak ada di dalamnya satu huruf pun dari Alquran kalian.” Aku berkata, “Demi Allah, ini adalah ilmu.” (<em>Al-Kaafi</em>, 1:239).</p>
<p class="arab">عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جَبْرَئِيلُ ( عليه السلام ) إِلَى مُحَمَّدٍ ( صلى الله عليه وآله ) سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفَ آيَةٍ</p>
<p>Dari Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah <em>‘alaihissalam</em> ia berkata, “Sesungguhnya Alquran yang diturunkan melalui perantaraan Jibril <em>‘alaihissalam</em> kepada Muhammad <em>shallallaahu</em> <em>‘alaihi wa aalihi wa sallam</em> terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu) ayat.” (<em>Al-Kaafi</em>, 2:634). Maksudnya teks Alquran sekarang banyak ayat-ayat yang dihapus oleh para sahabat, sehingga jumlah ayatnya hanya 6000an.</p>
<p>Muhammad Baqir Taqi bin Maqshud Al-Majlisi (w. 1111 H) ketika mengomentari hadis di atas,</p>
<p class="arab">موثق، وفي بعض النسخ عن هشام بن سالم موضع هارون ابن سالم، فالخبر صحيح ولا يخفى أن هذا الخبر وكثير من الأخبار في هذا الباب متواترة معنى، وطرح جميعها يوجب رفع الاعتماد عن الأخبار رأسا، بل ظني أن الأخبار في هذا الباب لا يقصر عن أخبار الامامة فكيف يثبتونها بالخبر ؟</p>
<p>”Shahih. Dalam sebagian naskah tertulis, ”Dari Hisyaam bin Salim” pada tempat rawi yang bernama Harun bin Saalim. Maka kabar/riwayat ini shahih dan tidak tersembunyi lagi bahwasannya riwayat ini dan banyak lagi yang lainnya dalam bab ini telah mencapai derajat mutawatir secara makna. Menolak keseluruhan riwayat ini (yang berbicara tentang perubahan Alquran) berkonsekuensi menolak semua riwayat (yang berasal dari <em>ahlul bait</em>). Aku kira, riwayat-riwayat dalam bab ini tidaklah lebih sedikit dibandingkan riwayat-riwayat tentang imamah. Nah, bagaimana masalah imamah itu bisa ditetapkan melalui riwayat? (<em>Mir&#8217;atu Al-‘Uquul fii Syarhi Akhbari Alir-Rasul</em>, 12:525).</p>
<p>Kemudian,…. inilah hal yang membuktikan validitas keyakinan Syiah bahwasanya Alquran sekarang telah berubah:</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/ovfz3xnsjJ0?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Di atas adalah perkataan Dr. Al-Qazwini, salah seorang ulama kontemporer Syiah yang cukup terkenal. Menurutnya firman Allah <em>Ta&#8217;ala</em>,</p>
<p class="arab">إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)</em>.” (QS. Ali &#8216;Imran: 33).<br />
Menurutnya, yang benar adalah</p>
<p class="arab">إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ وَآلَ مُحَمَّدٍ عَلَى الْعَالَمِينَ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, keluarga Imran, <strong>dan keluarga Muhammad</strong> melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)</em>.”<br />
Tambahan kalimat keluarga Muhammad ini dihilangkan oleh para sahabat <em>radhiallahu ‘anhum</em> –(dan ini adalah kedustaan yang sangat nyata!!).<a rel="nofollow" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/01/aqidah-syiah-tentang-al-quran.html" target="_blank">[1]</a></p>
<p>Lantas mau dikemanakan firman Allah Ta’ala,</p>
<p class="arab">إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur&#8217;an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya</em>.” (QS. Al-Hijr: 9) ?</p>
<p>2.     Orang Syiah Rafidhah telah mengafirkan para sahabat, terutama Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Umar bin Al-Khaththab <em>radhiallahu ‘anhuma</em>.<br />
Orang Syiah telah mendoakan laknat atas Abu Bakr dan Umar <em>radhiallahu ‘anhuma</em> – yang naasnya, doa itu dinisbatkan secara dusta kepada ‘Ali bin Abi Thalib <em>radhiallahu ‘anhu</em><a rel="nofollow" href="http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-aqaed/sh-ehqaq-01/12.htm" target="_blank">[2]</a> – sebagai berikut,</p>
<p class="arab">اللهم صل على محمد، وآل محمد، اللهم العن صنمي قريش، وجبتيهما، وطاغوتيهما، وإفكيهما، وابنتيهما، اللذين خالفا أمرك، وأنكروا وحيك، وجحدوا إنعامك، وعصيا رسولك، وقلبا دينك، وحرّفا كتابك&#8230;..</p>
<p>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, laknat bagi dua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar <em>pen.</em>), Jibt dan Thaghut, kawan-kawan, serta putra-putri mereka berdua. Mereka berdua telah membangkang perintah-Mu, mengingkari wahyu-Mu, menolak kenikmatan-Mu, mendurhakai Rasul-Mu, menjungkir-balikkan agama-Mu, merubah kitab-Mu…..dst.”</p>
<p>Saksikan video berikut, bagaimana ulama Syiah, Yasir Habiib, melaknat Abu Bakr, Umar, dan para shahabat lain <em>radhiallahu ‘anhum</em> dalam shalatnya:</p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/DAVSplUX3hw?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Dan mari kita lihat sumber ajaran Syiah dalam kitab mereka yang mengafirkan para sahabat,</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ( عليه السلام ) قَالَ كَانَ النَّاسُ أَهْلَ رِدَّةٍ بَعْدَ النَّبِيِّ ( صلى الله عليه وآله ) إِلَّا ثَلَاثَةً فَقُلْتُ وَ مَنِ الثَّلَاثَةُ فَقَالَ الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَ أَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ وَ سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْهِمْ</p>
<p>Dari Abu Ja’far <em>‘alaihis-salam</em>, ia berkata, “Orang-orang (yaitu para shahabat <em>pen.</em>) menjadi murtad sepeninggal Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa alihi wa sallam</em> kecuali tiga orang.” Aku (perawi) berkata, “Siapakah tiga orang tersebut?” Abu Ja’far menjawab, “Al-Miqdad, Abu Dzar Al-Ghiffari, dan Salman Al-Farisiy <em>rahimahullah wa barakatuhu ‘alaihim</em>&#8230;” (<em>Al-Kaafi</em>, 8:245; Al-Majlisi berkata, “hasan atau muwatstsaq”).</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي عبد الله عليه السلام قال: &#8230;&#8230;.والله هلكوا إلا ثلاثة نفر: سلمان الفارسي، وأبو ذر، والمقداد ولحقهم عمار، وأبو ساسان الانصاري، وحذيفة، وأبو عمرة فصاروا سبعة</p>
<p>Dari Abu Abdillah <em>‘alaihissalam</em>, ia berkata, “…….Demi Allah, mereka (para sahabat) telah binasa kecuali tiga orang: Salman Al-Farisiy, Abu Dzar, dan Al-Miqdad. Dan kemudian menyusul mereka ‘Ammar, Abu Sasan, Hudzaifah, dan Abu Amarah sehingga jumlah mereka menjadi tujuh orang.” (<em>Al-Ikhtishash oleh Al-Mufiid</em>, Hal.5, lihat: http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/ekhtesas/a1.html).</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَحَدِهِمَا عليهما السلامقَالَ إِنَّ أَهْلَ مَكَّةَ لَيَكْفُرُونَ بِاللَّهِ جَهْرَةً وَ إِنَّ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَخْبَثُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ أَخْبَثُ مِنْهُمْ سَبْعِينَ ضِعْفاً .</p>
<p>Dari Abu Bashir, dari salah seorang dari dua imam <em>‘alaihimassalam</em>, ia berkata, “Sesungguhnya penduduk Mekah kafir kepada Allah secara terang-terangan. Dan penduduk Madinah lebih busuk/jelek daripada penduduk Mekah 70 kali.” (<em>Al-Kaafi</em>, 2:410; Al-Majlisi berkata : Muwatstsaq).</p>
<p>Riwayat yang semacam ini banyak tersebar di buku-buku Syiah.<br />
Dimanakah posisi firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p class="arab">وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ</p>
<p>“<em>Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar</em>” (QS. At-Taubah: 100).</p>
<p class="arab">مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا</p>
<p>“<em>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar</em>.” (QS. Al-Fath: 29)?</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ajaran syiah dan mut’ah:</h3>
<p>1.<a rel="nofollow" href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br />
2. <a rel="nofollow" href="../peringatan-kematian-imam-husein" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" target="_blank">Kisah Nikah Mut&#8217;ah</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../nikah-mutah-dalam-syiah" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../media-pembela-syiah-indonesia" target="_blank">Media Pembela Ajaran Syiah</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

