<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam &#187; Halal Haram</title>
	<atom:link href="http://www.konsultasisyariah.com/category/halal-haram/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 02:11:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Hukum Dialog Imajiner</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-dialog-imajiner-antara-tuhan-dan-hamba/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-dialog-imajiner-antara-tuhan-dan-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 08:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[dialog tuhan dan hamba]]></category>
		<category><![CDATA[hukum dialog]]></category>
		<category><![CDATA[imajiner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=18075</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Dialog Imajiner Dialog Imajiner ternyata menyimpan sejuta masalah. Karena termasuk berdusta atas nama syariat. Islampun melarang kita utk menyebarkannya, karena Nabi menyebutnya sebagai pendusta. Pertanyaan: Assaamualaikum wr.w.b Sering ana membaca artikel-artikel yang digambarkan dalam bentuk dialog imajiner. cuman yang ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Dialog Imajiner</strong></h2>
<p><a title="Dialog Imajiner" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">Dialog Imajiner</a> ternyata menyimpan sejuta masalah. Karena termasuk berdusta atas nama syariat. Islampun melarang kita utk menyebarkannya, karena Nabi menyebutnya sebagai pendusta.<br />
<span id="more-18075"></span><br />
<strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assaamualaikum wr.w.b</em></p>
<p><em>Sering ana membaca artikel-artikel yang digambarkan dalam bentuk dialog imajiner. cuman yang menjadi masalah adalah, dialog tersebut melibatkan Allah, Malaikat, Syaitan bahkan Para Nabi. padahal sesungguhnya tidak pernah terjadi dialog tersebut.</em></p>
<p><em>Bolehkah membuat tulisan seperti itu ?</em></p>
<p><em>ini contoh dialog imajiner (hanya cuplikan) :</em></p>
<blockquote><p><em>Pada waktu yang hampir bersamaan seorang Tukang kayu yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat tersebut lalu diberitahu kepada isterinya apakah dia perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya. Isterinya berkata, “Wahai suamiku, apalah artinya menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerjamu ketika menebang kayu di dalam hutan dan bertemu dg harimau dan hantu penunggu hutan. Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris konglomerat tersebut akan kesanggupannya. Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat, Si Tukang kayu itu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama kapaknya.</em></p>
<p><em>Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman tsb, maka datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut. Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang maka Ia segera agak menjauhkan diri dari mayat konglomerat tersebut. Terbetik di fikirannya bahwa sudah tiba saatnya Sang konglomerat tersebut akan diinterogasi oleh Mungkar dan Nakir. Tetapi yg terjadi malah sebaliknya, Mungkar dan Nakir malah menuju ke arahnya dan bertanya &#8220;Apa yang kau buat di sini&#8221; ?. Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah harta wasiatnya&#8221; jawab si Tukang kayu. &#8220;Apa harta yang ada pada kau sekarang&#8221;? lanjut Mungkar-Nakir. &#8220;Aku cuma memiliki sebatang kapak ini saja untuk mencari rezeki&#8221; timpal si tukang kayu. Kemudian Mugkar-Nakir beritanya lagi &#8220;Dari mana kau dapat kapak ini&#8221; ?. &#8220;Aku membelinya&#8221; balas si tukang kayu. Lalu pergilah Mungkar dan Nakir di hari pertama dari dalam kubur tersebut. Hari kedua Mereka datang lagi dan bertanya &#8220;apa yang kau buat dengan kapak ini&#8221;?. &#8220;Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual&#8221; sergah tukang kayu. Di hari ketiga di tanya lagi &#8220;Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?. &#8220;pohon itu adanya di hutan belantara jadi ngak ada yg punya&#8221; timpalnya. &#8220;Apa Kau yakin&#8221; lanjut malaikat.Kemudian Mereka menghilang dan datang lagi di hari ke empat. Kemudian Mereka bertanya lagi &#8220;Adakah kau potong pohon tersebut dengan kapak ini dg ukurannya dan beratnya yg sama untuk dijual?. &#8220;Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata&#8221; tegas tukang kayu. Begitu terus yg dilakukan malaikat Mungkar Nakir datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah dan yg ditanyakan masih berkisar dg kapak tersebut. …</em></p></blockquote>
<p><em>Mohon pencerahannya ustadz.</em></p>
<p>Dari: Firman S. – Lombok</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa alaikumus salam</p>
<p>Kita dilarang keras berbicara tentang masalah yang ghaib, masalah akhirat atau pertanyaan di kuburan, atau semua kejadian masa depan atau kejadian masa silam, tanpa bukti dan dalil yang shahih. Karena berbicara masalah yang ghaib tanpa dalil, pasti salah dan statusnya dusta.</p>
<p>Jika dusta atas nama makhluk hukumnya haram dan terlarang, berdusta atas nama Allah hukumnya jauh lebih terlarang.</p>
<p class="arab">قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ</p>
<p><em>Katakanlah: &#8220;Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan bebicara atas nama Allah, apa yang tidak kamu ketahui.&#8221;</em> (QS. Al-A’raf)</p>
<p>Semua informasi tentang syariat, baik yang berkaitan masalah hukum fikih maupun yang berkaitan dengan aqidah, harus berdasarkan dalil yang shahih dan jelas. Pelanggaran dalam hal ini, termasuk berbicara tentang Allah sementara kita tidak memiliki ilmunya.</p>
<h3><strong>Apa Hukumannya?</strong></h3>
<p>Ayat di atas, tidak memberikan ancaman hukuman apapun. Akan tetapi disebutkan dalam hadis, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memberi ancaman sangat keras untuk perbuatan semacam ini. Beliau bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ</p>
<p><em>Siapa yang berdusta atas namakku, hendaknya dia siapkan tempatnya di neraka.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Dalam lafadz yang lain,</p>
<p class="arab">مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ</p>
<p><em>Siapa yang berbicara atas namaku, padahal aku tidak pernah mengucapkannya, hendaknya dia siapkan tempatnya di neraka.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Demikian ancaman keras untuk orang yang berdusta atas nama Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Kita bisa bayangkan, bagaimana dengan hukuman untuk orang yang berdusta atas nama Allah. Tentu saja, hukumannya lebih berat.</p>
<p><a title="dialog imajiner" href="http://konsultasisyariah.com/hukum-dialog-imajiner-antara-tuhan-dan-hamba" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Dialog imajiner</strong></a> seperti yang anda sebutkan merupakan contoh berbicara atas nama Allah dan Rasulul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Namanya saja dialog imejiner, jelas tidak memiliki bukti maupun dalil yang shahih. Kita tidak perlu ragu untuk menyebutnya sebagai kedustaan atas nama Allah dan Rasul-Nya.</p>
<h3><strong>Maksud yang Baik, Tidak Melegalkan Cara yang Buruk</strong></h3>
<p>Bisa jadi maksud orang ini sangat baik. Dia hendak mengingatkan masyarakat tentang betapa ngerinya pertanyaan kubur. Sehingga selayaknya kita perlu banyak waspada, agar bisa menjawab pertanyaan di alam kubur dengan benar. Namun tujuan yang baik ini tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar syariat. Para ulama menetapkan kaidah,</p>
<p class="arab">الغاية تبرر الوسيلة</p>
<p>Tujuan tidak bisa melegalkan sarana yang tidak baik</p>
<p>Lebih dari itu, masih banyak cara yang dibenarkan untuk menyampaikan nasehat tentang alam kubur atau nasehat tentang akhirat.</p>
<h3><strong>Jangan Disebarkan!!</strong></h3>
<p>Setelah memahami bahwa dialog imajiner termasuk berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya, sikap yang harus kita lakukan adalah tidak boleh membenarkannya. Termasuk menyebarkannya. Karena kita dilarang menyebarkan kedustaan.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ</p>
<p>Siapa yang menyampaikan hadis dariku, dan dia menyangka bahwa itu dusta maka dia termasuk salah satu pendusta. (HR. Muslim dalam Mukadimah, Turmudzi dalam sunannya)</p>
<p>Dalam hadis ini, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menyebut orang yang menyebarkan hadis dhaif atau hadis yang dianggap palsu, sebagai salah satu pendusta. Tentu saja ancamannya akan lebih parah ketika kita yakin bahwa yang kita sebarkan adalah sebuah kedustaan.</p>
<p><strong>Apa beda ancaman pertama dan kedua?</strong></p>
<p>Pada kasus pertama, terdapat ancaman ‘siapkan tempatnya di neraka’ dan pada kasus kedua, ancaman yang disebutkan, ‘dia salah satu pendusta’.</p>
<p>Dua ancaman ini berbeda, sehingga tentu saja kasusnya beda. Untuk ancaman pertama, ancaman agar menyiapkan dirinya di neraka, berlaku untuk orang yang membuat informasi dusta atas nama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Padahal beliau tidak pernah mensabdakannya.</p>
<p>Sementara ancaman kedua, pelakunya disebut pendusta, berlaku untuk orang yang menyebarkan hadis yang dia sangka itu dusta atau dia yakini itu dusta.</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-dialog-imajiner-antara-tuhan-dan-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akta Lahir Anak Angkat dalam Islam</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/akta-lahir-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/akta-lahir-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 08:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[akta lahir anak]]></category>
		<category><![CDATA[akte lahir]]></category>
		<category><![CDATA[cara buat akta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=18035</guid>
		<description><![CDATA[Akta Lahir untuk Anak Angkat Bagaimana akte lahir anak angkat? Sejatinya islam telah memberi solusi yang benar. Prinsipnya kita dilarang mengubah nasab seseorang kepada selain orang tuanya. Pertanyaan: Asalamu&#8217;alaikum wr. wb Langsung aja ustadz, saya pernah membaca artikel tentang &#8221; ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Akta Lahir untuk Anak Angkat</strong></h2>
<p>Bagaimana <a title="akte lahir anak" href="http://konsultasisyariah.com/akta-lahir-dalam-pandangan-islam" target="_blank" rel="nofollow"><strong>akte lahir anak</strong></a> angkat? Sejatinya islam telah memberi solusi yang benar. Prinsipnya kita dilarang mengubah nasab seseorang kepada selain orang tuanya.<br />
<span id="more-18035"></span><br />
<strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Asalamu&#8217;alaikum wr. wb</em><br />
<em>Langsung aja ustadz, saya pernah membaca artikel tentang &#8221; Kedudukan anak angkat di dalam islam&#8221; satu hal yang ingin saya tanyakan, dalam kehidupan bermasyarakat kita mengenal adanya Akta Kelahiran, kaitanya dengan tema di atas, bagaimana hukumnya menurut islam, jika anak angkat kita buatkan Akta kelahiran dengan mencantumkan kita sebagai orang tuanya. Atas jawabannya, sebelumnya saya haturkan terima kasih.</em><br />
<em>Wassalam.</em></p>
<p>Dari: Asep Herry Nugraha</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam</em></p>
<p>Tidak ada masalah dengan <a title="akta kelahiran" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>akta kelahiran</strong></a>. Anak angkat bisa dapat akta, dengan tetap dinasabkan ke orang tua asli, bukan orang tua angkat.</p>
<p>Ada dua hal yang perlu dibedakan terkait anak angkat, adopsi anak dan mengasuh anak.</p>
<p><strong>Bedanya adalah pada perlakuan nasab.</strong></p>
<p>Di masa silam, masyarakat arab memiliki kebiasaan adopsi anak. Menurut aturan mereka, anak yang diadopsi statusnya sama persis dengan anak kandung. Sampai nasabnya diubah, tidak lagi ke orang tua asli, tapi ke orang tua angkat. Dan semua hubungan nasab anak angkat, berpindah ke orang tua angkat. Mereka bisa saling mewarisi, bisa menjadi mahram, bisa menjadi wali nikah, dst. Memiliki hak dan hukum yang sama sebagaimana anak kandung.</p>
<p>Ini menjadi aturan umum dan dibakukan di masyarakat, sampai Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> sendiri sebelum menjadi nabi, beliau mengangkat mantan budaknya Zaid untuk menjadi anak angkatnya. Sehingga semua orang menyebutnya: Zaid bin Muhammad. Padahal ayah aslinya bernama Haritsah. Ibnu Umar mengatakan,</p>
<p class="arab">ما كنا ندعو زيد بن حارثة إلا زيد بن محمد حتى نزلت: &#8221; ادعوهم لآبائهم &#8220;</p>
<p>Kami tidak pernah memanggil Zaid bin Haritsah, namun Zaid bin Muhammad, sampai Allah menurunkan firmannya di surat Al-Ahzab ayat 5. (HR. Bukhari)</p>
<p>Ayat yang dimaksudkan adalah</p>
<p class="arab">ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا</p>
<p><em>Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, panggilah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama atau maulamu. Tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em> (QS. Al-Ahzab: 5)</p>
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
<p>Maula artinya mantan budak. Ketika ada seorang budak X yang dimerdekakan si A, maka penyebutannya, X maula A. Dulu ada sahabat bernama Bilal, dimerdekakan Abu Bakr. Sehingga bisa disebut, Bilal maula Abu Bakr.</p>
<p>Surat Al-Ahzab ayat 5 ini sekaligus menghapus perlakuan adopsi masa silam. Anak angkat yang dulu dinasabkan ke ortu asuh, nasabnya harus dikembalikan ke ortu asli. Termasuk juga tidak berlaku hubungan saling mewarisi, tidak bisa jadi mahram, dan wali nikah.</p>
<p><strong>Ancaman Keras Mengubah Nasab</strong></p>
<p>Bahkan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memberi ancaman yang sangat keras bagi orang yang mengubah nasab. Dalam hadis dari Sa’d, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام</p>
<p><em>“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.”</em> (HR. Bukhari no. 6385)</p>
<p>Tentu saja dosa ini tidak ditimpakan pada si anak saja. Termasuk orang yang mengajarkan kepada si anak nasab yang salah, dia mendapatkan dosa atau bahkan sumber dosa. Karena dialah yang meretas perubahan nasab pertama kalinya.</p>
<p>Untuk itu, siapapun dia, anak angkat tetap dinasabkan kepada orang tuanya, baik di masyarakat, maupun dalam catatan sipil. Jika alasannya malu, sesungguhnya tidak ada yang perlu dianggap malu, karena ini bukan tabu. Ataupun jika masih malu, menanggung malu di dunia, jauh lebih ringan dibandingkan hukuman di akhirat.</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits</strong></p>
<p><strong>Artikel <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/akta-lahir-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukuman Untuk Klewang dalam Islam</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukuman-untuk-geng-motor-klewang-dalam-islam/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukuman-untuk-geng-motor-klewang-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 09:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[anggota geng motor cewek]]></category>
		<category><![CDATA[geng motor]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman untuk klewang]]></category>
		<category><![CDATA[klewang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=18013</guid>
		<description><![CDATA[Klewang dan Geng Motornya Hukuman untuk klewang dalam islam sama dengan hukuman untuk pelaku kriminal MUHARABAH. Allah jelaskan dalam surat Al-Maidah beberapa hukuman untuknya. Pertanyaan: Aslmkm, Maaf ustadz.., ustad pasti sdh mendengar berita tentang klewang, si ketua geng motor di ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Klewang dan Geng Motornya</strong></h2>
<p><strong>Hukuman untuk klewang</strong> dalam islam sama dengan hukuman untuk pelaku kriminal MUHARABAH. Allah jelaskan dalam surat Al-Maidah beberapa hukuman untuknya.<br />
<span id="more-18013"></span><br />
<strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Aslmkm,</em></p>
<p><em>Maaf ustadz.., ustad pasti sdh mendengar berita tentang <a title="klewang" href="http://konsultasisyariah.com/hukuman-untuk-geng-motor-klewang-dalam-islam" target="_blank" rel="nofollow">klewang</a>, si ketua <strong>geng motor di pekanbaru</strong>. Dia suka mengganggu, dari pemerkosaan, perampasan, pencurian, penganiayaan, dan perusakan. Lebih sangar lagi, dia memaksa <strong>anggota geng motor cewek</strong> utk berhubungan intim dgnya. Nah.., dalam islam, semacam ini hukumannya apa?</em></p>
<p>Dari: Hamba Allah.. Jawa Timur</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Allah berfirman dalam Al-Quran,</p>
<p class="arab">إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ( ) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</p>
<p><em>Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar, ( ) Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menangkap mereka; Karena itu ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em> (QS. Al-Maidah: 33 – 34)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan hukuman untuk tindak kriminal muharabah (perampokan) dan membuat kerusakan di masyarakat. Pelakunya disebut muharib. Allah menetapkan hukuman bagi mereka adalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kakinya secara berseberangan, atau diasingkan dengan penjara. Hukuman yang sangat berat.</p>
<p>Ulama berbeda pendapat batasan seseorang bisa disebut muharib,</p>
<p>1. Imam Abu hanifah mengatakan,</p>
<p class="arab">المحارب الذي تجري عليه أحكام قطّاع الطريق من حمل السلاح في صحراء أو برية، وأمّا في المصر فلا يكون قاطعًا لأن المجني عليه يلحقه الغوث.</p>
<p>Muharib yang dihukum dengan hukuman perampok adalah orang yang mengancam dengan senjata di padang pasir atau di luar pemukiman penduduk. Sedangkan pemalakan yang dilakukan di tengah kota, tidak termasuk perampokan, karena pelaku tindak kriminal bisa ditangani dengan bala bantuan.</p>
<p>2. Imam Malik mengatakan,</p>
<p class="arab">المحارب عندنا من حمل الناس السلاح وأخافهم في مصرٍ أو برية</p>
<p>Muharib menurut kami adalah orang yang mengancam masyarakat dengan senjata, dan menakut-nakuti mereka, baik di tengah kota maupun di luar pemukiman penduduk.</p>
<p>3. Imam As-Syafii mengatakan,</p>
<p class="arab">من كابر في المصر باللصوصية كان محاربًا وسواء في ذلك المنازل، والطرق، وديار أهل البادية، والقرى حكمها واحد</p>
<p>Orang yang menindas di tengah kota untuk mengambil harta termasuk muharib, baik dilakukan di perumahan, di jalan, atau di pemukiman kampung pelosok atau kota. Hukumnya sama.</p>
<p>Ibnul Mundzir menyimpulkan perbedaan batasan di atas,</p>
<p class="arab">الكتاب على العموم، وليس لأحد أن يخرج من جملة الآية قومًا بغير حجة، لأن كلًا يقع عليه اسم المحاربة</p>
<p>Keterangan dalam Al-Quran bersifat umum. Tidak boleh seorangpun untuk mengeluarkan kriteria yang dinyatakan dalam keumuman ayat tanpa dalil. Kerena semua kriteria itu, termasuk tindak kriminal muharabah.</p>
<p>(Rawa’i Al-Bayan, 1/551)</p>
<p>Ibnul Mundzir mengkritisi keterangan sebagian ulama yang memberikan batasan untuk muharib, yang tidak terdapat dalam ayat di atas. Seperti batasan, harus dilakukan di luar pemukiman penduduk.</p>
<p>Berdasarkan keterangan yang anda sampaikan, tindakan klewang layak untuk disebut muharabah. Terlebih dia melakukan pemerkosaan atau pemaksaan seksual. Dan perampasan kehormatan, jauh lebih jahat dibandingkan perampasan harta.</p>
<p>Ibnul Arabi menceritakan, ketika beliau menjadi seorang qadhi (hakim):</p>
<p class="arab">دفع إليّ قومٌ خرجوا محاربين إلى رفقة فأخذوا منهم امرأة مغالبة على نفسها من زوجها ومن جملة المسلمين معه فيها فاحتملنها ثم جَدّ فيهم الطلب فأُخذوا وجيء بهم، فسألت من كان ابتلاني الله به من المفتين فقالوا : ليسوا محاربين ؛ لأن الحرابة إنما تكون في الأموال لا في الفروج، فقلت لهم : إنا لله وإنا إليه راجعون !. ألم تعلموا أن الحرابة في الفروج أفحش منها في الأموال , وأن الناس كلهم ليرضون أن تذهب أموالهم وتحرب من بين أيديهم , ولا يحرب المرء من زوجته وبنته ولو كان فوق ما قال الله عقوبة لكانت لمن يسلب الفروج</p>
<p>Ada pelaku perampokan yang dihadapkan ke saya. Mereka menghadang rombongan musafir, dan mengambil secara paksa salah seorang wanita diantara mereka dari suaminya, dan dari beberapa kaum muslimin dalam rombongan itu. Kemudian mereka dicari negara, hingga tertangkap dan dibawa ke pengadilan. Lalu aku bertanya kepada orang yang suka memberi fatwa yang bermasalah tentang hukum untuk pelaku tindak kriminal ini. Mereka menjawab, ‘Pelaku tidak termasuk muharibin, karena muharabah hanya untuk perampasan harta, bukan kemaluan.’</p>
<p>Akupun berkata kepada mereka: ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun…! Tidakkah kalian sadar, perampokan kehormatan jauh lebih kejam dibandingkan perampokan harta? Semua orang masih rela hartanya hilang atau dirampok raib dari tangannya. Sementara tidak mungkin ada orang yang membiarkan istrinya atau putrinya dirampas. Andaikan ada hukuman yang lebih berat dibandingkan hukuman yang telah Allah firmankan, tentu hukuman itu berlaku untuk orang yang merampas kemaluan.’ (Majallah Buhuts Al-Islamiyah, 12/75)</p>
<h3><strong>Bentuk Hukumannya</strong></h3>
<p>Pada ayat di atas, Allah memberikan beberapa pilihan untuk pelaku perampokan. Ada sebagian ulama yang memberi rincian,</p>
<p class="arab">الآية تدل على ترتيب الأحكام وتوزيعها على الجنايات، فمن قتل وأخذ المال قتل وصلب، ومن اقتصر على أخذ المال قطعت يده ورجله من خلاف، ومن أخاف السبيل ولم يقتل ولم يأخذ مالًا نفي من الأرض، وهذا مذهب الشافعية والصاحبين من الحنفية وهو مروي عن ابن عباس</p>
<p>Ayat ini menunjukkan urutan hukum untuk masing-masing tindak kriminal. Orang yang telah membunuh dan merampas harta maka dia dihukum bunuh dan disalib. Orang yang hanya mengambil harta maka dia dipotong kaki – tangannya secara bersilang. Sementara orang yang hanya menakut-nakuti, tidak membunuh dan tidak merampas harta, dia diasingkan dengan penjara. Inilah madzhab As-Syafii dan dua murid senior Abu Hanifah (Abu Yusuf &amp; Muhammad bin Hasan), dan pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas. (Rawa’i Al-Bayan, 1/552)</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukuman-untuk-geng-motor-klewang-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah dari Koruptor, Bagaimana Hukumnya?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hadiah-dari-koruptor-bagaimana-hukumnya/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hadiah-dari-koruptor-bagaimana-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 07:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman koruptor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17935</guid>
		<description><![CDATA[Status Hadiah dari Koruptor Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum pak Apa hukumnya kalo kita menerima hadiah (berupa uang atau lain-lainnya) dari pelaku korupsi yang merupakan sanak keluarga kita sendiri? Bagaimana kalo kita tau sebuah mobil itu dari hasil korupsi, kita tetap menaikinya (mobil ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Status Hadiah dari Koruptor</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum pak</em></p>
<ol>
<li><em> Apa hukumnya kalo kita menerima hadiah (berupa uang atau lain-lainnya) dari pelaku korupsi yang merupakan sanak keluarga kita sendiri?</em></li>
<li><em>Bagaimana kalo kita tau sebuah mobil itu dari hasil korupsi, kita tetap menaikinya (mobil itu mobil sanak keluarga tadi)?</em></li>
</ol>
<p><em> Terima Kasih pak</em></p>
<p>Dari: Defrian Anhas<br />
<span id="more-17935"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa alaikumus salam<br />
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</p>
<p><strong>Pertama,</strong> sebelumnya kita perlu memahami peta harta haram yang banyak tersebar di masyarakat kita. Secara umum, harta haram bisa kita kelompokkan menjadi dua:</p>
<ol>
<li>Harta haram karena dzatnya, seperti khamr, babi, bangkai, anjing, darah, dst.</li>
<li>Harta haram karena cara mendapatkannya, meskipun dzatnya halal, seperti uang riba, barang curian, mobil korupsi, sapi suap, dst.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya, untuk harta haram karena cara mendapatkannya, dibagi menjadi dua:</p>
<ol>
<li>Harta haram yang diambil secara suka rela, saling ridha, atau dengan izin pemilik pertama. Seperti upah wanita pezina, upah artis, hasil judi, atau jual beli barang haram (misal: hasil menjual babi, khamr), dst.</li>
<li>Harta haram yang diambil secara sepihak, dan merugikan pihak lain, tidak saling ridha. Seperti harta hasil curian, harta hasil merampas, hasil menipu, dan semacamnya. (Disimpulkan dari Ahkam Al-Mal Al-Haram, Dr. Abbas bin Ahmad Al-Baz)</li>
</ol>
<p><strong>Kedua,</strong> harta haram yang diambil tanpa kerelaan pemilik yang asli, tidak saling ridha, statusnya tetap haram, meskipun berpindah ke tangan orang lain. Baik diberikan dalam bentuk hadiah atau hibah.</p>
<p>Sebagian ulama menjelaskan dengan dalil, sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ</p>
<p><em>“Shalat tidak akan diterima tanpa bersuci, dan tidak pula sedekah hasil korupsi.”</em> (HR. Muslim 224)</p>
<p>Ibnu Hajar mengatakan</p>
<p class="arab">دل قوله لا تقبل صدقة من غلول أن الغال لا تبرأ ذمته إلا برد الغلول إلى أصحابه لا بأن يتصدق به إذا جهلهم مثلا والسبب فيه أنه من حق الغانمين فلو جهلت أعيانهم لم يكن له أن يتصرف فيه بالصدقة على غيرهم</p>
<p>Sabda Nabi<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, ‘Sedekah tidak diterima karena hasil korupsi’ menunjukkan bahwa orang yang korupsi tidak bisa lepas dari tanggung jawab kecuali dengan mengembalikan harta korupsi itu kepada pemiliknya. Bukan dengan mensedekahkannya ketika tidak mengetahui siapa pemiliknya. Sebabnya adalah bahwa harta itu masih milik Al-Ghanimin (pasukan perang yang mendapat ghanimah, pemilik asli). Ketika pemilik asli tidak diketahui, dia tidak boleh bagi koruptor untuk manyalurkan uang itu dengan mensedekahkannya kepada orang lain. (Fathul Bari, 3/278).</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> harta hasil korupsi termasuk jenis harta haram yang diambil tanpa kerelaan pemilik yang asli. Karena sejatinya harta itu adalah milik rakyat, dan semua orang sepakat tidak ada rakyat yang bersedia hartanya diambil oleh pejabat.</p>
<p>Karena itu, sekalipun telah dilakukan money loundry, atau diserahkan kepada orang lain, harta itu berhak untuk disita dan dikembalikan kepada negara. Bagi penerima yang mengetahui bahwa itu hasil korupsi, dia harus menolaknya.</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hadiah-dari-koruptor-bagaimana-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggal dan Hari Baik Untuk Menikah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/tanggal-dan-hari-baik-untuk-menikah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/tanggal-dan-hari-baik-untuk-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 10:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan syawal menikah]]></category>
		<category><![CDATA[buulan muharam]]></category>
		<category><![CDATA[hari baik nikah]]></category>
		<category><![CDATA[itungan nikah]]></category>
		<category><![CDATA[weton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17905</guid>
		<description><![CDATA[Hari Baik Untuk Menikah Pertanyaan: Assalamualaikum ustadz, saya berencana ingin menikah tahun depan tgl 18 Januari 2014, pertanyaan saya apakah tgl tersebut merupakan tanggal Baik menurut kalender Islam dan mohon masukkan nya utk tgl Baik dibulan Januari, berikut artinya. Terima ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hari Baik Untuk Menikah</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamualaikum ustadz, saya berencana ingin menikah tahun depan tgl 18 Januari 2014, pertanyaan saya apakah tgl tersebut merupakan <a title="tanggal Baik menurut kalender Islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">tanggal Baik menurut kalender Islam</a> dan mohon masukkan nya utk tgl Baik dibulan Januari, berikut artinya. Terima kasih ustadz?</em></p>
<p>Dari: C. Sandra Dini<br />
<span id="more-17905"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa alaikumus salam</p>
<p>Dalam masalah muamalah, selama tidak ada larangan dalam syariat, semuanya baik. Termasuk penentuan tanggal pernikahan atau tanggal hajatan lainnya. Bahkan kita tidak dibolehkan menghukumi ada hari sial atau tanggal sial, kecuali dengan dalil. Dan kami tidak menjumpai ada satu dalil yang menyebutkan tentang hari sial atau tanggal sial, yang selayaknya hidindari ketika hendak melakukan hajatan.</p>
<h3><strong>Berkeyakinan Sial, Termasuk Syirik</strong></h3>
<p>Dalam kajian masalah aqidah, berkeyakinan sial karena melihat peristiwa tertentu atau terhadap hari tertentu disebut thiyarah atau tathayur. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyebut perbuatan ini sebagai kesyirikan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari sahabat Ibn Mas’ud <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلَاثًا</p>
<p><em>“Thiyarah itu syirik…, Thiyarah itu syirik…, (diulang 3 kali)”</em> (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan yang lainnya. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Sanadnya shahih).</p>
<p>Contoh thiyaroh yang banyak tersebar di indonesia adalah keyakinan sial yang dialami masyarakat jogja dan sekitarnya terhadap bulan suro (bulan Muharam). Pantangan bagi mereka untuk melakukan hajatan apapun di bulan ini. Karena menurut mereka, ulan suro ulan ciloko (<a title="bulan muharam" href="http://www.konsultasisyariah.com/amalan-di-bulan-muharram/" target="_blank">bulan Muharam</a> adalah bulan ancaman bencana).</p>
<h3>Melawan Thiyaroh</h3>
<p>Sejatinya keyakinan ini sama persis dengan keyakinan masyarakat jahiliyah masa silam. Hanya saja bulannya berbeda. Bagi masyarakat masa silam, <a title="bulan syawal adalah bulan pantangan untuk menikah" href="http://www.konsultasisyariah.com/anjuran-menikah-di-bulan-syawal/" target="_blank">bulan syawal adalah bulan pantangan untuk menikah</a>. Untuk melawan keyakinan ini, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menikahi sebagian istrinya di bulan syawal. Beliau ingin buktikan bahwa pernikahan bulan syawal tidak memberi dampak buruk apapun bagi keluarga. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em>;</p>
<p class="arab">تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى ؟ قال وكانت عائشة تستحب أن تدخل نساءها في شوال</p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menikahiku di bulan Syawal, dan mengadakan malam pertama denganku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian beliau selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jika suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain)</p>
<p>Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan agar menikah atau melakukan malam pertama di bulan Syawal. Sementara ulama lainnya mengatakan, semacam ini dikembalikan pada tujuan dakwah. A’isyah menyatakan demikian sebagai bentuk tantangan kepada keyakinan masyarakat jahiliyah bahwa nikah di bulan syawal tidak akan bahagia dan beakhir dengan perceraian. Namun A’isyah meyakinkan, dirinya wanita paling bahagia, padahal beliau menikah dengan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> di bulan syawal.</p>
<p>Imam Nawawi mengatakan,</p>
<p class="arab">وقصدت عائشة بهذا الكلام رد ما كانت الجاهلية عليه وما يتخيله بعض العوام اليوم من كراهة التزوج والتزويج والدخول في شوال وهذا باطل لا أصل له وهو من آثار الجاهلية كانوا يتطيرون بذلك</p>
<p>“Tujuan Aisyah mengatakan demikian adalah sebagai bantahan terhadap keyakinan jahiliah dan khurafat yang beredar di kalangan masyarakat awam pada waktu itu, bahwa dimakruhkan menikah atau melakukan malam pertama di bulan Syawal. Ini adalah keyakinan yang salah, yang tidak memiliki landasan. Bahkan, keyakinan ini merupakan peninggalan masyarkat jahiliah yang meyakini adanya kesialan menikah di bulan Syawal.” (Syarh Shahih Muslim, 9/209).</p>
<h3><strong>Hati-Hati dengan Pitungan dan Weton</strong></h3>
<p>Satu tradisi lain di jawa, pitungan. Sebagian orang diyakini memiliki kemampuan bisa menghitung dan memaknai tanggal, bulan, weton, dst. Sejatinya tidak ada ilmu baku dalam hal ini, selain gothak – gathik – gathuk (cok gali cok, digali-gali cocok). Dengan ilmu ini, Ki pitungan (tukang menghitung tanggal) akan menentukan mana hari baik, mana hari kurang baik, mana hari buruk, dan mana hari yang paling berbahaya.</p>
<p>100% metode semacam ini adalah ramalan. Karena nasib dan takdir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tanggal lahir, weton, tanggal nikah, bulan jodoh, dst.</p>
<p>Jangan sekali-kali mendekati, apalagi meyakini, karena Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memberikan ancaman, shalatnya tidak diterima. Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً</p>
<p><em>Siapa yang mendatangi peramal, kemudian bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.</em> (HR. Ahmad, Muslim)</p>
<h3><strong>Semua Tanggal Baik</strong></h3>
<p>Bersikaplah optimis, semua tanggal pernikahan adalah baik. Tawakkal kepada Allah, dan memohon semoga Allah memberkahi pernikahan anda dan keluarga anda. Selanjutnya jadikan keluarga anda: suami – istri yang bisa bekerja sama untuk membangun taqwa kepada Allah, bekerja sama melakukan ketaatan. Semoga perjumpaan pasangan muslim di dunia akan berlanjut akan berlanjut di surga. Amiin.</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ol>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ol>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/tanggal-dan-hari-baik-untuk-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Menikahi Saudara Tiri</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menikahi-saudara-tiri/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menikahi-saudara-tiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 10:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[anak tiri]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[menikahi saudara tiri]]></category>
		<category><![CDATA[saudara tiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17866</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Menikahi Saudara Tiri Pertanyaan: Assalaamu&#8217;alaykum ustadz .. Mau bertanya perihal mahram. 1). Duda dan Janda menikah. masing2 mempunyai anak yang sudah dewasa. Kemudian anak duda dan anak janda tsb menikah pula. Bagaimana hukumnya? 2). Bagaimana status mahram anak2 tsb. ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Menikahi Saudara Tiri</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalaamu&#8217;alaykum ustadz ..</em></p>
<p><em>Mau bertanya perihal mahram.</em></p>
<p><em>1). Duda dan Janda menikah. masing2 mempunyai anak yang sudah dewasa. Kemudian anak duda dan anak janda tsb menikah pula. Bagaimana hukumnya?</em></p>
<p><em>2). Bagaimana status mahram anak2 tsb. Apakah ada batasan dalam membuka aurat semisal membuka jilbab dan bersentuhan semisal salaman?</em><br />
<span id="more-17866"></span><br />
<em>3). Persoalan lain. Apakah ada batasan melihat aurat (membuka jilbabnya) dan bersalaman bagi istri terhadap adik tiri laki-laki suaminya..?</em></p>
<p><em>Mohon penjelasan Ustadz..</em><br />
<em> Jazaakallaahu khoiron ..</em></p>
<p>Dari: Sugeng P.</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa alaikumus salam</p>
<p>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</p>
<p>Agar tidak terjadi kesalah pahaman, perlu kita luruskan siapakah saudara tiri?</p>
<p>Seorang duda A memiliki anak laki-laki X, dan seorang janda B memiliki anak perempuan Y.</p>
<p>Ketika A dan B menikah, hubungan X dengan Y adalah saudara tiri.</p>
<h2><strong>Hubungan Kemahraman</strong></h2>
<p><a title="pernikahan" href="http://konsultasisyariah.com/hukum-menikahi-saudara-tiri" target="_blank" rel="nofollow">Pernikahan</a> duda dan janda tersebut, bisa menyebabkan hubungan kemahraman. Status kemahraman ini Allah jelaskan dalam Al-Quran,</p>
<p class="arab">وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ</p>
<p><em>“(Diantara wanita yang tidak boleh kalian nikahi) adalah para wanita yang berada di asuhan kalian, putri dari istri kalian, yang kalian telah melakukan hubungan dengannya. Jika kalian belum melakukan hubungan dengan istri kalian maka tidak mengapa kalian menikahi wanita asuhan itu..”</em> (QS. An-Nisa: 23)</p>
<p>Pada ayat di atas, Allah menegaskan bahwa diantara hubungan yang terjadi karena pernikahan adalah hubungan seorang laki-laki dengan anak perempuan tirinya. Dalam kasus di atas, hubuangan antara A dengan Y. Dengan syarat, si A telah melakukan akad nikah dan terjadi hubungan badan dengan ibunya (si B).</p>
<p>Ini artinya, selain ayah tiri bukan mahram. Karena itu saudara tiri bukan termasuk mahram, sehingga berlaku semua hukum &#8216;bukan mahram&#8217; : Tidak boleh menampakkan aurat, tidak boleh berduaan, bersentuhan anggota badan, dst. Mereka juga boleh menikah. Sehingga dalam satu keluarga, Ayah – ibunya menikah, diikuti oleh pernikahan anak bawaan masing-masing.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nurbaits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menikahi-saudara-tiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbudakan Buruh, Dosa Sangat Besar</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/perbudakan-buruh-dosa-sangat-besar/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/perbudakan-buruh-dosa-sangat-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 10:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[halalkah gaji karyawan bank ?]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[perbudakan buruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17812</guid>
		<description><![CDATA[Perbudakan Buruh, Dosa Sangat Besar Pertanyaan: Perbudakan buruh sempat trjadi d tanah air kita. Di pabrik panci tangerang ustad. Seperti itu hukumannya yg layak apa tadz. Jengkel banget..! trimaksih Doel…Bumi Allah Jawaban: Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Perbudakan Buruh, Dosa Sangat Besar</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em><a title="perbudakan buruh" href="http://konsultasisyariah.com/perbudakan-buruh-dosa-sangat-besar" target="_blank" rel="nofollow">Perbudakan buruh</a> sempat trjadi d tanah air kita. Di pabrik panci tangerang ustad. Seperti itu hukumannya yg layak apa tadz. Jengkel banget..!</em></p>
<p><em>trimaksih</em><br />
<span id="more-17812"></span><br />
Doel…Bumi Allah</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Salah satu tanda akhir zaman, banyaknya kedzaliman dan tindak kriminal. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ العِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الهَرْجُ &#8211; وَهُوَ القَتْلُ القَتْلُ &#8211; حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ المَالُ فَيَفِيضَ</p>
<p><em>Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu dicabut, sering gempa bumi, waktu semakin dekat, muncul banyak fitnah, dan banyak terjadi Al-Haraj – pembunuhan dan pembantaian – sehingga harta menjadi banyak dan berlimpah di tengah kalian</em>. (HR. Bukhari 1036).</p>
<p>Tak terkecuali memperbudak manusia merdeka. Ini adalah perbuatan kedzaliman, yang layak mendapatkan hukuman setimpal. Mengingat betapa kejamnya perbuatan ini, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memberikan ancaman sangat keras. Termasuk di dalamnya adalah orang yang mempekerjakan orang lain, dan dia tidak memberikan upahnya. Mereka akan menjadi musuh Allah pada hari kiamat.</p>
<p>Dalam hadis qudsi, dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dari Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, bahwa Allah berfirman,</p>
<p class="arab">ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ: رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ، وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِ أَجْرَهُ</p>
<p><em>“Tiga orang, saya yang akan menjadi musuhnya pada hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut, dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan.”</em> (HR. Bukhari 2227).</p>
<p>Tidak bisa kita bayangkan, bagaimana kondisi orang yang menjadi musuh Allah ketika di akhirat. Di saat tidak ada lagi harapan untuk bertaubat. Sementara di hadapannya hanya ada dua pilihan, surga nan indah, ataukah neraka jahanam siap membakar. Kemanakah mereka akan diarahkan?</p>
<h3>Bahaya tidak Mengupah Karyawan</h3>
<p>Pada hadis di atas, Allah memberikan hukuman yang sama, antara orang memperbudak orang lain dan menjualnya, dengan orang yang mempekerjakan orang lain dan tidak memberikan upahnya. Padahal dia telah bekerja sesuai keadaan normal.</p>
<p>Dalam Fatawa As-Subki – salah satu ulama madzhab syafii – dinyatakan,</p>
<p class="arab">وَالرَّجُلُ الَّذِي اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا مُسْتَوْفٍ عَمَلَهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ بِمَنْزِلَةِ مَنْ اسْتَعْبَدَ الْحُرَّ وَعَطَّلَهُ عَنْ كَثِيرٍ مِنْ نَوَافِلِ الْعِبَادَةِ فَيُشَابِهُ الَّذِي بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ فَلِذَلِكَ عَظُمَ ذَنْبُهُ</p>
<p>Bos yang mempekerjakan orang lain, dan dia telah melakukan tugas dengan baik, namun si bos tidak memberikan upahnya, keadaannya sebagaimana orang yang memperbudak manusia merdeka. Dia menghalanginya untuk melakukan ibadah sunah, sehingga disamakan dengan orang yang menjual manusia merdeka, kemudian dia makan hasilnya. Karena itulah, dosanya sangat besar. (Fatawa As-Subki, 2/377)</p>
<h3>Hukuman Dunia</h3>
<p>Kita sepakat perbuatan ini termasuk tindak kriminal. Hanya saja, mengingat tidak ada hukuman baku yang ditetapkan oleh syariat untuk kasus ini maka hukuman yang berlaku, kembali kepada kebijakan majlis hakim atau pemerintah. Tentu saja dengan tetap mempertimbangkan tingkat kriminal yang mereka lakukan.</p>
<p>Semoga Allah melindungi kita dari segala tindakan kedzaliman, baik kedzaliman kepada makhluk maupun kepada Khaliq.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan pendidikan agama islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di <a href="http://www.konsultasisyariah.com/category/download/video/">video</a> dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/perbudakan-buruh-dosa-sangat-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memakai Konde di Hari Kartini, Dosa Besar!!</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 10:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi wanita]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[konde]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17718</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Memakai Konde di Hari Kartini Pertanyaan: Di hari kartini banyak perempuan, dewasa maupun anak-anak yg dirias adat jawa. Mereka memakai kebaya dan konde/sanggul. Tiru-tiru gambar Kartini, mengenang jasa Kartini. Apakah sperti ini dibolehkan? Nuwun… Dari: Wong Newyorkarto Jawaban: Bismillah ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Memakai Konde di Hari Kartini</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Di hari kartini banyak perempuan, dewasa maupun anak-anak yg dirias adat jawa. Mereka memakai kebaya dan konde/sanggul. Tiru-tiru gambar <a title="kartini" href="http://konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah" target="_blank" rel="nofollow">Kartini</a>, mengenang jasa Kartini. Apakah sperti ini dibolehkan?</em></p>
<p><em>Nuwun…</em></p>
<p>Dari: Wong Newyorkarto<br />
<span id="more-17718"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Pertama, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarang keras menyambung rambut. Sekalipun itu dilakukan karena sakit atau untuk menutupi aib. Berdasarkan hadis dari Asma’ binti Abu bakr <em>radhiyallahu &#8216;anhuma</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي أَنْكَحْتُ ابْنَتِي، ثُمَّ أَصَابَهَا شَكْوَى، فَتَمَرَّقَ رَأْسُهَا، وَزَوْجُهَا يَسْتَحِثُّنِي بِهَا، أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا؟ &#8221; فَسَبَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ</p>
<p>Ada seorang wanita yang mendatangi Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan mengatakan, ‘Saya telah menikahkan putriku, kemudian dia sakit, sampai rambutnya banyak yang rontok. Sementara suaminya memintaku untuk menanganinya. Bolehkah saya sambung rambutnya?’ kemduian Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mencela keras orang yang menyambung rambut dan orang yang disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari 5935).</p>
<p>Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah r<em>adhiyallahu &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memberikan ancaman yang sangat keras untuk tindakan menyambung rambut semacam ini. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ</p>
<p><em>“Allah melaknat orang yang menyambung rambut dan orang yang disambung rambutnya…” </em>(HR. Bukhari 5933).</p>
<p>Kedua, sambungan rambut yang statusnya terlaknat adalah sambungan rambut yang bentuknya rambut, baik rambut manusia atau rambut sintetis. Karena semacam ini mengandung kesan penipuan. Namun jika sambungan rambut berupa benda selain rambut, pendapat yang lebih kuat, dibolehkan. Seperti kain, atau plastik, atau semacamnya.</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ الْمُحَرَّمَ إنَّمَا هُوَ وَصْلُ الشَّعْرِ بِالشَّعْرِ، لِمَا فِيهِ مِنْ التَّدْلِيسِ وَاسْتِعْمَالِ الشَّعْرِ الْمُخْتَلَفِ فِي نَجَاسَتِهِ، وَغَيْرُ ذَلِكَ لَا يَحْرُمُ، لِعَدَمِ هَذِهِ الْمَعَانِي فِيهَا، وَحُصُولِ الْمَصْلَحَةِ مِنْ تَحْسِينِ الْمَرْأَةِ لِزَوْجِهَا مِنْ غَيْرِ مَضَرَّةٍ</p>
<p>“Yang diharamkan ialah menyambung rambut dengan rambut, karena terdapat tadlis (penipuan) dan menggunakan sesuatu yang masih diperdebatkan kenajisannya. Adapun selain itu, maka tidak diharamkan, karena tidak mengandung makna ini (tadlis dan najis), juga adanya maslahah untuk mempercantik diri kepada suami dengan tidak mendatangkan madharat (bahaya).” (Al-Mughni, 1/70)</p>
<p>Tentu saja, konde yang dikenakan oleh beberapa wanita ketika peringatan hari kartini, pesta nikah, atau pesta adat lainnya, termasuk menyambung rambut yang terlarang. Karena bentuknya sama persis dengan rambut.</p>
<p>Ketiga, Memakai Konde dalam rangka mengagungkan tokoh</p>
<p>Wanita yang datang kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam kisah di atas, sangat membutuhkan untuk bisa menutupi aib putrinya dengan menyambung rambutnya. Terlebih dia didesak oleh suami putrinya agar segera menangani masalah fisik putrinya. Meskipun demikian, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tetap melarangnya. Ibnu Abdil Bar mengatakan,</p>
<p class="arab">فَإِذَا كَانَ هَذَا لِضَرُورَةٍ فَلَا يَحِلُّ، فَكَيْفَ بِهِ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ؟</p>
<p>Jika menyambung rambut untuk kondisi darurat hukumnya tidak halal, bagaimana lagi untuk kasus tidak darurat? (Al-Istidzkar, 8/431)</p>
<p>Untuk itu, tidak mungkin kita mengatakan, boleh pake konde pada hari kartini karena kondisi darurat.</p>
<p>Keempat, Pelanggaran Anak</p>
<p>Yang memakai konde dalam peringatan itu umumnya anak-anak. Namun bisa dipastikan, semacam ini atas prakarsa orang tua. Jika yang memakai konde belum baligh, mereka tidak menanggung dosa. Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّغِيرِ حَتَّى يَكْبُرَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ أَوْ يُفِيقَ</p>
<p>Pena catatan amal diangkat untuk 3 orang: Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai besar (baligh), dan orang gila sampai dia sadar atau berakal. (HR. nasai 3432, Abu Daud 4398, dan dishahihkan Al-Albani).</p>
<p>Tentu saja permasalah tidak berhenti sampai di sini. Karena perbuatan menyambung rambut yang dilakukan salon pada anak ini atas peran orang yang mengendalikannya. Dengan demikian, ada 2 pihak yang bertanggung jawab untuk menanggung dosa pelanggaran ini:</p>
<p>a. Salon yang memasangkan konde, dan merekalah Al-Washilah : orang yang disambung rambutnya</p>
<p>b. Orang tua atau semua pihak yang mengarahkan anak untuk memakai konde. Karena mereka memprakarsai terwujudnya kemaksiatan ini.</p>
<p>Kami hanya bisa menasehatkan agar berhati-hati dalam bersikap, terutama terkait adat yang tidak sesuai syariat. Karena bisa jadi satu pelanggaran kita anggap sebagai hal yang remeh, padahal sejatinya itu pelanggaran besar dalam aturan syariat.</p>
<p>Allah ingatkan hal ini dalam Al-Quran,</p>
<p class="arab">وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ</p>
<p><em>…kemudian nampak bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.</em> (QS. Az-Zumar: 47)</p>
<p>Bisa jadi kita menyangka itu hal biasa dan bukan dosa, ternyata hasilnya basalan yang luar biasa.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi kesehatan dan pendidikan agama islam" href="http://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/memakai-konde-di-hari-kartini-dosa-besarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengkonsumsi Obat Cina</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-mengkonsumsi-obat-cina/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-mengkonsumsi-obat-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 02:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[empedu cobra]]></category>
		<category><![CDATA[obat cina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17683</guid>
		<description><![CDATA[Obat Cina dari Empedu Cobra? Tanya: Apa hukum makan obat dr cina? Soalnya ada org operasi, kmd dikasi obat cina terus cepat kering. Katanya mengandung empedu kobra. Bolehkah dimakan? Trim’s Jawaban: Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Obat Cina dari Empedu Cobra?</strong></h2>
<p><strong>Tanya:</strong> <em>Apa hukum makan obat dr cina? Soalnya ada org operasi, kmd dikasi obat cina terus cepat kering. Katanya mengandung empedu kobra. Bolehkah dimakan? Trim’s</em><br />
<span id="more-17683"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p><strong>Pertama,</strong> Allah tidak menurunkan obat pada sesuatu yang haram</p>
<p>Inilah prinsip penting yang perlu kita pahami. Prinsip ini berdasarkan keterangan Ibnu Mas’ud,</p>
<p>إن الله لم يَجعلْ شفاءَكم فيما حَرم عليكم</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan obat untuk penyakit kalian dalam benda yang diharamkan untuk kalian.</em> (HR. Bukhari secara Muallaq, 7/110).</p>
<p>Keterangan Ibnu Mas’ud tersebut sesuai dengan prinsip yang diajarkan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam beberapa hadisnya. Diantaranya hadis Abu Darda’ <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ، وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Dan Allah menetapkan untuk setiap penyakit ada obatnya. Karena itu, carilah obat itu dan jangan berobat dengan yang haram.”</em> (HR. Abu Daud 3874 dan dinilai dhaif oleh sebagian ulama).</p>
<p><strong>Kedua,</strong> sesuatu yang dilarang untuk dikonsumsi oleh syariat, tidak boleh dijadikan obat, meskipun bisa jadi dianggap bermanfaat dan bisa jadi obat. Kita sangat yakin, tidak semua yang Allah haramkan, isinya 100% membahayakan. Artinya dalam beberapa benda yang diharamkan itu, masih ada unsur yang bermanfaat bagi manusia. Namun ini bukan alasan pembenar untuk menggunakan benda itu sebagai obat. Karena kita juga meyakini bahwa Allah mengharamkan benda itu disebabkan adanya madharat yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.</p>
<p>Dari Abdurrahman bin Utsman <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, suatu ketika, ada seorang Tabib yang menyebutkan tentang obat di sisi Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan dia menyebutkan bahwa katak bisa sebagai obat.</p>
<p>فَنَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الضُّفْدَعِ</p>
<p>Kemudian Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarang membunuh katak. (HR. Ahmad 15757 , Abu Daud 5269, Ad-Darimi 2041 dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).</p>
<p>Menurut ilmu medis yang berkembang ketika itu, dalam katak terdapat unsur yang bisa dijadikan obat. Meskipun demikian, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarang untuk menjadikannya sebagai obat, karena Allah mewahyukan bahwa katak dilarang dibunuh.</p>
<p>Dalam hadis yang lain, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pernah ditanya oleh Thariq bin Suwaid Al-Ju’fi tentang hukum membuat khamr. Kemudian Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melarangnya. Thariq kembali bertanya: ‘Saya membuat khamr untuk obat.’ Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menimpali,</p>
<p>إِنَّهُ لَيْسَ بِدَوَاءٍ، وَلَكِنَّهُ دَاءٌ</p>
<p><em>“Khamr itu penyakit dan bukan obat.”</em> (HR. Muslim 1984, Turmudzi 2046, dan yang lainnya)</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> semua obat yang berbahan hewani, ada dua hal yang perlu diperhatikan:</p>
<p><strong>A. Kehalalan binatang yang digunakan</strong></p>
<p>Pastikan bahwa obat itu tidak mengandung unsur binatang terlarang, seperti babi, anjing, atau binatang lainnnya yang haram dikonsumsi.</p>
<p><strong>B. Siapakah yang menyembelih?</strong></p>
<p>Di surat Al-Maidah Allah menjelaskan bahwa sembelihan yang halal adalah sembelihan yang dilakukan orang muslim atau ahli kitab (yahudi &amp; nasrani). Selain dua golongan ini, sembelihannya tidak sah, alias haram untuk dimakan. Seperti sembelihan orang konghucu, orang budha, hindu, animisme, atheis, atau penganut aliran apapun. Jika tidak diketahui selain negaranya maka yang menjadi acuan adalah mayoritas penduduknya.</p>
<p><strong>C. Tidak diketahui adanya penyimpangan dalam tata cara penyembelihan</strong></p>
<p>Misalnya dengan disetrum, atau dimasukkan ke dalam air, atau digebuki sampai mati, atau langsung digiling.</p>
<p>Diantara binatang yang statusnya haram adalah ular. Karena termasuk binatang yang diperintahkan untuk dibunuh. Dari A’isyah radhiyallahu &#8216;anha, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>خَمْسٌ فَوَاسِقُ، يُقْتَلْنَ فِي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ: الْحَيَّةُ، وَالْغُرَابُ الْأَبْقَعُ، وَالْفَأْرَةُ، وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ، وَالْحِدَأَةُ</p>
<p>“Lima hewan pengganggu yang disyariatkan untuk dibunuh di tanah halal dan tanah haram (Mekah &#8211; Madinah): Ular, gagak abqa’, tikus, anjing galak, dan elang hid’ah.” (HR. Ibnu Majah 3087 dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<ul>
<li>Gagak abqa’ adalah gagak yang bagian punggung dan perutnya ada warna putihnya.</li>
<li>Elang hid’ah adalah elang yang suka menyambar makanan orang.</li>
</ul>
<p>Berdasarkan ketentuan di atas, hukum obat cina dapat kita rinci sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Obat cina yang bahannya 100% herbal. Obat semacam ini halal untuk dikonsumsi.</li>
<li>Obat cina yang bahannya ada unsur benda haram. Hukumnya haram dikonsumsi.</li>
<li>Obat cina yang mengandung unsur hewani. Untuk lebih amannya sebaiknya tidak dikonsumsi.</li>
</ul>
<p>Dari kasus yang anda sampaikan, obat cina yang mengandung ular hukumnya haram untuk dikonsumsi. Karena ular termasuk hewan yang diperintahkan dibunuh.</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits dari <a title="pengusaha muslim" href="http://pengusahamuslim.com/hukum-obat-cina-1814" target="_blank" rel="nofollow">www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/hukum-mengkonsumsi-obat-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adab Buang Air Kecil yang Sering Dilupakan</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/adab-buang-air-kecil-yang-sering-dilupakan/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/adab-buang-air-kecil-yang-sering-dilupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 08:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[adab buang air kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=17672</guid>
		<description><![CDATA[Adab Buang Air Kecil Pertanyaan: Assalammualaikum pak ustad,saya pernah membaca hadis bahwa ada sesorang yang disiksa di neraka karena tidak menjaga diri dari percikan air kencing.Yang saya ingin tanyakan bagaimana adab buang air kecil yang baik dan benar menurut tuntunan ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Adab Buang Air Kecil</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalammualaikum pak ustad,saya pernah membaca hadis bahwa ada sesorang yang disiksa di neraka karena tidak menjaga diri dari </em><em>percikan air kencing.Yang saya ingin tanyakan bagaimana adab buang air kecil yang baik dan benar menurut tuntunan Nabi  Muhammad?</em></p>
<p><em>Sekian,terima kasih</em><br />
<span id="more-17672"></span><br />
<em>Wassalam</em></p>
<p>Dari: Heru Prasetyo</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa alaikumus salam<br />
Ada beberapa adab buang air kecil yang sering dilupakan,</p>
<p><strong>Pertama, tidak menutup aurat dengan sempurna</strong></p>
<p>Contoh yang paling mudah untuk kasus ini adalah kencing di urinoir. Beberapa toilet, urinoir dipasang terbuka dan tidak diberi sekat. Kondisi ini sangat memungkinkan orang yang buang air kecil terlihat auratnya oleh temannya yang lain. Hampir mirip dengan para supir yang kencing di ban mobil.</p>
<p>Bagi yang punya kebiasaan kencing di tempat semacam ini, perhatikanlah hadis berikut,</p>
<p>Dari Jabir bin ‘Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, beliau berkata,</p>
<p class="arab">خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.</p>
<p><em>“Kami pernah safar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak menunaikan hajatnya sampai beliau pergi ke tempat yang tidak kelihatan.”</em> (HR. Ibnu Majah 335, Ad-Darimi 17, dan dinilai sahih oleh al-Albani)</p>
<p><strong>Kedua, tidak hati-hati terhadap najis</strong></p>
<p>Tidak cebok, tidak menyiram air kencing, tidak hati-hati dengan cipratan ketika kencing, semuanya termasuk pelanggaran yang bernilai dosa besar.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu &#8216;anhuma</em>,</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pernah melewati salah satu sudut kota Mekah atau Madinah. Kemudian beliau mendengar ada dua penghuni kubur yang di siksa. Kemudian beliau bersabda,</p>
<p class="arab">يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ</p>
<p><em>Mereka berdua disiksa. Mereka tidak disiksa untuk perkara yang berat ditinggalkan, namun itu perkara besar. Yang pertama disiksa karena tidak hati-hati ketika kencing, yang kedua disiksa karena suka menyebarkan adu domba.</em> (HR. Bukhari 216).</p>
<p>Hal ini sering kali dianggap sepele, padahal pelanggaran ini merupakan sebab terbanyak yang menjerumuskan orang untuk mendapatkan siksa kubur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ فِي الْبَوْلِ</p>
<p><em>Kebanyakan sebab siksa kubur adalah kerena kencing.</em> (HR. Ahmad 8331 dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).</p>
<p>Adanya ancaman adzab kubur, menunjukkan bahwa pelanggaran semacam ini termasuk dosa besar.</p>
<p>Ketiga, tidak menghindari arah kiblat</p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang umatnya untuk buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat. Dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِذَا أَتَيْتُمُ الغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا القِبْلَةَ، وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا</p>
<p><em>“Apabila kalian buang hajat, janganlah menghadap atau membelakangi kiblat. Namun menghadaplah ke timur atau ke barat.”</em> (HR. Bukhari 394 dan Muslim 264).</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menasehatkan, ‘menghadaplah ke timur atau ke barat’, karena arah kiblat Madinah adalah ke arah selatan.</p>
<p><strong>Apakah ini termasuk buang air yang dilakukan di dalam ruangan?</strong></p>
<p>Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. ada yang mengatakan larangan ini berlaku umum, baik di dalam maupun di tempat terbuka dan ada yang mengatakan, hadis ini hanya berlaku untuk buang air di tempat terbuka. Apapun itu, selama masih memungkinkan bagi kita untuk menghindari arah kiblat, sebaiknya tidak menghadap atau membelakangi kiblat, meskipun kita buang air di dalam bangunan.</p>
<p><strong>Keempat, tidak membaca basamalah ketika membuka aurat</strong></p>
<p>Awali dengan membaca basamalah ketika hendak membuka aurat atau ketika hendak masuk kamar mandi. Karena ini menjadi pemisah antara aurat anda dengan penglihatan jin.</p>
<p>Dari Ali bin Abi Tholib, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ</p>
<p><em>“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “<strong>Bismillah</strong>”.</em> (HR. Tirmidzi no. 606 dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
<blockquote><p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di <a title="Yufid.com Network" href="http://yufid.com/" target="_blank" rel="nofollow">Yufid.com Network</a>, silakan hubungi: <em>marketing@yufid.org</em> untuk menjadi sponsor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/adab-buang-air-kecil-yang-sering-dilupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
