<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam &#187; Dzikir dan Doa</title>
	<atom:link href="http://www.konsultasisyariah.com/category/fikih/ibadah-fikih/dzikir-dan-doa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 09:00:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Surat yang Dibaca ketika Shalat Dhuha</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 01:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultasisyariah.com/?p=11468</guid>
		<description><![CDATA[Surat yang Dibaca ketika Shalat Dhuha Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum Ustadz Bagaimana Derajat Hadist ini: Menurut Ibnu Abidin yang sebaiknya dibaca pada shalat dhuha adalah surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua. Hal ini berdasarkan riwayat dari Uqban ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Surat yang Dibaca ketika Shalat Dhuha</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum Ustadz</p>
<p>Bagaimana Derajat Hadist ini:<br />
Menurut Ibnu Abidin yang sebaiknya dibaca pada <strong>shalat dhuha</strong> adalah surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.</p>
<p>Hal ini berdasarkan riwayat dari Uqban bin Amir, &#8220;Kami diperintahkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk shalat dhuha dengan membaca sejumlah surat. Di antaranya Asy-Syams dan Adh-Dhuha.&#8221;</p>
<p>Sementara dalam <em>Nihayatul Muhtaj</em> disebutkan bahwa yang lebih utama membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas karena surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran dan Al-Kafirun setara dengan seperempat Alquran.</p>
<p>Ana kutip dari :<br />
1. http://anggrafansclub.wordpress.com/2012/01/23/apakah-ada-bacaan-surat-khusus-dalam-shalat-dhuha/</p>
<p>2. http://www.syariahonline.com/v2/shalat/2479-surat-yang-dibaca-dalam-shalat-dhuha.html</p>
<p>Dari: Muhammad Nawir<br />
<span id="more-11468"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa’alaikumussalam<br />
<em>Alhamdulillah was shalatu was salamu &#8216;ala Rasulillah&#8230;</em></p>
<h3>Bacaan Sholat Dhuha</h3>
<p>Terdapat sebuah hadis yang menganjurkan untuk membaca surat As Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad dhuha pada rakaat kedua. Hadis tersebut berbunyi:</p>
<p class="arab">صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : (والشمس وضحاها) ، و (الضحى).</p>
<p>&#8220;<em>Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.</em>&#8221;</p>
<p>Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan: &#8220;<em>Barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni</em>.&#8221;</p>
<p>Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar Ruyani dalam <em>Musnad­-</em>nya dan Ad Dailami (2:242) dari jalur Musyaji&#8217; bin &#8216;Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam <em>Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari</em> dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al Albani, beliau mengatakan: &#8220;Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji&#8217; bin Amr. Ibn Ma&#8217;in berkomentar tentang Musyaji&#8217;: &#8220;yang saya tahu dia (musyaji&#8217;) adalah seorang pendusta.&#8221; (<em>Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu</em>, hadis ke-3774).</p>
<p>Hadis ini juga didhaifkan oleh Al Munawi dalam <em>Faidlul Qodir</em> dengan alasan adanya perawi yang bernama Musyaji&#8217; bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam <em>Ad Dlu&#8217;afa&#8217;</em> mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban: &#8220;Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahi&#8217;ah dan dia adalah dhaif.&#8221; (<em>Faidlul Qodir</em>, 4:201).</p>
<p>Dari dua penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah shalat dhuha.</p>
<p>Dalam masalah ini, terdapat satu kaidah terkait masalah ibadah yang penting untuk diketahui:</p>
<p>&#8220;Membatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak dengan tata cara tertentu –misalnya waktu, tempat, bacaan, jumlah, dan yang lainnya- tanpa ada keterangan dalil yang shahih termasuk salah satu bentuk bid&#8217;ah.&#8221; (<em>Qowa’id Ma’rifatil Bida’</em>, Hal. 52)</p>
<p>Karena hadis yang dijadikan dalil untuk menetapan dua surat di atas adalah hadis palsu maka tidak selayaknya dijadikan pegangan untuk mengkhususkan bacaan tertentu dalam shalat dhuha. Karena hadis palsu bukanlah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sementara mengkhususkan bacaan tertentu untuk ibadah yang sifatnya umum (tidak ditentukan bacaannya) padahal tidak ada dasarnya, termasuk salah satu perbuatan bid&#8217;ah. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>.</p>
<p>As Syaikh Ibn Baz <em>rahimahullah</em> pernah ditanya tentang bacaan surat As Syamsi dan Ad dhuha ketika shalat dhuha. Beliau menjawab:</p>
<p>&#8220;Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.&#8221; (<em>Majmu&#8217; Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz</em>, 11).</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Biats (Dewan Pembina <a href="http://konsultasisyariah.com/surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Mengangkat Tangan Ketika Berdoa</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/manfaat-mengangkat-tangan-ketika-berdoa/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/manfaat-mengangkat-tangan-ketika-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 06:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9978</guid>
		<description><![CDATA[Semua syariat Allah Ta’ala pasti mengandung hikmah yang sangat tinggi yang tak terbatas. Akal pikiran kita terlalu lemah untuk bisa mengungkap hikmah di balik semua syariat yang ditetapkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Sebuah karunia yang agung bagi kita apabila mampu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua syariat Allah <em>Ta’ala</em> pasti mengandung hikmah yang sangat tinggi yang tak terbatas. Akal pikiran kita terlalu lemah untuk bisa mengungkap hikmah di balik semua syariat yang ditetapkan Allah <em>Ta’ala</em> dan Rasul-Nya. Sebuah karunia yang agung bagi kita apabila mampu mengungkap sebagian keutamaan dari apa yang Allah syariatkan.</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Jika engkau perhatikan hikmah yang menakjubkan dari syariat agama Islam ini, maka tidak ada untaian kalimat yang bisa menerangkannya dan tidak ada satu pun akal yang bisa menciptakan sebuah syariat (aturan) yang lebih sempurna darinya. Cukuplah sebagai sebuah kesempurnaan akal apabila ia (berhasil <em>ed.</em>) mengetahui keagungan dan keutamaannya.” (<em>Miftah Darus Sa’adah</em>, 2:308)</p>
<h2>Di antara makna dan hikmah yang tersembunyi di balik syariat mengangkat tangan dalam berdoa adalah:</h2>
<p>1. Menunjukkan kerendahan, hajat, dan kebutuhan seseorang kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Dengan ini seseorang akan bertambah khusyu dalam doanya dan itu merupakan sebab diterimanya doa Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>“<em>Wahai sekalian manusia, kalian adalah faqir (membutuhkan) Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.</em>” (QS. Fahir: 15)</p>
<p>Imam As Safarini mengatakan, “Para ulama’ mengatakan, &#8216;Disyariatkannya <strong>mengangkat tangan</strong> dalam berdoa adalah supaya lebih merendahkan diri kepada Allah. Dengan melakukan itu seseorang benar-benar menunjukkan tadhorru’ (perendahan diri) dalam beribadah kepada Allah. Juga terkadang seseorang tidak mampu untuk membangunkan hatinya dari kelalaian, maka ia bisa melakukannya dengan tangan dengan lisan ketika berdoa. Ini semua adalah salah satu cara untuk menuju khusunya hati.” (<em>Syarah Tsulatsiyat Musnad</em>, 1:655)</p>
<p>2. Dalam <em>mengangkat tangan</em> terdapat makna bahwa Allah Ta&#8217;ala adalah Dzat yang mengatur alam semesta, dan berbuat sekehandak-Nya. Oleh karena itulah, Dia berhak diibadahi dan dimintai serta menerima perendahan diri hamba-Nya dengan serendah-rendahnya. Karena barang siapa yang menyombongkan diri kepada-Nya akan memperoleh kehinaan dan orang yang tidak butuh dengan karunia-Nya akan memperoleh kefaqiran.</p>
<p>3. Dalam <u>mengangkat tangan</u> juga menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih dan Pemurah yang akan mengabulkan semua permintaan hamba-Nya. Tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh-Nya, tidak ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi-Nya, oleh karena itu, Allah Malu melihat hamba-Nya yang mengangkat tangan kepada-Nya kemudian tangannya kembali dalam keadaan hampa, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah.</p>
<p>4. Mengangkat tangan saat berdoa menunjukkan bahwa Allah berada di atas, tepatnya di Arsy di atas langit ke tujuh.</p>
<p>Sumber: <a href="http://ahmadsabiq.com" rel="nofollow" target="_blank">Ahmadsabiq.com</a></p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ahmad Sabiq</strong><br />
<strong> Penyunting bahasa: Tim <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">Konsultasi Syariah</a></strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/manfaat-mengangkat-tangan-ketika-berdoa" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/manfaat-mengangkat-tangan-ketika-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baca Surat Yusuf dan Maryam ketika Hamil</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yusuf-dan-maryam-bermanfaat-bagi-janin/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yusuf-dan-maryam-bermanfaat-bagi-janin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 10:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10855</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah Surat Yusuf dan Maryam Bermanfaat Bagi Janin? Pertanyaan: Alhamdulillah, aku sekarang sedang mengandung. Aku memohon kepada Allah agar mengarunikakan kepadaku anak yang shalih. Aku mendengar dari orang-orang bahwasanya seorang wanita yang hamil hendaknya membaca surat Maryam setiap harinya agar ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Benarkah Surat Yusuf dan Maryam Bermanfaat Bagi Janin?</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Alhamdulillah, aku sekarang sedang mengandung. Aku memohon kepada Allah agar mengarunikakan kepadaku anak yang shalih. Aku mendengar dari orang-orang bahwasanya seorang wanita yang hamil hendaknya membaca surat Maryam setiap harinya agar proses persalinanya mudah. Dan membaca <a href="http://konsultasiSyariah.com/surat-yusuf-dan-maryam-bermanfaat-bagi-janin" rel="nofollow" target="_blank"><strong>surat Yusuf</strong></a> setiap hari agar anak yang lahir nanti tampan. Apakah ada hadis yang shahih yang menjelaskan permasalahan ini?<br />
<span id="more-10855"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Tidak ada dalam syariat yang menjelaskan bahwa seorang wanita yang hamil dianjurkan membaca surat tertentu agar janinnya jadi anak yang cerdas atau tampan. Jika ada yang berkeyakinan demikian tanpa ada dalil, maka dia telah berkata mengenai agama Allah apa yang tidak ia ketahui. Tidak diragukan lagi bahwasanya Alquran secara keseluruhan baik, berkah, dan berpahala, namun bukan berarti kita bisa menyandarkan perkara kepada Alquran yang dikehendaki oleh keinginan kita atau yang diinginkan oleh anak-anak kita. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p class="arab">هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ</p>
<p>“<em>Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana</em>.” (QS. Ali Imran: 6)</p>
<p>Imam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya Allah yang menciptakan; jelek atau tampan, hitam atau putih, tinggi atau pendek, sempurna atau cacat, dan lain sebagainya.” (<em>Al Jami’ li Ahkamil Quran</em>, 1:927)</p>
<p>Namun demikian tidak mengapa seorang wanita yang hamil menyibukkan diri dengan membaca Alquran dan mendengarkannya karena ada penelitian di bidang kedokteran yang menyatakan suara-suara dari luar bisa mempengaruhi janin. Apabila suara yang didengar adalah suara orang yang membaca Alquran, diharapkan keberkahan dan kebaikannya akan berpengaruh terhadap janin tersebut tanpa merinci dan membatasi jenis keberkahan dan kebaikan tersebut.</p>
<p><strong>Disadur dari: islamqa.com</strong></p>
<p><strong>Diterjemahkan oleh Nurfitri Hadi (Tim Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasiSyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/surat-yusuf-dan-maryam-bermanfaat-bagi-janin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Bercermin</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/doa-bercermin/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/doa-bercermin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 23:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10847</guid>
		<description><![CDATA[Doa Bercermin Shahih Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum Apakah ada doa khusus bercermin? Dari: Yudy Jawaban: Wa&#8217;alaikumussalam Bismillah was shalatu was salamu &#8216;ala rasulillah Terdapat doa yang sangat terkenal: اللهم كما حسّنت خَلقي فحسّن خُلقي “Ya Allah, sebagaimana Engkau memperbagus badanku maka perbaguslah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Doa Bercermin Shahih</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Apakah ada doa khusus <strong>bercermin</strong>?</p>
<p>Dari: Yudy<br />
<span id="more-10847"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
<em>Bismillah was shalatu was salamu &#8216;ala rasulillah</em></p>
<p>Terdapat doa yang sangat terkenal:</p>
<p class="arab">اللهم كما حسّنت خَلقي فحسّن خُلقي</p>
<p>“Ya Allah, sebagaimana Engkau memperbagus badanku maka perbaguslah akhlakku.”</p>
<p>Terkait doa ini, Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan,</p>
<p class="arab">قد صحّ عنه أنه صلى الله عليه وسلم كان يدعو بهذا الدعاء ولكن لم يثبت عنه تقييده بالنظر في المرآة . وسُئل عنه ابن رشد فأنكر على من استنكر الدعاء به لعموم أحاديث طلب الدعاء .</p>
<p>“Terdapat riwayat yang shahih bahwa Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> membaca doa ini. Hanya saja tidak dijumpai keterangan bahwa beliau membaca doa itu ketika melihat cermin. Ibnu Rusyd ditanya tentang doa ini, kemudian beliau mengingkari orang yang melarang doa ini, mengingat keumuman hadis yang memerintahkan untuk berdoa.”<br />
<em>Fawaid fi Al-Alfadz</em>, Syaikh Bakr Abu Zaid, Hal. 13</p>
<p><strong>Dijawan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/doa-bercermin" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>tags: <em>Bercermin</em>, adab <u>bercermin</u>, doa bercermin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/doa-bercermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdzikir atau Membaca Alquran Ketika Junub</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/berdzikir-ketika-junub/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/berdzikir-ketika-junub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 04:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10729</guid>
		<description><![CDATA[Berdzikir atau Membaca Alquran Ketika Junub Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum Ustadz, bolehkah seseorang yang dalam keadaan junub melakukan dzikir-dzikir biasa atau membaca Alquran? Mohon beserta dalil-dalilnya. Jazakallahu khoir Dari: Ibnu Hari Jawaban: Dibolehkan bagi orang yang junub untuk membaca dzikir atau bahkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Berdzikir atau Membaca Alquran Ketika Junub</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Ustadz, bolehkah seseorang yang dalam keadaan junub melakukan dzikir-dzikir biasa atau membaca Alquran? Mohon beserta dalil-dalilnya.</p>
<p>Jazakallahu khoir<br />
Dari: Ibnu Hari<br />
<span id="more-10729"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Dibolehkan bagi orang yang junub untuk membaca dzikir atau bahkan membaca Alquran. Imam Al-Bukhari mengatakan dalam shahihnya,</p>
<p class="arab">وَلَمْ يَرَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِالْقِرَاءَةِ لِلْجُنُبِ بَأْسًا . وَكَانَ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ</p>
<p>“Ibnu Abbas berpendapat bolehnya membaca Alquran bagi orang yang junub. Dan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan waktunya.” (<em>Shahih Bukhari</em>, di bawah judul bab: Wanita Haid Menyelesaikan Semua Kegiatan Manasiknya).</p>
<p>Kemudian disebutkan dalam hadis Aisyah <em>radhiallahu &#8216;anha</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ</p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan waktunya.” (HR. Muslim)</p>
<p>Hadis ini mencakup umum, sehingga termasuk membaca dzikir yang paling utama, yaitu membaca Alquran.</p>
<p>Ibnu Rajab mengatakan,</p>
<p class="arab">أما ابن عباس ، فقد حَكى عنه جواز القرآن للجُنب غيرُ واحِد</p>
<p>“Terkait Ibnu Abbas, diriwayatkan dari beliau tentang bolehnya membaca Alquran bagi orang yang junub, lebih dari satu riwayat.”</p>
<p>Ibnul Mundzir mengatakan,</p>
<p class="arab">روينا عن ابن عباس أنه كانَ يقرأ وِرْدهُ وهو جنب ، ورخّص عكرمة وابن المسيب في قراءته  وقال ابن المسيب : أليس في جَوفِـه ؟</p>
<p>“Kami mendapat riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa beliau membaca wiridnya (sebelum tidur <em>pen.</em>) ketika sedang junub. Ikrimah dan Ibnul Musayyib memberi keringanan membaca Alquran ketika junub. Ibnul Musayyib mengatakan, ‘Bukankah hafalan Alquran itu ada di dalam tubuhnya’.”</p>
<p>Demikian pula pendapat yang dipilih oleh Nafi&#8217; bin Jubair bin Muth&#8217;im. Terkait membaca Alquran dalam kondisi tidak suci, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">لا بأس به ، أليس القرآن في جَوفِـه ؟</p>
<p>“Tidak masalah, bukankah Alquran ada di dalam tubuhnya.”</p>
<p>Demikian keterangan Syaikh Abdurrahman As-Suhaim. Beliau adalah anggota Lembaga Dakwah dan Bimbingan Masyarakat di Riyadh.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Keterangan di atas hanya membolehkan membaca Alquran bukan menyentuh Alquran. Orang yang sedang dalam hadas besar, boleh membaca Alquran dengan hafalannya, tanpa menyentuh Alquran.<br />
<em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://konsultasisyariah.com/">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/berdzikir-ketika-junub" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/berdzikir-ketika-junub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjuran Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/shalawat-hari-jumat/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/shalawat-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 23:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10749</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamua&#8217;laikum Ustadz. Pada hari Jumat disunahkan untuk memperbanyakkan shalawat kepada Nabi. Berapakah jumlah shalawat yang perlu dibaca pada hari Jumat? Dari: Farouk Bin Mustapha Jawaban: Wa’alaikumussalam Anjuran Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat Benar, dianjurkan memperbanyak membaca shalawat di hari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamua&#8217;laikum Ustadz.<br />
Pada hari Jumat disunahkan untuk memperbanyakkan <strong>shalawat</strong> kepada Nabi. Berapakah jumlah <u>shalawat</u> yang perlu dibaca pada hari Jumat?</p>
<p>Dari: Farouk Bin Mustapha<br />
<span id="more-10749"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa’alaikumussalam</p>
<h2>Anjuran Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat</h2>
<p>Benar, dianjurkan memperbanyak membaca <strong>shalawat</strong> di hari Jumat. Dalil tentang hal ini adalah hadis dari sahabat Aus bin Aus <em>radhiallallahu &#8216;anhu</em> bahwa Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فأكثروا علي من الصلاة فيه فإن صلاتكم معروضة علي</p>
<p>“<em>Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat, karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku. Sesuhngguhnya shalawat kalian ditampakkan kepadaku</em>.”</p>
<p>Sahabat bertanya,</p>
<p class="arab">يا رسول الله وكيف تعرض صلاتنا عليك وقد أرمت</p>
<p>Bagaimana shalawat kami bisa ditampakkan kepada Anda, sementara Anda sudah menjadi tanah (di kkubur)?</p>
<p>Beliau menjawab,</p>
<p class="arab">إن الله تبارك وتعالى حرم على الأرض أجساد الأنبياء صلى الله عليهم</p>
<p>“Sesungguhnya Allah <em>Ta&#8217;ala</em> mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi <em>shallallahu &#8216;alaihim wa sallam.</em>”(HR. Abu Daud, Nasa&#8217;i, Ibn Majah, dan dinyatakan shahih Syaikh Al-Albani)</p>
<p>Jika kita amati, hadis di atas hanya menunjukkan anjuran memperbanyak shalawat di hari Jumat. Mengenai bilangannya, bacaannya, Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak menyebutkan dalam hadis tersbut. Dengan  demikian, kita amalkan sebagaimana teksnya:</p>
<p>a. Perbanyak shalawat di hari Jumat tanpa bilangan maksimal, semakin banyak semakin besar pahalanya</p>
<p>b. Bacaan shalawat sebagaimana shalawat pada umumnya, seperti lafadz:</p>
<p class="arab">اللهم صل وسلم على محمد</p>
<p>c. Tidak perlu ada acara khusus untuk memperbannyak <strong><em>shalawat</em></strong> di hari Jumat</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://konsultasisyariah.com/shalawat-hari-jumat" target="_blank" rel="nofollow">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/shalawat-hari-jumat" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/shalawat-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Untuk Jenazah yang Telah Dikubur</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/doa-untuk-jenazah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/doa-untuk-jenazah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 02:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Jenazah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10005</guid>
		<description><![CDATA[Doa Untuk Jenazah yang Telah Dikubur Pertanyaan: Assalaamu&#8217;alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh Ustadz, Jika jenazah sudah dimakamkan, doa apa yg baik dibaca (bahasa Arab atau Indonesia?) Apakah harus dipimpin seseorang? Dari: Herbono Utomo Jawaban: Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Dianjurkan untuk mendoakan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Doa Untuk Jenazah yang Telah Dikubur</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalaamu&#8217;alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh Ustadz,<br />
Jika jenazah sudah dimakamkan, doa apa yg baik dibaca (bahasa Arab atau Indonesia?) Apakah harus dipimpin seseorang?</p>
<p>Dari: Herbono Utomo<br />
<span id="more-10005"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh<br />
Dianjurkan untuk mendoakan jenazah pasca pemakanan. Di antara bentuk doanya adalah</p>
<p class="arab">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ثَــبـِّـــتْهُ</p>
<p><em>Ya Allah, ampunilah dia dan kuatkanlah dia (untuk menjawab pertanyaan malaikat)</em>.</p>
<p>Ini berdasarkan hadis bahwa suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> selesai menguburkan jenazah, kemudian beliau berdiri dan mengatakan,</p>
<p class="arab">استغفِروا لأخيكم واسألوا له التثبيتَ فإنه الآن يُسْأَل</p>
<p>“<em>Mohonkanlah ampun untuk saudara kalian dan mintalah kekuatan untuknya karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya</em>.” (HR. Abu Dawud, dari ‘Utsman bin Affan, dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://konsultasisyariah.com/doa-untuk-jenazah" target="_blank" rel="nofollow">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait fikih jenazah:</h3>
<p>1. <a href="../mengubur-jenazah-dengan-peti" rel="nofollow" target="_blank">Mengubur Jenazah dengan Peti</a>.<br />
2. <a href="../memindahkan-makam" rel="nofollow" target="_blank">Memindahkan Makam</a>.<br />
3. <a href="../mengumumkan-kematian-melalui-microphone" rel="nofollow" target="_blank">Mengumumkan Kematian Ke Mikropon</a>.<br />
4. <a href="../bolehkah-mengubur-mayat-pada-malam-hari" rel="nofollow" target="_blank">Mengubur Jenazah Pada Malam Hari</a>.<br />
5. <a href="../apa-hukum-adzan-dan-talqin-kepada-mayat" rel="nofollow" target="_blank">Hukum Adzan dan Iqomah pada Talqin Jenazah</a>.<br />
6. <a href="../bolehkah-mengantar-jenazah-dengan-kendaraan" rel="nofollow" target="_blank"><strong>Mengantar Jenazah</strong> dengan Kendaraan</a>.<br />
7. <a href="../dzikir-mengatarka-jenazah" rel="nofollow" target="_blank">Dzikir Ketika Mengantar Jenazah</a>.<br />
8. <a href="http://konsultasisyariah.com/memakai-alas-kaki-ke-kuburan" target="_blank" rel="nofollow">Mencopot Alas Kaki ketika Masuk Pemakaman</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/doa-untuk-jenazah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Shalat Dhuha</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/doa-shalat-dhuha/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/doa-shalat-dhuha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 23:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10588</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum ustadz. Ustadz, apakah ada doa sesudah shalat dhuha? Kalau ada tolong kasih tahu dalilnya. Dari: Prastya Madinah Jawaban: Wa’alaikumussalam Doa Shalat Dhuha Terdapat doa yang terkenal di sebagian kalangan untuk dibaca setelah shalat dhuha. Lafadz Doanya adalah: اللَّهُمَّ ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum ustadz. Ustadz, apakah ada doa sesudah <strong>shalat dhuha</strong>? Kalau ada tolong kasih tahu dalilnya.</p>
<p>Dari: Prastya Madinah<br />
<span id="more-10588"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa’alaikumussalam</p>
<h2>Doa Shalat Dhuha</h2>
<p>Terdapat <a href="http://konsultasisyariah.com/doa-shalat-dhuha" target="_blank" rel="nofollow">doa</a> yang terkenal di sebagian kalangan untuk dibaca setelah <em>shalat dhuha</em>. Lafadz Doanya adalah:</p>
<p class="arab">اللَّهُمَّ إنَّ الضَّحَاءَ ضَحَاؤُكَ ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ ، وَالْجَمَالَ جَمَالُك ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُك، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُك، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِك وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ</p>
<p>Doa ini disebutkan oleh As Syarwani dalam <em>Syarhul Minhaj</em> (7:293) dan Abu Bakr Ad Dimyathi dalam <em>I&#8217;anatut Thalibiin</em> (1:295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. Dikomentari oleh tim fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih: &#8220;Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi- referensi yang kami miliki.&#8221; (<em>Fatawa Syabakah Islamiyah</em>, no.53488).</p>
<p><strong>Bolehkah diamalkan?</strong><br />
Perlu dipahami dan dijadikan prinsip bagi setiap orang yang beriman, bahwa ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, artinya menunggu dalil. Karena hukum asal ibadah adalah haram kecuali jika ada dalilnya. Apapun bentuk ibadah tersebut dan siapa pun yang mengajarkannya, satu harga mati: semua harus berdalil. Jika tidak maka itu bukan ibadah meskipun kelihatannya adalah ibadah.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://www.konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://www.konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait shalat dhuha:</h3>
<p>1. <a href="../tata-cara-shalat-istikharah" rel="nofollow" target="_blank">Tata Cara Shalat Istikharah</a>.<br />
2. <a href="../tata-cara-shalat-istikharah" rel="nofollow" target="_blank">Qadha Shalat Tahajud Waktu Dhuha</a>.<br />
3. <a href="../bolehkah-mengqadha-shalat-dhuha" rel="nofollow" target="_blank">Qadha <u>Shalat Dhuha</u></a>.<br />
4. <a href="../rakaat-minimal-sholat-dhuha" rel="nofollow" target="_blank">Rakaat Minimal Shalat Dhuha</a>.<br />
5. <a href="../waktu-dhuha" rel="nofollow" target="_blank">Batasan waktu Shalat Dhuha</a>.<br />
6. <a href="../konsultasisyariah.com/?s=dhuha" rel="nofollow" target="_blank">Link Tentang Shalat Dhuha</a>.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/doa-shalat-dhuha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamini Doa di Video</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/mengamini-doa-di-video/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/mengamini-doa-di-video/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 04:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10373</guid>
		<description><![CDATA[Mengamini Doa di Video Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum Di salah satu situs video ternama, terdapat banyak video pengajian yang diupload. Bagaimana hukumnya mengamini rekaman doa yang dibacakan pada akhir pengajian? Terima kasih. Wassalamualaikum. Dari: Khusnun Jawaban: Wa&#8217;alaikumussalam Tidak ada gunanya. Lebih baik ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Mengamini Doa di Video</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum<br />
Di salah satu situs video ternama, terdapat banyak video pengajian yang diupload. Bagaimana hukumnya mengamini rekaman <strong>doa</strong> yang dibacakan pada akhir pengajian?<br />
Terima kasih.<br />
Wassalamualaikum.</p>
<p>Dari: Khusnun<br />
<span id="more-10373"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Tidak ada gunanya. Lebih baik Anda berdoa sendiri saja. <em>Doa</em> yang bisa diamini adalah <u>doa</u> yang dibacakan secara langsung, bukan rekaman.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, M.A.</strong><br />
<strong> Artikel <a href="http://www.konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait doa:</h3>
<p>1. <a href="../apa-hukum-mengheningkan-cipta" rel="nofollow" target="_blank">Hukum Mengheningkan Cipta</a>.<br />
2. <a href="../doa-dengan-shalawat" rel="nofollow" target="_blank">Doa Tidak Dikabulkan Tanpa Shalawat</a>.<br />
3. <a href="../lafal-amin-yang-benar" rel="nofollow" target="_blank">Lafal “Amin” yang Benar</a>.<br />
4. <a href="../doa-dengan-suara-lirih" rel="nofollow" target="_blank">Keutamaan Doa dengan Suara Lirih</a>.<br />
5. <a href="../tata-cara-berdoa" rel="nofollow" target="_blank">Tata Cara Doa Sesuai Tuntunan</a>.<br />
6. <a href="http://konsultasisyariah.com/13-ada-dalam-berdoa" rel="nofollow" target="_blank">13 Adab dalam Berdoa</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/mengamini-doa-di-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meruqyah Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/meruqyah-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/meruqyah-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 04:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10390</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah mungkin bagi seorang muslim mengobati dirinya dengan dirinya sendiri dengan cara membaca dan meludah sedikit di air? Jawaban: Meruqyah Diri Sendiri Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam apabila merasakan sakit, meludah sedikit di tangannya (tiga kali) dengan membaca Qulhuwallahu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Apakah mungkin bagi seorang muslim mengobati dirinya dengan dirinya sendiri dengan cara membaca dan meludah sedikit di air?<br />
<span id="more-10390"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<h2>Meruqyah Diri Sendiri</h2>
<p>Nabi <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> apabila merasakan sakit, meludah sedikit di tangannya (tiga kali) dengan membaca <em>Qulhuwallahu Ahad dan Mu’awwidzatain</em> (An Nas dan Al Falaq), beliau mengusap dengan kedua tangannya pada setiap kali apa yang bisa disentuh dari bagian tubuhnya ketika beliau <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> akan tidur, dimulai dengan kepala, wajah dan dadanya. Sebagaimana yang diberitakan Aisyah dalam hadis yang shahih. Jibril merquyah beliau di air ketika sakit dengan ucapannya, “<em>Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari setiap penyakit yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau ‘ain orang yang dengki, Allah akan menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.</em>” (tiga kali) dan <strong>ruqyah</strong> ini disyariatkan dan bermanfaat.</p>
<p>Nabi <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> membaca di air untuk Tsabit Qais dan memerintahkan menyiramkan air tersebut untuknya, sebagaimana Abu Daud meriwayatkan hal itu dalam <em>Ath-Thib</em> dengan isnad yang hasan, dan berbagai macam <em>ruqyah</em> lainnya selain <u>ruqyah</u> ini yang terjadi di masanya. Di antaranya bahwa beliau meruqyah sebagaian orang yang sakit dengan doa beliau, “<em>Ya Allah, Rab manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan (yang berasal dari)Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit yang lain</em>.”</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3</em>, Darul Haq Cetakan: VI. 2011.</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://artikel%20www.konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait ruqyah dan sihir:</h3>
<p>1. <a href="../hukum-hipnotis" rel="nofollow" target="_blank">Hipnotis Dalam Tinjaun Syariat</a>.<br />
2. <a href="../bolehkah-terapi-hipnotis-berhenti-merokok" rel="nofollow" target="_blank">Berhenti Merokok dengan Terapi Hipnotis</a>.<br />
3. <a href="../bolehkah-mempercayai-dukun-dan-paranormal" rel="nofollow" target="_blank">Percaya Pada Dukun dan Paranormal</a>.<br />
4. <a href="../apakah-suami-saya-terkena-guna-guna-wanita-lain" rel="nofollow" target="_blank">Suami Terkena Guna-guna</a>.<br />
5. <a href="../sulit-jodoh-akibat-guna-guna" rel="nofollow" target="_blank">Sulit Jodoh Akibat Terguna-guna</a>.<br />
6. <a href="../adakah-kaitannya-was-was-dengan-sihir" rel="nofollow" target="_blank">Adakah Kaitan Antara Was-was dengan Sihir</a>?<br />
7. <a href="../bolehkah-kita-menonton-acara-atraksi-sihir" rel="nofollow" target="_blank">Haramnya Menonton Atraksi Sulap</a>.<br />
8. <a href="http://konsultasisyariah.com/apa-hukum-jimat-bertuliskan-ayat-al-quran" target="_blank" rel="nofollow">Jimat Bertuliskan Alquran</a>.<br />
9. <a href="http://konsultasisyariah.com/apa-hukum-tulisan-al-quran-dibungkus-kain" target="_blank" rel="nofollow">Tulisan Alqiran Dibungkus Kain</a>.<br />
10. <a href="http://konsultasisyariah.com/bolehkah-mengobati-sihir-dengan-sihir" target="_blank" rel="nofollow">Mengobati Sihir dengan Sihir</a>.<br />
11. <a href="http://konsultasisyariah.com/adakah-khasiat-asmaul-husna" target="_blank" rel="nofollow">Khasiat Asmaul Husna</a>.<br />
12. <a href="http://konsultasisyariah.com/bolehkah-meruqyah-orang-kafir-dan-bolehkah-mengambil-upahnya" target="_blank" rel="nofollow">Me-<strong>ruqyah</strong> Orang Kafir</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/meruqyah-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

