tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Ebook

keutamaan menuntut ilmu syari

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bekal utama menuju akhirat adalah amal sholeh yang kita lakukan. Kaidah penting yang perlu untuk selalu kita hadirkan ketika beramal adalah memahami apa yang akan kita amalkan. Atau dengan ungkapan lebih ringkas, ’Ilmu sebelum beramal’. Prinsip semacam ini sejatinya telah Allah ajarkan dalam al-Quran, dalam firman-Nya,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 16).

Pada ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk mengetahui ‘Ketahuilah’ terlebih dahulu, sebelum perintah mengikrarkan laa ilaaha illallah, dan istighfar. Karena itu, Imam Bukhari memahami ayat ini sebagai dalil bahwa ilmu harus didahulukan sebelum ucapan dan amal. Karena orang tidak mungkin bisa beramal dengan benar, atau mengucapkan kalimat yang benar, tanpa ilmu. Dalam kitab shahihnya, beliau mengatakan,

العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

Ilmu dulu sebelum ucapan dan amal perbuatan. (Shahih Bukhari, 1/24).

Kemuliaan Ilmu dalam al-Qur’an

Terdapat banyak sekali dalil tentang kemuliaan ilmu yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Yang menunjukkan bagaimana pujian Allah terhadap ilmu. Hingga Ibnul Qoyim mengatakan,

كل صفة مدح الله بها العبد في القرآن فهي ثمرة العلم ونتيجته وكل ذم ذمه فهو ثمرة الجهل ونتيجته

Semua sifat yang Allah gunakan untuk memuji seorang hamba dalam al-Quran, itu disebabkan buah dari ilmu dan pengaruh ilmu. Dan semua celaan yang Allah gunakan untuk mencela seorang hamba, itu disebabkan buah dari kebodohan dan pengaruh kebodohan itu. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/115).

Berikut beberapa ayat yang menunjukkan keutamaan besar ilmu,

Pertama, firman Allah ta’ala,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imraan: 18)

Persaksian terbesar di alam ini adalah persaksian tentang keEsaan Allah. Dalam ayat di atas, satu-satunya kelompok manusia yang Allah cantumkan untuk persaksian ke-Esa-anNya adalah orang yang berilmu. Lebih dari itu, dalam ayat di atas, Allah menyandingkan persaksian para ulama dengan persaksian diri-Nya dan para malaikat-Nya.

Kedua, firman Allah ta’ala,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Katakanlah (wahai Muhammad): ”Tambahkanlah ilmu untukku.” (QS. Thaaha: 114)

Satu-satunya doa permohonan tambahan yang Allah perintahkan dalam al-Quran adalah doa memohon tambahan ilmu. Dan perintah ini Allah tujukan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan betapa manusia sangat membutuhkan ilmu, sehingga sang Nabi-pun diperintahkan untuk memohon agar diberi tambahan ilmu.

Ketiga, ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan, Allah berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (QS. Az-Zumar: 9).

Tentu semua akan menjawab, jelas beda. Dalam ilmu bahasa, pernyataan di atas sering disebut istifham inkari, pertanyaan namun maksudnya untuk mengingkari. Sehingga makna ayat bahwa Tidaklah sama antara orang yang berilmu, tahu kebenaran dan kebatilan, dengan orang yang jahil, yang buta akan kebenaran dan kebatilan.

Keempat, Allah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” (QS. Faathir: 28)

Karena manusia yang paling mengenal Allah adalah orang yang memiliki ilmu agama. Sehingga merekalah manusia yang paling takut kepada Allah. Wajar, jika para ulama disebut dengan ahlul khosyah, orang yang sangat takut kepada Allah.

Dan masih banyak lagi keutamaan ilmu yang ada dalam al-Quran. Semoga empat ayat yang kita sebutkan, bisa mewakili.

Keutamaan Ilmu dalam al-Hadits

Untuk menyebutkan dalil keutamaan ilmu dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah mudah. Karena saking banyaknya sabda beliau yang memotivasi umatnya untuk belajar agama.

Silahkan download gratis Buletin Jumat Konsultasi Syariah ini secara lengkap di:

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama [Buletin Jum’at Edisi 17 – Free Download]

#BuletinJumat
#DownloadGratis

gambar kaligrafi ayat kursi

 Keutamaan Ayat Kursi [Edisi Buletin Jum’at KonsultasiSyariah.com]

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ayat kursi terdapat dalam surat al-Baqarah, ayat 255. Dinamakan ayat kursi, karena dalam satu ayat ini terdapat kata ’kursi Allah’,

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

”Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Dalam hadis yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut ayat ini sebagai ayat yang paling agung dalam al-Quran. Dalam hadis dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada beliau,

يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟

”Hai Ubay, tahukah kamu, ayat apa dalam al-Quran yang telah kau hafal, yang paling agung?”

’Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu.’ Jawab Ubay.

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan hal itu kepada Ubay. Hingga beliau menjawab,

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

”Ayat itu adalah ayat kursi: Allahu laa ilaaha illaa huwa al-hayyu al-qoyyum.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Ubay, sambil bersabda,

وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

”Demi Allah, semoga engkau selalu merasa senang dengan ilmu, wahai Ubay.” (HR. Ahmad 21278, Muslim 810, Abu Daud 1460, dan yang lainnya).

Mengapa ayat kursi paling agung?

Buletin dakwah jumat KonsultasiSyariah edisi 1 – 14 bisa Anda download gratis di: DOWNLOAD BULETIN

buletin islam jumat

Edisi Buletin Islam Jumat: Istiqomah Setelah Ramadhan

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan berlalu sudah. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah selama bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril dan diamini oleh Rasulullah :

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah )”. (HR. Ahmad (2/254), Bukhari dalam “Adabul Mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan Hakim (4/170), dishahihkan Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani)

Salah seorang ulama salaf mengatakan: “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya”. (Lathaiful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hal. 297).

Oleh karena itu, mohonlah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia menerima amal kebaikan kita di bulan yang penuh berkah ini dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya, sebagaimana sebelum datangnya bulan Ramadhan kita berdoa kepada-Nya agar Dia mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan hati kita kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan ridha-Nya. Imam Mu’alla bin al-Fadhl berkata: “Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan”. (Lathaiful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hal. 174).

Lalu muncul satu pertanyaan besar dengan sendirinya: Apa yang tertinggal dalam diri kita setelah Ramadhan berlalu? Bekas-bekas kebaikan apa yang terlihat pada diri kita setelah keluar dari madrasah bulan puasa?

Dapatkan kelanjutan dari artikel diatas dan download Buletin Islam Jumat Secara Gratis di: Klik Download Buletin Islam Edisi 9

Atau

Infaq dan ganti biaya cetak:

50 lembar/Rp 35.000 dan 100 lembar/ Rp 70.000 Ongkos kirim ditanggung pemesan

Kami siap mendistribusikan pesanan Anda untuk masjid-masjid atau lembaga Islam yang membutuhkan.

Pemesanan minimal 50 lembar untuk daerah DIY dan 100 lembar untuk Jawa dan Luar pulau Jawa

Pemesanan:

Ketik Buletin Konsultasisyariah.com/jumlah/nama/alamat lengkap/nmr hp kirim Sms/WA 089694277414 atau add Pin:32516447 —

Kami hadirkan ebook Islam gratis: Apa dan Kemana Pendidikan Islam

Kata pendidikan dalam bahasa Arab lazim disebut tarbiyah. Untuk memahami apa tujuan pendidikan atau tarbiyah, maka harus mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dan hakikat tarbiyah. Islam sendiri diimani dan diamalkan oleh pemeluknya melalui proses tarbiyah.

wudhu

Ebook Tata Cara Wudhu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

1. Niat dan Baca Basmalah

Jika seorang muslim akan berwudhu, maka hendaklah ia niat dengan hatinya, kemudian membaca:

بِسْمِ اللَّهِ

“Dengan Nama Allah.”

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak (sempurna) wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah (membaca bismillaah).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan dishahihkan Ahmad Syakir)

Namun apabila seseorang lupa membaca basmalah, maka wudhunya tetap sah, tidak batal.

2. Membasuh Telapak Tangan

Kemudian disunahkan membasuh telapak tangan tiga kali sebelum memulai wudhu sambil menyela-nyelai jari-jemari.

Download segera Ebook Tata Cara Wudhu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada link di bawah ini:

1. Ebook Tata Cara Wudhu Nabi (Versi PDF).
2. Ebook Tata Cara Wudhu Nabi (Versi RAR).

Artiket www.KonsultasiSyariah.com

Ebook Gratis: Jurus Jitu Mendidik Anak

Judul Buku:

Jurus Jitu Mendidik Anak

Penulis:

Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Di bulan Ramadhan tahun ini (1432 H, ed.), kami mendapat amanah untuk mengimami shalat Tarawih dan Subuh di Masjid Agung Darussalam Purbalingga selama lima hari. Masih dalam rangkaiannya, kami ditugaskan untuk memberikan kuliah Tarawih dan kuliah Subuh. Kebetulan materi pengajian Tarawih seputar pilar-pilar penting dalam mendidik anak. Karena banyaknya permintaan dari jama‟ah, bahan materi tersebut kami kumpulkan dalam bentuk makalah yang kami beri judul “Jurus Jitu Mendidik Anak”. Tentu masih terlalu jauh dari format sempurna, namun semoga yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Di dalam ebook ini juga dibahas tentang; Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.

Dalam hal ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempraktikkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasihati seorang anak kecil,

“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu.” (H.r. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah).

Yang tidak kalah pentingnya adalah: ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan
anak lainnya.

Silahkan download ebooknya pada link di bawah ini:

Ebook Jurus Jitu Mendidik Anak (Versi ZIP)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Ebook-ebook gratis yang bermanfaat bagi Anda:

1.Ebook Gratis “Mengapa Kita Shalat?”.

2. Ebook Berdakwah dengan Akhlak Mulia.

3. Ebook Panduan Kurban.

SOCIAL

7,639FansLike
3,297FollowersFollow
28,733FollowersFollow
57,767SubscribersSubscribe