tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Download

keutamaan menuntut ilmu syari

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bekal utama menuju akhirat adalah amal sholeh yang kita lakukan. Kaidah penting yang perlu untuk selalu kita hadirkan ketika beramal adalah memahami apa yang akan kita amalkan. Atau dengan ungkapan lebih ringkas, ’Ilmu sebelum beramal’. Prinsip semacam ini sejatinya telah Allah ajarkan dalam al-Quran, dalam firman-Nya,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 16).

Pada ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk mengetahui ‘Ketahuilah’ terlebih dahulu, sebelum perintah mengikrarkan laa ilaaha illallah, dan istighfar. Karena itu, Imam Bukhari memahami ayat ini sebagai dalil bahwa ilmu harus didahulukan sebelum ucapan dan amal. Karena orang tidak mungkin bisa beramal dengan benar, atau mengucapkan kalimat yang benar, tanpa ilmu. Dalam kitab shahihnya, beliau mengatakan,

العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

Ilmu dulu sebelum ucapan dan amal perbuatan. (Shahih Bukhari, 1/24).

Kemuliaan Ilmu dalam al-Qur’an

Terdapat banyak sekali dalil tentang kemuliaan ilmu yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Yang menunjukkan bagaimana pujian Allah terhadap ilmu. Hingga Ibnul Qoyim mengatakan,

كل صفة مدح الله بها العبد في القرآن فهي ثمرة العلم ونتيجته وكل ذم ذمه فهو ثمرة الجهل ونتيجته

Semua sifat yang Allah gunakan untuk memuji seorang hamba dalam al-Quran, itu disebabkan buah dari ilmu dan pengaruh ilmu. Dan semua celaan yang Allah gunakan untuk mencela seorang hamba, itu disebabkan buah dari kebodohan dan pengaruh kebodohan itu. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/115).

Berikut beberapa ayat yang menunjukkan keutamaan besar ilmu,

Pertama, firman Allah ta’ala,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imraan: 18)

Persaksian terbesar di alam ini adalah persaksian tentang keEsaan Allah. Dalam ayat di atas, satu-satunya kelompok manusia yang Allah cantumkan untuk persaksian ke-Esa-anNya adalah orang yang berilmu. Lebih dari itu, dalam ayat di atas, Allah menyandingkan persaksian para ulama dengan persaksian diri-Nya dan para malaikat-Nya.

Kedua, firman Allah ta’ala,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Katakanlah (wahai Muhammad): ”Tambahkanlah ilmu untukku.” (QS. Thaaha: 114)

Satu-satunya doa permohonan tambahan yang Allah perintahkan dalam al-Quran adalah doa memohon tambahan ilmu. Dan perintah ini Allah tujukan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan betapa manusia sangat membutuhkan ilmu, sehingga sang Nabi-pun diperintahkan untuk memohon agar diberi tambahan ilmu.

Ketiga, ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan, Allah berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (QS. Az-Zumar: 9).

Tentu semua akan menjawab, jelas beda. Dalam ilmu bahasa, pernyataan di atas sering disebut istifham inkari, pertanyaan namun maksudnya untuk mengingkari. Sehingga makna ayat bahwa Tidaklah sama antara orang yang berilmu, tahu kebenaran dan kebatilan, dengan orang yang jahil, yang buta akan kebenaran dan kebatilan.

Keempat, Allah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” (QS. Faathir: 28)

Karena manusia yang paling mengenal Allah adalah orang yang memiliki ilmu agama. Sehingga merekalah manusia yang paling takut kepada Allah. Wajar, jika para ulama disebut dengan ahlul khosyah, orang yang sangat takut kepada Allah.

Dan masih banyak lagi keutamaan ilmu yang ada dalam al-Quran. Semoga empat ayat yang kita sebutkan, bisa mewakili.

Keutamaan Ilmu dalam al-Hadits

Untuk menyebutkan dalil keutamaan ilmu dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah mudah. Karena saking banyaknya sabda beliau yang memotivasi umatnya untuk belajar agama.

Silahkan download gratis Buletin Jumat Konsultasi Syariah ini secara lengkap di:

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama [Buletin Jum’at Edisi 17 – Free Download]

#BuletinJumat
#DownloadGratis

gambar kaligrafi ayat kursi

 Keutamaan Ayat Kursi [Edisi Buletin Jum’at KonsultasiSyariah.com]

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ayat kursi terdapat dalam surat al-Baqarah, ayat 255. Dinamakan ayat kursi, karena dalam satu ayat ini terdapat kata ’kursi Allah’,

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

”Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Dalam hadis yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut ayat ini sebagai ayat yang paling agung dalam al-Quran. Dalam hadis dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada beliau,

يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟

”Hai Ubay, tahukah kamu, ayat apa dalam al-Quran yang telah kau hafal, yang paling agung?”

’Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu.’ Jawab Ubay.

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan hal itu kepada Ubay. Hingga beliau menjawab,

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

”Ayat itu adalah ayat kursi: Allahu laa ilaaha illaa huwa al-hayyu al-qoyyum.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Ubay, sambil bersabda,

وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

”Demi Allah, semoga engkau selalu merasa senang dengan ilmu, wahai Ubay.” (HR. Ahmad 21278, Muslim 810, Abu Daud 1460, dan yang lainnya).

Mengapa ayat kursi paling agung?

Buletin dakwah jumat KonsultasiSyariah edisi 1 – 14 bisa Anda download gratis di: DOWNLOAD BULETIN

aliran syiah dan islam

DVD Gratis: Sejarah & Ritual Syiah di Indonesia

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Segala puji bagi Allah, yang telah memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus. Jalan beragama yang ditempuh para sahabat dan ahlul bait. Semoga Allah memberi kekuatan untuk senantiasa istiqamah di atas kebenaran.

Alhamdulillah, sekitar 2 bulan yufid menjalankan program penyebaran DVD syiah dengan bantuan dana dari para donatur. Selama kurun itu, DVD yang telah disebarkan kurang lebih 3000 keping. Kami haturkan jazaakumullah khoiran kepada para donatur, semoga menjadi amal sholeh di hari kiamat.

Selanjutnya, kami sangat yakin, tidak semua pembaca memilikinya atau minimal telah menyimak isi DVD itu. Oleh karena itu, bagi anda yang belum sempat memilikinya atau belum sempat menyimaknya, kami telah menyediakan link download untuk konten DVD gratis tersebut, sebagai berikut:

Video pertama:

Link download: https://archive.org/details/RitualSyiahIndonesia

Video ini berdurasi 48 menit. Isi video ini:

  1. Kumpulan dokumentasi berbagai ritual dan kegiatan keagamaan syiah di Indonesia. Serta perbandingan dengan kegiatan syiah di luar negeri.
  2. Cuplikan ceramah tokoh-tokoh syiah di Indonesia.
  3. Cuplikan ceramah tokoh syiah luar negeri.
  4. Sekilas tentang tragedi Suriah dan status pemerintahan Basyar

Video kedua:

Link download: https://archive.org/details/ZionisDanSyiahBersatuHantamIslam

Video ini berdurasi 1 jam 4 menit. Merupakan video dokumen kajian bedah buku, yang disampaikan oleh Ust Farid Okbah. Data yang beliau sajikan:

  1. Sejarah syiah masuk ke Indonesia.
  2. Perkembangan syiah di Indonesia.
  3. Peta kantong-kantong syiah di Indonesia.

Dua video di atas, fokus tentang syiah di Indonesia. Agar masyarakat bisa memahami bagaimana ancaman besar syiah terhadap stabilitas nasional di Indonesia dan bahayanya terhadap aqidah masyarakat muslim Indonesia.

Demikian, silahkan disebarkan ke semua rekan online anda, semoga bermanfaat.

buletin islam jumat

Edisi Buletin Islam Jumat: Istiqomah Setelah Ramadhan

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan berlalu sudah. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah selama bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril dan diamini oleh Rasulullah :

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah )”. (HR. Ahmad (2/254), Bukhari dalam “Adabul Mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan Hakim (4/170), dishahihkan Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani)

Salah seorang ulama salaf mengatakan: “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya”. (Lathaiful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hal. 297).

Oleh karena itu, mohonlah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia menerima amal kebaikan kita di bulan yang penuh berkah ini dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya, sebagaimana sebelum datangnya bulan Ramadhan kita berdoa kepada-Nya agar Dia mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan hati kita kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan ridha-Nya. Imam Mu’alla bin al-Fadhl berkata: “Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan”. (Lathaiful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hal. 174).

Lalu muncul satu pertanyaan besar dengan sendirinya: Apa yang tertinggal dalam diri kita setelah Ramadhan berlalu? Bekas-bekas kebaikan apa yang terlihat pada diri kita setelah keluar dari madrasah bulan puasa?

Dapatkan kelanjutan dari artikel diatas dan download Buletin Islam Jumat Secara Gratis di: Klik Download Buletin Islam Edisi 9

Atau

Infaq dan ganti biaya cetak:

50 lembar/Rp 35.000 dan 100 lembar/ Rp 70.000 Ongkos kirim ditanggung pemesan

Kami siap mendistribusikan pesanan Anda untuk masjid-masjid atau lembaga Islam yang membutuhkan.

Pemesanan minimal 50 lembar untuk daerah DIY dan 100 lembar untuk Jawa dan Luar pulau Jawa

Pemesanan:

Ketik Buletin Konsultasisyariah.com/jumlah/nama/alamat lengkap/nmr hp kirim Sms/WA 089694277414 atau add Pin:32516447 —

orang yang dilaknat

Buletin Jum’at Edisi 8

Judul: 10 Orang Yang Dilaknat Malaikat

Cara pemesanan buletin:

Pemesanan minimal 50 lembar untuk daerah DIY dan 100 lembar untuk Jawa dan Luar pulau Jawa

Infaq dan ganti biaya cetak:

50 lembar/Rp 35.000 dan 100 lembar/ Rp 70.000 Ongkos kirim ditanggung pemesan

Kami siap mendistribusikan pesanan Anda untuk masjid-masjid atau lembaga Islam yang membutuhkan

Pemesanan:

Ketik Buletin Konsultasisyariah.com/jumlah/nama/alamat lengkap/nmr hp kirim Sms/WA 089694277414 atau add Pin:32516447 —

Atau Download Gratis: Klik Download Buletin

Artikel Buletin Jum’at

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kita telah memahami bahwa doa malaikat adalah dosa mustajab. Disamping karena mereka makhluk yang dekat dengan Allah, doa yang dipanjatkan para malaikat semuanya atas perintah dari Allah. Karena malaikat tidak pernah mendahului apa yang Allah perintahkan, sehingga mereka tidak akan melakukan sesuatu, kecuali setelah mendapat perintah dari Allah. Allah ceritakan sifat mereka dalam Al-Quran,

“Mereka (orang kafir) berkata: “Ar-Rahman telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha suci Allah. sebenarnya malaikat-malaikat itu, adalah hamba-hamba yang dimuliakan, ( ) mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya..” (QS. Al-Anbiyaa': 26 – 27)

Disamping doa baik, para malaikat juga mendoakan keburukan sebagai hukuman untuk para hamba Allah yang melanggar aturan-Nya.

Laknat Malaikat, Ciri Dosa Besar

Salah satu kaidah yang ditetapkan para ulama, bahwa diantara ciri perbuatan maksiat statusnya dosa besar adalah adanya ancaman laknat, termasuk laknat dari Malaikat.

Dalam Umdatul Qori dinyatakan,

“Ada ulama yang mengatakan bahwa dosa besar adalah semua tindakan maksiat. Ada juga yang mengatakan, dosa besar adalah semua dosa yang diancam dengan neraka, laknat, murka, atau siksa.” (Umdatul Qori, 4/485)

Hal yang sama juga disampaikan Dr. Sholeh Al-fauzan, beliau menegaskan,

Laknat hanya diberikan untuk perbuatan yang haram dan berat tingkat keharamannya. Bahkan termasuk dosa besar. Karena diantara batasan dosa besar adalah adanya ancaman laknat, murka, neraka, ancaman, atau hukuman di dunia. (Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan, 16/44)

10 Manusia yang Dilaknat Malaikat

Berikut 10 jenis manusia yang dilaknat Malaikat, semoga kita tidak termasuk salah satu diantaranya,

Pertama, orang yang mati kafir

Semua orang yang mati kafir, baik kafir asli maupun kafir pindahan, alias murtad, keluar dari agama islam. Termasuk orang yang melakukan perbuatan pembatal islam, seperti tidak pernah shalat, sekalipun dia mengaku muslim.

Allah berfirman, yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam Keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, Para Malaikat dan manusia seluruhnya. ( ) mereka kekal di dalam la’nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (QS. Al-Baqarah: 161 – 162).

Disebutkan pula dalam hadis yang menceritakan tentang perjalanan ruh setelah kematian. Ketika malaikat pencabut nyawa berada di dekat orang kafir yang akan meninggal dunia, dia memanggil ruhnya, “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju laknat Allah dan murka-Nya.” Ruh itupun berlarian di jasadnya, kemudian Malaikat mencabutnya dengan paksa sebagaimana orang menarik gancu yang memiliki banyak cabang runcing di kain wol yang basah. Sehingga terputus urat darah dan ruas tulangnya. Kemudian seluruh Malaikat yang ada di antara langit dan bumi melaknatnya, demikian pula seluruh malaikat yang berada di atas langit, dan semua pintu langit ditutup untuknya… (HR. Ahmad 18614 dan dishahihkan Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz).

Perbanyaklah memohon kepada Allah agar diberi kekuatan istiqamah, sehingga kita bisa meninggal di atas islam dan sunah.

Kedua, orang yang murtad

Allah tegaskan bahwa orang yang murtad, dia mendapat laknat Allah dan para malaikat-Nya. Allah berfirman, yang artinya,

Bagaimana Allah akan memberi petunjuk orang yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya adalah laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat Para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Ali Imran: 86 – 87)

Diriwayatkan oleh Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ayat ini turun berkenaan dengan orang anshar yang murtad kemudian dia bergabung dengan kaum musyrikin. Kemudian dia kembali dan bertaubat, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerimanya dan tidak membunuhnya. Mujahid dan As-Sudi mengatakan, nama orang anshar itu adalah Al-Harits bin Suwaid. (Zadul Masir, 1/301)

Ketiga, menghina dan mencela sahabat

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mencela sahabatku, maka dia akan mendapat laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 12541, dan dinilai hasan dalam As-Shahihah no. 2340).

Mencela sahabat statusnya berbeda dengan mencela kaum muslimin lainnya. Mencela sahabat nilainya dosa sangat besar. Merekalah murid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi paling berjasa bagi umat islam. Melalui perjuangan mereka, kita bisa mengenal dan merasakan indahnya islam.

Mencela sahabat, sejatinya merupakan sikap pengingkaran terhadap firman Allah yang memuji mereka. Allah tegaskan dalam Al-Quran bahwa Dia telah meridhai kaum Muhajirin dan Anshar. Allah berfirman, yang artinya,

As-Sabiqun Awwalun (orang-orang yang terdahulu masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai …. (QS. At-Taubah: 100)

Mereka yang mencela Utsman atau Muawiyah, sejatinya telah mengingkari ayat ini. Mereka mencela, padahal Allah telah meridhai mereka.

Ibnul Mubarok (gurunya Imam Bukhari) pernah ditanya: ‘Siapakah yang lebih baik, Muawiyah ataukah Umar bin Abdul Aziz?’ Jawab Ibnul Mubarok:

‘Demi Allah, debu yang masuk di hidung Muawiyah ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lebih baik dari pada 1000 Umar bin Abdul Aziz. Muawiyah shalat di belakang Nabi, ketika beliau membaca: Sami’allahu liman hamidah, Muawiyah mengucapkan: Rabbana wa lakal hamdu. Kira-kira, apa yang terjadi selanjutnya?’ (Wafayat Al-A’yan, Ibn Khalaqan, 3/33).

Muawiyah radhiyallahu ‘anhu seorang sahabat, sementara Umar bin Abdul Aziz seorang tabiin, dan tidak bisa dibandingkan.

Jika mencela sahabat dilaknat oleh Allah dan para malaikatnya, bagaimana dengan kelompok yang mengkafirkan sahabat? Laknat Allah bagi orang syiah yang mengkafirkan sahabat.

Keempat, menghalangi terlaksananya hukuman bagi pelaku kejahatan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membunuh dengan sengaja maka dia berhak diqishah (balas bunuh). Dan siapa yang menghalangi antara keluarga korban dengan pelaku untuk melakukan qishas maka dia mendapat laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia. Tidak akan diterima darinya amalan wajib maupun amal sunahnya.” (Shahih, riwayat Nasai 4790 dan Ibn Majah 2635).

Beberapa praktek di pengadilan, sebagian orang menghalangi terwujudkan hukuman bagi pelaku tindak kriminal, baik dengan sogok atau karena kedudukan. Contoh konkrit yang banyak kita jumpai, beberapa aparat hukum yang melakukan tindak kriminal, lebih sulit dijerat hukum dari pada rakyat jelata. Mereka dilaknat karena mereka penghianat umat. Allahu a’lam.

Kelima, tidak menghargai jaminan keamanan yang diberikan oleh seorang muslim

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jaminan kaum muslimin itu satu. Siapa yang mengganggu jaminan keamanan kaum mukminin maka untuknya laknat Allah, para malaikat dan seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari 1870).

Orang kafir yang masuk ke negeri muslim, mereka telah mendapatkan izin dari pemerintah muslim. Izin ini tidak lain adalah jaminan keamanan. Karena itu, siapapun tidak boleh mengganggu mereka yang telah mendapatkan izin, tanpa sebab yang dibenarkan.

Keenam, mengacung senjata kepada sesama muslim

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya sesama muslim maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia lepaskan. Meskipun yang menjadi sasaran adalah saudaranya sebapak atau seibu.” (HR. Muslim 2616).

Islam melarang kita menakut-nakuti kaum muslimin yang lain, meskipun hanya dengan mengacungkan senjata untuk main-main. Termasuk mereka yang ngebut ketika naik kendaraan ke arah orang lain – seolah hendak menabraknya – kemudian direm mendadak di depannya.

Ketujuh, menasabkan diri kepada selain orang tuanya

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengaku keturunan seseorang yang bukan bapaknya, maka dia mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima amal wajib dan sunahnya pada hari kiamat.” (HR. Muslim 1370).

Karena itu, anak angkat tetap wajib dinasabkan kepada ayah kandungnya. Kasus yang sulit adalah anak hasil zina. Dia terlahir tanpa ayah. Karena itu, dia harus dinasabkan ke ibunya. Jika dia dibinkan ke ayahnya, berarti mengaku keturunan orang yang bukan bapaknya.

Kedelapan, istri yang tidak mau melayani suami tanpa udzur

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila suami mengajak istrinya ke ranjang (hubungan badan) dan dia menolak, kemudian suami marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR. Bukhari 3237 & Muslim 1436).

Istri boleh menolak ajakan suami jika memiliki udzur, seperti haid atau sakit.

Kesembilan, melindungi pelaku kriminal atau perbuatan bid’ah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melindungi muhdits maka untuknya laknat Allah, para malaikat dan seluruh umat manusia.” (HR. Muslim 1371)

Ibnul Atsir menjelaskan, kata muhdits [arab: الـمحدث] memiliki dua cara baca: muhdits dan muhdats. Jika dibaca muhdits artinya pelaku tindak kriminal. Sehingga makna hadis, “Siapa yang melindungi pelaku tindak kriminal maka untuknya laknat Allah…dst.”

Jika dibaca muhdats artinya perbuatan bid’ah, sehingga makna hadis, “Siapa yang melindungi perbuatan bid’ah maka untuknya laknat Allah…dst.” (An-Nihayah fi Gharib Al-Hadits, 1/907).

Kesepuluh, bertindak dzalim di kota Madinah

Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah, siapapun yang mendzalimi penduduk Madinah atau menakuti mereka, maka jadikan dia takut. Untuknya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 6498 dan dinilai shahih dalam shahih Targhib no. 1214).

Semoga Allah melindungi kita dari setiap penyimpangan dan dosa besar. Amiin

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur

buletin puasa ramadhan gratis

Puasa Tanpa Pahala – Buletin Ramadhan

Kita telah sepakat, tujuan utama Allah mewajibkan kita untuk berpuasa adalah agar kita menjadi pribadi yang bertaqwa. Sebagaimana ditegaskan dalam satu ayat yang sering kita dengar, (yang artinya)

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kalian untuk berpuasa, sebagaimana dulu telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Hanya saja, ada satu pertanyaan yang selayaknya untuk kita renungkan. Benarkah ketika kita selesai melaksanakan puasa ramadhan, kita sudah menjadi orang yang bertaqwa? Apakah setiap kaum muslimin yang lulus melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, secara otomatis menjadi insan yang bertaqwa? Apakah setiap orang yang menjalankan ibadah selama ramadhan, ibarat bayi yang baru dilahirkan dari ibunya? Ataukah justru sebaliknya…, banyak diantara kita, atau kaum muslimin yang keluar bulan ramadhan, tapi masih memiliki sifat yang jauh dari ketaqwaan?

Kita tidak bisa memberikan jawaban yang pasti untuk pertanyaan di atas. Namun, yang jelas realita menunjukkan bahwa kebanyakan kaum muslimin ketika melepas kepergian Ramadhan, mereka kembali pada kebiasaan buruk mereka sebelumnya. Dengan kata lain, sejatinya mereka belum mendapatkan predikat taqwa.

Bahkan ditegaskan dalam beberapa hadis, masih ada orang islam yang setelah usai melaksanakan puasa Ramadhan, tetapi mereka belum mendapatkan ketaqwaan. Mereka masih belum diampuni dan bergelimang dengan maksiat.

Hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan beliau membaca “Amin” tiga kali. Para sahabat-pun bertanya, apa gerangan yang menyebabkan beliau membaca amin tiga kali. Kemudian beliau bersabda: “Jibril berdoa di sampingku: (salah satunya):

“Celakalah seorang hamba, ketika dia berjumpa bulan Ramadhan, namun dosanya belum diampuni” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka aku ucapkan Amiin” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan dishahihkan al-Albani)

Doa ini diucapkan oleh Malaikat terbaik, yaitu Jibril, dan diaminkan oleh manusia terbaik, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Betapa mustajabnya doa ini. Tentu kita sangat berharap tidak mengalami seperti yang disebutkan dalam doa ini.

Namun sayangnya, yang sangat menyedihkan, keadaan ini dialami oleh kebanyakan kaum muslimin. Banyak orang yang mungkin bisa dikatakan ‘gagal’ dalam menjalankan ibadah ramadhan. Dalam hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, sementara yang dia dapatkan dari puasanya hanyalah rasa haus dan dahaga…” (HR. Ahmad, Ibn Khuzaimah, dan dishahihkan al-Albani)

Anda bisa renungkan kalimat “yang didapatkan hanya lapar dan dahaga.” Artinya, bisa jadi orang ini tidak mendapatkan pahala. Dan itu dialami oleh kebanyakan mereka yang berpuasa. Mengapa bisa demikian? Bukankah kita telah melakukan banyak ketaatan? Bukankah mereka telah melaksanakan berbagai macam bentuk ibadah?

Klik gambar dibawah untuk download lanjutan Artikel buletin Ramadhan (GRATIS):

buletin puasa ramadhan

imam dan maksum

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Jika imam lupa dirinya belum wudhu, atau belum mandi junub, dan baru teringat ketika shalat, maka imam wajib membatalkan shalatnya, tanpa membubarkan shalat jamaah. Selanjutnya ada tiga cara yang bisa dilakukan oleh imam ketika itu:

belajar mudah agama islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Zaman ini adalah zaman internet, begitulah kiranya ungkapan untuk menggambarkan aktivitas masyarakat saat ini dengan dunia maya. Kalau dahulu orang tidak begitu butuh dan peduli dengan internet, maka saat ini satu hari tanpa jaringan internet dunia seakan berhenti. Dengan jaringan internet seseorang bisa mengakses informasi yang mereka pikirkan atau sesuatu yang terlintas di pikiran namun membuat penasaran.

doa dan dzikir harian

Aplikasi Doa dan Dzikir

Alhamdulillah, kemajuan teknologi banyak membantu kita dalam segala hal, termasuk dalam urusan ibadah dan dakwah. Melihat banyaknya pengguna smart phone dan komputer tablet, kami pun memiliki keinginan agar para pengguna memiliki variasi aplikasi bermanfaat yang membantu mereka untuk terus mengenal agama Islam yang mulia ini. Berikut ini, pembaca bisa mengunduh aplikasi Muslim Kids Series: Dua (Supplications and Remembrances) (doa dan dzikir sehari-hari) untuk iPhone, iPad, dan Android secara GRATIS!

SOCIAL

7,660FansLike
3,315FollowersFollow
28,762FollowersFollow
57,877SubscribersSubscribe