tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
Berita

donasi bantuan untuk rohingya

Donasi Peduli Kemanusiaan Rohingnya

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain ibarat sebuah bangunan. Satu sama lain saling menguatkan. (HR. Bukhari & Muslim)

Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Kasih sayang dan rasa cinta sesama muslim ibarat satu jasad. Jika ada salah satu anggota badan yang sakit, maka anggota tubuh yang lain tidak bisa tidur dan ikut demam. (HR. Ahmad & Muslim).

Kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah aceh yang bersedia menerima para imigran Rohingnya. Bukti bahwa muslim Indonesia lebih peka terhadap masalah kemanusiaan dari pada yang lainnya. Semoga Allah memberikan balasan terbaik bagi semua usaha kebaikan mereka.

Berkenaan dengan keadaan kaum muslimin yang terdampar di Aceh, kami memberi kesempatan bagi para pembaca untuk turut memberikan bantuan sosial bagi kaum muslimin Rohingnya.

Donasi akan kami titipkan kepada Ustad Muhammad Nur Huda, M.A., ketua relawan dari jogja yang berangkat ke Aceh.

Donasi bisa dikirimkan melalui rekening,

  • BCA – 8610197257 a.n. Hendri Syahrial, SE
  • BRI – 023601003260531 a.n. Fajar Septiadi 

Konfirmasi donasi ke no. 0878 8288 8727 (Fajar)

Format konfirmasi donasi,

Rohingnya # Nama # Daerah Asal # Jumlah Donasi # Bank # Tanggal

Donasi ini akan ditutup l pada 21 Mei 2015, sebagai donasi Rohingnya tahap I

Semoga sumbangan yang anda salurkan menjadi amal soleh yang bisa dipetik hasilnya pada hari kiamat dan Allah ganti dengan yang lebih baik. Amin

UPDATE LAPORAN DONASI PEDULI MUSLIM ROHINGYA

masjid pogung dalangan

Wakaf Perluasan Masjid Pogung Dalangan (MPD) Yogyakarta

Bismillah…

Telah dibuka kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk ikut serta wakaf pembebasan lahan dalam rangka perluasan Masjid Pogung Dalangan (MPD) Yogyakarta.

Masjid ini berada di utara Fakultas Teknik UGM, lebih tepatnya beralamat di Pogung Dalangan RT. 11 RW. 50 Sinduadi, Mlati, Sleman, DIY. Lokasi pada google map bisa dilihat disini goo.gl/maps/QbLe8

Untuk membebaskan lahan seluas kurang lebih 270 m² ini membutuhkan dana sebesar 1,5 Miliyar rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Lokasinya yang berada di tengah pemukiman cukup padat inilah yang membuat harganya menjadi tinggi. Kami berharap kepada Allah, semoga Anda dan kaum muslimin tertarik ‘berinvestsi’ akhirat ini dengan pahala jariyah yang InsyaAllah tidak akan pernah berhenti meskipun kita telah meninggal.

KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah, sebuah tempat yang Allah Jalla wa’Ala katakan disitu ditinggikan dan diingat nama-Nya. Apabila sebuah masjid dibangun, maka otomatis disitu akan ditegakkan shalat, ayat-ayat Alquran dibacakan, Allah Ta’ala diingat, ilmu agama disebarkan, umat Islam berkumpul, dan maslahat-maslahat agung lainnya. Bagi orang yang membangunnya, ia akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas yang dilakukan di masjid tersebut. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Rasulullah juga bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Bayangkan, orang yang menunjukkan kebaikan, yang modalnya hanya berupa lisan atau tenaga, DIJAMIN akan mendapatkan pahala semisal orang yang mengerjakannya. Maka, bagaimana dengan orang yang menunjukkan kebaikan disertai harta bendanya? Bukankah lebih utama dan lebih banyak pahalanya? Tentunya ini hanya dapat diterima dan diamalkan oleh orang yang kuat imannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berharap pahalaNya besok pada hari pembalsan.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran:92].

***

Pembebasan lahan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung masjid yang sudah mulai melebihi kapasitas dan beberapa fasilitas pendukung pendidikan yang ada di masjid itu juga.

Berkat izin Allah, berikut ini beberapa karunia yang Allah berikan kepada Masjid Pogung Dalangan, alhamdulillah :

  1. Jama’ah ramai, subuh 180 orang dan maghrib mencapai 280 orang
  2. Berupaya menghidupkan sunnah-sunnah Nabi
  3. Banyak terdapat majelis ilmu, setidaknya ada 10 majelis ilmu yang mempelajari agama Allah
  4. Memiliki komunitas ta’jil (madrasah kajian mahasiswa jelang buka puasa sunnah senin kamis) yg beranggotakan mencapai 100 orang
  5. Majlis pengajian bapak-bapak setiap 2 pekan sekali dg peserta mencapai 90 orang
  6. Program berantas buta al qur’an untuk bapak-bapak dan ibu-ibu dg total peserta aktif hampir 90 orang
  7. Pembinaan anak-anak melalui TPA al furqon dengan total peserta aktif 100 anak (pa & pi) dan alhamdulillah sudah banyak membuahkan prestasi
  8. Pengisi pengajian adalah ustadz-ustadz yang InsyaAllah berkompetensi dalam kelimuannya, seperti Ust. Afifi Abdul wadud, Ust. Abu Sa’ad, Ust. Zaid Susanto, Ust. Abu Isa, Ust. Aris Munandar, ust. Muhammad Abduh Tuasikal, Ust. Ammi Nur Baits, Ust. Ahmad Halim, Ust. Raehanul Bahraen, Ust. Amrullah Akadhinta, dll

Tidak hanya untuk warga pogung, target dakwah Masjid Pogung Dalangan juga meliputi para mahasiswa yang sedang menempuh studi di kampus-kampus jogja seperti UGM, UNY, UMY, dll. Sembari kuliah diharapkan bisa sambil menuntut ilmu agama islam. Dengan bekal ilmu yang cukup, diharapkan setelah mereka lulus dapat ikut berdakwah menyebarkan ilmu agama islam di daerah asal mereka masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga manfaat kebaikan masjid tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar saja namun InsyaAllah beberapa wilayah di Indonesia pun juga merasakan manfaatnya.

Disamping itu, untuk memberikan dorongan dan memompa kembali semangat menuntut ilmu, tidak jarang di Kampung Pogung Dalangan sering diadakan pengajian akbar dengan mengundang ustadz-ustadz seperti Ust. Firanda Andirja, Ust. Badrussalam, Ust. Arifin Baderi, Ust. Abu Zubair, Ust. Abdullah Zaen, Ust. Syafiq Basamalah, Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, dll.

Untuk itu, kami mengajak kepada kaum muslimin untuk turut berpartisipasi membantu kami dalam pembangunan masjid ini untuk mewujudkan sebuah tempat ibadah yang nyaman dan memiliki sarana pendidikan yang memadai. Semoga sekeping 100 rupiah yang Anda infaqkan di jalan Allah mendapatkan balasan hingga 70.000 di akhirat kelak yang akan memperberat timbangan amal kebaikan Anda.

***

Infaq dan wakaf dapat disalurkan melalui

> Bank Muamalat, rek. 567-000-1883 (kode bank : 147)

> Bank Syariah Mandiri, rek 543-000-000-6 (kode bank : 451)

Semua atas nama “Masjid Pogung Dalangan”

SMS konfirmasi : wakaf#nama#nominal#tanggal#bank tujuan

Info lebih lanjut:

Telp/SMS/whatsapp = 085643210993

Pin BB = 53C27F64

Fanpage = Masjid Pogung Dalangan – MPD

Hanya sekedar ikut menyampaikan pesan ini kepada calon donatur, InsyaAllah Anda akan mendapatkan pahala yang semisal. Terlebih lagi pahala yang dijanjikan Allah bagi Anda yang ikut memberitahukan pesan ini diiringi dengan berpartisipasi langsung melalui harta benda. Semoga Allah Ta’ala memberikan balasan dengan sebaik-baik balasan, lebih dari yang kita duga, dan semoga kelak diakhirat kita tercengang melihat amal kebaikan yang kita miliki. Semoga Allah selalu menjaga keiklahlasan kita semua.

serangan saudi ke yaman

Saudi Serang Yaman?

Pak ustadz, bagaimana tanggapan Bapak atas keadaan di Yaman?dimana Arab menyerang Yaman, Israel dan Amerika berada dibalik penyerangan itu pula.. wassalam

Dari Beny Rusbandinar via Tanya Ustadz for Android

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Apa yang terjadi saat ini di Yaman, merupakan kelanjutan dari pemberontakan Syiah Houthi. Hingga tanggal 21 September 2014, ibu kota Yaman, Shan’a jatuh ke tangan Haouthi.

Februari 2015, Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi melarikan diri ke Aden dari ibukota Sanaa. Sebelumnya dia telah disandera sebagai tahanan rumah oleh pemberontak Hautsi selama beberapa pekan.

Dan pada Maret 2015, Presiden Mansour Hadi mengumumkan pemindahan ibukota dan menjadikan kota Aden sebagai ibukota negaranya. Dia juga menyatakan bahwa ibukota Sanaa telah menjadi “kota yang diduduki” oleh pemberontak Syiah.

Karena desakan separatis Houthi yang kian kuat, akhirnya beliau mengirim surat ke beberapa negara teluk. Surat yang sangat menyentuh. Presiden Manshur Hadi menceritakan kondisi Yaman yang sudah berada di ambang kehancuran, sehingga membutuhkan pertolongan dari “para saudaranya”. Presiden menuliskan suratnya dengan sapaan “al-Akh” (saudara) bagi para pemimpin negara teluk.

Anda bisa simak suratnya di: http://goo.gl/1UlNx4

Surat itu ditujukan kepada para pemimpin negara teluk, Arab Saudi, Uni Emirat, Bahrain, Oman, Kuwait, dan Qatar. Presiden Mansour mengungkapkan, beliau menulis surat itu dengan penuh kesedihan atas nasib yang menimpa negaranya. Beliau mengutip piagam PBB tentang hak pembelaan diri setiap bangsa, dari gangguan yang mengancam keselamatan negara, dan kesepakatan antar-negara teluk untuk bersama-sama saling melindungi. Atas dasar ini, beliau mempersilahkan para pemimpin negara teluk untuk segara  mengatasi pemberontak Syiah Houthi di Yaman dengan kafah wasail (sarana yang memadai).

Bukan Agresi!

Dalam hukum internasional, tindakan agresi itu dianggap sebagai salah satu kejahatan internasional yang paling serius sampai tingkatannya sudah Jus Cogens atau Peremptory Norm (norma tertinggi dalam hukum internasional.

Apa itu agresi?

Pada Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974, yang kemudian dikutip di amandemen Statuta Roma pada Kampala Agreement di Pasal 8bis, menjelaskan bahwa pengertian agresi adalah:

“…the use of armed force by a State against the sovereignty, territorial integrity or political independence of another State, or in any other manner inconsistent with the Charter of the United Nations.”

Menggunakan kekuatan militer oleh Negara untuk menyerang kedaulatan, keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik Negara lain. Atau cara apapun yang yang tidak sesuai dengan piagam PBB.

Artinya ada dua unsur utama dari agresi,

Pertama, penggunaan kekerasan bersenjata

Kedua, melawan kedaulatan, integritas territorial, dan kemandirian politik Negara lain.

Ketika kepala negara telah mengizinkan negara lain, bahkan meminta bantuan negara lain untuk melakukan tindakan apapun dengan sarana yang memadai, tentu tidak disebut agresi. Sehingga jelas, pernyataan kemlu Iran yang menuduh Saudi melakukan ekspansi, sangat tidak benar. Saudi dan negara-negara teluk lainnya, memiliki wewenang yang sah secara hukum untuk melakukan penyerangan ini.

Perang Ideologi

Banyak yang punya kepentingan dengan peristiwa ini. Bukan hanya kepentingan Yaman, dan negara teluk. Perang ini mewakili dua ideologi, islam melawan syiah. Kita bisa lihat pro kontra dalam fenomena ini. Tepat setelah negara-negara teluk melakukan membombardir kantong-kantogn syiah Houthi, Menlu Iran langsung membuat pernyataan penolakan. Di saat yang sama, presiden Turki, Erdogan memberikan dukungan moral dan membenarkan tindakan Saudi dan negara teluk lainnya. Baca: http://goo.gl/L4647x

Menyusul, dukungan Malaysia untuk Saudi: http://goo.gl/KoTmhm

Lalu dukungan pakistan: http://goo.gl/1rVtSr

Konflik luar negeri, konflik dalam negeri.

Bagi masyarakat Indonesia, semua konflik timur tengah berimbas pada perang media di tanah air. Masing-masing mewakili ideologi yang mereka hasung.

Ketika ribuan kaum muslimin sunni Suriah dibantai oleh rezim Basyar al-Asad yang berideologi Syiah, jangankan situs merdeka, detik saja tutup bicara. Di saat yang sama, pasukan syiah membuat berbagai pembelaan, semacam Muhsin Labib dan Dina Sulaiman.

Sesaat setelah syiah Houthi terpojokkan, sejuta tuduhan dusta untuk Saudi dikerahkan.

Tidak jauh jika kita menyatakan, ini perang ideologi.

Dulu, ketika Romawi dan Persia berperang, terjadi ketegangan antara para sahabat dan orang musyrikin Quraisy. Kaum muslimin lebih berpihak kepada Romawi, karena mereka beragama nasrani yang itu lebih dekat dengan agama samawi. Sementara orang Quraisy berpihak kepada Persia, penganut Majusi penyembah api, karena lebih dekat dengan kesyirikan.

Sekalipun di Mekah tidak terjadi perang fisik, namun ini memicu perang dingin. Hingga Abu Bakr berani melakukan taruhan dengan orang musyrik untuk membuktikan siapa yang menang. Abu Bakr yakin, Romawi akan menang, sebagaimana janji Allah di surat ar-Rum. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/298).

Jika anda diberi pilihan, antara muslim ahlus sunah dengan kelompok syiah, kemanakah anda akan berpihak. Keberpihakan anda menentukan ideologi anda.

Perang Media

Syiah memiliki prinsip, lemparkan kebohongan, bela paham Khomaini. Karena mereka memiliki aqidah taqiyah, berbohong demi membela kepentingannya.

Anda bisa baca: Doktrin Aliran Syiah yang Paling Berbahaya

Beberapa hari yang lalu, merdeka membuat pernyataan bahwa dalam invansi Saudi, mereka dibantu Israel untuk menyerang Yaman. Ternyata setelah diusut, sumbernya adalah pernyataan Hassan Zayd, sekutu pemberontak syiah Houthi. Kenapa merdeka, karena situs ini digawangi Faisal Assegaf, syiah tulen.

Tidak jauh berbeda, yang dilakukan detik, untuk menjatuhkan martabat ahlus sunah, tidak segan membuat berita memalukan, Saudi menyerang Yaman, membunuh wanita dan anak-anak..??

Padahal realita di lapangan, pemberontak Houthi menyerang warga pengungsi.

Ada juga yang mencoba dengan sedikit analisis, bahwa misi terbesar Saudi adalah untuk perluasan wilayah dan untuk kepentingan ekonomi. Apa yang hendak direbut Saudi dari Yaman, hingga harus mengeluarkan dana besar untuk melakukan penyerangan udara, sementara negara ini sudah sangat mapan.

Sayangnya, para pendusta itu lebih banyak bicara. Semoga Allah melindungi umat islam dari kedustaan mereka.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Pemblokiran Situs Islam

Pemblokiran Situs Islam: Hanya Paranoid?

Bagaimana pandangan konsultasisyariah terhadap pemblokiran situs-situs islam oleh BNPT dan KOMINFO, krn tuduhan menyebarkan pemikiran terorisme?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Beberapa media islam merasa kecewa menyusul keputusan Menkominfo yang menutup belasan situs islam, atas usulan BNPT, dengan tuduhan menyebarkan pemikiran radikal.

Kita sendiri tidak tahu, sejauh mana batasan radikal yang menjadi standar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Hanya saja kita berharap, semoga fenomena ini bukan karena dilandasi rasa ketakutan berlebihan (paranoid) dari BNPT terhadap umat islam.

Sama-sama Meracuni Pemikiran

Semenjak aksi khawarij mulai lebih aktif menampakkan diri, masyarakat semakin diresahkan dengan pemikiran itu. Namun sebenarnya ada pekerjaan lain yang juga tidak kalah meresahkan, penyebaran pornografi yang masih sangat bebas bergerak.

Anda bisa perhatikan, dari semua media liberal, tidak ada satupun yang bersih dari masalah ‘ranjang’, gambar telanjang, hingga majalah dewasa. Sementara situs itu bisa dibaca siapapun, tanpa batas usia.

Padahal racun parno tidak lebih kecil bahayanya dibandingkan pemikiran radikal. Barangkali karena di negara kita tidak ada badan nasional penanggulangan porno.

Sumber Kebinasaan Umat

Aksi buka-bukaan aurat, bukan masalah ringan. Pelanggaran ini berpotensi menjadi sebab kebinasaan umat.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِى أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا

Apabila perbuatan fahisyah telah mendominasi satu masyarakat, hingga mereka lakukan secara terang-terangan, maka akan tersebar di tengah mereka wabah Tha’un, kelaparan, yang belum pernah terjadi pada umat yang hidup sebelum mereka. (HR. Ibnu Majah 4155).

Kata fahisyah mencakup tindakan zina dan semua perbuatan yang memicu terjadinya perzinaan.

Sehingga yang penting untuk kita pahami, memerangi penyebaran porno, adalah tugas kita bersama, sekalipun media liberal membelanya.

Semoga pemerintah bisa bersikap lebih bijak..

Allahu a’lam

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

wakaf-masjid-mpd-yogya

Wakaf Perluasan Masjid Pogung Dalangan (MPD) Yogyakarta

Bismillah…

Telah dibuka kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk ikut serta wakaf pembebasan lahan dalam rangka perluasan Masjid Pogung Dalangan (MPD) Yogyakarta.

Masjid ini berada di utara Fakultas Teknik UGM, lebih tepatnya beralamat di Pogung Dalangan RT. 11 RW. 50 Sinduadi, Mlati, Sleman, DIY. Lokasi pada google map bisa dilihat disini goo.gl/maps/QbLe8

Untuk membebaskan lahan seluas kurang lebih 270 m² ini membutuhkan dana sebesar 1,5 Miliyar rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Lokasinya yang berada di tengah pemukiman cukup padat inilah yang membuat harganya menjadi tinggi. Kami berharap kepada Allah, semoga Anda dan kaum muslimin tertarik ‘berinvestsi’ akhirat ini dengan pahala jariyah yang InsyaAllah tidak akan pernah berhenti meskipun kita telah meninggal.

KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah, sebuah tempat yang Allah Jalla wa ‘Ala katakan disitu ditinggikan dan diingat nama-Nya. Apabila sebuah masjid dibangun, maka otomatis disitu akan ditegakkan shalat, ayat-ayat Alquran dibacakan, Allah Ta’ala diingat, ilmu agama disebarkan, umat Islam berkumpul, dan maslahat-maslahat agung lainnya. Bagi orang yang membangunnya, ia akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas yang dilakukan di masjid tersebut. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Rasulullah juga bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Bayangkan, orang yang menunjukkan kebaikan, yang modalnya hanya berupa lisan atau tenaga, DIJAMIN akan mendapatkan pahala semisal orang yang mengerjakannya. Maka, bagaimana dengan orang yang menunjukkan kebaikan disertai harta bendanya? Bukankah lebih utama dan lebih banyak pahalanya? Tentunya ini hanya dapat diterima dan diamalkan oleh orang yang kuat imannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berharap pahalaNya besok pada hari pembalsan.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran:92].

***

Pembebasan lahan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung masjid yang sudah mulai melebihi kapasitas dan beberapa fasilitas pendukung pendidikan yang ada di masjid itu juga.

Berkat izin Allah, berikut ini beberapa karunia yang Allah berikan kepada Masjid Pogung Dalangan, alhamdulillah :

  1. Jama’ah ramai, subuh 180 orang dan maghrib mencapai 280 orang
  2. Berupaya menghidupkan sunnah-sunnah Nabi
  3. Banyak terdapat majelis ilmu, setidaknya ada 10 majelis ilmu yang mempelajari agama Allah
  4. Memiliki komunitas ta’jil (madrasah kajian mahasiswa jelang buka puasa sunnah senin kamis) yg beranggotakan mencapai 100 orang
  5. Majlis pengajian bapak-bapak setiap 2 pekan sekali dg peserta mencapai 90 orang
  6. Program berantas buta al qur’an untuk bapak-bapak dan ibu-ibu dg total peserta aktif hampir 90 orang
  7. Pembinaan anak-anak melalui TPA al furqon dengan total peserta aktif 100 anak (pa & pi) dan alhamdulillah sudah banyak membuahkan prestasi
  8. Pengisi pengajian adalah ustadz-ustadz yang InsyaAllah berkompetensi dalam kelimuannya, seperti Ust. Afifi Abdul wadud, Ust. Abu Sa’ad, Ust. Zaid Susanto, Ust. Abu Isa, Ust. Aris Munandar, ust. Muhammad Abduh Tuasikal, Ust. Ammi Nur Baits, Ust. Ahmad Halim, Ust. Raehanul Bahraen, dll.

Saat ini dan kedepannya, Takmir Masjid Pogung Dalangan terus memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekiranya kami diberi kekuatan, keistiqomahan dan keikhlasan dalam rangka terus memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan yang semakin banyak, berkualitas dan bermanfaat bagi kaum muslimin.

Dengan semakin makmurnya kegiatan masjid, diharapkan juga memberikan kebaikan bagi para donatur yang telah membersamai Masjid MPD. Kami berusaha terus memakmurkan masjid agar pahala jariyah yang akan diterima donatur semakin besar dan semakin deras mengalir siang malam tanpa henti, Insyaallah. #doakan kami

***

Infaq dan wakaf dapat disalurkan melalui

  • Bank Muamalat, rek. 567-000-1883 (kode bank : 147)
  • Bank Syariah Mandiri, rek 543-000-000-6 (kode bank : 451)
  • Semua atas nama “Masjid Pogung Dalangan”
  • SMS konfirmasi : wakaf#nama#nominal#tanggal#bank tujuan

Info lebih lanjut:

  • Telp/SMS/whatsapp = 085643210993
  • Pin BB = 53C27F64
  • Fanpage = Masjid Pogung Dalangan – MPD

Mohon bantuannya menyampaikan pesan ini kepada keluarga, sahabat atau teman. Siapa tahu tertarik berdonasi dan menjadi kebaikan buat Anda karena telah menunjukkan kepada kebaikan. Semoga Allah menjadikan usaha Antum ini sebagai amalan yang berpahala besar. Jazaakumullahu khoiran katsir.

bekas rumah nabi jadi wc

Benarkah Rumah Nabi jadi WC Umum?

Ustadz, beberakali saya melihat orang menyebar berita fitnah ttg kerajaan saudi. Lalu apa benar, tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah dijadikan WC umum? terima kasih

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Bersikap waspada dan hati-hati, menjadi prinsip penting yang harus selalu kita kedepankan dalam menerima setiap berita. Terlebih berita yang memicu emosi masyarakat. Mudah menyebarkan berita, bisa jadi termasuk menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Penyesalan baru terjadi ketika muncul konflik di tengah mereka. Inilah yang Allah ajarkan dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6).

Salah satunya, kabar rumah kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijadikan WC umum oleh kerajaan Saudi. Serasa sangat lezat di telinga, terlebih bagi mereka yang suka menyebarkan kebencian di tengah umat. Semoga tulisan berikut, bisa memicu kita untuk berfikir lebih dewasa.

Antara Hijrah dan Fathu Mekah

Kita akan mengawali pembahasan ini memberikan catatan seputar hijrah.

Pertama, mereka yang telah hijrah, pantangan untuk balik lagi dan tinggal di Mekah. Sekalipun kota ini telah ditaklukan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah meninggalkan Mekah bersama para sahabat. Mereka berhijrah meninggalkan tanah dan rumah yang mereka miliki di Mekah. Hingga di tahun 8 H, beliau berhasil menaklukkan kota itu, menjadi bagian wilayah kekuasaan kaum muslimin.

Aturan yang berlaku, orang yang telah hijrah meninggalkan mekah, pantangan bagi mereka untuk mengambil kembali apa yang mereka tinggalkan di Mekah.

Pada waktu haji wada’, sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu sakit keras. Sa’ad berfikir, dia akan meninggal di Mekah, sampai beliau mewasiatkan hartanya. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya, Sa’ad mengadu kepada beliau,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أُخَلَّفُ بَعْدَ أَصْحَابِى

 “Ya Rasulullah, apakah saya akan ditinggalkan para sahabatku?”

Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas bersedih, beliau akan ditinggal di Mekah, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat balik ke Madinah.

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghibur Sa’ad. Beliau mengatakan,

إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلاً صَالِحًا إِلاَّ ازْدَدْتَ بِهِ دَرَجَةً وَرِفْعَةً ، ثُمَّ لَعَلَّكَ أَنْ تُخَلَّفَ حَتَّى يَنْتَفِعَ بِكَ أَقْوَامٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخَرُونَ ، اللَّهُمَّ أَمْضِ لأَصْحَابِى هِجْرَتَهُمْ ، وَلاَ تَرُدَّهُمْ عَلَى أَعْقَابِهِمْ

Kamu tidak akan ditinggal, kamu bisa melakukan amal soleh sehingga menambah derajatmu. Kemudian mudah-mudahan kamu diberi usia lebih panjang, sehingga kamu bisa memberi manfaat kaum muslimin, dan membuat sedih orang kafir. Ya Allah, pertahankan hijrah para sahabatku, dan janganlah Engkau mengembalikan mereka ke belakang. (HR. Bukhari 1295, Ibn Hibban 6026 dan yang lainnya).

Anda bisa perhatikan doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memohon kepada Allah, agar Allah menyempurnakan pahala hijrah para sahabat, dengan Allah mengembalikan mereka semua ke Madinah seusai haji wada’. Sehingga mereka sama sekali mereka tidak menikmati tanah Mekah setelah Mekah ditaklukkan.

Abu Ishaq al-Huwaeni menjelaskan hadis ini,

كان من تمام هجرة المسلمين إلى المدينة: أن النبي صلى الله عليه وسلم منع المهاجر أن يظل في مكة بعد النسك أكثر من ثلاثة أيام، فقال للصحابة: ( لا يحل لرجل هاجر من مكة إلى المدينة أن يرجع فيستوطن مكة مرة أخرى )، له ثلاثة أيام بعد النسك فقط، وبعدها لا يحل له أن يبقى في مكة ؛ حتى لا يرجع في ما وهبه وفعله لله عز وجل، فهذه هي هجرة الصحابة رضي الله عنهم

Bagian dari kesempurnaan hijrah kaum muslimin ke Madinah, setelah manasik haji selesai, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum muhajirin untuk tinggal di Mekah lebih dari 3 hari. Beliau berkhutbah di hadapan para sahabat,

“Tidak halal bagi orang yang telah hijrah dari Mekah ke Madinah untuk kembali ke Mekah dan tinggal di sana.”

Mereka hanya punya kesempatan selama 3 hari saja. Selanjutnya, mereka tidak boleh menetap di Mekah, sehingga mereka tidak menarik kembali apa yang sudah mereka berikan dan mereka kerjakan untuk Allah. Seperti inilah hijrahnya para sahabat. (Durus al-Huwaeni, Abu Ishaq).

Ada banyak pahlawan islam yang terlahir di Mekah, para al-Khulafa’ ar-Rasyidin, dan sahabat senior lainnya. Termasuk Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Ketika mereka hijrah, mereka biarkan tanah itu dikuasai orang musyrikin. Namun pada saat haji wada’, sama sekali mereka tidak mengambil alih tanah itu, apalagi mencari-cari rumah kelahirannya, untuk dilestarikan atau dijadikan kenangan.

Kedua, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merebut kembali rumah kelahirannya

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah bersama bani Hasyim yang masuk islam, tanah warisan bani Hasyim dikuasai oleh Aqil dan Thalib, keduanya adalah anak Abi Thalib yang masih kafir. Sementara Ali dan Ja’far yang juga putra Abu Thalib, sama sekali tidak mendapatkannya. Termasuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita lihat penuturan Usamah ketika Fathu Mekah,

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدِ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنْزِلُ فِى دَارِكَ بِمَكَّةَ فَقَالَ « وَهَلْ تَرَكَ لَنَا عَقِيلٌ مِنْ رِبَاعٍ أَوْ دُورٍ ». وَكَانَ عَقِيلٌ وَرِثَ أَبَا طَالِبٍ هُوَ وَطَالِبٌ وَلَمْ يَرِثْهُ جَعْفَرٌ وَلاَ عَلِىٌّ شَيْئًا لأَنَّهُمَا كَانَا مُسْلِمَيْنِ وَكَانَ عَقِيلٌ وَطَالِبٌ كَافِرَيْنِ

Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhuma, beliau bertanya,

‘Ya Rasulullah, apakah anda akan singgah di rumahmu di Mekah?’

Beliau bersabda,

“Apa Aqil masih meninggalkan rumah untuk kami.”

Aqil yang menjadi ahli waris Abu Thalib bersama si Thalib. Sementara Ja’far dan Ali tidak mendapatkan warisan apapun, karena keduannya muslim. Aqil dan Thalib orang kafir. (HR. Bukhari 1588, Muslim 3360, dan Ibn Majah 2834).

Ketika fathu Mekah, tanah negeri itu menjadi kekuasaan kaum muslimin. Kendati demikian, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak mempedulikan rumah kelahiran atau tanah beliau. Beliau juga tidak mengupayakan pelestarian tempat-tempat bersejarah itu. Beliau tidak merawat rumah kelahiran beliau, atau merawat gua hira, atau gua tsur, sama sekali tidak.

Ini menunjukkan bahwa dakwah beliau dan para sahabat, tidak memiliki kepentingan dengan tempat-tempat semacam ini.

Karena itu, jika ada yang beranggapan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyerang kota Mekah untuk merebut kembali tanah kelahiran mereka, ini berarti suudzan kepada beliau dan sahabat.

Ketiga, jika kita menerima hasil penelitian para ahli sejarah, hasil penelusuran mereka menyimpulkan bahwa rumah kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih dijaga. Anda bisa perhatikan beberapa gambar berikut,

gambar rumah nabi 1

Di gambar tertulis, tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.

Kemudian, saat ini, rumah tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dijadikan sebagai perpustakaan “Maktabah Makkah al-Mukarromah”

gambar rumah nabi yg jadi perpustakaan

Penampakan dari dekat,

bekas rumah nabi

Bahkan ketika renovasi, bangunan ini tidak dibongkar.

rumah nabi tidak dibongkar

Kemudian maket perluasan masjidil haram, perpustakaan ini akan dimasukkan sebagai bagian dari masjid

bekas rumah nabi masuk lingkup masjid

Sementara, ada info lain bahwa WC umum di masjidil haram adalah rumah bekas Abu Jahal. Rumah Abu Jahal terletak tidak jauh dari kedua rumah tersebut. Persisnya terletak di dekat pintu keluar Marwa, tempat orang mengakhiri ibadah Sa’i.

Sekali lagi, selayaknya kita lebih banyak berhati-hati, karena mayoritas media massa di sekitar kita, tidak lepas dari campur tangan liberal dan syiah.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari konspirasi mereka.

Allahu a’lam

Sumber: http://ilmfeed.com/this-is-where-prophet-muhammad-was-born/

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

foto mesra abraham samad editan

Menetapkan Tersangka Skandal Sex Melalui Foto

Assalamualaikum, mohon nasehatnya ustadz, baru-baru ini para netizen dan media online di Indonesia di hebohkan dengan beredarnya foto mesra yang mirip dengan ketua KPK Abraham Samad, sungguh sangat di sayangkan orang-orang terdidik seperti pegawai pemerintah juga ikut-ikutan mengedarkan foto tidak senonoh ini, banyak diantara mereka yang yakin akan foto ini dan menjadikan bahan gunjingan tanpa ada sedikit pun kekhwatiran dari mereka akan terjerumus kedalam fitnah ataupun gibah, bagaimana nasehat ustadz kepada seorang muslim dalam menyikapi beredarnya foto tidak senonoh yang jelas belum pasti kebenarannya ini? Saya berharap jawaban dari ustadz menjadi nasehat bagi muslim lainnya di Indonesia. Syukron.. (Wira-Jakarta)

Dari Wiratama via Tanya Ustadz for Android

Dikirim dari Yahoo Mail pada Android

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam Wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pertama, hukuman bagi pelaku zina, baik cambuk maupun rajam, hanya bisa ditegakkan, jika terdapat salah satu dari tiga fenomena berikut,

1. Pengakuan pelaku

Ini sebagaimana yang terjadi pada Ma’iz bin Malik dan wanita Ghamidiyah. Di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dua orang ini melaporkan dirinya di hadapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengaku telah melakukan zina. Kisah Ma’iz bin Malik diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Sementara kisah wanita Ghamidiyah disebutkan dalam shahih muslim.

2. Ada 4 saksi yang berada di tempat kejadian ketika zina berlangsung

Allah berfirman,

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik (QS. an-Nur: 4).

3. Si wanita hamil, sementara dia tidak bersuami, dan bukan karena diperkosa. Ini termasuk indikator terkuat bahwa dia

Kedua, Islam menganjurkan agar hukuman had (hukuman yang ditetapkan berdasarkan syariat islam), seperti cambuk bagi pezina yang belum menikah, potong tangan bagi pencuri pada batas dan nilai yang ditetapkan, dst. agar hukuman semacam ini digugurkan ketika ada syubhat.

Syubhat itu bisa bentuknya keraguan mengenai kasus, ketidak jelasan bukti, kondisi saksi yang tidak memenuhi syarat, dst. Termasuk adanya peluang pemalsuan data, atau ada unsur kecurigaan terhadap bukti yang diberikan.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْرَءُوا الْحُدُودَ مَا اسْتَطَعْتُمْ عَنِ الْمُسْلِمِينَ فَإِنْ وَجَدْتُمْ لِلْمُسْلِمِ مَخْرَجًا فَخَلُّوا سَبِيلَهُ فَإِنَّ الإِمَامَ لأَنْ يُخْطِئَ فِى الْعَفْوِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يُخْطِئَ فِى الْعُقُوبَةِ

Gugurkanlah hukuman had dari kaum muslimin sebisa kalian. Jika kalian menjumpai ada celah yang membuat dia tidak boleh dihukum, maka lepaskan dia. Karena kesalahan hakim dalam memaafkan orang yang berkasus itu lebih ringan dari pada kesalahan dalam menjatuhkan hukuman mereka yang berkasus. (HR. Ad-Daruquthni 3141)

Hadis ini dinilai dhaif oleh para ulama, hanya saja sebagian menilai hasan li ghairih, mengingat ada banyak riwayat yang mendukungnya. Sebagaimana keterangan Imam Ibnu Baz dalam fatwanya (25/263).

Karena itu, ulama sepakat menerapkan kaidah ini. Jika ada unsur ketidak jelasan dalam kasus yang menuntut seseorang mendapat hukuman had, maka unsur ketidak jelasan ini menghalanginya untuk mendapatkan hukuman. Meskipun bisa jadi hakim menetapkan hukuman lainnya yang lebih ringan, seperti penjara.

Ketiga, berdasarkan prinsip ini, para ulama kontemporer tidak menerima keterlibatan teknologi dan fasilitas modern dalam menetapkan kasus tersangka pelanggaran had. Seperti foto, video, bahkan termasuk uji DNA. Karena semua ini, sekalipun bisa dibuktikan secara teknologi modern, masih mengandung peluang besar terjadinya kesalahan. Sehingga sangat tidak meyakinkan.

Lembaga Fatwa Dar al-Ifta’ Mesir menyatakan,

والأمور المستحدثة والوسائل العلمية المتقدمة التي ظهرت ويمكن الاستعانة بها كأدلة إثبات في هذا الباب؛ كتحليل البصمة الوراثية (DNA)، وكالتصوير المرئي، والتسجيل الصوتي، لا تعدو أن تكون مجرد قرائن لا ترقى لأنْ تستقل بالإثبات في هذا الباب الذي ضيّقه الشرعُ

Fasilitas modern yang dikembangkan melalui ilmu pengetahuan masa kini, yang memungkinkan digunakan sebagai data pendukung dalam masalah penetapan kasus, seperti pemeriksaan DNA, foto, atau rekaman video, tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator yang independen dalam menetapkan kasus yang diberi batasan ketat oleh syariat. (Fatwa no. 4636, Februari 2009).

Kemudian secara khusus, Dar al-Ifta’ Mesir menjelaskan status tes DNA,

إن تحليل البصمة الوراثية الذي هو أقوى هذه الوسائل يرى الخبراء القانونيون أنه دليل غير مباشر على ارتكاب الجريمة، وأنه قرينة تقبل إثبات العكس، وهذا صحيح؛ لأن هذه التحاليل يعتريها الخطأ البشرى المحتمل. وحتى لو دلَّت البصمة الوراثية في نفسها على نفى النسب أو إثباته يقينًا، فإنَّ ذلك اليقين في نفسه يقع الظنُّ في طريق إثباته، مما يجعل تقرير البصمة الوراثية غير قادر على إثبات جريمة الزنا إثباتًا يقينيًّا، مما يجعل إثبات جريمة الزنا بذلك موضع شبهة وتردد

Tes DNA yang diyakini menjadi indikator terkuat, dinyatakan para pakar hukum, bahwa itu indikator yang tidak langsung berhubungan dengan tindak kriminal. Indikator ini masih sangat rentan dengan kenyataan sebaliknya. Dan ini benar. Karena uji DNA masih berpeluang ada unsur kesalahan manusia. Sekalipun DNA diyakini sebagai penentu nasab, namun sejatinya keyakinan ini masih ada unsur ‘asumsi’ dalam menetapkannya. Ini menjadi alasan terbesar mengapa uji DNA tidak bisa digunakan untuk meetapkan kasus zina dengan yakin. Sehingga, menggunakan sarana tes DNA untuk kasus tersebut, mengandung unsur yubhat dan keraguan. (Fatwa no. 4636, Februari 2009).

Anda bisa saksikan, ulama kontemporer tidak menetapkan uji DNA sebagai bukti skandal sex. Tentu bukti yang lebih rendah dari pada itu, semata-mata bukti foto, yang belum jelas keasliannya, sama sekali tidak bisa dijadikan bukti untuk menetapkan kasus skandal bagi tersangka. Apalagi hanya bermodal foto yang sangat mudah diedit. Terlebih memiliki tendensi politis. Dulu foto calon presiden salah memakai kain ihram ketika umrah bisa diedit, apalagi foto skandal semacam ini.

Keterangan lain juga disampaikan dalam Fatwa Lajnah Daimah,

لا يصح إثبات جريمة الزنا بما ذكر من التقرير الفاحص الكيماوي، وتقرير أخصائي في بصمات الأصابع وشهادة ظرفية، فإن ذلك إنما يفيد اجتماعا ومخالطة، ويثير التهمة، ويبعث ريبة في النفوس، ولا ينهض لإثبات الجريمة الموجبة للحد حتى يقام الحد على مرتكبيها

Tidak benar menetapkan skandal zina melalui uji lab, atau melalui sidik jari, atau saksi tempat kejadian. Karena semua ini hanya menunjukkan bahwa benda itu dipegang oleh pelaku, sehigga menimbulkan tuduhan, dan keraguan di hati. Dan tidak bisa digunakan untuk menetapkan kasus pelanggaran yang mengharuskan hukuman had, sehingga pelakunya harus dihukum had bagi pelakunya. (Fatwa Lajnah Daimah, no. 3339).

Keempat, Allah melarang keras menyebarkan tuduhan zina, dalam bentuk apapun di tengah masyarakat. Terlebih jika dalam bentuk gambar atau video. Allah sebut tindakan ini sebagai Isya’atul Fahisyah (menyebarkan kekejian).

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آَمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS. an-Nur: 19).

Di masa silam, menghancurkan kehormatan orang lain dengan cara semacam ini hanya dilakukan orang munafiq. Hingga mereka berani menuduh Aisyah, istri tercinta baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tuduhan zina. Maha Suci Allah dari tuduhan keji itu.

Kasus belum jelas, namun berita telah tersebar ke seantero dunia. Terlebih dengan mencantumkan foto jorok yang tidak selayaknya ditampilkan di depan umum. Jika dulu pelakunya adalah  orang-orang munafik, maka tidak heran jika kebiasaan buruk ini juga dilestarikan para wartawan se-tipe mereka. Wartawan munafik.

Mengenai bahaya media, anda bisa pelajari: Jangan Menjadi Korban Media

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

syiah yaman

Jatuhnya ibu kota Yaman, Shan’a, tanggal 21 September 2014 kemarin, ke tangan militan Syiah Houthi atau Hutsi tentu menjadi perhatian umat Islam dunia, khususnya Arab. Selain itu, peristiwa ini juga kian menjadikan nama grup militan boneka Iran itu membumbung di udara. Orang-orang yang sebelumnya belum mengenal mereka, pun menjadi penasaran ingin mengetahui siapa mereka sebenarnya.

Tentu saja, jatuhnya sebuah ibu kota negara bukanlah suatu yang remeh dan mudah. Apalagi dilakukan oleh kelompok sipil, tentu mereka sudah memiliki persiapan dan usaha yang panjang untuk melakukannya. Dan tentu saja mereka juga memiliki tujuan strategis yang mereka inginkan. Lalu siapakah mereka? Apa tujuan mereka? Dan siapa yang men-support mereka? Mudah-mudahan artikel berikut ini bisa memberikan sedikit gambaran dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Munculnya Houthi

Kisah munculnya Syiah Houthi bermula dari sebuah desa atau kota kecil yang bernama Sha’dah. Sebuah kota yang terletak 240 Km di utara ibu kota Shan’a. Di sana terdapat perkumpulan terbesar orang-orang Syiah Zaidiyah di Yaman. Pada tahun 1986, dibentuklah di sana sebuah perkumpulan untuk mempelajari ajaran-ajaran Syiah Zaidiyah. Perkumpulan itu disebut dengan Ittihad asy-Syabab (Persatuan Pemuda). Untuk memperlancar proses pembelajaran di sana, salah seorang ulama Zaidiyah yang bernama Badrudin al-Houthi mendatangkan para pengajar dari berbagai daerah untuk menetap di wilayah Sha’dah.

Pada tahun 1990, Yaman Utara dan Yaman Selatan pun bersatu membentuk negara demokrasi baru yang bernama Republik Yaman. Sistem demokrasi menuntut adanya partai politik dan parlemen. Saat itulah Ittihad asy-Syabab menjelma menjadi partai politik dengan nama baru Partai al-Haq (Hizbul Haq) sebagai penyambung aspirasi Syiah Zaidiyah di Republik Yaman. Dari partai itu juga muncul seorang kadernya yang bernama Husein bin Badruddin al-Houthi, anak dari Badrudin al-Houthi. Ia menjadi seorang politisi yang terkenal dan menjadi anggota parlemen (DPR) Yaman pada 1993-1997 dan 1997-2001.

Seiring perkembangan pemikiran Syiah Zaidiyah di negeri Yaman, muncullah keretakan hubungan antara Badruddin al-Houthi dengan ulama-ulama Zaidiyah lainnya. Hal itu ditengarai fatwa ulama-ulama Zaidiyah yang menyelisihi pakem ajaran Syiah selama ini. Mereka membolehkan para pengikut Syiah Zaidiyah untuk memilih seorang pemimpin atau tokoh agama walaupun bukan dari keturunan Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhum. Badruddin yang merupakan seorang penganut sekte Jarudiyah (salah satu sekte Zaidiyah yang dekat dengan Syiah Itsna Asyariyah) menolak keras fatwa ini. Saat itulah ia mulai cenderung kepada Syiah Itsna Asyariah lalu terang-terangan membela pemikiran tersebut. Tidak hanya itu, ia juga mulai mengkritik pemikiran Syiah Zaidiyah. Karena hal ini, Badruddin pun diasingkan ke Teheran, ibu kota Iran.

Meskipun Badruddin al-Hutsri sudah hijrah ke Teheran, namun pengaruh pemikiran Syiah Itsna Asyariyahnya tetap hidup di Yaman, khususnya di wilayah Sha’dah. Bagaimana tidak, ia adalah seorang tokoh pendiri studi Zaidiyah yang berjasa mengembangkan madzhab tersebut di Yaman dan tentu saja memiliki kesan yang mendalam bagi pengikutnya di sana. Kepergian Badruddin ke Iran bersamaan dengan pengunduran diri Husein bin Badruddin dari Partai al-Haq. Ia membentuk kelompok baru yang pada awal berdirinya hanya bergerak di bidang keagamaan saja. Namun kemudian, kelompok ini bergabung dengan pemerintah melawan Partai Persatuan Yaman yang merupakan perwakilan Ahlussunnah. Pada tahun 2002, kelompok ini malah berbalik menjadi oposisi pemerintah.

Kelompok Husein al-Houthi pun kian menguat dan berhasil menekan Presiden Ali Abdullah Shaleh agar mengeluarkan kebijakan mengembalikan Badruddin al-Houthi ke tanah airnya Yaman. Karena tidak mengetahui bahaya gerakan Syiah Itsna Asyariyah, Presiden Ali Abdullah Shaleh pun menyetujui kepulangan Badruddin al-Houthi ke tanah Yaman.

Awal Peperangan dengan Separatis Houthi

Pada tahun 2004, terjadilah demonstrasi besar-besaran. Orang-orang Houthi dipimpin oleh Husein al-Houthi turun ke jalan menentang sikap pemerintah yang mendukung ekspansi Amerika ke Irak. Pemerintah Yaman merespon demonstrasi tersebut dengan sikap represif. Dalam demonstrasi tersebut orang-orang Houthi menyuarakan Mahdi di tengah-tengah mereka bahkan kenabian pun ada pada mereka. Sejak saat itulah pemerintah Yaman menanggapi gerakan Houthi dan Syiah secara serius.

Pemerintah Yaman mengumumkan perang terbuka dengan gerakan Syiah dan Houthi. Penangkapan anggota Houthi dan penyitaan senjata-senjata mereka pun digelar besar-besaran. Tidak hanya itu, pemerintah menginstruksikan untuk membunuh Pemimpin Houthi, Husein Badruddin al-Houthi.

Setelah Husein al-Houthi terbunuh, kepemimpinan gerakan ini beralih ke tangan ayahnya, Badruddin al-Houthi. Badruddin cukup berhasil melakukan strategi baru menghadapi pemerintah Yaman. Mereka diam-diam mempersenjatai diri, untuk kemudian mengadakan perlawanan terhadap pemerintah.

Pada tahun 2008, Qatar memfasilitasi perjanjian damai antara pemerintah Yaman dengan Houthi. Dua orang saudara kandung Husein al-Houthi yakni Yahya al-Houthi dan Abdul Karim al-Houthi datang ke Qatar untuk menyerahkan persenjataan mereka kepada pemerintah Yaman. Namun perjanjian damai ini tidak berlangsung lama dan perang baru pun kembali terjadi. Bahkan Houthi tampil lebih kuat dengan mengupayakan kekuasaan penuh atas wilayah Sha’dah. Mereka merapat ke pinggir Laut Merah untuk memudahkan pasokan logistik perang dari luar Yaman.

Dakwah Syiah Houthi kian terang-terangan dan perlawan mereka pun kian menantang. Saat ini, karena kekuatan mereka semakin bertambah, mereka tidak lagi menuntut pemisahan wilayah Sunni dan Syiah, mereka malah bertujuan menguasai wilayah Yaman secara keseluruhan.

Sebab Kekuatan Houthi

Ada beberapa hal yang menjadikan sekelompok gerilyawan Houthi begitu kuat hingga bisa merepotkan pemerintah Yaman.

Pertama: bantuan Iran. Iran adalah Negara Syiah Itsna ‘Asyariyah yang begitu aktif menyebarkan ideologinya ke seluruh negeri-negeri muslim. Bahkan keinginan kuat itu sudah muncul sejak mula, ketika revolusi Syiah Iran berhasil menumbangkan rezim Syah Pahlevi, Khomeini sang pemimpin revolusi langsung menyatakan melalui siaran radio bahwa revolusi Syiah mereka akan terus menyebar hingga menuju Mekah dan Madinah.

Penulis mendapat kabar dari beberapa relawan Yaman saat terjadi perang di Damaj, bahwa banyak pejuang-pejuang Syiah di sana bertutur dengan Bahasa Parsi dan berpaspor Iran. Artinya, Iran tidak hanya menyumbang logistik perang saja, tapi mereka juga menerjunkan tentara garda republik mereka untuk membela kepentingan Syiah Houthi dan membela kepentingan Syiah Itsna Asyariyah di dunia Arab.

Kedua, berhasilnya Houthi memenangkan perang opini melawan pemerintah. Sebagaimana kita ketahui, Yaman adalah salah satu negara termiskin dan tertinggal di Jazirah Arab. Banyak masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Kekeringan adalah pemandangan yang merata di daerah yang dulunya terdapat negeri Saba’, negeri yang subur dan makmur itu. Pembangunannya pun tak kalah menyedihkan, statis dan tidak bergerak. Bahkan ada seorang perantau yang mengisahkan bahwa tidak ada perbedaan antara bandara Shan’a yang ia tinggalkan belasan tahun yang lalu dengan bandara Shan’a yang ada sekarang. Tidak ada infrastruktur baru dan pembangunan yang membuatnya menjadi berubah.

Houthi berhasil mengankat isu-isu kondisi ekonomi, sosial, dan pembangunan Yaman yang sangat buruk sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam mebangun negeri nenek moyang bangsa Arab itu. Akhirnya, rakyat pun simpati dengan gerakan separatis ini. Meskipun mereka tidak sepakat secara ideologi.

Ketiga, tribalisme atau budaya kesukuan. Yaman merupakan negara yang masyarakatnya sangat kental dengan kekabilahan. Pengaruh suku dan kabilah masih dijunjung tinggi oleh masyarakat di sana. Syiah Houthi mendapat cukup banyak dukungan dari para tetua kabilah yang beroposisi dengan pemerintah.

Keempat, faktor geografi Yaman. Kontur pegunungan di Yaman cukup menyulitkan bagi militer pemerintah untuk mengepung separatis Houthi. Mereka menjadikan gunung-gunung dan perbukitan sebagai benteng dan menjadikan gua-gua sebagai tempat persembunyian. Ditambah lagi teknologi militer yang masih sederhana menambah kebutaan tentara pemerintah untuk memantau persembunyian-persembunyian mereka.

Kelima, instabilitas politik Yaman. Maraknya demonstrasi yang menuntut dis-integrasi Yaman untuk kembali menjadi Yaman Selatan dan Yaman Utara kembali muncul. Bahkan mantan presiden Yaman Selatan, Ali Salim al-Beidh, keluar dari persembunyiannya di Jerman turut memanaskan kondisi dengan mengampanyekan tuntutan serupa. Tentu saja konsentrasi intelejen pemerintah terpecah, antara menghadapi oposisi dan separatis Houthi.

Cita-cita Negara Syiah Raya

Sejarah mencatat bahwa Syiah pernah begitu digdaya dengan Kerajaan Fatimiyah dan Kerajaan Shafawiyah. Khususnya Fatimiyah, mereka pernah menguasai seluruh Jazirah Arab, termasuk Mekah dan Madinah. Dan saat ini, Republik Syiah Iran ingin bernostalgia dengan kejayaan masa lalu tersebut. Hal itu mereka wujudkan dengan mengulirkan revolusi Syiah Iran ke berbagai negeri Islam di dunia, khususnya di Arab.

Baru-baru ini, anggota parlemen Iran yang bernama Ali Ridha Zakani mengatakan “Saat ini, tiga ibu kota negara Arab sudah berada di genggaman Iran. Mereka semua mengikuti jejak langkah revolusi Iran”. Ujar anggota parlemen wakil dari Teheran itu, sebagaimana dikutip dari laman website surat kabar almesryoon. Tiga ibu kota yang dimaksud oleh Zakani adalah (1) Beirut, ibu kota Libanon, (2) Damaskus, ibu kota Syria, dan (3) Baghdad, ibu kota Irak. Kemudian Zakani melanjutkan pernyataannya bahwa apa yang sedang terjadi di Shan’a, Yaman, juga merupakan perpanjangan dari revolusi Iran. Di hadapan anggota parlemen, ia menyebut bahwa saat ini Iran sedang menghadapi al-Jihad al-Akbar. Istilah itu ia sebut untuk menamakan proses penyebaran revolusi Iran di negeri Arab atau bahkan di dunia Islam.

Penutup

Apa yang terjadi di Yaman semakin menguatkan cengkraman Syiah di tanah Arab. Saat ini, Mekah dan Madinah telah dikepung dari sebelah utara ada Irak kemudian Syria, sebelah timur ada kota-kota basis Syiah seperti Qatif dan kota-kota di Bahrain serta Kuwait, dan sekarang ditambah Yaman di sebelah Utara. Tentu saja hal ini menjadi perkara serius bagi keamanan Arab Saudi dan bisa berdampak pula padakenyamanan ibadah haji dan umrah. Karena tidak jarang, orang-orang Syiah membuat gaduh tanah haram dan meresahkan jamaah yang ada di sana.

Peristiwa ini juga, dapat kita petik pelajaran untuk negeri kita, Indonesia. Strategi yang dilakukan Syiah untuk menguasai suatu negara, hamper serupa dengan apa yang dilakuan Amerika. Mereka menimbulkan chaos (kekacauan), kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk menguasai suatu daerah.

Oleh Nurfitri Hadi, MA
Disarikan dari www.KisahMuslim.com

kurban kambing suriah

Mari Tebar Qurban untuk Suriah !!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Para ulama sepakat bahwa yang lebih sesuai sunah, penyembelihan hewan qurban dilakukan di tempat dimana sohibul qurban berdomisili. Sehingga dia bisa melakukan banyak sunah, seperti menyembelih sendiri, memakan sebagian dagingnya, dan membagikannya kepada sebagian orang miskin di sekitarnya.

Dr. Wahbah Zuhaili mengatakan,
“Dianjurkan bagi orang yang hendak berqurban untuk menyembelih sendiri jika dia mampu, karena ini termasuk ibadah. Dan langsung menangani ibadah sendiri, lebih afdhal dibandingkan diwakilkan kepada orang lain. Jika tidak bisa menyembelih sendiri, lebih bagus dia wakilkan kepada seorang muslim yang bisa menyembelih. Dan dalam kondisi ini, dia dianjurkan untuk melihat proses penyembelihan. Berdasarkan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha, ‘Hai Fatimah, datangi hewan qurbanmu dan saksikan penyembelihannya.’ Semua ulama berbagai madzhab sepakat akan hal ini.” (Al-Fiqh Al-Islami, 4/273).

Kemudian, terkait hukum qurban di luar daerah, ulama berbeda pendapat. Berikut rincian yang disebutkan dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami (4/282):

  • Hanafiyah: makruh memindahkan qurban ke luar daerah, sebagaimana zakat. Kecuali jika dikirim ke kerabatnya, atau ke derah yang lebih membutuhkan dari pada warga kampungnya. Jika dikirim ke selain mereka, qurban sah, namun makruh.
  • Malikiyah: tidak boleh memindahkan hewan qurban sejauh perjalanan safar atau lebih. Kecuali jika penduduk daerah tersebut jauh lebih membutuhkan dari pada penduduk tempat sohibul qurban berada. Maka disyariatkan untuk mengirim sebagian besar hewan qurban ke mereka, dan disisakan lebih sedikit ke penduduk domisili sohibul qurban.
  • Syafiiyah dan Hambali: boleh dipindahkan jika kurang dari jarak safar, dan terlarang untuk dipindahkan ke daerah lain sejauh jarak yang membolehkan qashar (jarak safar), namun qurban sah.

Memahami perbedaan di atas, sebagian ulama muashirin (kontemporer) memboleh mengirim qurban ke daerah yang lebih membutuhkan, karena maslahat yang lebih besar. Seperti daerah konflik, yang di sana banyak kaum muslimin yang menjadi korban peperangan. Diantara yang berpendapat demikian adalah Dr. Abdullah bin Jibrin.

Beliau ditanya tentang hukum mengirim hewan qurban ke luar negeri, jawaban yang beliau sampaikan,

إن كان البلد غنيًا ولا يوجد فيه فقراء ، وإذا أعطيت بعضهم خزنه أيامًا ولديهم اللحوم متوفرة طوال السنة ، جاز إرسالها لمن يحتاجها من البلاد الفقيرة الذين يعوزهم اللحم ، ولا يوجد عندهم إلا نادرًا، ولابد من تحقق ذبحه في أيام الذبح، وتحقق ذبح السن المجزئة السالمة من العيوب ، وتحقق أمانة من يتولى ذلك ، والله أعلم

Jika negara asal sudah cukup kaya dan tidak ada orang miskin, bahkan ketika qurban ini dibagikan di negara kaya tersebut, dagingnya akan disimpan berhari-hari, dan mereka memiliki banyak daging sepanjang tahun, maka boleh mengirim hewan qurban ke negara miskin yang lebih membutuhkan, yang kekurangan daging, atau mereka jarang mendapatkan daging. Dan harus diperhatikan kepastian hewan ini disembelih tepat pada hari qurban, dipastikan usia hewan qurban, yang terbebas dari cacat, serta dipastikan orang yang menanganinya adalah orang yang amanah. Allahu a’lam
(Fatwa Islam, no. 175475)

Berqurban di Suriah

Berangkat dari penjelasan di atas, KonsultasiSyariah.com membuka program pengiriman hewan qurban di Suriah. Informasi terakhir dari para relawan, banyak kaum muslimin, korban kekejaman orang syiah, yang menjadi penduduk daerah konflik yang kekurangan daging dan lama tidak makan daging.

Di saat kaum muslimin Indonesia bisa merasakan nikmatnya sate di tanah air, kita berharap, semoga dengan penyaluran qurban ini, kaum muslimin Suriah bisa merasakan yang sama, atau setidaknya mengurangi derita dan duka mereka…

Menurut keterangan relawan di Suriah, info harga hewan ternak untuk qurban di sana sekitar:

a.    $ 200 untuk kambing
b.    $1.500 – $ 2.000 untuk sapi
c.    $ 2.000 – $ 2.500 untuk onta

Kemudian, menimbang kondisi kurs rupiah yang cenderung melemah terhadap dollar, dan menimbang bahwa masyarakat Indonesia lebih familiar transfer uang dengan menggunakan rupiah, kami memberikan alternatif dengan asumsi nilai tukar Rp. 12.500 per dollar. Dan untuk saat ini, kami hanya menerima kurban kambing, dengan harga:

Rp. 2.500.000,00 per ekor kambing.

Teknis Donasi Qurban

1.    Bagi yang memiliki mata uang dollar, disarankan untuk diserahkan dalam bentuk dollar

2.    Bagi anda yang hendak menyumbang dalam bentuk rupiah, bisa ditransfer senilai harga rupiah yang telah ditentukan.

Transfer yang kurang dari nilai 1 paket, akan kami masukkan sebagai donasi peduli Suriah. Misal, donasi Rp 500 ribu, atau kurang dari 2,5 juta.

3.    Jika terdapat sisa atau kelebihan harga, akan digunakan untuk biaya operasional (akomodasi, upah jagal, atau transportasi ke daerah penyaluran), atau dialokasikan ke logistik (makanan / obat-obatan)

4.    Semua donasi qurban Suriah, wajib melakukan konfirmasi dengan menyebutkan nama lengkap dan alamat, melalui sms atau email, dengan format:

Aminudin#Yogya#2.500.000#BCA#19 September 2014#Qurban Suriah

Catatan: dimohon untuk menyebutkan identitas asli (bukan nama samaran ataupun nama kunyah).

5.    Relawan akan berangkat Tanggal 1 oktober 2014.

Karena itu, donasi qurban Suriah, kami buka hingga tanggal 26 September 2014. Pengiriman lebih dari itu, akan kami salurkan sebagai donasi peduli Suriah.

InsyaaAllah, semua dana di atas akan dibawa langsung oleh tim relawan, yang diketuai oleh Ustad Muhammad Nurhuda, MA. Misi Suriah tahap ini akan diberangkatkan tanggal 1 Oktober, dengan misi utama: Qurban di Suriah.

Rekening dan Konfirmasi

Donasi untuk PROGRAM QURBAN di Suriah dapat anda salurkan melalui:

  • BNI Syariah 0221319083 a.n Fajar Septiadi
  • Bank Muamalat 5350001842 a.n Afzal Moezakkiy Bahrun
  • Bank Central Asia 8610197257 a.n. Hendri Syahrial, SE
  • Bank Rakyat Indonesia 023601003260531 a.n. Fajar Septiadi
  • Konfirmasi terkait donasi Suriah melalui email: finance@yufid.org atau via SMS ke 0878 82 888 727

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Mohon maaf atas keterlambatan informasi qurban Suriah kali ini, mengingat info keberangkatan relawan baru kami dapatkan tanggal 17 September 2014, jam 10.00.

Sekali lagi kami ingatkan: Batas Akhir donasi Qurban Suriah 26 September 2014

Semoga Allah memberkahi kita semua…

calon presiden pembohong

Hukum Calon Presiden Suka Berbohong

Pak Ustat, apa hukumnya presiden yang suka berbohong. Karena ada calon presiden di salah satu negara berkembang, yang suka berbohong. Saya dengar, orang sperti ini tdk masuk surga.

Nuw Timur

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Diantara tipe manusia yang sangat dibenci oleh Allah, hingga Allah memberikan hukuman sangat keras adalah raja atau presiden atau kepala negara atau pejabat pemerintah yang suka membohongi rakyatnya.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan: orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong. (HR. Ahmad 10227, Muslim 107, dan al-Baghawi 3591).

Kita berlindung kepada Allah dari karakter mereka.

Anda bisa perhatikan, bagaiamana kerasnya hukuman yang Allah berikan kepada mereka,

  • Tidak akan diajak bicara oleh Allah
  • Tidak Allah sucikan
  • Tidak Allah lihat
  • Baginya siksa yang menyakitkan

Anda bisa bayangkan ketika ada orang yang dihukum, dicampakkan ke dalam neraka, kemudian dia dilupakan dan tidak dipedulikan. Bagaimana dia bisa berharap untuk bisa selamat. Suatu hari, Hasan al-Bashri – ulama besar zaman tabi’in – menangis. Hingga para sahabatnya bertanya, “Apa yang menyebabkan anda menangis?” beliau mengatakan,

أخاف أن يطرحني غدا في النار و لا يبالي

Aku takut, besok Allah akan membuangku ke neraka, kemudian dia tidak mempedulikanku. (at-Takhwif min an-Nar, hlm. 34)

Mengapa Hukuman Mereka Sangat Berat?

Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka diberi hukuman sangat berat ketika melakukan pelanggaran seperti itu? Padahal yang namanya berzina, berdusta, atau sombong, juga dilakukan oleh manusia lainnya.

Jika kita perhatikan, tiga karakter manusia di atas, keadaannya sangat kontra dengan kesalahan dan dosa yang dia kerjakan. Karena faktor dan dorongan untuk melakukan kemaksiatan itu sangat lemah dibanding umumnya manusia.

Seperti yang kita tahu, umumnya manusia melakukan maksiat karena adanya dorongan kebutuhan. Pemuda berzina, karena dia tidak sanggup menahan nafsu birahinya. Orang terdesak yang berbohong, karena dia ingin menyelamatkan diri. Orang kaya yang sombong, karena merasa bangga dengan harta yang dimiliki. Berbeda dengan ketiga orang di atas, faktor-faktor itu hampir tidak ada.

Al-Qodhi Iyadh menjelaskan sebab hal ini,

سببه أن كل واحد منهم التزم المعصية المذكورة مع بعدها منه وعدم ضرورته إليها وضعف دواعيها عنده وإن كان لا يعذر أحد بذنب لكن لما لم يكن إلى هذه المعاصي ضرورة مزعجة ولا دواعى متعادة أشبه إقدامهم عليها المعاندة والاستخفاف بحق الله تعالى وقصد معصيته لا لحاجة غيرها

Sebabnya, karena ketiga orang di atas, melakukan maksiat seperti yang disebutkan, sementara dia sangat tidak membutuhkan maksiat itu, dan lemahnya dorongan untuk melakukannya. Meskipun semua orang tidak boleh melakukan maksiat, namun ketika ada orang yang sama sekali tidak ada dorongan untuk melakukannya, maka ketika dia melakukannya sama seperti orang yang menentang Allah dan meremehkan hak Allah, serta melakukan maksiat, bukan karena dorongan kebutuhan.

Kemudian al-Qodhi Iyadh merinci masing-masing,

إن الشيخ لكمال عقله وتمام معرفته بطول ما مر عليه من الزمان وضعف أسباب الجماع والشهوة للنساء واختلال دواعيه لذلك عنده ما يريحه من دواعي الحلال في هذا ويخلي سره منه فكيف بالزنى الحرام وإنما دواعي ذلك الشباب والحرارة الغريزية وقلة المعرفة وغلبة الشهوة لضعف العقل وصغر السن

Orang tua, dengan kesempurnaan akalnya dan pengalamannya karena telah lama makan asam garam selama hidup, serta lemahnya kekuatan jima dan syahwat terhadap wanita, yang semua kondisi ini membuat dia malas melakukan hubungan badan yang halal, maka bagaimana lagi dengan zina yang haram? Namanya pendorong zina, masih muda, aktif, agresif, pengalaman kurang, dorongan syahwatnya besar karena lemah akal, dan usia yang masih remaja.

وكذلك الإمام لا يخشى من أحد من رعيته ولا يحتاج إلى مداهنته ومصانعته فإن الإنسان إنما يداهن ويصانع بالكذب وشبهه من يحذره ويخشى أذاه ومعاتبته أو يطلب عنده بذلك منزلة أو منفعة وهو غني عن الكذب مطلقا

Demikian pula imam, apa yang ditakutkan terhadap rakyatnya, sehingga dia tidak butuh basa-basi, pencitraan dibuat-buat. Karena umumnya manusia melakukan basa-basi dengan dusta dan mengelabuhi orang yang dia takuti akan mengancamnya, atau karena dia ingin mendapatkan posisi dan manfaat dengan mendekat ke penguasa. Sementara penguasa, dia sama sekali tidak butuh berdusta.

وكذلك العائل الفقير قد عدم المال وإنما سبب الفخر والخيلاء والتكبر والارتفاع على القرناء الثروة في الدنيا لكونه ظاهرا فيها وحاجات أهلها إليه فإذا لم يكن عنده أسبابها فلماذا يستكبر ويحتقر غيره

Demikian pula orang miskin yang tidak memiliki harta. Umumnya penyebab orang bertindak sombong, bangga, dan merasa lebih tinggi dari orang lain adalah kekayaan dunia. Karena ini bisa ditampak-tampakkan, dan pemiliknya butuh untuk itu. Karena itu, ketika orang miskin sama sekali tidak memiliki modal untuk sombong, lalu mengapa dia sombong, dan meremehkan orang lain.

Kemudian al-Qodhi Iyadh mengakhiri keterangan beliau dengan mengatakan,

فلم يبق فعله وفعل الشيخ الزاني والإمام الكاذب إلا لضرب من الاستخفاف بحق الله تعالى والله أعلم

Sehingga perbuatan orang miskin yang sombong, orang tua yang berzina, dan penguasa yang suka berdusta hanya karena mereka meremehkan hak Allah ta’ala. Allahu a’lam

(Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 2/117).

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

SOCIAL

8,240FansLike
3,915FollowersFollow
30,018FollowersFollow
61,373SubscribersSubscribe

RAMADHAN