tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik
AQIDAH

Pemblokiran Situs Islam

Pemblokiran Situs Islam: Hanya Paranoid?

Bagaimana pandangan konsultasisyariah terhadap pemblokiran situs-situs islam oleh BNPT dan KOMINFO, krn tuduhan menyebarkan pemikiran terorisme?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Beberapa media islam merasa kecewa menyusul keputusan Menkominfo yang menutup belasan situs islam, atas usulan BNPT, dengan tuduhan menyebarkan pemikiran radikal.

Kita sendiri tidak tahu, sejauh mana batasan radikal yang menjadi standar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Hanya saja kita berharap, semoga fenomena ini bukan karena dilandasi rasa ketakutan berlebihan (paranoid) dari BNPT terhadap umat islam.

Sama-sama Meracuni Pemikiran

Semenjak aksi khawarij mulai lebih aktif menampakkan diri, masyarakat semakin diresahkan dengan pemikiran itu. Namun sebenarnya ada pekerjaan lain yang juga tidak kalah meresahkan, penyebaran pornografi yang masih sangat bebas bergerak.

Anda bisa perhatikan, dari semua media liberal, tidak ada satupun yang bersih dari masalah ‘ranjang’, gambar telanjang, hingga majalah dewasa. Sementara situs itu bisa dibaca siapapun, tanpa batas usia.

Padahal racun parno tidak lebih kecil bahayanya dibandingkan pemikiran radikal. Barangkali karena di negara kita tidak ada badan nasional penanggulangan porno.

Sumber Kebinasaan Umat

Aksi buka-bukaan aurat, bukan masalah ringan. Pelanggaran ini berpotensi menjadi sebab kebinasaan umat.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِى أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا

Apabila perbuatan fahisyah telah mendominasi satu masyarakat, hingga mereka lakukan secara terang-terangan, maka akan tersebar di tengah mereka wabah Tha’un, kelaparan, yang belum pernah terjadi pada umat yang hidup sebelum mereka. (HR. Ibnu Majah 4155).

Kata fahisyah mencakup tindakan zina dan semua perbuatan yang memicu terjadinya perzinaan.

Sehingga yang penting untuk kita pahami, memerangi penyebaran porno, adalah tugas kita bersama, sekalipun media liberal membelanya.

Semoga pemerintah bisa bersikap lebih bijak..

Allahu a’lam

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

jenazah

Jenazahnya Pasti Masuk Surga?

Ada orang yang mengatakan, O*ga pasti masuk surga. Itu boleh tidak?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Menegaskan seseorang masuk neraka atau masuk surga, bisa kita kelompokkan menjadi dua,

Pertama, penegasan yang sifatnya umum.

Bentuknya adalah penegasan dengan sifat. Misalnya,

Semua orang yang beriman, akan masuk surga

Orang yang melakukan syirik besar, kekal di neraka

Siapa yang berpuasa ramadhan dengan ikhlas, akan mendapatkan pahala di surga,

Dst.

Pernyataan semacam ini, hakekatnya adalah pembenaran terhadap apa yang Allah firmankan atau yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantaranya, firman Allah,

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Berikanlah kabar gembira bagi orang yang beriman dan beramal soleh, bahwa mereka akan mendapatkan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. (QS. al-Baqarah: 25)

Atau sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ مُؤْمِنٌ

“Tidak ada yang masuk surga kecali orang yang beriman.” (HR. Bukhari 6606 & Muslim 2735).

Kedua, penegasan yang sifatnya khusus, dengan menyebutkan nama orang.

Misalnya, si A pasti masuk surga. Si B jelas husnul khotimah. Si C pasti masuk neraka.

Kalimat semacam ini tidak dibolehkan, Karena ini ghaib, tidak ada yang tahu kecuali Allah.

Imam at-Thahawi mengatakan,

وَلَا نُنْزِلُ أَحَدًا مِنْهُمْ جَنَّة وَلَا نَارًا

Kami tidak menegaskan posisi seorangpun dari mereka untuk menduduki surga atau neraka.

Ibnu Abil Iz menjelaskan keterangan beliau,

يُرِيدُ: أَنَّا لَا نَقُولُ عَنْ أَحَدٍ مُعَيَّنٍ مِنْ أَهْلِ الْقِبْلَة إنه مِنْ أَهْلِ الْجَنَّة أَوْ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، إِلَّا مَنْ أَخْبَرَ الصَّادِقُ صلى الله عليه وَسَلَّمَ أنه مِنْ أَهْلِ الْجَنَّة، كَالْعَشَرَة رضي الله عَنْهُمْ

Yang beliau maksud, kita tidak menegaskan seseorang tertentu di kalangan ahli kiblat (kaum muslimin) bahwa dia ahli surga atau ahli neraka. Kecuali orang yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mereka termasuk ahli surga, seperti sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. (Syarh Aqidah Thahawiyah, hlm. 248).

Yang disampaikan Ibnu Abil Iz, disebutkan dalam hadis dari Said bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرَةٌ فِى الْجَنَّةِ النَّبِىُّ فِى الْجَنَّةِ وَأَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَعَلِىٌّ فِى الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِى الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ فِى الْجَنَّةِ وَسَعْدُ بْنُ مَالِكٍ فِى الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِى الْجَنَّةِ ». وَلَوْ شِئْتَ لَسَمَّيْتُ الْعَاشِرَ. قَالَ فَقَالُوا مَنْ هُوَ فَسَكَتَ قَالَ فَقَالُوا مَنْ هُوَ فَقَالَ هُوَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ

Ada 10 orang yang masuk surga: Nabi masuk surga, Abu Bakr masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali masuk surga, Thalhah masuk surga, Zubair bin Awam masuk surga, Sa’d bin Malik masuk surga, Abdurrahman bin Auf masuk surga.

Lalu Said mengatakan, “Saya tidak ingin menyebutkan yang kesepuluh.”

Orang-orangpun bertanya, ‘Siapa dia?’

Said tetap diam. Hingga mereka bertanya lagi, ‘Siapa dia?’

Lalu Said menjawab, “Said bin Zaid.” (HR. Ahmad 1653, Abu Daud 4651 dan dishahihkan al-Albani).

Sementara contoh yang dipastikan masuk neraka, seperti Firaun, Qarun, Azar Ayah Nabi Ibrahim, Abu Lahab, atau Abu Jahal. Kita mengimani bahwa mereka semua di neraka.

Selain nama orang yang ditegaskan dalam syariat, kita tidak boleh memberikan penegasan, apakah dia ahli surga atau ahli neraka. Yang bisa kita lakukan hanyalah berharap. Kita berharap semoga dia ahli surga. Kita berharap baik. Atau berharap, semoga husnul khotimah.

Karena itulah, ketika kita menyebut nama orang yang meninggal, kita disyariatkan untuk mendoakan kebaikan untuknya, seperti kalimat, rahimahullah, semoga Allah merahmatinya.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

jersy berlambang salib

Hukum Jersey Bola Berlambang Salib

Assalamualaikum ustadz,bagaimana hukum nya memakai jersey bola tersebut,seperti tanda salib?

Dari Igo Wardana

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

A’isyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَتْرُكُ فِي بَيْتِهِ شَيْئًا فِيهِ تَصَالِيبُ إِلَّا نَقَضَهُ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meninggalkan satupun barang yang masuk ke rumah beliau, yang ada gambar salibnya, kecuali beliau akan menghapusnya. (HR. Bukhari 5608).

Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu pernah menulis surat kepada kaum muslimin yang tinggal di daerah Azerbaijan (setelah ditaklukkan), isinya:

وَإِيَّاكُمْ وَزِىَّ أَهْلِ الشِّرْكِ

“Hindari semua atribut pelaku syirik.” (HR. Muslim 5532).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, telah bersinggungan dengan ahli kitab, bak yahudi maupun nasrani. Dalam interaksinya, terutama perdagangan, mereka terkadang mendapatkan benda yang dulu dimiliki orang ahli kitab. Sehingga terkadang terdapat  syiar orang-orang kafir yang tertera di benda-benda itu. Upaya yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, mereka berusaha membersihkan gambar-gambar itu di lingkungannya.

Setiap muslim akan sangat marah, ketika dia melihat gambar karikatur Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, bagaimana mungkin mereka rela meletakkkan lambang pembantaian Nabi Isa di badannya.

Setiap muslim membenci kekufuran. Sehingga bagaimana mungkin mereka rela, memakai pakaian berlambang syiar kekufuran orang nasrani.

Memakai Jersey Bergambar Salib, Bisa Membatalkan Shalat

Lajnah Daimah pernah ditanya,

Apa hukum memakai pakaian yang bergambar salib? Ketika beli, saya tidak tahu ada gambar salibnya. Ketika beli, gambarnya kurang jelas. Bagaimana hukum memakainya?

Jawaban Lajnah:

إذا علِم بوجود الصليب في الملابس بعد شرائها : فإنه تحرم الصلاة فيها ، وتجب إزالة الصليب بما يزيل صورته ، بحك ، أو صبغ ، أو نحو ذلك ، ولما روى البخاري في ” صحيحه ” عن عمران بن حطان : أن عائشة رضي الله عنها حدثته : (أن النبي صلى الله عليه وسلم لم يكن يترك في بيته شيئاً فيه تصاليب إلا نقضه)

Jika baru diketahui ada gambar salib di baju anda setelah anda beli, maka haram menggunakannya untuk shalat. Gambar salib itu wajib dihilangkan dengan cara apapun yang bisa menghilangkan gambar itu. Baik dengan digosok atau diwenter, atau cara lainnya. Ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari dari Imran bin Hithan, bahwa A’isyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan,

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meninggalkan satupun barang yang masuk ke rumah beliau, yang ada gambar salibnya, kecuali beliau akan menghapusnya.”

(Fatwa Lajnah, 19/24).

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

memerangi isis

Memerangi ISIS

Maaf ustad, itu ada seminar internasional tentang terorisme dan isis yang dihadiri beberapa negara kafir, seperti amerika, singapura, dan yang lainnya. Di sana ada seorang ulama senior, Syaikh Ali al-Halabi. Bagaimana pandangannya, orang islam bekerja sama dengan negara kafir untuk menumpas isis, apa ini dibolehkan?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada dua permasalahan yang dibicarakan sebagian masyarakat terkait acara itu,

Pertama, duduk bersama orang kafir untuk menjalin kesepakatan

Mereka menganggap ini keanehan. Bagaimana bisa seorang ulama ahlus sunah, duduk bersama orang fasik, ornag liberal, orang kafir, untuk membuat kesepakatan bersama?

Sebenarnya komentar ini tidak perlu kita bahas terlalu lebar. Karena dalam sejarah perjuangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, mereka sering membuat kesepakatan damai dengan orang kafir. Baik orang musyrikin Quraisy, maupun orang yahudi sekitar Madinah. Terutama ketika kekuatan kaum muslimin belum bisa menandingi kekuatan musuh.

Anda yang membaca sejarah tentu mengenal piagam Madinah, perjanjian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Yahudi sekitar Madinah, atau perjanjian Hudaibiyah. Ini semua dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan karena ridha dengan orang kafir, atau menaruh kepercayaan besar kepada orang kafir. Jelas bukan itu tujuan beliau. Namun sebagai bentuk rahmat bagi kaum muslimin. Dengan adanya perjanjian ini, akan lebih menguntungkan kaum muslimin dan jaminan keamanan bagi umat islam.

Benar kaum muslimin di Indonesia mayoritas. Sayangnya, agama mayoritas ini sebagian besar tidak memiliki kepedulian serius terhadap kondisi umat islam. Ditambah, mereka berpecah belah karena perbedaan prinsip dan aqidah. Sehingga kondisi mereka jelas lebih lemah dibandingkan keadaan para sahabat ketika itu.

Kedua, kaum muslimin meminta bantuan orang kafir untuk menumpas isis

Anda tentu sepakat dengan dampak buruk isis bagi umat islam. Sejak daulah ini berdiri dan memiliki sedikit kekuatan dan senjata, ratusan umat islam tidak berdosa telah dibantai. Betapa banyak warga muslim dunia yang menjadi korban kebiadabannya.

Sementara belum pernah kita saksikan mereka memberi manfaat bagi umat. Kita belum pernah mendengar info isis melawan yahudi israel, atau melawan syiah iran. Rata-rata yang diserang adalah kaum muslimin dan negara-negara islam yang mayoritas warganya ahlus sunah. Apa-apaan ini? Inikah negara islam??

Dampak burukyna tidak hanya masalah pencitraan terhadap dunia tentang islam. Namun sudah menghalalkan banyak nyawa kaum muslimin.

Mereka tak ubahnya tumor ganas yang ada di tubuh kaum muslimin.

Fatwa Ulama Meminta Bantuan Orang Kafir   

Kita harus memahami, masalah meminta bantuan orang kafir untuk membantu kaum muslimin dalam hal yang menguntungkan mereka, merupakan masalah fiqhiyah. Sehingga perbedaan pendapat dalam masalah ini, tidak memberikan konsekuensi keluar dari aqidah atau manhaj yang benar.

Al-Muwafaq Ibnu Qudamah mengatakan,

فصل : ولا يستعان بمشرك وبهذا قال ابن المنذر و الجوزجاني وجماعة من أهل العلم وعن أحمد ما يدل على جواز الاستعانة به وكلام الخرقي يدل عليه أيضا عند الحاجة وهو مذهب الشافعي لحديث الزهري الذي ذكرناه وخبر صفوان بن أمية ويشترط أن يكون من يستعان به حسن الرأي في المسلمين فان كان غير مأمون عليهم لم تجزئه الاستعانة به

Pasal:

Tidak boleh meminta bantuan orang musyrik, ini merupakan pendapat Ibnul Mundzir, al-Juzajani, dan sekelompok ulama. Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad yang menunjukkan bolehnya meminta bantuan kepada orang musyrik. Keterangan al-Kharqi juga menunjukkan hal ini, boleh meminta bantuan mereka jika dibutuhkan, dan ini merupakan pendapat as-Syafii. Ini berdasarkan hadis dari az-Zuhri yang telah kami singgung, dan peristiwa yang terjadi pada Shafwan bin Umayah. Dan dipersyaratkan, orang yang dimintai bantuan, memiliki cara pandang yang baik terhadap kaum muslimin. Jika dia tidak bisa dipercaya, maka tidak boleh meminta bantuan mereka. (al-Mughni, 10/447).

Selanjutnya kita simak keterangan Imam as-Syafii. Dalam kitab al-Umm beliau menyatakan,

وإن كان مشرك يغزو مع المسلمين وكان معه في الغزو من يطيعه من مسلم أو مشرك وكانت عليه دلائل الهزيمة والحرص على غلبة المسلمين وتفريق جماعتهم لم يجز أن يغزو به … ومن كان من المشركين على خلاف هذه الصفة فكانت فيه منفعة للمسلمين القدرة على عورة عدو أو طريق أو ضيعة أو نصيحة للمسلمين فلا بأس أن يغزي به

Jika ada orang musyrik ikut berperang bersama kaum muslimin, sementara dia punya pengaruh terhadap muslim yang lain atau orang musyrik. Dan ada tanda-tanda keinginannya untuk menguasai kaum muslimin dan memecah belah persatuan mereka, maka tidak boleh berperang bersama orang musyrik…

Jika orang musyrik kondisinya tidak seperti ini, dan keberadaannya memberi manfaat bagi kaum muslimin, mampu menyingkap kekurangan musuh, atau sebagai penunjuk jalan, atau sebagai pengarah untuk mencari daerah terpencil, atau memberikan kebaikan bagi kaum muslimin, tidak masalah berperang bersama mereka. (al-Umm, 4/166).

Dan inilah yang menjadi landasan para ulama kontemporer, terkait fenomena ISIS. Komplotan ISIS, masalah dunia, masalah hampir semua negara. Sementara kaum muslimin paling berkepentingan di sana. Sementara melibatkan orang kafir untuk membasmi mereka akan sangat menguntungkan kaum muslimin. Itulah yang mendasari Syaikh Ali al-Halabi merelakan waktunya untuk memberikan pengarahan dalam konferensi itu.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

nama allah

Nama Allah Yang Paling Agung, Kata Kunci Doa

Benarkah Allah memiliki nama yang paling agung, yg jk diucapkan, mk doa akan dikabulkan? Jika ada, seperti apa itu namanya? Trim’s..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Benar, Allah memiliki nama yang paling agung. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai Ismullah al-A’dzam, nama Allah yang paling agung.

Terdapat banyak hadis yang menunjukkan tentang redaksi Ismullah al-A’dzam. Kita akan simak diantaranya,

Pertama, kalimat,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّى أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, yang menjadi tempat bergantung semua makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak dilahirkan. Dan tidak ada seorangpun yang sepadan dengan-Nya.

Hadisnya:

Dinyatakan dalam hadis dari Buraidah bin Hashib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang membaca kalimat di atas. Kemudian beliau bersabda menyebutkan keutamaannya,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الأَعْظَمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang ini telah meminta kepada Allah dengan ismullah al-a’dzam (nama Allah yang paling agung), dimana, ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu, maka doanya akan diijabahi. Daan apabila dia meminta kepada Allah dengan menyebut nama itu, maka dia akan diberi.

(HR. Ahmad 23654, Abu Daud 1495, Turmudzi 3812,  dan disahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, kalimat,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwa sesungguhnya segala pujian hanya milik-Mu, tiada sembahan yang benar kecuali Engkau, Yang Maha Pemberi karunia, Pencipta langit dan bumi, wahai Yang Maha Memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.”

Hadisnya:

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara ada orang yang shalat. Kemudian orang ini membaca kalimat di atas. Mendengar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

“Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang jika seseorang berdoa kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan mengabulkannya, dan jika dia meminta kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan memenuhi permintaannya. (HR. Ahmad 12946, Abu Daud 1497, Nasai 1308, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Ketiga, hadis dari Asma bintu Yazid, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِي هَذه الْآيَتَيْنِ {اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ}  وَ {الم اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} إِنَّ فِيهِمَا اسْمَ اللهِ الْأَعْظَمَ

Sesungguhnya pada dua ayat ini, [اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ] dan ayat [الم اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ] terdapat Ismullah al-A’dzam. (HR. Ahmad 27611, ad-Darimi 3456 dan dihasankan al-Albani).

Keempat,  hadis dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan,

اسْمُ اللَّهِ الأَعْظَمُ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ فِى سُوَرٍ ثَلاَثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطَهَ

Ismullah al-A’dzam, apabila orang berdoa dengan menyebut namanya itu maka doanya akan dikabulkan, ada di tiga surat: al-Baqarah, Ali imran, dan Thaha.  (HR. Ibnu Majah 3988, dan dishahihkan al-Albani).

Abu Abdurrahman al-Qosim mengatakan,

Akupun mencarinya dalam al-Quran, ternyata di surat al-Baqarah ada di awal ayat kursi,

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Kemudian di surat Ali Imran ada di ayat kedua,

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Dan di surat Thaha ada di ayat 111:

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ

(Silsilah as-Shahihah, 2/371).

Apa Saja Ismullah al-A’dzam?

Semua hadis shahih di atas, mengandung Ismullah al-A’dzam. Hanya saja, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menegaskan, nama Allah yang manakah yang merupakan Ismullah al-A’dzam. Dan jika kita rinci, kita bisa sebutkan sebagai berikut,

Allah [الله],

al-Ahad [الأَحَدُ],

as-Shamad [الصَّمَدُ],

al-Mannan [الْمَنَّانُ],

Pencipta langit dan bumi [بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ],

Pemilik keagungan dan kemuliaan [ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ]

Al-Hayyu [الْحَيُّ]

Al-Qoyyum [الْقَيُّومُ]

Dan di dua hadis terakhir ditegaskan bahwa Al-Hayyu [الْحَيُّ] dan Al-Qoyyum [الْقَيُّومُ] merupakan nama Allah yang paling agung itu.

Kata Kunci Doa

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Ismullah al-A’dzam sebagai pengantar kemujaraban doa. Dengan menyebut nama ini, doa dan permohonan hamba menjadi lebih berpeluang untuk dikabulkan.

Karena itulah, bagian dari adab dalam berdoa, memperbanyak pujian sebelum menghaturkan doa.

Seperti membaca asmaul husna atau pujian Allah lainnya, yang disesuaikan dengan doa yang kita panjatkan.

Allah berfirman,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. al-A’raf: 180)

Diantara mukadimah doa adalah kalimat seperti yang disebutkan dalam hadis di atas. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamin bahwa di dalamnya ada Ismullah al-A’dzam (nama Allah yang paling agung) dan ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu, maka doanya akan diijabahi.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

gubernur

Gubernur Kok Berkata Kotor?

Bgmn komentar ustad untuk perkataan kotor gubernur kapir A*ok. Videonya ada di
https://www.youtube.com/watch?v=mqDqFavtjYM&feature=youtu.be. Itupun masih 
ada orang yg terlalu mendewakannya. Termasuk media dan yg benci islam.

Avis – Jakarta

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Sebenarnya kita tidak perlu heran, ketika kalimat semacam ini keluar dari mulut orang non muslim. Karena karakter ini sangat bertentangan dengan iman. Sehingga orang yang tidak beriman, lebih mudah berkata kotor dibandingkan orang mukmin. Dan semakin mukmin seseorang, kata-kata itu akan semakin bersih darinya.

Allah memuji karakter penghuni surga, yang lisan mereka diarahkan untuk hanya mengucapkan yang baik-baik,

وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ

“Mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (QS. al-Hajj: 24)

Sehingga yang keluar dari mukmin, calon penghuni surga adalah kalimat-kalimat indah, pujian kepada Tuhan-Nya, kalimat doa yang menyejukkan, dan jauh dari ucapan kotor.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkali-kali memuji orang mukmin, karena karakternya yang baik.

Beliau mengibaratkan mereka layaknya lebah,

Dari Abu Razin Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّحْلَةِ ، لا تَأْكُلُ إِلا طَيِّبًا وَلا تَضَعُ إِلا طَيِّبًا

Orang yang beriman itu seperti lebah, dia tidak makan kecuali yang baik, dan tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang baik. (HR. Ibnu Hibban 247, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Beliau menyebut mereka sebagai orang yang lisannya terjaga,

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِىءِ

Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, ngomong kotor dan bicara jorok. (HR. Turmudzi 2105, Ibnu Hibban 192 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Karena itu, sebenarnya anda tidak perlu heran ketika kalimat semacam itu, keluar dari orang yang tidak punya iman. Atau mereka yang mengaku mukmin tapi beraqidah menyimpang. Anda boleh saja heran, ketika di Indonesia ada pejabat dengan lisan sekotor itu.

Media, Kapan Taubatnya?

Untuk kesekian kalinya, kami menekankan agar kita bersikap suudzan kepada media masa. Sebagian besar, atau bahkan mungkin semuanya menyudutkan islam dan mendukung kebatilan. Dengan tingkat keparahannya berbeda-beda.

Barangkali ini pembenar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,  

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Beberapa pemimpin terbaik dan wali kota di Indonesia, kita jarang mendengar ada media yang mengangkatnya. Fenomena walikota yang melarang perayaan valentine, media liberal bungkam darinya.

Beberapa prestasi walikota, hanya tinggal kenangan. Terlebih yang menguntungkan kaum muslimin. Jarang kita jumpai  ada pencitraan media. Giliran pemimpin bermasalah, mereka bela dan mereka angkat namanya. Hingga ada yang disamakan dengan Khalifah Umar. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Burung hanya akan berkumpul bersama kawanannya. Munafik hanya akan membela kekufuran dan kebatilan,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf. (QS. at-Taubah: 67)

Zaman perang opini. Siapa kuat teriakannya, dia berkuasa. Sayangnya, media liberal cukup culas mengolah kata. Dan inilah bagian yang dikhawatirkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Keadaan yang paling aku takutkan menimpa umatku, setiap orang munafik yang pinter bicara. (HR. Ahmad 143 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Media Liberal kok Dipercaya?

Perjalanan media yang demikian buruk, selayaknya menjadi pelajaran bagi kita, bahwa mereka sangat tidak layak untuk dipercaya. Tinggalkan mereka jika anda tidak ingin diarahkan ke jalan menjijikkan.

ومن يكن الغراب له دليلاً

يمر به على جيف الكلاب

Siapa yang menjadikan gagak sebagai penunjuk jalan

Pasti dia akan mengarahkan ke jalan yang melewati banyak bangkai anjing

Berdoalah untuk kebaikan bangsa… negeri yang dihuni 183 juta umat islam. Semoga tidak menjadi bulan-bulanan orang munafik dan orang kafir.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

kakek sarung

Mitos Kakek Sarung

Bisa berikan pencerahan utk share

Ada seorang kakek yang lagi cari tumbal ilmu hitam. Ciri-cirinya : sudah tua dan membawa sarung yang sebenarnya adaah kain kafan. Jika kita memegang sarung tersebut, roh kita akan tersedot oleh kakek tersebut.

Kakek itu datang setiap jam 3 pagi (dini hari), 4 sore dan setelah Maghrib. Biasanya dia mendatangi rumah-rumah sambil menjajakan sarung yang dipegangnya.

Sudah ada korban di Jalan Mistar, Diski, Tandem dan Sunggal. Waspadalah, jangan sekali-kali membukakan pintu untuk kakek itu. Karena dia bisa mengambil nyawa kita untuk menyempurnakan ilmu hitamnya.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kami tidak mengajak anda untuk memeriksa kebenaran berita itu. Terlalu berharga waktu kita untuk menelusurinya. Anggap saja berita picisan yang menjadi racun mitos di masyarakat.

Untuk itu, yang sebenarnya membuat kita prihatin adalah sikap masyarakat yang begitu mudah dihantui dengan mitos. Yang ini mewakili kualitas iman mereka yang terpengaruh dengannya.

Mitos Melemahkan Iman

Seperti itulah karakter mitos. Dihembuskan untuk menimbulkan keresahan dan menakut-nakuti. Sehingga bisa mengendalikan ketergantungan masyarakat untuk mengikuti setiap saran yang disampaikan. Dulu, orang tua menggunakan cara ini untuk membatasi gerak anak-anaknya. Agar mereka tidak melakukan hal yang dilarang secara adat.

Mungkin anda pernah mendengar,

Anak gadis duduk di bawah palang pintu, akan jauh dari jodoh.

Suami tidak boleh bunuh binatang ketika istri hamil

Jangan meludah ke dalam sumur, bisa membuat bibir sumbing,

Belum lagi yang terkait masalah pernikahan.

Karena itulah, tidak ada manusia yang lebih penakut melebihi orang musyrik. Hampir semua sudut kehidupannya tidak lepas dari ancaman. Semua ruang gerak hidupnya menjadi sangat sempit karena dipenuhi dengan pantangan dan ancaman. Semakin musyrik, semakin penuh dengan aturan yang mengikat. Orang menyebutnya dengan kualat (terkena kutukan).

Seolah semua peluang untuk menuju masa depan yang cerah menjadi sangat sulit dan penuh dengan aral rintangan.

Dakwah menuju kesyirikan dengan doktrin semacam ini, sudah ada sejak zaman kaum musyrikin jahiliyah. Bahkan alat yang mereka gunakan untuk mengancam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin adalah ancaman kutukan. Allah berfirman,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ

”Bukankah Allah mencukupi hamba-hamba-Nya (dengan melindungi mereka). Sementara mereka menakut-nakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah.” (QS. Az-Zumar: 36).

Tayangan Mitos

Syirik tidak mengenal peradaban dan teknologi. Dia bisa menggelayuti masyarakat generasi kapanpun, sekalipun mereka melek dengan dunia IT. Terlebih peranan orang kafir yang semakin memperparah keadaan. Tayangan film-film horor, atau film sarat mitos, ternyata berpengaruh.

Anda bisa simak kasus kakek sarung, hanya dengan memegang kafan, nyawa akan tersedot. Mungkin ini terinspirasi sosok Voldemort, musuhnya Harry Potter yang bisa menarik ruh lawannya.

Sudah saatnya anda hindarkan pengaruh film-film tidak bertanggung jawa itu dari ruangan anda.

Tanamkan Tawakkal

Dalam ayat di atas, Allah menanamkan keyakinan pada diri setiap hamba, bahwa Allah-lah satu-satunya yang memberi kecukupan bagi semua hamba-Nya. Kecukupan dalam rizki, kecukupan perlindungan dan keamanan, dst. Allah menegaskan pada ayat di atas,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

”Bukankah Allah mencukupi hamba-hamba-Nya (dengan melindungi mereka)”

Dengan prinsip ini, sehebat apapun usaha tipuan pembesar kesyirikan atau dukun dalam menakut-nakuti anda, tidak akan membuat anda gentar dengan omongannya. Dengan prinsip ini pula, sehebat apapun pengaruh orang untuk menakut-nakuti anda dengan kualat dan kualat, tidak akan membuat anda bergeming. Karena anda adalah orang yang tawakal. Pasrah kepada Allah, Dzat yang mengatur alam semesta.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

nabi palsu iran majusi

Nabi Palsu di Iran

Mohon penjelasannya tadz. Apa benar ada nabi palsu di Iran? Makasih

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Dulu di Iran (baca: persia), ada seorang tokoh bernama Mazdak. Dia mengaku nabi dan dakwahnya diterima masyarakat. Hingga dia menjadi penasehat spiritual bagi kerajaan persia, yang kala itu dipimpin oleh Kavadh, ayah dari Anusyirwan. Alirannya menguasi Persia 40 tahun sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir. Dia menjadi salah satu pioner ajaran Majusi yang mengagungkan api.

Mazdak pernah menyatakan,

إن النور يفعل بالقصد والاختيار والظلمة تفعل على الخبط والاتفاق.

والنور عالم حساس والظلام جاهل أعمى

Cahaya itu diupayakan dan diwujudkan dengan usaha. Sementara kegelapan terjadi tanpa sengaja dan secara tiba-tiba..

Cahaya, sumber ilmu dan kesadaran. Kegelapan merupakan sumber kebodohan dan kebutaan.

Diantara ajaran Mazdak, dia melarang masyarakat untuk berpecah, saling membenci, dan saling memerangi. Mengingat umumnya permusuhan dan kebencian disebabkan wanita dan harta, maka dua benda ini dihukumi mubah, dan menjadi milik bersama. Sehingga semua masyarakat berhak menikmati harta dan wanita yang dimiliki oleh orang lain. Layaknya ikan di lautan, semua orang berhak mengambilnya.

(al-Milal wa an-Nihal, as-Syahrastani, 1/248).

At-Thabari dalam Tarikhnya menyebutkan pengaruh aliran ini,

افترص السفلة ذلك واغتنموا مزدك وأصحابه وشايعوهم، فابتلي الناس بهم وقوي أمرهم حتى كانوا يدخلون على الرجل في داره فيغلبونه على منزله ونسائه وأمواله لا يستطيع الامتناع منهم وحملوا على تزيين ذلك وتوعدوه بخلعه، فلم يلبثوا إلا قليلاً حتى صاروا لا يعرف الرجل ولده ولا المولود أباه، ولا يملك الرجل شيئا مما يتسع به

Para preman mengambil kesempatan ini. Mereka memanfaatkan Mazdak dan pengikutnya, serta bergabung dalam kelompoknya. Mereka bisa menindas masyarakat dan mengusainya. Hingga para preman bebas keluar masuk rumah orang lain, dan mereka boleh mengusai seisi rumah, menggagahi istrinya dan hartanya. sementara pemilik tidak boleh melawan apa yang mereka lakukan. Mazdak dan pengikutnya memotivasi dan memberi janji. Sehingga dalam waktu yang singkat, keadaan menjadi kacau. Seorang ayah tidak tahu mana anaknya dan anak tidak tahu siapa bapaknya. Dan masyarakat sama sekali tidak bisa menikmati apa yang menjadi milik pribadinya. (Tarikh at-Thabari, 1/419).

Setelah Anusyirwan berkuasa, paham Mazdakiyah berangsur-angsur hilang.

Syiah & Majusi Mazdak

Bagi Mazdak dan pengikutnya, menggagahi wanita tanpa menikah, akan meningkatkan keimanan, sebagaimana yang dinyatakan at-Thabari. Kita bisa perhatikan, aqidah semacam ini persis seperti aqidah syiah. Kawin kontrak, nikah mut’ah, hakekatnya adalah kelanjutan dari paham Mazdak. Lelaki bisa menikmati wanita sejam, dua jam, sesuai kesepakatan, selanjutnya cerai setelah waktu berakhir, tanpa konsekuensi apapun. Bagi syiah, setiap orang yang melakukan mut’ah akan semakin meningkat derajatnya. Perzinahan dalam bungkus ‘ibadah’. Mereka merancang banyak hadis palsu yang menyebutkan keutamaan mut’ah. Anda bisa simak penjelasannya di Nikah Mut’ah Ajaran Syiah.

Karena itu, tidak salah jika orang mengatakan, “Syiah itu muatannya Majusi, covernya Islam.”

Semoga Allah melindungi umat islam dari kejahatan syiah.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

mole people yakjud majud

Yakjuj & Makjuj Sudah Keluar? (Mole People)

Benarkah mole people yang ada di USA itu Yakjuj dan Makjuj?. Katanya itu peemuan tentang Yakjuj dan Makjuj oleh NASA. Mohon pencerahannya.

Dari Gim, Sleman

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kita awali dari sejarah benteng yakjuj dan makjuj. Informasi tentang yakjuj dan makjuj yang paling awal kita dapatkan adalah keterangan yang Allah sebutkan dalam al-Quran, tepatnnya di surat al-Kahfi.

ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا . حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا . قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا .

Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS. al-Kahfi: 92 – 94)

Pada ayat di atas, Allah menceritakan seorang raja yang adil, Dzul Qarnain yang kekuasaannya membentang dari timur hingga barat. Dia pernah mendatangi ujung-ujung daerah kekuasaannya. Salah satu yang didatangi Dzul Qarnain adalah sebuah kaum yang mereka menetap di daerah antara dua gunung (baina saddain). Menurut tafsir Ibnu Abbas, dua gunung itu antara Armenia dan Azerbaijan. (Zadul Masir, 4/250).

Kaum inilah yang mengeluhkan keberadaan Yakjuj dan Makjuj karena mereka suka mengganggu. Sehingga mereka minta dibuatkan benteng besar yang bisa menghalangi mereka dari kehadiran Yakjuj dan Makjuj. Bakan mereka sanggup bayar harta, agar bisa dibuatkan benteng itu. Mereka mengatakan – seperti yang dikutip dalam ayat di atas –,

Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?

Atas permintaan ini, Dzulqarnain membuatkan tembok sangat besar yang terbuat dari cor besi dan tembaga. Dia lelehkan besi dan tembaga dengan semburan api, yang dibantu masyarakat kaum tersebut.

Allah ceritakan,

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا ( )  آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

Dzulkarnain berkata: “Kekuasaan yang diberikan Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka bantulah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka ( ) berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah api itu.” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu (QS. al-Kahfi: 95 – 96)

Allah memberikan jaminan, mereka tidak akan mampu menaiki benteng itu untuk  keluar darinya dan tidak bisa mereka lubangi. Allah menegaskan di lanjutan ayat,

فَمَا اسْطَاعُوا أَن يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا

“Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.” (QS. al-Kahfi: 97).

Mereka terus berusaha melubanginya untuk bisa keluar dari benteng itu. Setelah mereka berhasil membuat lubang sebesar satu jari, Allah menutupnya kembali. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن يأجوج ومأجوج يحفرون كل يوم ، حتى إذا كادوا يرون شعاع الشمس ، قال الذي عليهم : ارجعوا فسنحفره غداً ، فيعيده الله أشد ما كان

Yakjuj dan Makjuj selalu menggali (benteng itu) setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka mengatakan, “Mari kita pulang, kita lanjutkan besok.” Lalu Allah mengembalikan bekas lubang itu lebih kuat dari sebelumnya. (HR. Ahmad 10913, Ibnu Majah 4218 dan dishahihkan al-Albani)

Di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, Yakjuj Makjuj telah berhasil melubangi sebesar satu lingkaran jari telunjuk dan jempol. Dan beliau merasa sangat cemas dan ketakutan. Zainab Radhiyallahu ‘anha pernah menceritakan ketakutan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam. Beliau tiba-tiba terbangun dengan wajah pucat memerah,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِه

Laa ilaaha illallaah, sungguh, keburukan yang akan menimpa manusia telah dekat. Pada hari ini, benteng Yakjuj dan Makjuj telah terbuka selebar ini. Beliau berisyarat membuat lingkaran dengan jari telujuk dan jempol. (HR. Bukhari 3346, Muslim 7416 dan yang lainnya).

Akan Keluar Setelah Tiba Waktunya

Demikianlah pendapat yang kuat dan ini keyakinan ahlus sunah. Yakjuj Makjuj hanya akan keluar dari benteng itu, setelah Allah izinkan. Dan itu muncul di akhir zaman, sebagai deretan tanda kedatangan kiamat.

Di lanjutan ayat, setelah berhasil membangun tembok itu, Dzulqarnain mengatakan,

قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا

Dzulkarnain mengatakan, “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.”

Ketika benteng itu terbuka, mereka langsung keluar secara bergelombang, layaknya ombak lautan. Allah menyatakan,

وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا

Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain. Kemudian ditiup sangkakala (kiamat), lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.

Allah juga menegaskan di surat al-Anbiya:

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ – وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Mereka keluar setelah Nabi Isa turun dan berhasil membantai Dajjal. Dalam hadis yang panjang, dari Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan rentetan tanda kiamat,

“Ketika Dajjal sudah sangat banyak kerusakannya, lalu Allah mengirim ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di Bab Lud lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. Kemudian Allah wahyukan kepada Isa bahwa Sungguh Aku (Allah) telah mengeluarkan hamba ciptaan-Ku yang tidak sanggup seorang pun memerangi mereka. Maka berlindunglah wahai hambaKu ke bukit Thur. Lalu Allah mengirim Ya’juj dan Ma’juj dalam keadaan berjalan cepat dari semua arah, lalu kelompok pertama mereka melewati danau Thobariyah lalu meminum semua isinya dan kelompok akhir mereka melewati danau tersebut lalu mengatakan: dahulu pernah ada air disini. Nabi Isa dan sahabat-sahabatnya terkepung sampai kepala sapi jantan lebih berharga bagi seorang dari mereka dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian sekarang ini. Lalu Nabi Isa dan para sahabatnya memohon kepada Allah. Kemudian Allah kirim ulat (yang biasa ada pada onta yang berpenyakit) pada leher-leher mereka sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan seperti kematian satu jiwa. Kemudian Nabi Isa dan para sahabatnya turun (dari bukit) ke daratan dan tidak mendapatkan satu jengkal pun di tanah kecuali dipenuhi oleh mayat dan bau busuk mereka.” (HR. Muslim 2937)

Mereka Manusia Biasa

Yakjuj Makjuj adalah nama dua suku. Mereka keturunan Adam, manusia biasa seperti kita. Menurut Ibnu Katsir, Yakjuj Makjuj keturunan Nabi Nuh dari jalur Yafits Abu Turk. (an-Nihayah, 1/201).

Diantara bukti bahwa Yakjuj dan Makjuj itu manusia adalah hadis dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadis qudsi,

يقول الله تعالى: يا آدم, فيقول: لبيك وسعديك والخير فى يديك. فيقول تعالى: أخرج بعث النار. قال: وما بعث النار؟ قال: من كل ألف تسعمائة وتسعة وتسعين. فعنده يشيب الصغير( وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَاهُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ ) قالو: يارسول الله وأينا ذلك الواحد؟ قال: أبشروا فإن منكم رجلا ومن يأجوج ومأجوج ألف.

Allah berfirman, “Wahai Adam. Ia pun menjawab, “Ya, aku memenuhi panggilan-Mu, dan kebaikan ada di tangan-Mu.

Allah berfirman, “Keluarkanlah ba’tsun nar! (rombongan neraka)”

Ia bertanya, “Apakah ba’tsun nar itu?”

Allah berfirman, “Dari setiap 1000 orang, 999 orang sebagai ba’tsun nar. Saat itulah anak kecil menjadi tua. “Dan gugurlah segala kandungan wanita yang hamil dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk. Akan tetapi azab Allah itu sangat keras“. (QS. al Hajj: 2)

Mereka bertanya, “Siapakah di antara kami yang termasuk orang yang satu itu?”

Beliau bersabda, “Bergembiralah! Sesungguhnya dari kalian satu orang dan dari Ya`juj dan Ma`juj seribu orang”. (HR. Bukhari 6530).

Masih banyak beberapa informasi tentang Yakjuj dan Makjuj. Kita cukupkan dulu, untuk mencoba menggali pelajaran darinya terkait dengan kasus yang ditanyakan,

Pertama, bahwa yakjuj dan makjuj hanya akan keluar di akhir zaman, setelah munculnya Dajjal.

Kedua, benteng itu Allah rahasiakan. Tidak ada satupun manusia yang tahu. Sehingga percuma orang melakukan penelitian untuk mencarinya.

Ketiga, Yakjuj dan Makjuj keluar sendiri. Setelah benteng itu rusak dengan izin Allah. Mereka tidak dibebaskan oleh masyarakat di sekitarnya.

Keempat, Yakjuj Makjuj itu manusia, anak keturunan Adam. Berbentuk manusia, bukan makhluk salamander.

Media Liberal Sumber Dusta

Sebenarnya penemuan NASA tentang manusia bawa tanah, bukan sesuatu yang istimewa. Namun media di tempat kita terlalu berlebihan memberitakannya. Awalnya media liberal, lalu diikuti media islam yang kurang bertanggung jawab.

Sebenarnya mereka hanyalah geladangan yang menghabiskan puluhan tahun hidupnya di terowongan-terowongan kereta bawah tanah di New York.

Yang sangat ‘menyebalkan’, situs berita itu membuat ilustrasi makhuk menyeramkan, layaknya manusia berkepala kadal, yang ternyata itu diambil dari sebuah film science-fiction, yang dibuat pada tahun 1956.

Yang menyedihkan, media ‘islam’ mengutipnya dan menghubungkannya dengan Yakjuj dan Makjuj. Allahul musta’an. Kita layak prihatin dengan sikap ini.

Karena itu, penting kami ingatkan, agar kita kedepankan sikap suudzan (buruk sangka) terhadap media liberal atau yang kurang bertanggung jawab itu. Sehingga kita tidak mudah ditipu para penipu.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

hukuman cambuk untuk pezina

Balasan Lelaki yang Pernah Berzina

Assalamu’alaikum..
Saya pernah membaca bahwa pezina tidak akan menikahi bidadari di surga, apakah laki2 pezina yang sudah bertaubat masih punya kesempatan untuk menikahi bidadari surga?

Dari M. Zaki 

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam 

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Dunia ini ibarat surga bagi orang kafir, dan penjara bagi mukmin. Banyak hal, yang itu bisa dinikmati nafsu manusia, namun dilarang dalam islam. Khamr, babi, darah, zina, sutera bagi lelaki, yang itu dinikmati orang kafir, namun haram bagi mukmin.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَ جَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Ahmad 8512, Muslim 7606 dan yang lainnya).

Karena itulah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan janji, bahwa siapa saja yang sanggup berpuasa di dunia, menahan diri dari hal yang diharamkan, dia akan mendapatkan gantinya yang jauh lebih indah di akhirat.

Sebaliknya, mereka yang tidak bersabar ketika di dunia, dan tetap nekad melanggar apa yang diharamkan, akan diancam tidak mendapatkan gantinya di akhirat.

Dalam hadis dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا ، حُرِمَهَا فِي الآخِرَةِ

“Siapa yang minum khamr di dunia dan dia tidak bertaubat, maka dia diharamkan di akhirat.” (HR. Bukhari 5575 & Muslim 2003)

Ancaman yang lain juga berlaku untuk sutera. Dalam hadis dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ فَإِنَّهُ مَنْ لَبِسَهُ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ

“Janganlah kalian memakai sutera, karena siapa yang memakai sutera di dunia, dia tidak akan memakainya ketika di akhirat.” (HR. Bukhari 5834& Muslim 2069)

Berdasarkan beberapa dalil di atas, para ulama menetapkan satu kaidah fikih,

مَنِ اسْتَعْجَلَ الشَّيْءَ قَبْلَ أَوَانِهِ عُوْقِبَ بِحِرْمَانِهِ

“Orang yang terburu-buru melakukan sesuatu sebelum waktunya, akan diharamkan untuk mendapatkannya (setelah tiba waktunya).”

Dari sini, sebagian ulama melakukan qiyas (analogi), untuk semua pelanggaran syariat, bisa mengancam orang itu tidak mendapatkan janji kenikmatan yang semisal kelak di surga.

Diantaranya Imam Ibnul Qoyim. Dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin (taman orang jatuh cinta) beliau menyebutkan berbagai dampak buruk zina mata dan anggota badan lainnya. Beliau menyatakan,

ومنها أنه يعرض نفسه لفوات الاستمتاع بالحور العين في المساكن الطيبة في جنات عدن

Diantara dampak buruk zina, ini akan menghalangi dirinya untuk bisa berbagi cinta dengan bidadari di kemah-kemah yang indah di surga nan abadi..

Kemudian Ibnul Qoyim menyebutkan alasannya,

والله سبحانه وتعالى إذا كان قد عاقب لابس الحرير في الدنيا بحرمانه لبسه يوم القيامة وشارب الخمر في الدنيا بحرمانه إياها يوم القيامة ، فكذلك من تمتع بالصور المحرمة في الدنيا . بل كل ما ناله العبد في الدنيا من حرام فاته نظيره يوم القيامة

Karena ketika Allah menghukum orang yang memakai sutera di dunia dengan Allah haramkan dia untuk memakainya di akhirat, juga menghukum peminum khamr di dunia, dengan Allah haramkan untuk meminumnya di akhirat. Demikian pula ketika seseorang menikmati gambar yang haram di dunia, bahkan semua hal yang haram, yang dilanggar oleh hamba di dunia, dia bisa tidak mendapatkan yang semisal ketika di akhirat. (Raudhatul Muhibbin, 1/362).

Saatnya Waspada

Saatnya kita mulai waspada, karena semua pelanggaran yang kita lakukan, mengancam kesejahteraan masa depan kita di akhirat. Orang cerdas tidak akan mengorbankan kenikmatan akhirat yanng abadi dengan kenikmatan dunia yang fana.

Imam an-Nawawi dalam syairnya di Riyadhus Sholihin, beliaua menuliskan,

إِنَّ لِلهِ عِبَادًا فُطَنَا *** طَلَّقُوْا الدُّنْيَا وَ خَافُوْا الْفِتَنَا

نَظَرُوْا فِيْهَا فَلَمَّا عَلِمُوْا *** أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا

جَعَلُوْهَا لُجَّةً وَ اتَّخَذُوْا *** صَالِحَ الْأَعْمَالِ فِيْهَا سُفَنَا

Sesungguhnya Allah memiliki beberapa hamba yang cerdik,

mereka menanggalkan dunia karena khawatir siksa

Mereka merenungkan isi dunia, ketika mereka sadar, dunia bukanlah negeri orang yang hidup

Mereka pun menjadikannya laksana samudera dan amal shalih sebagai bahteranya…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

SOCIAL

9,043FansLike
4,525FollowersFollow
31,338FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN