<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam &#187; Manajemen Qolbu</title>
	<atom:link href="http://www.konsultasisyariah.com/category/akhlak/manajemen-qolbu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 23:25:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jalan Setan Menggoda Manusia</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/jalan-setan/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/jalan-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 02:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Konsultasi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10609</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Lewat manakah setan menggoda manusa? Jawaban: Jalan Setan Menggoda Manusia Celah-celah yang dimasuki setan atas manusia banyak sekali. Di antaranya, ia datang dari sisi nafsu syahwat kemaluannya, lalu ia merayunya agar berzina dan memikatnya berupa khalwat (menyendiri) dengan perempuan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Lewat manakah setan menggoda manusa?<br />
<span id="more-10609"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<h2>Jalan Setan Menggoda Manusia</h2>
<p>Celah-celah yang dimasuki setan atas manusia banyak sekali. Di antaranya, ia datang dari sisi nafsu syahwat kemaluannya, lalu ia merayunya agar berzina dan memikatnya berupa khalwat (menyendiri) dengan perempuan bukan mahram, memandang dan bergabung bersama mereka, mendengar nyanyian, dan semisalnya. Ia senantiasa membujuknya hingga ia terjerumus dalam perbuatan keji.</p>
<p>Di antaranya, ia mendatanginya dari sisi syahwat perutnya. Ia merayunya dengan memakan yang haram, minum arak, dan mengonsumsi narkoba serta seumpamanya.</p>
<p>Di antaranya, ia mendatanginya lewat jalur tabiat keinginan memiliki, cenderung kepada kekayaan dan kemewahan, ia membujuknya dengan memperluas usaha, halal dan haramnya. Maka ia tidak perduli memakan harta manusia dengan cara batil berupa riba, mencuri, merampas, mencopet, menipu, dan semisalnya.</p>
<p>Di antaranya, ia mendatanginya dari sisi tabiat suka kekuasaan, tinggi, dan dipandang besar. Maka ia bersikap takabur, membanggakan diri terhadap manusia, dan menghina serta mengolok-olok mereka. Dan celah-celah lainnya untuk dimasuki.</p>
<p>Semoga rahmat dan kesejahteraan Allah tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.<br />
Majalah <em>Al-Buhuts al-Islamiyah</em>, edisi 20 Hal. 182-183 dan Fatwa al-lajnah ad-Da’imah.</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3</em>, Darul Haq Cetakan: VI 2011.</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/jalan-setan" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/jalan-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Membentengi Diri dari Bisikan Jahat</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/kiat-membentengi-diri-dari-bisikan-jahat/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/kiat-membentengi-diri-dari-bisikan-jahat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 23:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10394</guid>
		<description><![CDATA[Kiat Membentengi Diri dari Bisikan Jahat Pertanyaan: Saya seorang remaja putri muslimah berusia duapuluh tahunan, alhamdulillah. Saya menderita persoalan was-was dan mendekati gila disebabkan penyakit jiwa yang sudah saya alami selama tiga atau empat tahun, dan saya tidak berhasil mengusirnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Kiat Membentengi Diri dari Bisikan Jahat</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Saya seorang remaja putri muslimah berusia duapuluh tahunan, alhamdulillah. Saya menderita persoalan was-was dan mendekati gila disebabkan penyakit jiwa yang sudah saya alami selama tiga atau empat tahun, dan saya tidak berhasil mengusirnya dari diri saya. Saya ingin tahu, apakah Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> menguasakan setan kepada hamba-hamba-Nya sebagai cobaan atau apa? Dan yang tidak mampu mengusirnya, apa yang mesti dilakukan, kami mengharapkan nasihat.<br />
<span id="more-10394"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Pada hakikatnya, <a href="http://konsultasisyariah.com/mengenal-jin-qorin" target="_blank" rel="nofollow">was-was</a> adalah penyakit berbahaya, ia termasuk tipu daya <a href="http://konsultasisyariah.com/setan-berwujud-manusia" target="_blank" rel="nofollow">setan</a> kepada anak manusia, ia ingin menyempitkan, menyesatkan, dan menyibukkan mereka dari berbuat taat kepada Rabb mereka. Karena alasan inilah, Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> memerintahkan Nabi-Nya agar berlindung dari waswas ini dan menurunkan satu surat lengkap tentang hal itu, firman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>,</p>
<p>“<em>Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia’</em>.” (QS. An-Nas: 1-6)</p>
<p>Setan mempunyai (kemampuan melakukan) waswas kepada anak cucu Adam, dan hal itu sangat kuat dalam diri orang-orang yang beriman. Namun (hal ini bisa) diobati dengan dua perkara:</p>
<ol>
<li>Sesungguhnya seorang mukmin jangan/tidak memperdulikan kepada waswas ini, bahkan menolaknya secara sempurna, karena ia adalah setan dan (yang demikian) tidak membahayakannya.</li>
<li>Dia menyibukkan diri berdzikir kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, karena seorang mukmin apabila sibuk berdzikir kepada Allah, niscaya setan menjauh darinya. Karena inilah, Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, “<em>Setan yang biasa bersembunyi</em>” maksudnya ia membisikkan kejahatan kepada hamba di saat seorang hamba lupa dari berdzikir kepada Rabb-nya, dan karena alasan inilah, Dia menggambarkan bahwa dia adalah setan yang bersembunyi.</li>
</ol>
<p>Dan saya nasihatkan kepada penanya dan orang-orang yang mengalami hal yang serupa, agar melakukan dua perkara berikut ini, yaitu:<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, tidak memperdulikan waswas (bisikan kejahatan) ini, dan tidak terpengaruh olehnya. Waswas tersebut pun akan hilang dengan izin Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, karena manusia apabila memberikan perhatian kepadanya, niscaya waswas tersebut akan bertambah dan setan bisa menguasainya.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>, memperbanyak dzikir kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, membaca Alquran, berlindung kepada Allah, membaca ayat Kursi, <em>mu’awwidzatain</em> (Al Falaq dan An Nas) dan mengulangi semua itu. Dan dengan ini, waswas tersebut akan menghilang dengan izin Allah.<br />
(<em>Fatawa Nur ‘ala ad-Darb</em>, al-Fauzan, Jilid:III Hal. 33)</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3</em>, Darul Haq Cetakan:VI. 2011</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Tags: bisikan setan, rupa setan, jahat, jin jahat, was-was, menjadi jahat, <strong>bisikan jahat</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/kiat-membentengi-diri-dari-bisikan-jahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Ebook Gratis &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221;</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/download-ebook-gratis-hati-bersih/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/download-ebook-gratis-hati-bersih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[ebook gratis]]></category>
		<category><![CDATA[ebook islam]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[terapi hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=6707</guid>
		<description><![CDATA[Download Ebook Gratis &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221; Alhamdulillah kami hadirkan untuk pembaca Konsultasi Syariah download ebook gratis &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221;. Anda bisa men-download ebook gratis ini yang semoga bermanfaat bagi anda untuk ber-muhasabah diri dalam meningkatkan kualitas hati kita. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Download Ebook Gratis &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221;</h2>
<p>Alhamdulillah kami hadirkan untuk pembaca Konsultasi Syariah <a title="download ebook gratis meraih surga ramadhan" href="http://konsultasisyariah.com/download-ebook-meraih-surga-ramadhan" target="_blank" rel="nofollow"><strong>download ebook gratis</strong></a> &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221;. Anda bisa men-<em>download ebook gratis</em> ini yang semoga bermanfaat bagi anda untuk ber-muhasabah diri dalam meningkatkan kualitas hati kita.</p>
<h3>Mukadimah Download Ebook Gratis &#8220;Menuju Hati yang Bersih&#8221;</h3>
<p>Sesungguhnya siapa saja yang memperhatikan kondisi kebanyakan manusia saat ini, niscaya melihat suatu perkara yang sangat mengherankan. Dia akan melihat kebanyakan manusia menaruh perhatian yang berlebihan kepada penampilan lahiriah, memperindah dan mempercantiknya dengan berbagai macam aksesoris keindahan dan kecantikan, namun pada saat yang sama, dia akan melihat kelalaian dan keteledoran luar biasa terhadap keindahan, kebersihan dan kesucian batin!!</p>
<p>Berapa banyak waktu, tenaga dan energi yang dihabiskan untuk memperindah urusan-urusan lahiriyah, dengan melupakan perbaikan hati dan kesucian batin, sampai pada tingkat “tiada kemauan dan gairah” kecuali dalam rangka keindahan penampilan dan gaya, hingga ungkapan Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> tentang kaum munafiq benar-benar layak untuk mereka, sebagaimana firman-Nya,</p>
<p class="arab">وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُواْ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ العدو فاحذرهم قاتلهم الله أنى يُؤْفَكُونَ</p>
<p><em>“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengar perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran).”</em> (QS. Al-Munafiqun: 4).</p>
<p>Demikianlah kondisi sekelompok umat manusia yang penampilan lahiriahnya sangat indah dan ungkapan-ungkapan kata-katanya sangat manis, namun semua itu tidak mengeluarkan mereka dari keberadaan mereka sebagai onggokan kayu yang tersandar, tidak berguna. Itulah pemandangan yang tidak berarti, manusia yang tidak punya akal nurani. Yang demikian itu adalah kondisi yang sangat rendah yang tidak mungkin seorang yang beriman rela untuk dirinya. Bahkan, iman seorang beriman tidak akan sempurna dan tidak akan bisa benar kecuali jika ia memperbaiki batinnya, membersihkan dan memperindah hatinya. Sebab, keindahan dan kecantikan lahiriyah sama sekali tidak berguna bagi seseorang manakala batin dan hatinya busuk dan kotor.</p>
<p>Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> berfirman sebagai bantahan atas sekelompok umat manusia yang terlena dengan keindahan kondisi dan kecantikan penampilan lahiriyah mereka di mana mereka mengira bahwa itu adalah tanda baiknya akhir kemudian mereka. Firman Allah,</p>
<p class="arab">وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أثاثا وَرِءْياً</p>
<p><em>“Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.”</em> (QS. Maryam: 74).</p>
<p>Di dalam ayat ini Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> menginformasikan bahwasanya Dia telah membinasakan beberapa kelompok manusia yang sebelumnya mereka adalah merupakan manusia yang paling bagus postur tubuhnya, paling banyak harta kekayaannya dan paling tampan parasnya, namun semua apa yang mereka nikmati itu tidak berguna dan tidak dapat menyelamatkan mereka.</p>
<p class="arab">أَفَلَمْ يَسِيرُواْ فِى الأرض فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عاقبة الذين مِن قَبْلِهِمْ كَانُواْ أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَءاثَاراً فِى الأرض فَمَآ أغنى عَنْهُمْ مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ</p>
<p><em>“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.”</em> (QS. Ghafir: 82).</p>
<p>Jadi, keindahan batin dan keselamatan hati itu adalah dasar dan pondasi keberuntungan di dunia dan di hari Kiamat kelak.</p>
<p>Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> berfirman,</p>
<p class="arab">يابنى ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يوارى سوءاتكم وَرِيشًا وَلِبَاسُ التقوى ذلك خَيْرٌ ذلك مِنْ ءايات الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ</p>
<p><em>“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”</em> (QS. Al-A’raf :26).</p>
<p>Pada ayat tadi Allah menjelaskan bahwa pakaian <a title="kontrol diri menuju takwa" rel="nofollow" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/01/22/muhasabah-kontrol-diri-menuju-takwa/" target="_blank">takwa</a> dan berhias dengan takwa itu lebih baik daripada keindahan penampilan lahir. Memperindah dan mempercantik diri dengan takwa tidak mungkin dapat direalisasikan oleh seseorang kecuali dengan memperbaiki, mensucikan dan memperindah hatinya, karena takwa itu tempat di dalam hati. Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> berfirman,</p>
<p class="arab">ذلك وَمَن يُعَظّمْ شعائر الله فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى القلوب</p>
<p><em>“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”</em> (QS. Al-Hajj: 32).</p>
<p>Pada ayat itu Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> menjadikan penghormatan dan pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar agama dan ajaran-ajarannya sebagai bukti adanya takwa di dalam hati seseorang.</p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, bersumber dari Abi Dzar radhiyallahu &#8216;anhu, beliau menuturkan bahwa Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alahi wasallam</em> bersabda, “Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em> berfirman,</p>
<p class="arab">يَا عِبَادِيْ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَحِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِيْ مُلْكِيْ شَيْئًا. يا يَا عِبَادِيْ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَحِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِيْ شَيْئًا</p>
<p><em>“Wahai sekalian hamba-Ku, kalau sekiranya seluruh kalian mulai dari yang pertama sampai yang terakhir, baik dari jenis manusia maupun jenis jin, mereka semua bertakwa setakwa-takwanya orang yang paling bertakwa di antara kalian, niscaya hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikit pun jua. Wahai sekalian hambaku, kalau sekiranya seluruh kalian dari yang pertama hingga yang terakhir baik dari jenis manusia maupun jenis jin durhaka sedurhaka-durhakanya manusia di antara kalian, niscaya hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikit pun jua.”</em> (HR.  Muslim no.2577)</p>
<p>Hadits ini menjelaskan bahwa dasar ketakwaan adalah ketakwaan hati, dan demikian pula bahwa dasar kedurhakaan adalah kedurhakaan hati. Dan di dalam hadits tersebut Nabi <em>shallallahu &#8216;alahi wasallam</em> juga mengaitkan takwa dan kedurhakaan dengan tempatnya, yaitu hati. Bahkan di dalam hadits lain Nabi <em>shallallahu &#8216;alahi wasallam</em> secara tegas menyatakan seperti itu, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abi Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu. Ia menuturkan, “Nabi <em>shallallahu &#8216;alahi wasallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">اَلتَّقْوَى هَاهُنَا، اَلتَّقْوَى هَاهُنَا، اَلتَّقْوَى هَاهُنَا</p>
<p><em>“Takwa itu di sini, takwa itu di sini, takwa itu di sini”, beliau menunjuk ke dadanya.”</em> (HR.  Muslim no.2574)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu &#8216;alahi wasallam</em> menunjuk ke dadanya, karena di dalam dada terdapat hati yang merupakan tempat bagi ketakwaan dan di dalam hati terdapat akarnya.</p>
<h3>Silahkan <span style="text-decoration: underline;">download ebook gratis </span><a rel="nofollow" href="http://cdn.konsultasisyariah.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=17" target="_blank">menuju hati yang bersih</a> di link berikut:</h3>
<ul>
<li><strong>Download ebook gratis versi PDF:</strong> [Download not found]</li>
<li><strong><strong>Download ebook gratis </strong></strong><strong>Versi RAR:</strong> [Download not found]</li>
</ul>
<p>***<br />
Konten KonsultasiSyariah.com<br />
Topik: Download ebook gratis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/download-ebook-gratis-hati-bersih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Menjelang Subuh</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/arti-mimpi/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/arti-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 22:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[apa artinya bermimpi sehabis shalat]]></category>
		<category><![CDATA[apakah hukumnya kalau mimpi basah setelah subuh di bulan ramadhan?]]></category>
		<category><![CDATA[ariti mimpi setelah shalat tshajud]]></category>
		<category><![CDATA[arti mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana hukumnya memakai lipstick di bulan ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[bermimpi di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bismallah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[makna mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[makna mimpi di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[makna mimpi sesudah subuh di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi dibulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi jd ustad pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi keluar mani ketika puasa]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi mengandung ketika sebelum subuh di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi menjelang subuh]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi setelah shalat subuh]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi shubuh]]></category>
		<category><![CDATA[shubuh]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir mimpi kubur]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz ammi nur baits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=5871</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Ustadz, apakah jika kita bermimpi pada saat menjelang subuh itu ada maknanya atau tidak? Beberapa bulan yang lalu, saya bermimpi ada yang berbicara pada saya tapi tidak ada orangnya, yang terdengar hanya suaranya. Apakah benar kalau yang berbicara itu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Ustadz, apakah jika kita bermimpi pada saat menjelang subuh itu ada maknanya atau tidak? Beberapa bulan yang lalu, saya bermimpi ada yang berbicara pada saya tapi tidak ada orangnya, yang terdengar hanya suaranya. Apakah benar kalau yang berbicara itu adalah malaikat? Terima kasih, Ustadz.</p>
<p><em>Ray G. (ray_mundo**@***.com)</em><br />
<span id="more-5871"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah.</em></p>
<p><em>Bismillah.</em></p>
<p>Abu Hurairah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> mengatakan bahwa mimpi ada tiga macam:</p>
<ol>
<li>Karena pengaruh emosi dan kondisi jiwa (<strong>حديث النفس</strong>);</li>
<li>Godaan setan (<strong>تخويف الشيطان</strong>);</li>
<li>Kabar gembira dari Allah (<strong>بشرى من الله</strong>).</li>
</ol>
<p>Kita tidak bisa memastikan bahwa mimpi tersebut termasuk kabar gembira dari Allah karena yang semacam ini termasuk masalah gaib. Dengan demikian, bisa jadi, mimpi tersebut hanyalah bawaan perasaan atau godaan setan. Namun, tentang mimpi pada saat menjelang subuh, kami berprasangka bahwa itu dari setan, agar orang yang bermimpi akan menikmati mimpinya, sehingga tidak bangun untuk tahajud.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br />
<strong>Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/arti-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Mimpi</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/macam-macam-mimpi/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/macam-macam-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 05:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[jenis mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[kalo puasa tiba tiba mimpi basah hukumnya apa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam sujud]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam syaitan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi basah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi itu adalah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi macam macam]]></category>
		<category><![CDATA[pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=5454</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, saya mohon penjelasannya: apa dalam setiap mimpi-mimpi ada maknanya? Hamzah (hamzah.**@yahoo.***) Jawaban: Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah. Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله &#8220;Mimpi itu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, saya mohon penjelasannya: apa dalam setiap mimpi-mimpi ada maknanya?</p>
<p><em>Hamzah (hamzah.**@yahoo.***)</em><br />
<span id="more-5454"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah.</em></p>
<p>Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله</strong></p>
<p>&#8220;<em>Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah</em>.&#8221;</p>
<p>Ulama berselisih pendapat tentang status riwayat ini. Ada yang mengatakan, itu adalah sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan ada yang mengatakan bahwa itu perkataan Abu Hurairah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>.</p>
<p><strong>Makna hadis</strong>:<br />
- &#8220;Bisikan hati&#8221;: terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkan, sampai terbawa mimpi.<br />
- &#8220;Ditakuti setan&#8221;: mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.</p>
<p>Biasanya, dua jenis mimpi di atas tidak runtut perjalanannya. Terkadang, seseorang berada di satu tempat dengan latar tertentu, kemudian tiba-tiba dia pindah ke tempat lain, yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan tempat yang pertama.</p>
<p>Jenis mimpi yang ketiga adalah kabar gembira dari Allah. Mimpi ini adalah mimpi yang berisi sesuatu yang baik dan menggembirakan kaum muslimin. (Keterangan Dr. Musthafa Dhib Al-Bugha, salah seorang ulama bermazhab Syafi&#8217;i, dalam ta&#8217;liq untuk <em>Shahih Bukhari</em>)</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Mimpi yang merupakan kabar gembira dari Allah itu <strong>bukan</strong> wahyu. Karena itu, mimpi tersebut tidak boleh dianggap sebagai bagian dari syariat. Syariat tidak boleh ditambahi maupun dikurangi dengan mimpi. <strong>Dengan demikian, mimpi tidak bisa menjadi dalil untuk melakukan satu amal yang tidak ada tuntunannya</strong>. Betapa banyak manusia yang disesatkan oleh setan dengan mengajaknya bermimpi melakukan satu ibadah yang tidak ada tuntunannya dalam syariat, kemudian setelah dia bangun, ibadah dianggapnya sebagai bagian dari wahyu Allah. Padahal, aslinya adalah tipuan setan.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br />
<strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/macam-macam-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara untuk Menarik Kembali Sumpah</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/cara-untuk-menarik-kembali-sumpah/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/cara-untuk-menarik-kembali-sumpah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 00:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir dan Doa]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana cara membatalkan sumpah demi alloh]]></category>
		<category><![CDATA[budak]]></category>
		<category><![CDATA[cara bersumpah kepada allah]]></category>
		<category><![CDATA[cara membayar sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[cara menarik kembali sumpah kita]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kafarat sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[kifarat sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[kifarat sumpah demi allah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan menarik seputar puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah demi]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah yang disengaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=4794</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Adakah cara untuk menarik kembali sumpah yang sudah terlanjur terucap? Jawaban: Pada dasarnya, sumpah yang sudah terucap wajib dilaksanakan, kecuali jika sumpah itu melanggar syariat Allah atau orang yang bersumpah melihat sesuatu yang lebih baik dari objek sumpahnya itu. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Adakah cara untuk menarik kembali sumpah yang sudah terlanjur terucap?<br />
<span id="more-4794"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Pada dasarnya, sumpah yang sudah terucap wajib dilaksanakan, kecuali jika sumpah itu melanggar syariat Allah atau orang yang bersumpah melihat sesuatu yang lebih baik dari objek sumpahnya itu. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَرَ أَى غَيْرَ هَا خَيْرًا مِنْهَا فَلْيَأْتِ الَّذِي هُوَخَيْرٌولْيُكَفِّرْ عَنْ يَمِيِهِ</strong></p>
<p>“<em>Barang siapa yang bersumpah atas sesuatu, lalu dia melihat sesuatu yang lebih baik dari objek sumpahnya itu, hendaklah ia melakukan yang terbaik dan membayar kafarat sumpahnya</em>.” (HR. Muslim)</p>
<p>Tentang kafarat sumpah, telah diterangkan oleh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>, sebagaimana dalam Alquran,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</strong></p>
<p>“<em>Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang tidak kalian maksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja. Dengan demikian, kafarat (atas pelanggaran, pent.) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin&#8211;yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu&#8211;, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan demikian maka kafaratnya berupa puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpah kalian bila kalian bersumpah (dan kalian melanggarnya, pent.). Dan jagalah sumpah kalian. Demikian Allah menerangkan kepada kalian hukum-hukum-Nya agar kalian bersyukur (kepada-Nya, pent.).</em>” (Qs. Al-Maidah:89)</p>
<p><strong>Sumber: Majalah<em> As-Sunnah</em>, edisi 3, tahun IX, 1426 H/2005 M. Disertai penyuntingan bahasa oleh redaksi <em>www.KonsultasiSyariah.com</em>.</strong><br />
<strong>Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/cara-untuk-menarik-kembali-sumpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertakwa di Tempat yang Tidak Layak Seperti Toilet?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-di-tempat-yang-tidak-layak-seperti-toilet/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-di-tempat-yang-tidak-layak-seperti-toilet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 01:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[arah wc miring dari kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[rujuk]]></category>
		<category><![CDATA[wc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=3858</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam &#8220;اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ&#8221; juga mencakup mengerjakan perintah di tempat-tempat yang tidak layak, seperti wc?&#8221; Jawaban: Jangan Anda lakukan hal itu di tempat-tempat yang tidak layak, tetapi berniatlah dalam hati Anda bahwa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> &#8220;اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ&#8221; juga mencakup mengerjakan perintah di tempat-tempat yang tidak layak, seperti wc?&#8221;<br />
<span id="more-3858"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Jangan Anda lakukan hal itu di tempat-tempat yang tidak layak, tetapi berniatlah dalam hati Anda bahwa Anda termasuk orang yang taat kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. <em>Wallahul Muwaffiq.</em></p>
<p>Sumber:<em> Syarah Hadits Arba&#8217;in</em>, Imam Nawawi, Pustaka Ibnu Katsir.<br />
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi <a href="www.konsultasisyariah.com" target="_blank">www.konsultasisyariah.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-di-tempat-yang-tidak-layak-seperti-toilet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertakwa Saat Sendirian Ataukah Bersama Orang-orang?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-saat-sendirian-ataukah-bersama-orang-orang/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-saat-sendirian-ataukah-bersama-orang-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 02:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam orang bertakwa]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=3853</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Mana yang lebih utama, bertakwa saat sendirian ataukah ketika bersama orang-orang? Jawaban: Jika ketakwaanmu di tengah keramaian itu diikuti dan dicontoh orang lain, maka menampakkannya lebih utama bagimu. Karenanya, Allah memuji orang-orang yang berinfak secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Nabi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Mana yang lebih utama, bertakwa saat sendirian ataukah ketika bersama orang-orang?<br />
<span id="more-3853"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Jika ketakwaanmu di tengah keramaian itu diikuti dan dicontoh orang lain, maka menampakkannya lebih utama bagimu. Karenanya, Allah memuji orang-orang yang berinfak secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.</p>
<p>Nabi<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمَلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang mengamalkan sunnah yang baik (untuk diikuti) dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengamalkan (atas petunjuknya) sampai hari kiamat.</em>&#8221;</p>
<p>Adapun jika menampakkannya tidak mendatangkan menfaat, maka disembunyikan menjadi lebih utama. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang orang-orang yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (di antaranya beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyebutkan),</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">رَجُلٌ يَتَصَدَّقُ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَتَعْلَمُ شِمَالُهُ مَايُنْفِقُ يَمِيْنُهُ</p>
<p>&#8220;&#8230;<em> Dan seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya</em>.&#8221;</p>
<p>Kemudian, jika ada pertanyaan lagi, &#8220;Dalam meninggalkan maksiat, mana yang lebih utama, apakah meninggalkannya secara terang-terangan ataukah sembunyi-sembunyi?</p>
<p>Jawabannya seperti yang kita katakan dalam hal melaksanakan perintah. Misalnya, seseorang ingin mendaftar kerja, lalu dikatakan kepadanya, &#8220;Sesungguhnya pekerjaan ini dalam bidang yang diharamkan,&#8221; seperti riba, kemudian ia meninggalkannya secara terang-terangan, maka hal ini lebih utama karena dapat menyebabkan orang lain mencontohnya. Akan tetapi jika perkaranya tidak menyebabkan orang lain mencontohnya, maka  merahasiakannya menjadi lebih utama.</p>
<p>Sumber: <em>Syarah Hadits Arba&#8217;in</em>, Imam Nawawi, Pustaka Ibnu Katsir.<br />
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi <a href="www.konsultasisyariah.com" target="_blank">www.konsultasisyariah.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/bertakwa-saat-sendirian-ataukah-bersama-orang-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sering Mimpi Buruk dan Mimpi Aneh</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/sering-mimpi-buruk-dan-mimpi-aneh/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/sering-mimpi-buruk-dan-mimpi-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 02:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[bermimpi buruk di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bila mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[dalil mengenai mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadist tentang mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[hadits tentang mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[islam tentang mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[jika tidur terus mimpi yang tak diinginkan membaca]]></category>
		<category><![CDATA[jima']]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[makna mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa sering mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk bagi umat islam]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk di bulan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk islam]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk ketika bulan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi dalam bulan puasa baik atau buruk]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi dari allah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi kematian di bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi seperti nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi si dia, aneh!]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi ular]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi ular dalam bulan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi ular dalam bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi ular raksasa mengikuti saya]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi ular#pq=mimpi ular menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[mimvi aneh]]></category>
		<category><![CDATA[minpi ular keluar dari laut]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[selalu mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[sering mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir mimpi air pasang dan banyak ular]]></category>
		<category><![CDATA[zikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=3834</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Saya adalah seorang pelajar, saya sering sekali bermimpi yang aneh aneh, seperti : Pada waktu itu mungkin saya pikir saya sedang bermimpi tentang hari kiamat, karena dalam mimpi saya, saya melihat ada se ekor ular ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wa barakatuh.</em></p>
<p>Saya adalah seorang pelajar, saya sering sekali bermimpi yang aneh aneh, seperti : Pada waktu itu mungkin saya pikir saya sedang bermimpi tentang hari kiamat, karena dalam mimpi saya, saya melihat ada se ekor ular raksasa yang keluar dari dalam tanah dan tanah pun terbelah menjadi dua yang manusia banyak yang jatuh kedalamnya, dan juga air laut yang membanjiri seluruh permukaan bumi. Saya juga selalu bermimpi tentang apa yang sudah dan yang akan saya lakukan. Dan sepertinya banyak mimpi yang saya alami itu menjadi kenyataan. Saya ingin bertanya termasuk mimpi apakah yang sering saya alami itu? Apakah itu mimpi dari Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>atau mimpi dari syaithan? Mohon saran dan nasihat dari Ustadz, Terimakasih.</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikum warhamatullaahi wabarakatuh</em></p>
<p>Dari : Zulkifli<br />
<strong><span id="more-3834"></span><br />
Jawaban:</strong></p>
<p>Ykh.sdr. Zulkifli</p>
<p><em>Wa&#8217;alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakaatuh</em></p>
<p>Secara umum, mimpi dibagi kepada tiga klasifikasi: <strong></strong></p>
<p><strong>Pertama,</strong> <em>Ru&#8217;ya Shaadiqah</em> (mimpi yang benar), yaitu mimpinya orang-orang yang shalih dan ahli taqwa. Mimpi seperti ini adalah mimpi yang memang sebenarnya, dan menjadi kenyataan serta berasal dari Allah, seperti mimpi Nabi Ya&#8217;qub mengenai makna mimpi anaknya Nabi Yusuf yang melihat sebelas buah bintang yang sujud terhadap- nya; mimpi Nabi Ibrahim mengenai perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail; mimpi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengenai akan dibukanya (ditaklukkannya) kerajaan Persia dan Romawi, dan lain-lain.</p>
<p>Bila seseorang mengalami hal yang baik-baik maka hendaknya ia hanya menceritakannya kepada orang yang dia sukai, seperti orang yang ia percayai keagamaannya dan ketakwaannya. (Alias tidak <em>semborono</em> menceritakan kepada siapa saja).<br />
<strong><br />
Kedua,</strong> <em>Adlghaatsu Ahlaam</em> (bunga-bunga mimpi), yaitu mimpi yang datang dari syaithan untuk membuat manusia bersedih karenanya. Mimpi ini adalah mimpi buruk sehingga tidak perlu ditanggapi karena ia berasal dari syaithan. Karena itu, di dalam hadits; bagi orang yang mengalami mimpi buruk seperti itu, hendaknya merubah posisi tidurnya dari posisi semula, ke posisi sebaliknya sembari meludah kecil ke sebelah kirinya 3 kali, dengan membaca <em>A&#8217;uudzu billahi Minasy Syaithaanir Rajiim</em> serta tidak menceritakannya kepada siapa pun. Dalam hal ini, di khawatirkan bila dia bercerita kepada orang yang kurang wara&#8217; dan bukan orang yang mengerti agama, lantas di dalam menakwilkannya, dia mengira-ngira saja bahwa akan terjadi dengan si orang yang mimpi itu begini dan begitu (dengan hal yang buruk-buruk, sekalipun secara bergurau), ternyata pas kebetulan takdir Allah seperti itu, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap orang yang bermimpi itu. Kejadian seperti ini pernah terjadi terhadap seorang wanita yang bertanya kepada &#8216;Aisyah. Kalau pun ingin menceritakannya; maka hendaknya ia menceritakan kepada orang yang wara&#8217;, shalih dan paham agama; sebab bila menceritakan kepada orang-orang seperti ini, sekali pun dalam firasat mereka akan terjadi hal yang buruk terhadap si orang yang bermimpi, mereka pasti mengarahkannya dengan baik&#8230;</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, <em>Hadiitsun Nafs</em> (kisah diri) yaitu bawaan kondisi psikologis/ kejiwaan seseorang seperti orang yang dikejar-kejar oleh polisi, lantas ketika tidur seolah polisi itu terus mengejar- nya, dan lain-lain. Dalam hal ini, ada ulama yang memasukkan klasifikasi ketiga ini ke dalam klasifikasi kedua dengan menjadikannya hanya dua klasifikasi saja , selain klasifikasi ketiga.</p>
<p>Selama seseorang menjaga dirinya dari hal-hal yang dilarang Allah, mempergiat pendekatan diri kepada-Nya dengan cara yang benar sesuai dengan al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah, beraqidah yang lurus dan tidak disusupi oleh unsure riya&#8217; apalagi syirik; maka tentu akan ada kelebihan pada dirinya, terutama mimpi yang dialaminya, <em>insya Allah</em>, akan menjadi <em>RU&#8217;YA SHAADIQAH</em> tersebut. <em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p>Di antara hal yang perlu selalu dijaga dan diperhatikan (sebagai masukan) adalah:</p>
<p>a. Mengkondisikan jiwa anda agar dekat kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>; banyak berdzikir, khususnya zikir pagi dan sore, membaca al-Qur&#8217;an, mentadabburi- nya atau mendengarkan <em>tilawah</em> al-Qur&#8217;an dan banyak belajar ilmu agama, khususnya &#8216;aqidah.</p>
<p>b. Selalu menjaga dzikir sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah, dan usahakan sebelum tidur harus dalam kondisi suci (berwudlu&#8217;);</p>
<p>c. Ketika menuju pembaringan dalam kondisi masih duduk, gabungkan kedua telapak tangan anda, lalu meniup kecil ke dalamnya setelah setiap membaca surat al-Ikhlash (<em>Qul huwallahu ahad</em>),al-Falaq dan an-Naas sebanyak tiga kali dengan menyapu keduanya ke seluruh anggota tubuh sebisanya. (HR.Bukhary dan Muslim).</p>
<p>d. Membaca ayat Kursy.</p>
<p>e. Dua ayat terakhir surat al-Baqarah (<em>Lillaahi Maa Fissamaawaati</em>…)</p>
<p>f. Lalu merebahkan badan dengan posisi bertumpu pada siku tangan kanan yang memegang pipi kanan sembari membaca doa: A<em>llahumma Qini &#8216;Adzaabaka Yawma Tab&#8217;atsu &#8216;Ibaadak</em> (3X) <em>Allaahumma Inni Aslamtu Nafsi ilaika, wa wajjahtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja`tu zhahri ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja`a wala manjaa illa ilaika, aamantu bi kitaabikalladzi anzalta, wa bi nabiyyikalladzi arsalta</em></p>
<p>Lalu membaca doa:<em> Bismikallahumma Rabbi Wa Dha&#8217;tu Janbi Wa Bika Arfa&#8217;uh Fa In Amsakta Nafsi Farhamha Wa In Arsaltaha FahfazhHa Bi Maa Tahfazhu Bihi &#8216;Ibaadakash Shalihiin</em></p>
<p>Kemudian membaca doa tidur: <em>Bismikallahumma Amuutu Wa Ahya</em><br />
Ketika bangunnya, baca: <em>Alhamdulillaahilladzi Ahyaana Ba&#8217;da maa Amaatana Wa Ilaihin Nusyuur</em></p>
<p>Sebelumnya juga, perlu mengkondisikan rumah agar terhindar dari gambar-gambar bernyawa, karena rumah yang di dalamnya terdapat gambar makhluk yang bernyawa tidak akan dimasuki oleh para malaikat rahmat (sebagaimana disebutkan di dalam hadits shahih), membuang semua hal yang terkait dengan syirik bila anda mempu- nyai jimat-jimat atau hal-hal berbau syirik lainnya. Mengosongkan rumah dari lagu-lagu dan musik-musik; rumah atau tempat anda harus terbebas dari penyim- pangan agama seperti ada yang biasa memakai cincin emas. Tidak menghadirkan orang-orang yang biasanya mengobati dengan menggunakan jin atau &#8216;orang pintar/ paranormal&#8217;.</p>
<p>Demikian yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. <em>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh </em></p>
<p>Sumber: www.alsofwah.or.id<br />
Artikel <a href="www.konsultasiSyariah.com" target="_blank">www.konsultasiSyariah.com</a> dengan penataan bahasa seperlunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/sering-mimpi-buruk-dan-mimpi-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Orang yang Menderita Penyakit Menahun Adalah Orang yang Terzhalimi?</title>
		<link>http://www.konsultasisyariah.com/benarkah-orang-yang-menderita-penyakit-menahun-adalah-orang-yang-terzhalimi/</link>
		<comments>http://www.konsultasisyariah.com/benarkah-orang-yang-menderita-penyakit-menahun-adalah-orang-yang-terzhalimi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 23:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qolbu]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan sakit menahun bagaimana gajinya]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[pahala bagi orang-orang yang dizalimi]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=3459</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Sebagian orang ada yang berkata, &#8220;Orang yang cacat seumur hidup dan orang yang sakit menahun adalah orang yang dizalimi karena mereka ini sebenarnya berhak untuk hidup seperti halnya orang-orang sehat tetapi zamanlah yang merusak mereka.&#8221; Menurut pendapat Syekh, bagaimana ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Sebagian orang ada yang berkata, &#8220;Orang yang cacat seumur hidup dan orang yang sakit menahun adalah orang yang dizalimi karena mereka ini sebenarnya berhak untuk hidup seperti halnya orang-orang sehat tetapi zamanlah yang merusak mereka.&#8221; Menurut pendapat Syekh, bagaimana tanggapan hukum Islam terhadap orang yang berkata demikian dan yang semisalnya?<br />
<strong><span id="more-3459"></span><br />
Jawaban:</strong></p>
<p>Penanya mengemukakan adanya sebagian orang yang menolak qadha` dan qadar serta sebagian orang berpendapat bahwa orang yang mendapat musibah adalah orang yang dizalimi. Bila penanya meyakini kebenaran perkataan ini sebagaimana yang dikemukakan, maka hal itu suatu kekafiran dan kemurtadan sebab ia melawan Tuhan Penguasa alam semesta. Demikianlah, karena Allah-lah yang memiliki kekuasaan terhadap langit dan bumi, berbuat sesuai kehendak-Nya, dan tidak seorang pun berhak merintangi-Nya.</p>
<p>Bagi orang-orang yang tertimpa cacat seumur hidup barangkali keadaannya itu lebih menguntungkan karena orang yang ditimpa musibah akan memperoleh kebaikan jika ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah. Ia akan mendapat pahala karena musibah ini. Musibah-musibah itu menjadi penebus dosa. Kemudian, jika ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah maka ia menjadi golongan penyabar. Tentang hal ini Allah berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
</p>
<p>&#8220;<em>Sungguh hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.</em>&#8221; (QS. Az-Zumar: 10)</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ. أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
</p>
<p>&#8220;.<em>..Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, &#8216;Sungguh kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.&#8217; Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.</em>&#8221; (QS. Al-Baqarah: 155&#8211;157) (Syekh Ibnu Utsaimin)</p>
<p>Sumber: Fatwa Kontemporer Ulama Besar Tanah Suci, Media Hidayah, cetakan 1, Tahun 2003.<br />
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi <a href="http://konsultasisyariah.com/">www.konsultasisyariah.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultasisyariah.com/benarkah-orang-yang-menderita-penyakit-menahun-adalah-orang-yang-terzhalimi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

