Buta Warna Parsial, Apakah Menurun ke Anak?

Buta Warna Parsial, Apakah Menurun ke Anak?

buta warna

Buta Warna Parsial

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dok, Saya ingin bertanya mengenai penyakit keturunan buta warna (parsial). Apakah jika suami mempunyai penyakit buta warna (parsial) tetapi si istri normal (tidak buta warna), apakah tetap anak-anak dan keturunan semuanya akan menderita buta warna (parsial)?

Adakah terapi khusus yang bisa dijalani untuk mengobati penyakit ini dan bisa lolos uji tes buta warna?

Mohon pencerahannya dan terima kasih banyak sebelumnya atas jawabannya.

Dari: NA

Jawaban:

Dalam ilmu kedokteran, penyakit  buta warna baik total maupun parsial merupakan penyakit genetik/bawaan. Penyakit ini dibawa oleh kromosom X (sex linked). Sedangkan kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Wanita (ibu) berpontesi menjadi carier (pembawa penyakit) walaupun ia tidak terkena dan ini akan diturunkan kepada anak-anaknya. Sedangkan laki-laki (bapak) tidak bisa membawa penyakit ini.

Untuk pertanyaan Anda suami terkena penyakit sedangkan istri normal, maka penyakit buta warna parsial TIDAK BISA turun ke anak-anak. Karena suami yang berpenyakit membawa kromosom X (X-penyakit) yang membawa penyakit ini (gen suami= X-penyakit, Y) sedangkan gen istri (X,X). Maka kemungkinan yang terjadi pada anak wanita adalah (X-penyakit, X) atau pada anak laki-laki (X, Y).

Untuk (X-penyakit, X) tidak terjadi penyakit karena kromosom X satunya masih normal tetapi berpotensi sebagai carier (pembawa penyakit)

Untuk (X, Y) maka ini gen yang normal

Untuk pertanyaan anda apakah ada terapi khusus untuk mengobati. Jawabannya secara ilmu kedokteran, belum ada terapi khusus penyakit buta warna pasial. Karena ini penyakit kelainan genetik, yaitu ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu.

Ada beberapa sumber yang menyatakan buta warna bisa sembuh dengan terapi tertentu tetapi sampai sekarang belum ada penelitian yang ilmiah (evident based medicine) yang bisa dipertanggungjawabkan.

Catatan:

Ada juga penyakit  buta warna adalah karena didapat. Misalnya ketika anak mengalami kerusakan retina atau cedera (trauma) pada otak yang menyebabkan pembengkakan di kepala (lobus occipital). Bisa juga kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet karena tidak menggunakan pelindung mata  secara benar juga bisa menyebabkan buta warna. Akan tetapi kasus ini jarang.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply