Blighted Ovum pada Wanita Hamil

Blighted Ovum pada Wanita Hamil

Apa sih blighted ovum?

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Dokter, apakah yang dimaksud Black Ovum itu? Apa penyebabnya? Apakah Black Ovum itu menular dan bisa menjadi wabah? Karena dulu di kampung saya tinggal, ada beberapa wanita hamil yang berbarengan terkena Black Ovum. Dan bagaimana cara menghindari Black Ovum?

Terimakasih

Dari: Aba Ibrohim

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih kami haturkan atas pertanyaan yang disampaikan.

Sebelum menjawab, kami ingin meluruskan terlebih dulu, mungkin yang dimaksud bukan ‘Black Ovum’, tapi ‘Blighted Ovum’? Sepintas saat diucapkan lafalnya memang mirip. Dan Blighted Ovum inilah yang memang dapat terjadi pada wanita hamil.

Blighted Ovum adalah kondisi dimana tidak terbentuk embrio di dalam rahim. Memang sempat didahului oleh pembuahan antara sel jantan dan ovum, namun ketika hasil pembuahan tersebut menempel di dinding rahim dan terbentuk kantung kehamilan (gestational sac), embrio janin sendiri tidak berkembang. Yang terbentuk adalah plasenta dan cairan amnion saja, sehingga tetap diproduksi hormon beta-hcg yang menimbulkan gejala seperti hamil normal.

Fenomena ini disebabkan oleh kelainan kromosom embrio yang dapat diakibatkan oleh kualitas sel jantan atau ovum yang buruk atau ketidakmampuan hasil pembuahan untuk membelah.  Ada pula sumber yang menyatakan infeksi saat hamil seperti infeksi oleh TORCH (Toxoplasma, Other (HIV, Varicella/cacar, dll), Rubella, Cytomegalovirus, Herpes virus), dan diabetes dapat menyebabkannya, namun hal ini perlu diteliti lebih lanjut.

Gejala yang tampak biasanya menyerupai awal kehamilan, mual muntah pagi hari (morning sickness), pening, perut membesar, dan seterusnya, juga diikuti dengan absennya menstruasi dan tes kehamilan yang positif. Namun seiring waktu perut tak membesar sesuai umur kehamilan, bahkan umumnya terjadi keguguran spontan pada trimester pertama kehamilan. Pada pemeriksaan USG dapat ditemukan kantung kehamilan namun kosong.

Blighted Ovum sendiri tidaklah menular dan biasanya seorang wanita jarang mengalami kondisi ini lebih dari sekali. Mengenai pencegahan, secara teoritis, umumnya Blighted Ovum sulit untuk dicegah, sebab kelainannya terjadi di tingkat kromosom. Namun sebagai muslim, hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allaah Ta’ala untuk memberikan kita keturunan yang sehat dan menjadi penyejuk mata hati bagi kedua orangtuanya, serta terhindar dari berbagai bentuk penyakit dan marabahaya.
Semoga bemanfaat

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply