Berat Badan Ideal

Berat Badan Ideal

berat badan ideal

Berat Badan Ideal

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Dok, saya seorang pemuda berumur 23 tahun, memiliki berat badan 83 (gemuk) dan tinggi 162 cm. Seteah saya cek pada seorang penjual nutrisi sehat, katanya berat badan saya tidak ideal namun tidak juga obesitas. Saya ingin bertanya:

1. Berapakah berat badan ideal yang seharusnya saya miliki dan olahraga seperti apa yang harus saya rutinkan?

2. Dalam beberapa minggu ini saya sering makan 2x sehari (pagi dan sore) dan kalau saya tambah pada malam harinya (jadi 3x), saya sering sakit perut (mules) beberapa menit setelah makan dan BAB. Apakah yang saya alami normal Dok? Namun setiap pagi setelah bangun tidur, saya juga selalu BAB.

Jazakallahu khiran atas jawaban Dokter.

Dari: Armen

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas kesediaan Saudara untuk berkonsultasi kepada kami.

Langsung saja pada jawabannya:

1. Ada beberapa cara mengetahui berat badan ideal, dan apakah termasuk kategori obese ataukah tidak.

Dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), rumusnya adalah BB (dlm kg)/TBxTB (dlm meter). Jadi berdasarkan cara ini, didapatkan IMT Saudara adalah 83/1.62×1.62= 31.62. Dalam klasifikasi IMT, jumlah IMT < 18.5 underweight, 18.5-24.9 normal, 25-29.9 overweight, dan 30 keatas sudah dikategorikan sebagai obese. Pada orang Asia, Jepang, dan beberapa suku bangsa lain, angka overweight lebih rendah lagi yakni sekitar 23.

Untuk target berat badan ideal sendiri, rumus yang dapat digunakan adalah TB-100 – 10%Tb-100. Jadi untuk berat badan Saudara dapat kita hitung= 162-100-10% 62 = 62-6.2 kg. Jadi sebaiknya Saudara berusaha mencapai target berat badan tersebut, dengan pola makan yang diatur dan olahraga rutin. Olahraga yang baik untuk menurukan berat badan secara bertahap adalah tipe olahraga seperti jalan cepat, lari, interval walk (selang-seling jalan biasa, jalan cepat, sangat cepat), renang, dan aerobik. Olahraga tersebut harus dilakukan secara rutin dan sering sehingga hasilnya dapat dirasakan.

2. Kami mohon maaf untuk pertanyaan ini tidak dapat memberikan jawaban pasti karena informasi yang didapatkan belum memadai. Bisa saja jika jarak antara makan pagi dengan makan malam cukup lama, pergerakan usus memang pada saat itu sudah memasuki fase pembuangan, atau ada konsumsi makanan atau minuman tertentu yang memacu gerak usus, seperti kopi; atau kemungkinan lainnya. Namun jika kondisi tersebut tidak disertai buang air besar yang encer, atau  berubah warna atau baunya menjadi sangat menyengat, atau disertai rasa nyeri di daerah perut maupun anus, kemungkinannya kondisi tersebut masih dapat dianggap wajar.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply