Benjolan di Ketiak

Benjolan di Ketiak

Benjolan di Ketiak

Petanyaan:
Assalamualaikum

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Dokter, saya mau cerita tentang benjolan yang ada di ketiak sebelah kiri saya. Benjolannya sudah lama udah bertahun-tahun. Sekarang usia saya 24 tahun, saya belum pernah periksa ke mana pun mengenai benjolan ini. Kalo saya raba itu ga sakit dok, tapi kalo saya tekan lumayan agak sakit tapi ga sakit-sakit amat. Dulunya kecil benjolan itu, kemudian agak membesar tapi hanya sedikit membesarnya, kemudian saya minum 1 minuman (kalo ga apa-apa saya sebut jenis minumannya) minuman itu namanya klorofil dari produk K-link. Kurang lebih saya mengonsumsi minuman itu alhamdulillah benjolannya mengecil, namun setelah saya berhenti mengonsumsi minuman itu,  benjolannya kaya membesar lagi gitu lho dok. Saya ga tau apa benjolan ini, apa yag harus saya lakukan dok? Apaah dokter bisa memberi penjelasan mengenai benjolan yang ada pada diri saya sebelum saya periksakan?

Jujur saya belum ada keberanian untuk diperiksa, soalnya saya takut dok akan hasilnya. Saya belum siap, apakah saya harus mengonsumsi minuman itu lagi atau bagaimana?
Saya berharap saran dari dokter, terima kasih dan wassalam…

Dari: Eva Martiana

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Saudari yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, terima kasih atas pertanyaan yang Saudari ajukan, semoga sedikit penjelasan dari kami dapat membantu.

Benjolan pada ketiak, jika saat diraba mudah digerakkan, ditekan terasa kenyal/tidak padat, tanpa disertai adanya keluhan di bagian tubuh lain di dekatnya, misalnya di bagian dada yang berdekatan, atau lengan, menurut kami kemungkinan besar adalah salah satu kelenjar getah bening yang mengalami pembesaran. Di daerah ketiak, sama seperti di daerah leher dan beberapa bagian tubuh lainnya, terdapat sekelompok kelenjar getah bening yang berfungsi salah satunya dalam menjaga imunitas tubuh. Kelenjar ini dapat membesar  dan terasa sakit (limfadenitis atau peradangan kelenjar limfa) atau tidak sakit (limfadenopati) jika ada infeksi atau peradangan di daerah sekitarnya, misalnya di bagian kulit sekitarnya, atau jika ada penyakit infeksi yang gejalanya menyerang seluruh tubuh, seperti TBC.

Yang perlu diingat bahwa sebagian besar pembesaran kelenjar getah bening hanyalah gejala, dan bukan penyakit utamanya. Jadi yang perlu diidentifikasi adalah penyakit utamanya. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, antara lain TBC, infeksi toxoplasma, infeksi virus cytomegalovirus, penyakit tularemia, dan kanker payudara (kelenjar terasa keras dan padat). Penyakit tersebutlah yang lebih berdampak pada kesehatan, dibanding pembesaran kelenjar getah bening. Pada beberapa keadaan, pembesaran kelenjar dapat bertahan bahkan setelah penyakit utama sembuh (seluruh tubuh tidak ada keluhan, namun kelenjar tetap membesar).

Kemungkinan lain menurut kami adalah tumor jinak jaringan lemak, atau sumbatan kelenjar keringat bawah ketiak. Namun demikian, kami tetap menyarankan Saudari untuk memeriksakan lebih lanjut kepada dokter wanita yang amanah untuk mendapat diagnosis yang lebih dekat pada kebenaran. Pemeriksaan di awal dewasa ini semakin penting untuk menemukan penyakit-penyakit yang berat (jika ada), pada kondisi awalnya, sehingga bisa ditangani dengan lebih baik.

Mengenai konsumsi suplemen seperti yang Saudari sebutkan, tidak mengapa diteruskan jika memang dirasakan bermanfaat. Dan ada baiknya jika konsumsi tersebut dibarengi dengan pengetahuan Saudari akan kondisi Saudari yang sebenarnya, sehingga penggunaannya lebih tepat guna.
Allahu Ta’ala a’lam

Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply