Arti Sebuah Mimpi

Arti Sebuah Mimpi

arti sebuah mimpi

Arti Mimpi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

2 minggu setelah saya umroh, saya bermimpi berada di masjidil haram. Saya menghadap ka’bah. Di sana ada bbrpa orang yang sedang tawaf, lalu mereka duduk manis di depan rukun yamani karena ada orang-orang pemerintahan Arab Saudi yang datang menuju ke hajar aswad dan menuliskan tulisan Arab di bingkai perak hajar aswad. Setelah mereka pergi saya melihat jalan menuju hajar aswad kosong, lalu saya bergegas mendatangi hajar aswad dan saya menyentuhnya, berdoa di multazam, dan saya bisa memegang pintu ka’bah. Senangnya saya bisa menyentuh hajar aswad tanpa ada seorang pun yang menghalangi.

Seminggu setelah itu saya bermimpi lagi berada di luar Masjidil Haram bersama orang tua saya, saya mau melaksanakan tawaf tapi kami lupa ambil miqot. Akhirnya kami tidak jadi tawaf, dan saya melihat ka’bah begitu tinggi melebihi tingginya Masjidil Haram.

Apakah arti mimpi saya itu ya Ustadz?

Alhamdulillah bulan Februari 2013 kemarin saya umroh bersama keluarga besar.

Dari: Ina

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Mimpi yang terjadi pada Anda, kemungkinan besar adalah mimpi karena bawaan perasaan. Mengingat Anda baru pulang umrah sehingga kenangan ka’bah dan masjidil haram, masih sangat membekas. Model mimpi semacam ini pernah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari 7017).

Makna hadis:

– “Bisikan hati”: terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkan, sampai terbawa mimpi.

– “Ditakuti setan”: mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.

Dalam riwayat lain dari sahabat Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ: مِنْهَا أَهَاوِيلُ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ بِهَا ابْنَ آدَمَ، وَمِنْهَا مَا يَهُمُّ بِهِ الرَّجُلُ فِي يَقَظَتِهِ، فَيَرَاهُ فِي مَنَامِهِ

Mimpi itu ada tiga macam: mimpi ditakut-takuti setan, agar membuat sedih bani adam, dan mimpi sesuatu yang diinginkan oleh seseorang sebelum tidur, kemudian terbawa tidur… (HR. Ibn Majah 3907 dan dinilai shahih al-Albani).

Oleh karena itu, kami sarankan agar kita tidak terlalu sibuk memikirkan mimpi. Karena umumnya mimpi kita adalah bawaan perasaan atau godaan setan.

Setan memiliki andil yang besar untuk mengendalikan mimpi manusia. Ketika ada orang yang terlalu sibuk memikirkan takwil mimpi, dia melayani setiap mimpi yang dia alami untuk dicarikan takwilnya, bisa saja dia diperalat setan dengan memberikan berbagai mimpi yang disangkanya berita dari Allah. Atau setan membuat dirinya was-was karena mimpi yang menakutkan dirinya, dst.

Mimpi Tidak Mengubah Takdir

Mimpi tidak bisa mengubah takdir, dan bukan pula indikator takdir, selain kabar gembira dari Allah. Mengingat kita tidak bisa memastikan termasuk jenis apakah mimpi yang kita alami maka kita tidak bisa menyebut bahwa mimpi itu adalah kabar gembira dari Allah.

Banyak kaum muslimin yang bangun tidur menjadi tidak normal gara-gara mimpi. Pikirannya terganggu gara-gara mimpinya. Dia terlalu memikirkan mimpinya, baik mimpi harapan maupun mimpi ancaman. Setidaknya semacam ini justru akan merugikan dirinya. Sehingga membuat dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya bahkan bisa jadi stres gara-gara mimpi.

Selanjutnya, perbanyak memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Godaan lahir maupun batin. Pembahasan tentang mimpi yang lain, juga bisa Anda simak di: Apa Arti Mimpi Saya.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting. Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

NO COMMENTS

Leave a Reply