Apakah Mungkin Selaput Dara Robek, Tapi Tidak Berdarah?

Apakah Mungkin Selaput Dara Robek, Tapi Tidak Berdarah?

tidak perawan lagi

Selaput Dara Robek, Tapi Tidak Berdarah

Pertanyaan:

Asalamu’alaikum

Putri usia 24 tahun, jujur adalah korban kedholiman pria busuk yg pernah berjanji menikahinya. Dua tahun yang lalu pernah melakukan zina (bersetubuh) -astaghfirullahal’azhim- sangat menyesal dan sangat kecewa atas kebodohan, wallahu a’lam dengan keadaan dan dosa.

Melakukan itu tidak hanya sekali, namun seingatnya tidak ada keluar darah. Apakah mungkin selaput dara tidak pecah atau mungkin memang tebal dindingnya?

Dan apakah ada kemungkinan selaput dara masih utuh?

Apakah penyebab kehamilan itu pecahnya selaput dara? Atau mungkin pecah bersamaan dengan keluarnya darah haid? Sedang haid teratur setiap bulannya.

Untuk jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Mohon doa agar Allah mengampuni dosa dan khilaf.

Dari: Ana

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas kepercayaan Saudari berkonsultasi kepada tim kesehatan Konsultasi Syariah ini.

Permasalahan selaput dara (hymen) sering disalahpahami oleh masyarakat. Hymen adalah selaput tipis yang membentuk lipatan, menutupi sebagian besar jalan lahir bagian luar.  Hymen pada tiap wanita bervariasi, ada yang tebal sehingga tidak mudah robek, bahkan membentuk selaput utuh (hymen imperforata), ada pula yang tipis saja, dan posisinya di tepi; sebagian wanita juga ada yang terlahir tanpa hymen.

selaput daraHymen memiliki pembuluh-pembuluh darah kecil yang jika karena suatu sebab, menyebabkan hymen mengalami robekan atau trauma, dapat mengeluarkan darah. Utuh tidaknya hymen dipengaruhi juga oleh bentuk anatomis hymen. Jika hymen berbentuk melingkar di tepi dan tidak menutupi jalan lahir, ada kemungkinan hymen masih utuh. Namun pada umumnya, setelah hubungan berulang, hymen menyusut menjadi sisa jaringan.

Kehamilan tidaklah disebabkan oleh pecahnya selaput dara, begitu pula selaput dara tidak serta-merta pecah akibat adanya aliran darah menstruasi, namun kehamilan disebabkan oleh adanya pembuahan sel telur oleh sel kelamin jantan pria, yang terjadi di dalam rahim atau saluran indung telur (tuba fallopii). Jadi pecah atau tidaknya hymen bukanlah standar kehamilan bisa terjadi atau tidak.

Sebagai sesama muslim, kami turut prihatin atas yang Saudari alami, dan turut bersyukur jika Saudari telah menyadari kesalahan tersebut dan bersungguh-sungguh ingin bertaubat dengan taubat nasuha. Semoga Allaah Ta’ala menerima taubat Saudari, dan janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Sedikit saran, untuk menghindari kejadian berulang, kami sarankan agar Saudari memperbanyak menuntut ilmu agama, berteman dengan orang-orang yang shalih yang senang saling berwasiat dalam ketakwaan dan kesabaran, sehingga memudahkan untuk menjaga diri, setelah sebelumnya memohon penjagaan Allah Ta’ala.

Semoga ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply