Anak Demam Tinggi Hingga Mimisan

Anak Demam Tinggi Hingga Mimisan

anak demam

Anak Demam Tinggi Hingga Mimisan

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Dok.

Langsung aja ya Dok, anak saya  perempuan umur 4 tahun 8 bulan sudah 3 hari panasnya antara 36,5 – 39,9 sudah periksa dokter cuma dikasih obat panas, pusing, dan muntah aja. Tadi pagi panas tinggi lagi 39,7 setelah panasnya turun 38,0 dari hidungnya langsung mengeluarkan darah segar, dari pagi sudah 3 kali saya ke dokter dan cek darah, ternyata tak ada penyakit apa-apa. Apa yang harus saya lakukan andaikan terjadi lagi Dok?

Terima kasih sebelumnya Dok atas jawabannya.

Dari: Roza

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu yang dirahmati Allah.

Mimisan pada anak merupakan keluhan yang cukup sering terjadi dengan berbagai sebab, namun pada anak yang secara fisik tampak sehat, aktif, sebelumnya tidak ada sakit yang serius, kemungkinan besar sifatnya ringan dan tidak berbahaya. Mimisan pada anak normal biasanya terjadi karena trauma/luka pada hidung bagian dalam, udara yang kering atau mukosa hidung yang kering karena berbagai sebab, benda asing misalnya biji mainan dalam hidung anak, rhinitis alergi, dan batuk pilek berulang.

Jika putri Ibu mengalami mimisan saat sakit seperti demam dan pilek, atau sakit lainnya, sebelumnya perlu diperhatikan tanda ‘bahaya’ berikut ini:

– Jumlah darah yang keluar sangat banyak atau anak menjadi sulit bernafas.

– Anak menjadi pucat, merasa lemas, atau terlihat bingung/tidak dapat menjawab pertanyaan atau mengenali lingkungan yang sebelumnya sudah diketahuinya.

– Terjadi setelah sebelumnya ada benturan yang keras di wajah, atau disertai gejala serius seperti nyeri dada, atau denyut nadi dan nafas menjadi lebih cepat dan kaki serta tangan yang menjadi dingin.

Jika didapati tanda tersebut, segera bawa anak ke UGD untuk menjalani perawatan. Jika tidak didapatkan, berikut ini beberapa tindakan yang bisa Ibu lakukan sebagai pertolongan pertama:

– Meminta anak untuk duduk tenang, kepala dan tubuh bagian atas agak condong ke depan sehingga darah tidak mengalir ke dalam kerongkongan atau tenggorokan.

– Mintalah anak untuk bernafas lewat mulut selama beberapa saat ke depan.

– Pencetlah kedua cuping hidung anak yang lunak dengan cukup kuat, tekan ke arah dasar hidung, yaitu di bawah tulang hidung (bagian hidung yang terasa keras), selama 5 menit tanpa henti.

– Lepaskan tekanan. Periksalah apakah darah masih mengalir atau tidak. Jika darah masih mengalir, ulangi lagi memencet bagian cuping hidung selama 5 menit tanpa henti.

– Periksa kembali aliran darah. Jika sudah berhenti, maka selanjutnya bersihkan sisa darah dengan kain basah yang lembut dan mintalah anak untuk tidak mengorek-ngorek hidung atau meniup/ bernafas keras dari hidung sementara waktu.

– Jika belum berhenti, sebaiknya anak dibawa ke ahli kesehatan, seperti Puskesmas atau UGD untuk penanganan lebih lanjut dan mencegah volume darah yang keluar semakin banyak, dan melacak penyebab mimisan dengan lebih detail.

Menjaga kelembaban udara ruangan serta mencegah anak mengorek-ngorek hidung atau bernafas keras melalui hidung juga merupakan tindakan pencegahan mimisan yang dapat dilakukan pada anak.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel ini didukung oleh:

Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

NO COMMENTS

Leave a Reply