tutup Eksternal hardisk kajian video islam
cashflow laporan keuangan software akutansi terbaik

Monthly Archives: May 2011

women-career

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum.

Ustadz, saya ingin bertanya; lebih utama istri yang bekerja di rumah (IRT) atau istri yang bekerja?

Saya sudah bekerja sebagai PNS golongan 2C. Saya ingin cepat menikah, daripada tidak kuat menahan nafsu. Tapi, pacar saya ternyata juga keterima PNS sebagai perawat (yang kerjanya [dengan sistem, red.] shift). Kalau saya menikah dengan dia, saya khawatir kami jarang bertemu. Saya juga tidak suka istri saya (nantinya, red.) harus dinas malam. Kalau saya memutusnya, saya tidak tahu apa yang terjdi dengan dia. Bagaimana pendapat dan solusinya, Ustadz?

Wassalamu ‘alaikum.

NN (**@***.co.id)

cara-mencuci-barang-bekas-babi-dananjing

Pertanyaan:

Assalaamu ‘alaikum, Ustadz. Karena saya tinggal di Bali yang mayoritas beragama Hindu, saya ingin bertanya; bagaimanakah cara membersihkan wadah bekas memasak babi, wadah yang terkena daging babi? Kalau bisa disertai dalil, Ustadz.

Apakah harus mencucinya 7 kali dan salah satunya dengan tanah? Sebab saya pernah mendengar ustadz dan dosen agama saya mengatakan seperti itu, dan mereka tak menunjukkan dalilnya. Mereka menyamakan dengan mencuci wadah bekas jilatan anjing.

Saya jadi merasa ragu jika sedang bertamu ke rumah teman yang beragama Hindu dan disuguhi minuman. Takutnya, wadah memasak airnya juga bekas memasak daging babi yang tidak dicuci sesuai syariat.

Terima kasih, Ustadz, atas jawabannya.

Alif Ihsan Syahroni (ihsan**@***.com)

nazar dalam islam

Pertanyaan:

Mohon penjelasannya untuk masalah nazar yang sudah diucapkan tapi, setelah terkabul, (orang yang bernazar, red.) lupa apa yang telah dinazarkan.
1. Saya pernah bernazar, tapi saya lupa. Yang jelas, intinya, jika diterima kerja maka 10% dari penghasilan akan saya sedekahkan. Nah, sedekahkan untuk apa atau ke siapa, saya lupa. Jadi, selama ini hanya sedekah kasih ke orang lain yang membutuhkan, ke masjid, atau ke lembaga sosial. Apakah ini menyimpang dari nazar yang saya ucapkan karena tidak tahu pasti sedekahnya untuk apa dan siapa?
2. Nah, sekarang, penghasilan saya secara matematika tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga. Apakah boleh (nazar tersebut, red.) dibatalkan sampai penghasilan saya cukup, karena sekarang pengeluaran sudah ditambah lagi dengan cicilan rumah/tempat tinggal?
3. Apakah nazar itu boleh diundur waktunya atau tidak, karena biasanya setiap setelah mendapatkan gaji, saya sisihkan langsung 10%-nya? Tapi untuk bulan ini, banyak yang harus ditutupi sehingga tidaklah cukup.
4. Jika 10%-nya itu saya sisihkan dengan cara meminjam uang pada orang lain, apakah itu boleh?

Mohon penjelasannya. Terima kasih.

NN (**@gmail.com)

SOCIAL

10,030FansLike
4,525FollowersFollow
33,545FollowersFollow
61,951SubscribersSubscribe

RAMADHAN

Dukung KonsultasiSyariah.com
dengan Donasi!

BNI SYARIAH
0381346658
a.n. Yufid Network Yayasan
***
BANK SYARIAH MANDIRI
7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network
***
PAYPAL
finance@yufid.org
Konfirmasi via email: finance@yufid.org

Powered by WordPress Popup